Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Eoisode 51


__ADS_3

Episode 51 🌹


" Istriku, aku memang membantu pada perusahaan kecil seperti memberikan suntikan dana agar perusahaan itu bisa berkembang dengan pesat, tapi aku melakukan itu semua demi perkembangan perusahaan, bukan melakukan Amal begitu saja, kamu tahu perusahaan sekecil itu kalau dipikir berapa banyak keuntungan yang bisa aku raup dari perusahaan sekecil yang dimiliki oleh calon suaminya Sasa itu."


" Rudini! Jaga sikapmu,!!"" ucap Sasa sembari hendak berdiri, namun tangan Adrian langsung meraih tangan Sasa, mengisyaratkan agar Sasa tetap duduk di tempatnya dan tidak termakan emosi dari omongan mereka berdua.


Sasa menoleh ke arah Adrian, Adrian hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


" Aku tidak ingin kamu dihina di sini, kamu tidak mengenal siapa mereka, mereka memang laki-laki dan perempuan yang tidak memiliki akhlaknya, mereka hanya mengeluarkan kata-kata penghinaan dan mereka tidak menyadari dengan kesalahan mereka selama ini yang selalu saja menyakiti orang lain, aku memang sengaja datang ke sini karena ingin memperpanjang tali silaturahmi dengan mereka, tapi nyatanya mereka membuat kata-kata yang tidak mengenakkan hati, kamu hanya sekali bertemu dengan mereka, sudah mendapatkan kata-kata yang tidak baik, Aku tidak ingin menyakiti hatimu." ucapnya seraya menatap Adrian.


Lagi-lagi Adrian hanya menganggukkan kepalanya sembari berucap.


" Aku tahu." ucap singkat Adrian sembari menatap ke arah Rudini dan mengukir senyum di wajahnya.


Silva hanya tersenyum mengejek, Begitu juga dengan Rudini yang terlihat sangat sombong dengan ucapannya itu, merasa dirinya orang yang terkaya di dalam ruangan tersebut, karena teman-temannya rata-rata hanyalah sebagai bawahan di perusahaan, bahkan ada juga temannya yang berada di dalam ruangan itu menjadi anak buahnya di dalam perusahaannya tersebut.


" Baiklah Adrian, kamu katakan dulu nama perusahaan kecil kamu itu, siapa tahu nanti aku akan berubah pikiran, bukan untuk mencari keuntungan di perusahaan kamu, tapi melainkan Aku hanya beramal padamu dan bersedekah padamu, agar perusahaan kamu itu menjadi lebih besar lagi, setelah aku memberikan secara percuma suntikan dana untukmu, dan aku akan segera meminta asisten pribadiku untuk mencari tahu terlebih dahulu bagaimana kinerja perusahaan kamu itu, apakah pantas kamu mendapatkan suntikan dana dariku atau tidak."


Adrian tersenyum, terlihat sekali di wajahnya kewibawaan yang sangat besar dan terlihat jauh dari wajah Rudini yang terlihat sangat sombong dengan keberadaan perusahaannya tersebut. Sedangkan Adrian memancarkan di wajahnya kewibawaan, kesabaran yang tidak dimiliki oleh Rudini.


" ADM group." ucap Adrian singkat tidak lupa dia mengatakan itu sambil tersenyum.


Rudini terkejut, Dia kemudian langsung berdiri setelah Adrian mengucapkan nama perusahaan yang dikatakan olehnya kalau perusahaannya itu hanya sebuah perusahaan kecil.


" Ad... ADM group?" ucap gugup Rudini.

__ADS_1


Dengan santai dan tatapan dinginnya Adrian hanya menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi yang ia dudukin sembari masih menggenggam tangan Sasa dengan erat dan mengelus tangan Sasa tersebut.


" Anda pemilik ADM Group? Anda adalah CEO-nya.?" tanya Rudini sembari menatap lekat penuh tanda tanya besar di kepalanya membuat Silva terkejut dengan ucapan suaminya itu.


" Ada apa sih sayang, kenapa kamu terkejut seperti itu, kayak melihat hantu saja cuma hanya mendengar nama perusahaan calon suami Sasa aja sampai segitunya, emang ada apa sih.?"


" Anu...Itu... Nanti aku jelaskan."


Membuat Silva merasa heran.


" Sebenarnya kenapa suamiku seperti ini, setelah mendengar nama perusahaan itu, dia seperti kebakaran jenggot, sebesar apa sih perusahaannya, sehingga dia terkejut sekali, setahu aku perusahaan dia yang sangat besar, kalau di kota ini sih Setya Group, Kenapa dia mendengar ADM grup begitu sangat terkejut seperti itu?" ucapnya di dalam hati sembari menatap sinisnya ke arah Sasa dan Adrian yang terlihat santai dengan ucapannya tadi.


" Oh!! kamu kenal aku ya?"


