Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 48


__ADS_3

Episode 48🌹


Sasa terdiam dia tidak menjawab pertanyaan Adrian kemudian Adrian kembali bertanya padanya.


" Apa yang bisa aku bantu untukmu Sa? walaupun kita hanya pertama kali bertemu, aku tidak menganggap kamu seperti wanita yang lain di luar sana yang hanya pura-pura mengenal seorang laki-laki dan akan mengeluarkan jurusnya, tapi aku tahu kayaknya kamu adalah wanita yang baik."


Membuat Sasa bingung...


" Hah? Kenapa dia bisa berbicara seperti itu padaku?" gumamnya, terlihat Adrian tersenyum.


" Bukankah dia sudah diterangkan oleh Chelsea tentang rencana sandiwara yang akan dijalankan kami berdua, Apakah aku salah orang? sehingga dia tidak menyinggung soal sandiwara yang sudah direncanakan itu, coba aku hubungi Chelsea dulu." gumamnya lagi.


" Maaf Mas, sebentar ya Mas saya menghubungi teman saya dulu."


" silakan..."


Beberapa kali Sasa menghubungi Chelsea, namun Chelsea tidak menjawab panggilan tersebut, dia pun kemudian menyerah pasrah, dia menengok kiri dan kanan tapi ciri-ciri yang disebutkan oleh Chelsea tidak ada, tidak ada muncul di kedai tersebut.


" Ada apa Sa? katakan padaku, biar Aku bisa membantu kamu." ucapnya.


" Tidak ada pilihan lain lagi." ucapnya dalam hati, dia pun kemudian ingin mengutarakan keinginannya agar bisa meminta tolong pada Adrian, setidaknya dia bisa mengantarkan sampai ke acara Silva, Walaupun dia tidak bisa mengenalkan Adrian pada mereka.


" Begini Mas, bisakah minta tolong antarkan saya ke suatu tempat, tapi sebelumnya saya ingin minta tolong sama Masnya untuk mengantarkan Saya mencari sebuah kado untuk acara ulang tahun pernikahan teman saya."


" Oke dengan senang hati, Ayo kita berangkat sekarang acaranya kapan.?"


" Jam 01.00 siang Mas."


" Ya udah, ayo sekarang aku temani kamu mencari hadiahnya." ucapnya dianggukan oleh Sasa, Mereka kemudian keluar dari kedai tersebut, setelah Adrian membayar camilan dirinya itu, Mereka kemudian berkeliling Mall hampir setengah jam akhirnya dia mendapatkan hadiah yang tepat untuk mereka berdua, setelah membungkusnya dengan rapi dan memberikan kartu ucapan di atas kado itu, kemudian meminta tolong kembali kepada Adrian untuk mengantarkannya ke sebuah gedung yang tidak jauh dari Mall terbesar ini, Adrian pun menyanggupinya, dia tersenyum dan dia terlihat sangat bahagia bisa berjalan berdampingan dengan Sasa gadis yang baru saja ditemuinya dengan perkenalan yang instan.


Setelah terombang-ambing di jalanan dan sedikit terasa pusing, Nirmala pun meminta Rendra untuk berhenti sebentar, karena dia merasa tidak enak di dalam perutnya, Rendra pun kemudian menepikan mobilnya di pinggir jalan, Rendra dan Nirmala turun dari mobil tersebut.


" Ada Apa denganmu sayang?Apakah kamu tidak pernah berjalan jauh menggunakan roda empat.?"

__ADS_1


" Aku tidak pernah menggunakan mobil jalan jauh Mas, aku hanya bisa menggunakan bus saja." ucap polos Nirmala, Rendra pun tersenyum, Dia kemudian mengusap kepala calon istrinya itu.


" Mulai sekarang kamu harus belajar keluar masuk dan pergi ke mana-mana dengan sebuah mobil, biar kamu tidak mengalami mabuk darat seperti ini."


" Masih jauh mas?"


" Sekitar 1 jam lagi kita sudah sampai."


" Apa Mas? satu jam lagi? ya Tuhan!" ucapkan sembari meletakkan tangannya di pinggang dan memegang jidatnya, Rendra pun tersenyum melihat tingkah Nirmala seperti itu.


Kemudian Nirmala mengambil ponselnya, dia melihat chat pribadi dari Sasa, dia pun kemudian membukanya.


📥 " Nirmala.... sepertinya salah orang deh, karena laki-laki ini tidak mengetahui kalau aku mau mengajaknya bermain sandiwara, dia malah bertanya tentang bantuan apa yang bisa dia berikan padaku." isi chat pribadi Sasa pada Nirmala.


" Hah.... lihat ini Mas, sepertinya sandiwaranya akan gagal, kayaknya orangnya salah deh, entah siapa yang ditemui oleh Sasa."


"Terus sekarang Sasa ada di mana?"


Rendra melihat jam yang melingkar di tangannya tersebut 12.30.


" Kan baru jam 12.30, Kenapa ponselnya dimatikan sih, Apakah ponselnya kehabisan baterai ?"


" Kita berdoa saja, semoga tidak apa-apa, Dan semoga saja Sasa membatalkan ke acara Silva itu."


