
Episode 57 🌹
Keesokan harinya setelah mereka sarapan pagi, khususnya keluarga Adrian hendak menuju kearah kampung halaman Sasa, mereka pun sudah bersiap-siap.
" Jadikah hari ini kalian kekampungnya Sasa?" Tanya Rendra pada Adrian.
" Iya, Kami akan segera kesana, lebih cepat lebih baik, menuju halal dan pacaran setelah menikah, memang aku akui kami instan berkenalannya dan kami juga belum mengetahui sikap, sifat satu sama lainnya, tapi aku merasa yakin aja akan bahagia hidup bersama Sasa." ucapnya sembari tersenyum duduk diruang tengah seraya menunggu Ayah dan Ibunya yang lagi bersiap-siap itu.
" Benar apa katamu, aku juga berharapnya begitu, Benar apa kata kamu itu aku mendukung semua langkah yang diambil kamu itu,apakah dari sini langsung menuju kesana?"
" Iya...karena dari sini lebih dekat, mungkin adikku yang akan pulang kerumah karena dia ada kegiatan dikampusnya esok hari."
" Ya udah Adikmu nanti dianyar orang ku kerumah mu."
" Nggak usah Ren, ntar ngerepoti kamu."
" Nggak apa-apa kok, santai aja ." ucapnya sembari menepuk pundak Adrian seraya memberikan senyuman manisnya pada sang sahabat.
Adrian hanya menganggukkan kepalanya.
Kedua orang tua Adrian pun sudah siap dan disusul Sasa yang sudah sedari tadi siap namun berada dikamarnya bersama dengan Nirmala.
" Mala, aku pergi dulu ya..."
" Iya, hati-hati dijalan ya...salam sama tante dan Om, semoga Nenek kamu segera sembuh." ucap Nirmala sembari memeluk sang sahabat.
Dianggukkan Sasa.
Setelah berpamitan pada tuan rumah mereka memasuki mobil dan dengan pelan mobil Adrian meninggalkan rumah kediaman Rendra dengan diiringi pandangan mata sahabatnya tersebut.
Nirmala menghela nafasnya dengan pelan, Rendra menatap sang kekasih sambil tersenyum.
" Ada apa dengan mu?"
" Nggak ada apa-apa kok Mas...Aku cuma merasa sedih aja ditinggal Sasa beberapa hari."
__ADS_1
Rendra tersenyum....
" Dari pada kamu sedih mending kita berangkat kekantor hari ini, dan ini adalah hari pertamamu menjadi sekretarisku."
" Bisa nggak kalau hari ini libur, tepatnya ngambil cuti beberapa hari?"
" Nggak boleh! masa ngambil cuti sih, ntar kalau kita nikah masa cuti lagi sih?"
" Bolehkan?"
" Boleh nggak ya?"
" Boleh aja dong nanti kalau kita nikah ya dibuat izin aja please sekali ini aja."
" Baiklah kalau itu maumu, kamu istirahat aja di rumah aku mau berangkat kerja dulu aku akan bilang pada Fahmi kalau kau izin hari ini tidak masuk."
" Kenapa tidak cuti?"
" Izin aja selama 3 hari nanti kalau sudah acara pernikahan kita dilaksanakan kamu baru cuti Aku tidak mau saat kita menikah nanti kamu langsung bekerja jadikan tidak ada banyak waktunya." ucap Rendra sembari menyentuh pundak kekasihnya itu, Nirmala hanya menganggukkan kepalanya saja sembari tersenyum.
" Iya sayang, tapi janji kamu di rumah harus istirahat." ucapnya Nirmala hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum Mereka kemudian masuk ke dalam rumah kembali beberapa saat kemudian Nirmala keluar kembali mengantarkan Tara dan Alya yang akan berangkat ke sekolah seperti hari-hari biasanya, setelah kepergian kedua keponakan tersayangnya itu giliran Rendra yang berpamitan pada Nirmala untuk berangkat bekerja perlahan-lahan mobil Rendra meninggalkan rumah pribadinya itu menuju ke arah kantor, sedangkan Nirmala kembali masuk ke dalam rumahnya kembali.
Nirmala hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang dia kemudian melangkah masuk ke dalam dan menuju ke arah kamar pribadinya tersebut.
Sebuah mobil melaju di jalan beraspal dengan senyuman manisnya dia terus mengendarai mobil pribadinya itu.