" Apalagi ini Ya Tuhan, aku menjadi bingung, sebenarnya ada apa ini, ADM grup perusahaan apa itu, kenapa Rudini terlihat sangat takut dan langsung berubah drastis seperti ini?" gumamnya dalam hati, Sasa ingin menarik tangannya dari genggaman Adrian, tapi Adrian tetap menggenggamnya dan tidak  melepaskan tangan Sasa darinya, Sasa hanya mengikuti alur dari Adrian, karena dia memang benar-benar tidak mengerti sama sekali apa yang terjadi.


Sasa tidak mengerti soal perusahaan yang terbesar ataupun yang terkecil, Karena dia hanyalah mengetahui tentang perusahaan milik Rendra saja di mana perusahaan itu menaungi dirinya selama ini dan memberikan rezeki serta kehidupan yang dijalaninya selama ini.


" Pak Andrian, ternyata itu adalah perusahaan Anda, ADM group itu adalah Adrian Maulana, Kenapa saya tidak menyadarinya sedari tadi, saya baru saja kehilangan akal, Bapak jangan kaget ya, dengan saya tadi."  ucap Rudini sembari menangkupkan kedua tangannya di dada, Adrian hanya menatap dengan santai ke arah Rudini.


" Waduh! ternyata calon suaminya Sasa kelas berat, tidak dapat tersaingi, setahu aku ADM grup itu adalah perusahaan yang bergerak ekspor impor mobil mewah yang omsetnya setiap bulan miliaran itu." ucap salah satu teman Sasa yang hadir di acara tersebut, Silva mendengar ocehan itu pun terkejut, dia tidak menyangka kalau Sasa memiliki kekasih yang sangat kaya raya dibandingkan suaminya, bahkan suaminya saja merasa terkejut dan terlihat merubah sikap dalam beberapa detik.


" Pak Adrian, Saya telah mengunjungi perusahaan Bapak berkali-kali sebelumnya, Namun kita tidak pernah bertemu, tapi tidak disangka di sini saya bisa bertemu dan berbicara langsung dengan Anda."


" Untuk apa kamu mengunjungi kantor saya berkali-kali ?" tanya Adrian.

__ADS_1


" Saya sudah mengirimkan beberapa proposal di kantor Pak Adrian, namun belum ada kepastian, disetujui atau tidaknya."


" Apakah kamu butuh banget dengan suntikan dana dari perusahaan saya.?"


" Benar Pak, sangat butuh sekali."


" Apa bisa kamu sebutkan nama perusahaan kamu bergerak dalam bidang apa.?"


" RSA Group bergerak dalam bidang Elektronik."


" Hemmm...Aku akan meminta persetujuan seseorang dulu, kalau seseorang itu mengatakan iya, aku akan menandatanganinya, tapi kalau tidak, aku tidak akan menandatanganinya."


" Siapa orang tersebut? bisakah sekarang Anda menanyakannya kepada orang tersebut yang Anda maksudkan itu.?"


Kemudian Adrian menoleh ke arah Sasa dengan tatapan lembutnya, tepat ke dalam bening bola mata Sasa sembari berucap.


" Aku akan mendengarkan apa saran Kekasihku."


Sasa terkejut, dia pun kemudian terngaga, dengan lembut Adrian menyentuh dagu Sasa dan mengisyaratkan agar Sasa menutup mulutnya tersebut sembari berkata.


" Aku akan mengikuti saranmu, kalau kamu mengatakan setuju, aku akan menandatanganinya, tapi kalau kamu bilang tidak setuju, Aku tidak akan pernah menandatangani untuk orang yang seperti dia, karena suntikan dana dariku bukan untuk berbuat Amal dan apa yang bisa aku tarik dari keuntunganku dari perusahaan dia yang kecil itu, tapi kalau dia bisa mengakui kesalahan dia di masa lalu, mungkin aku akan memberikan secara gratis suntikan dana itu kepadanya." ucap Adrian membalas perkataan Rudini yang dilontarkannya untuk Adrian.


Rudini terkejut dengan ucapan Adrian, Begitu juga dengan Silva Dia kemudian menundukkan kepalanya setelah Adrian berbicara seperti itu.


" Wah Pak Adrian ternyata sangat mencintai Sasa, romantis banget, sehingga perusahaan dari Rudini menginginkan kerjasama saja menunggu persetujuan dari Sasa, padahal Sasa hanyalah sebagai kekasihnya saja, bukan sebagai istrinya, apalagi nantinya kalau Sasa sudah menikah dengannya, semua pasti akan tergantung pada Sasa, enak sekali hidup seperti Sasa.Ya Tuhan sisakan satu untukku seperti pak Adrian." ucap salah satu dari sahabatnya Silva membuat Silva merasa jengkel dengan ucapan sahabatnya itu dan membuat dirinya merasa kecil dihadapan Sasa.

__ADS_1


__ADS_2