Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 49


__ADS_3

Episode 49🌹


Adrian sudah sedikit jauh meninggalkan gedung di mana acara ulang tahun pernikahan Silva digelar, Dia kemudian menoleh ke arah samping  kirinya dia melihat tas Sasa tertinggal dimobilnya, dia pun kemudian berhenti sejenak.


" Astaga! kenapa Sasa meninggalkan tasnya, Apakah dia terlupa?" ucapnya sembari berbalik arah lagi ke arah gedung acara tersebut.


Sasa duduk diantara mereka semua dia menatap sesaat ke arah Rudini.


" Apa kabar Sasa.?"


Sebelum Sasa menjawab pertanyaan dari Rudini, Silva sudah menjawabnya.


" Pastinya tidak baiklah sayang, diakan mengatakan ingin memperkenalkan kekasihnya di hadapan kita semua, tapi nyatanya dia hanya datang seorang diri, alasan dia, kekasihnya sedang sibuk aku merasa tidak yakin kalau dia ini memiliki seorang kekasih, karena sudah kelihatan kalau dia itu tidak bisa melupakan kamu sayang, Untung saja kamu bertemu denganku, kamu merasa bahagiakan hidup denganku, tidak seperti dengan dia kala itu, maafkan aku ya Sasa, karena kekasihmu lebih nyaman denganku saat itu dan sekarang kami pun sudah membina rumah tangga kami berdua, Aku harap kamu tidak merasa iri dengan hubungan Kami sekarang ini." ucapnya sembari merangkul tangan suaminya tersebut dan merebahkan kepalanya di pundak sang suami, terlihat Rudini tersenyum dengan kebahagiaan yang nampak dari wajahnya, Sasa hanya tersenyum saja, dia tidak mau menanggapi omongan Silva terhadapnya, karena baginya buat apa juga membalas omongan Silva padanya, Karena dia sudah kebal dengan ucapan dari Silva.


" Kamu datang sendirian aja, berarti benar dong apa yang dikatakan oleh Silva kalau kamu hanya bohong saja, sudahlah Sasa, Aku sekarang sudah hidup bahagia dengan Silva dan jangan kamu mengingat aku kembali, hapuslah bayangan aku di hatimu, umur kita semakin tua kita harus hidup berpasang-pasangan, mungkin kita berdua tidak jodoh jadi kamu bisa mencari jodoh yang terbaik untuk kamu, percuma kamu mengharapkan aku, karena aku tidak akan pernah kembali kepadamu." ucapnya begitu saja mengeluarkan kata-katanya tanpa memikirkan bagaimana rasa sakit hati Sasa.


" Hey Rudini, kamu jangan salah, tadi aku memang melihat kalau Sasa itu diantar sama kekasihnya, Dia memiliki mobil mewah, mohon maaf nih sepertinya mobil kamu itu kalah saingan dengan mobil yang dimiliki oleh kekasihnya Sasa, aku melihat sendiri kok wajahnya tampan sekali, penampilannya juga seperti seorang pengusaha yang sangat terkenal. Hanya saja bekerjanya agak sibuk, jadi dia tidak bisa menyempatkan dirinya untuk memperkenalkan dirinya di hadapan kita semua. Tapi aku yakin suatu saat kita pasti akan bisa mengenal kekasih Sasa itu, siapa dia,dan berprofesi sebagai apa."terang Chelsea sembari tersenyum menoleh ke arah Sasa.

__ADS_1


" Oh ya, sungguh begitu tampan ya, kalau tahu dari awal aku pergi keluar melihatnya dan membuktikan apakah memang benar Sasa sudah memiliki seorang kekasih." ucap salah satu sahabat dari Silva.


Silva hanya tersenyum jahat yang tergambar di wajahnya, karena dia tidak merasa yakin kalau Sasa memiliki seorang kekasih yang disebutkan oleh Chelsea.


Rudini tersenyum sinis, mendengar ucapan Chelsea yang memuji ketampanan kekasih Sasa, terlihat wajah Silva merasa kesal dengan sikap Rudini tersebut.