" Sebentar lagi aku akan bertemu denganmu, aku sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dan melihat bagaimana sekarang keadaanmu, maafkan aku karena aku dulu meninggalkanmu, aku tahu kalau kamu masih sendiri saat ini, di hati kamu hanya ada aku dan kamu tidak bisa melupakan aku, aku akan datang Rendra tunggu aku." ucap wanita tersebut sembari terus melajukan mobil pribadinya itu meninggalkan kediaman tersebut.
Mobil yang dikendarai oleh Rendra sudah memasuki halaman kantor pribadinya tersebut, dia memarkirkan mobilnya itu dan keluar dari mobil tersebut menuju ke arah lobby disambut Fahmi dan beberapa sekretarisnya tersebut, Mereka pun kemudian melangkah menuju ke arah lift sembari Fahmi menjelaskan semua kegiatan Rendra hari ini.
Sementara Fahmi menjelaskan semua kegiatan Rendra yang akan dikerjakannya dia pun hanya menganggukkan kepalanya setelah Fahmi selesai berbicara beberapa orang sekretarisnya pun menjelaskan siapa saja yang akan bertemu dengannya hari ini, lagi-lagi Rendra menganggukkan kepalanya, Kemudian mereka pun memasuki lift tersebut menuju ke lantai atas di mana ruangan Rendra berada.
Rendra kemudian berbicara setelah mereka semua menjelaskan kegiatan Rendra itu.
" Fahmi, Sasa dan Nirmala hari ini izin karena Sasa pulang kampung dan Nirmala ada keperluan mendadak, tolong kamu bilang ke bagian HRD kalau mereka selama 3 hari tidak masuk." ucap Rendra dianggukan oleh Fahmi.
__ADS_1
" Oh ya Fahmi tempat untuk Nirmala sudah kamu siapkan tanyanya.?"
" Sudah dari kemarin disiapkan Pak."
" Bagus, kalau seperti itu terima kasih ya." ucapnya sembari tersenyum Fahmi menganggukkan kepalanya dan membalas senyum Pak Bosnya itu.
Kemudian pintu lift terbuka, mereka lalu melangkah menuju ke arah tempat mereka masing-masing, Rendra memasuki ruangannya diikuti oleh Fahmi karena ada beberapa berkas yang harus ditandatangani oleh Rendra.
Saat mereka berdua sedang fokus dengan pekerjaannya, pintu ruangan Rendra pun diketuk beberapa kali, Rendra menatap ke arah Fahmi yang sedang duduk di sofa menghadap laptopnya itu.
Fahmi pun kemudian berdiri dari duduknya dan menuju ke arah pintu dia membuka pintu tersebut salah satu karyawannya menyerahkan buket bunga mawar putih dan merah yang sudah dibentuk menjadi satu pada Fahmi.
" Maaf Pak Fahmi, Saya mau memberikan buket bunga ini pada Pak Rendra, karena ada yang mengirimkannya melalui jasa pengantar barang." ucap salah satu karyawan Rendra.
" Dari siapa?" Tanya Fahmi.
" Tasya itu nama pengirimnya."
" Oh ya udah terima kasih.."
Karyawan itu pun menganggukkan kepalanya, kemudian meninggalkan depan ruangan Pak Bosnya itu, Fahmi kemudian menutup kembali pintu ruangan Pak bosnya tersebut, Dia kemudian melangkah menuju ke arah meja kerja Rendra, Rendra yang sedang fokus menatap ke layar laptopnya itu pun tidak memperhatikan Apa yang dibawa oleh Fahmi tersebut.
" Maaf Pak Rendra, Ada kiriman Buket bunga untuk bapak."
" Siapa pengirimnya?" tanya Rendra, namun matanya tidak menatap sama sekali ke arah Fahmi, dia masih fokus dengan layar laptopnya tersebut.
" Tasya..."
" Tasya..."Â kemudian dia menghentikan tangannya yang mengutak-atik tombol laptopnya itu, terlihat dia terkejut dan menatap ke arah Fahmi.
" Apa kamu tidak salah lihat Fahmi."
" Tidak Pak, ini memang dari Nona Tasya." ucapnya kemudian memberikan buket bunga yang ada di tangannya tersebut.
" Terima kasih." ucapannya sembari mengambil bunga itu dan melihat siapa pengirimnya.
__ADS_1
" Tasya... beneran dia, buat apa lagi dia datang di kehidupanku ini." gumamnya dalam hati sembari menatap nama pengirim yang ada di bunga buket bunga tersebut.