Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 65


__ADS_3

Episode 65 🌹


" Heh bawahan! kamu berani ya denganku! kurang ajar banget sih! sudah salah masih aja ngeyel!"


" Nyonya yang ngeyel, kamu jelas-jelas yang salah!"


" Eh! pakai kata kamu lagi, aku ini calon istrinya bos kamu! bukan bawahan seperti kamu ini!"


" Siapa yang calon istrinya aku?!" ucap Rendra yang datang dari arah samping kanan mereka membuat kedua gadis itu terkejut.


" Rendra...untung kamu datang.." ucap Tasya sembari mendekati Rendra dan ingin meraih tangannya Rendra namun Rendra dengan cepat menepiskan tangan Tasya darinya kemudian kedua tangannya pun dimasukkannya ke saku celananya dia menatap lekat ke arah Tasya.


" Tasya Kamu jangan mengada-ngada dengan ucapan kamu seperti itu, ini adalah kantorku! kamu tidak boleh berbicara seperti itu! karena aku tidak menjadikan kamu sebagai calon istriku! hubungan kita sudah berlalu beberapa tahun yang lalu."

__ADS_1


Tasya menatap ke kiri dan ke kanan.


" Rendra Kenapa kamu bicara seperti itu, baru aja tadi kamu bilang kalau hubungan kita ini akan diumumkan di khalayak ramai, terutama di kantormu ini agar semua bawahan kamu mengetahui kalau aku ini adalah calon istri kamu."


" Kita berdua memang bertemu tadi, tapi kita tidak  membicarakan tentang pernikahan ataupun tentang hubungan yang disembunyikan, tapi aku malah menyuruh kamu pergi dari kantorku ini karena aku tidak ingin ada orang yang sakit hati dengan kedatangan kamu ke kantorku ini."


" Maksud kamu.?"


Rendra kemudian mendekati Nirmala sedangkan Nirmala menatap ke arah Rendra dia takut kalau Rendra mengatakan tentang hubungan mereka berdua seandainya Rendra mengatakannya pada Tasya dia tidak mempermasalahkan itu, tapi ini di tengah-tengah lobby di mana para karyawan semua memperhatikan mereka itu, Rendra pun kemudian meraih tangan Nirmala.


Tasya pun kemudian mendekati Rendra dan mendorong Nirmala, Namun karena posisi Nirmala sedang berpegangan dengan Rendra memudahkan Rendra untuk menahan tubuh Nirmala dan dorongan Tasya tidak berpengaruh padanya.


" Cukup Tasya! jangan lagi kamu berbuat seperti ini!! aku sudah kehabisan sabarku! "

__ADS_1


" Kenapa kamu mempertahankan dia, dia hanya bawahan kamu, Rendra...aku sangat mencintai kamu."


" Cukup!! aku sudah muak dengan mu! kamu ingin tahu siapa dia?!"


Nirmala langsung  menyentuh tangan Rendra dia menggelengkan pelan kepalanya, namun Hendra tidak menghiraukan tatapan dan gelengan Nirmala dia pun kemudian menatap ke arah Tasya.


" Kamu ingin tahu siapa dia sebenarnya, kenapa aku membela dia, Walaupun dia hanya bawahanku, dengar baik-baik dan buka lebar-lebar telinga kamu, kamu menganggap aku masih sendiri setelah kamu pergi dari kehidupanku, asal kamu tahu dia adalah calon istriku dia memang bawahanku tapi dia menjadi orang yang ada di hatiku."


Nirmala langsung tertunduk mendengar ucapan Rendra, Tasya terkejut dia merasa tidak percaya dengan ucapan Rendra itu, Tasya  mengepalkan kedua tangannya, dia menatap lekat ke arah  Nirmala yang menundukkan kepalanya itu, semua yang diucapkan Rendra itu didengar oleh semua karyawan yang ada di loby kantor itu, Mereka pun terkejut dengan ucapan Rendra karena mereka tidak menyangka kalau Nirmala adalah calon istrinya pak bosnya tersebut.


" Nirmala Maafkan aku, aku tidak bisa menyembunyikan hubungan kita ini, karena ini tidak bisa dibiarkan lagi, biarkan mereka tahu kalau kamu adalah calon istriku, terutama wanita yang ada di hadapan kamu ini, dia berhak tahu selama ini aku sudah melupakan dia selama bertahun-tahun lamanya, Setelah dia pergi dari kehidupanku."


" Rendra kamu keterlaluan! ku benci denganmu!"

__ADS_1


" Lebih baik kamu  pergi dari sini!! aku memang keterlaluan denganmu dan lebih baik kamu membenciku daripada kamu hadir kembali di hidupku dan di hari-hariku, lebih baik kamu pergi sekarang dari kantorku ini sebelum aku melakukan perbuatan di luar kemampuan kamu!!"


Tasya hanya mendengus dengan kesal dia pun bergegas meninggalkan Rendra dan Nirmala yang ada di tengah lobby tersebut, mereka hanya menatap kepergian Tasya dari hadapannya, sedangkan Nirmala hanya masih menundukkan kepalanya dan memainkan jari-jemarinya karena dia merasa tidak percaya kalau Rendra mengucapkan kata-kata tersebut di tengah ruangan itu, dia tidak berani untuk mengangkat wajahnya karena dia tidak ingin dikatakan oleh karyawan yang lain, kalau dia hanya memanfaatkan Rendra semata.


__ADS_2