" Sayang, kamu jangan merasa rendah dengan ucapan mereka yang memuji kekasihnya Sasa, Aku tidak percaya! terkecuali kekasih Sasa itu memang berada di hadapan kita ini, baru aku percaya kalau dia memang memiliki kekasih yang tampan seperti apa yang diucapkan Chelsea itu."


" Dengar ya, Apakah kalian masih ingat kalau Rudini ini adalah mantan kekasihnya Sasa, kalian melihat sendiri kan, selama bertahun-tahun dan sampai saat ini Sasa masih sendiri, dia tidak memperlihatkan kekasihnya itu, pada kita Apa benar itu adalah kekasih sebenarnya, atau bukan hanya sebagai seorang lelaki yang disewanya untuk menjadi kekasih bohongannya, agar dia tidak merasa malu di depan kita semua terutama aku dan Rudini." ucap Silva membuat Sasa terkejut dengan ucapannya itu.


" Maaf ya Silva, Aku tidak bohong, kalau kalian ingin mengenalnya suatu saat aku akan mengenalkannya, Tapi saat ini aku tidak bisa mengenalkan kekasihku itu pada kalian, dikarenakan kekasihku itu orangnya terlalu sibuk,bisa dikatakan sangat sibuk sekali, tapi dia tidak melupakan aku, karena aku adalah kekasih yang sangat dicintainya, dia selalu ada untukku di saat aku memerlukan, disaat aku butuh dia, dia selalu ada untukku, dan dia juga menjaga hatiku di saat dia jauh dariku, dia tidak pernah bermain dengan wanita lain karena dia selalu menjaga orang yang sangat disayanginya yaitu aku." ucap Sasa sembari menatap Rudini dengan tatapan tajamnya, Rudini terkejut dengan ucapan Sasa, Dia pun kemudian menundukan kepalanya, karena ucapan Sasa itu sangat mengena sekali di hatinya, kala itu dia memang meninggalkan Sasa demi seorang Silva, dia tidak bisa menjaga Cinta Sasa yang sudah diberikannya kepadanya selama bertahun-tahun lamanya.


" Kenapa kalian menatap aku seperti itu, adakah yang salah dengan ku saat ini, bolehkah aku masuk kedalam?"


" Anda siapa? dan Ada perlu apa ?"


" Saya Adrian, Saya ingin bertemu dengan Sasa salah satu tamu dari acara ini."

__ADS_1


Dua orang itu pun menatap ke arah Adrian dari ujung rambut sampai ujung kakinya, membuat Adrian heran.


" Kalian berdua menatapku seperti itu, aku ke sini ingin bertemu dengan seseorang bukan untuk menggagalkan acara ini."


" Anda yakin ingin masuk ke dalam dengan berpakaian seperti itu."


" Masalahnya apa dengan pakaianku yang ku pakai ini biasa aja, pakaian ini pantas aku pakai kan?"


Kemudian salah satu dari mereka pun menatap ke arah tangan kiri Adrian yang menjinjing tas tangan tersebut, Adrian pun kemudian menoleh ke arah tangan kirinya dia baru sadar kalau di tangan kirinya itu ada tas tangan seorang wanita, Dia kemudian meletakkan tangannya di pinggang dan satu tangannya memegang jidatnya sembari tersenyum sembari bahasa bibirnya itu.


" Astaga! kalian ini apa-apaan sih, Aku kan sudah bilang kalau aku ingin bertemu dengan seseorang yang ada di dalam sana, namanya Sasa."


" Hubungan kamu dengannya apa?"


" Aku tidak mungkin mengatakan, kalau aku hanya temannya saja, pasti mereka akan curiga dan tidak akan mempertemukan aku dengan Sasa, karena dilihat dari postur kedua orang yang ada di hadapanku ini, sepertinya mereka adalah seorang bodyguard pemilik acara ini."


" Aku adalah kekasihnya, bisakah kalian membiarkan aku masuk ke dalam."

__ADS_1


" Maaf, Anda tunggu di sini sebentar, salah satu dari kami akan menanyakan ke bos kami, Apakah memang ada seorang wanita kekasih Anda yang bernama Sasa."


" Baiklah! aku tunggu di sini." ucapnya sembari tersenyum dan salah satunya pun masuk ke dalam dan satunya menunggu di depan sembari memperhatikan Adrian.


__ADS_2