Nirmala menganggukkan kepalanya, kemudian dia pun diajak kembali oleh Rendra untuk melanjutkan perjalanannya, karena sebentar lagi mereka akan bertemu dengan keluarganya tersebut.


" Apakah ini tempat acaranya?" tanya Adrian pada Sasa.


Sasa hanya menganggukkan kepalanya. Dia kemudian turun dari mobilnya, Adrian pun membantunya membawakan kado untuk temannya tersebut.


Mereka melangkah menuju ke arah pintu utama yang sudah memang ditunggu oleh beberapa orang suruhan dari pembuat acara, Dia kemudian mengambil kado yang dibawa oleh Adrian.


" Terima kasih ya Mas, sudah mau membantuku dan mengantarkanku ke sini."

__ADS_1


" Oh iya sama-sama, Maaf ya aku tinggal karena aku ada keperluan sebentar, bilang sama temanku yang mengirimmu itu padaku kalau aku ada keperluan sebentar, nanti kalau kamu mau pulang kamu bisa hubungi aku." ucapnya mengambil ponsel dari tangan Sasa dan memasukkan nomor ponsel pribadinya ke dalam ponsel pribadi Sasa, Sasa hanya menganggukan kepalanya, sebelum Adrian berpamitan dengan Sasa, Chelsea yang setengah berlari dari dalam menemui dia, Chelsea terkejut melihat Sasa bersama dengan seorang laki-laki tampan dengan menggunakan mobil mewah, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan depan gedung tersebut.


" Sasa Maafkan aku, Adrian tidak dapat hadir, karena tiba-tiba saja dia mengalami pusing yang berat."


" Hah? jadi itu ?Adrian siapa? bukankah itu Adrian suruhan kamu.?"


" Bukan! bukan itu! itu bukan Adrian teman aku? Aku tidak tahu itu Adrian siapa! aku tidak mengenalnya, tapi ganteng banget, kenapa kamu nggak langsung ajak dia aja, perkenalkan dia sebagai pacar kamu di depan mereka."


" Ya Tuhan, kenapa ini bisa terjadi sih? pantesan saja dia tidak menyinggung soal sandiwara yang akan kita mainkan itu."


" Bagaimana dong? aku tidak ingin kamu dipermalukan seperti tahun-tahun yang lalu, saat kamu hadir ke acara Silva."


" Hem...Tidak apa-apa, aku akan mengatakan semuanya pada mereka, kalau kekasihku sedang sibuk, itu aja !"


" Maafkan aku ya Sa,saat kamu menghubungi aku, aku nggak mendengar ponselku berdering."


" Ya udah, tidak apa-apa, ayo kita masuk." ucap Sasa, Karena dia sudah terlanjur datang, Jadi dia harus menyelesaikan semuanya."


Silva yang melihat kedatangan Sasa di depan gedung pun, dia dengan tergesa-gesanya melangkah mendekati Sasa. sembari menepukan kedua tangannya, seakan-akan memberikan ejekan kepada Sasa, kalau sebenarnya Sasa belum bisa melupakan suaminya Rudini.


" Wah! katanya mau datang bersama dengan sang kekasih, tapi kenapa datang sendirian? ini membuktikan kalau kamu memang tidak bisa melupakan sosok Rudini di hati kamu, Aku sarankan pada kamu jangan terlalu memikirkan dunia yang tidak pernah menjadi impian kamu, kamu akan rugi sendiri? selamanya! Kamu pasti akan sendiri tidak ada pendamping.!


" Silva kamu nggak boleh berbicara seperti itu dong, sebenarnya yang salah itu beberapa tahun yang lalu adalah kamu, karena kamu merebut Rudini dari sisi Sasa, Sasa sudah memiliki kekasih kok, tadi aku melihatnya sendiri, kekasihnya ganteng banget, melebihi Rudini, sepertinya Dia adalah pengusaha terkenal, karena dia ke sini menggunakan mobil mahal sekali, bisa dikatakan mobil mewah berharga milyaran, kalah tuh punya Rudini." ucap Chelsea.


" Iya, kalau memang itu adalah kekasihnya Sasa, Kenapa tidak diperkenalkan padaku dan Suamiku, karena ini kan acara aku, kalian kan bisa memperkenalkannya padaku, biar aku tidak berpikiran lagi tentang Sasa yang selalu memikirkan Suamiku itu."


" Maaf Silva, Kekasihku Ada pertemuan dengan temannya yang tidak bisa ditunda, Awalnya dia memang mau ke sini dan akan aku perkenalkan pada kalian, tapi sayangnya dia baru saja ditelepon sama temannya dan ada sesuatu yang diurus nya soal perusahaannya."


" Wow! begitu ya, ya sudah silakan masuk dan menikmati semua hidangan yang ada di sini khusus untukmu yang jomblo, sebelum kamu mengenalkan kekasih kamu kepadaku, aku tetap menganggap kamu itu wanita yang tidak bisa mencari seorang laki-laki dan masih menyimpan nama laki-laki yang pernah mengisi hati kamu beberapa tahun yang lalu." ucapnya menatap sinis kearah mereka berdua.


" Yang sabar ya...."


" Iya nggak apa-apa aku sudah terlanjur datang, makanya aku akan memperlihatkan semuanya pada mereka kalau aku tetap Happy-Happy aja tanpa Rudini " ucapnya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2