Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 58


__ADS_3

Episode 58🌹


" Oh ya pak sepertinya saya harus mengerjakan pekerjaan saya di ruangan saya saja, agar saya lebih memahami tentang semuanya itu."


" Oh ya silakan." ucap Rendra sembari mengganggukan kepalanya, Fahmi pun kemudian mengambil laptop dan beberapa berkasnya kemudian dia berpamitan pada Rendra dan dia pun kemudian meninggalkan ruangan Rendra menuju ke arah ruangannya sendiri, Rendra menghela nafasnya dengan dalam sembari menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya tersebut, dia kembali menghela napasnya dengan panjang sembari menangkupkan kedua tangannya dengan bertopang kiri dan kanan pegangan kursi tersebut dia menatap lepas ke arah depan sembari bergumam di dalam hatinya.


" Ada apa lagi dengan dia, Kenapa dia datang di saat sudah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu, Apakah dia sudah mengetahui kalau aku sekarang sudah memiliki segalanya, Apakah dia tidak bahagia dengan pilihan hidupnya."


Lagi-lagi Rendra menghela nafasnya dengan dalam Dia kemudian membenarkan posisi duduknya dengan meletakkan kedua tangannya kembali di atas meja sembari masih menatap lurus ke depan.


" Aku harus menceritakan semuanya pada Nirmala tentang Tasya ini, sebelum ada kesalahpahaman nantinya, aku tidak ingin Nirmala menganggap aku hanya main-main dengannya, daripada dia mengetahuinya dari orang lain lebih baik aku yang akan mengatakan semuanya padanya." ucapnya sembari mengambil ponselnya yang tidak jauh dari dirinya itu dia pun kemudian menghubungi ponsel Nirmala.


Beberapa saat kemudian panggilan Rendra pun tersambung.


" Iya Mas ada apa?" ucap Nirmala di seberang sana.


" Kamu sekarang masih di rumah?"


" Iya aku masih di rumah, memang kenapa? kamu tidak ada rencana untuk keluar?"


" Hemmm...sebenarnya ada rencananya mau jemput Alya dan Tara di sekolahnya."


" Ya udah sekarang aku jemput kamu ya, Ada yang ingin aku bicarakan juga denganmu sekalian."


" Bicara soal apa Mas?"


" Tunggu aku di rumah, aku segera pulang."


Tapi sebelum selesai Nirmala melanjutkan bicaranya dia pun langsung memutuskan sambungan bicara mereka berdua, membuat Nirmala merasa heran dia menatap ke arah ponselnya.

__ADS_1


" Ada apa sih dengan mas Rendra, kok tiba-tiba dia ingin berbicara penting denganku, waktu makan siang juga belum masih jam 11.00 siang, tapi kenapa dari nada bicaranya sepertinya ada yang penting sekali ya, udahlah mending aku siap-siap aja daripada nanti dia menunggu." ucapnya sembari meletakkan ponselnya di atas meja kecil yang ada tidak jauh dari tempat tidurnya dia pun kemudian mempersiapkan dirinya karena dia ingin menjemput dua keponakan tersayangnya tersebut, Rendra pun kemudian mematikan laptopnya dia mengambil jasnya yang tergantung di tempatnya dia pun kemudian keluar dari ruangannya tersebut.


Rendra melajukan roda empatnya tersebut menuju ke arah rumahnya.


Selang beberapa menit Rendra meninggalkan kantornya tersebut sebuah mobil memasuki kantor itu dan memarkirkan di tempat parkir khusus para tamu, Dia turun melangkah dengan anggunnya menuju ke arah lobby namun sebelum dia masuk dia bertemu dengan security yang berada di depan pintu lobby tersebut.


" Maaf Ibu, Apakah ibu ada keperluan?"


Dia tersenyum dengan security itu.


" Iya,saya ingin bertemu dengan pimpinan perusahaan ini."


" Maaf Bu, Pak Rendra baru aja keluar."


" Dia keluar?"


" Oya Ibu, Apakah ibu sudah berjanji ingin bertemu?"


" Baiklah, saya akan menunggunya di lobby."


Kemudian security itu pun mempersilahkan wanita tersebut masuk ke dalam.


Wanita itu tidak lain adalah Tasya, Tasya adalah mantan kekasihnya Rendra yang hanya memiliki hubungan selama satu bulan lamanya, Tasya lebih memilih lelaki lain daripada Rendra, karena saat itu mereka masih sama-sama kuliah, Tasya memang tidak mencintai Rendra kala itu, tapi setelah dia berpisah dengan suaminya dia kembali hadir di kehidupan Rendra, setelah melihat Rendra tampil di layar televisi, Tasya kemudian melangkah menuju ke arah ruang tunggu lobi kantor tersebut, resepsionis yang melihat kedatangan Tasya pun kemudian menemui Tasya.


" Maaf Ibu, Apakah Ada yang bisa saya bantu?"


Tasya tersenyum dengan resepsionis yang menghampirinya itu.


" Saya sudah janji dengan pimpinan perusahaan ini Pak Rendra Argenta Satya.

__ADS_1


" Tapi Pak Rendra baru aja keluar dari kantor ini Bu, sepertinya ada pekerjaan di luar."


" Tidak apa-apa, saya sudah bicara dengannya dan saya disuruhnya menunggu aja di kantor ini."


" Baiklah kalau seperti itu, silakan Ibu menunggu di ruang tunggu ini."


Tasya menganggukan kepalanya, dia pun kemudian duduk di sofa sembari memainkan ponselnya yang ada di tangannya, terlihat senyuman sumringah di wajahnya karena dia merasa sebentar lagi akan bertemu dengan Rendra sang pujaan hati yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengannya.


Dia kemudian menatap sekeliling ruang tunggu khusus tamu penting yang ada di lobby kantor Satya group itu, dia menatap ke arah salah satu dinding yang memperlihatkan wajah tampan Rendra terpasang di dinding tersebut.


Dia menatapnya dengan lekat.


" Kamu sangat berbeda jauh dari yang dulu, sekarang Kamu terlihat tampan dan menggoda hatiku, aku tahu pasti kamu tetap masih ada cinta untukku, karena kamu sekarang tidak memiliki seorang wanita sama sekali, di hatimu masih tertanam namaku walaupun kita memiliki hubungan hanya satu bulan belakangan itu, tapi aku tidak menyadari kalau sebenarnya kamu adalah yang terbaik untukku."  gumamnya dalam hati sembari wajahnya menyunggingkan senyum terlihat jelas di wajahnya sangat bahagia karena sekarang dia sudah berada di kantor Satya Group.


Mobil Rendra memasuki halaman rumah pribadinya itu, dia pun kemudian memarkirkan mobilnya dan bergegas turun dari mobil tersebut, menuju ke arah pintu utama rumah kediamannya itu.


" Sayang!"  panggilnya sembari melepas kancing jasnya dan melonggarkan dasinya dia pun duduk di ruang tengah, Nirmala yang mendengar kedatangan calon suaminya itu pun kemudian bergegas keluar dari kamarnya tersebut dan melangkah menuju ke arah ruang tengah rumah pribadi Rendra di mana Rendra sudah duduk di sofa.


Nirmala kemudian duduk di samping Rendra dia menatap ke arah calon suaminya itu sembari berucap.


" Ada apa mas, sepertinya ada yang sangat penting sekali yang ingin dikatakan padaku."


" Iya sangat penting sekali.."


Rendra kemudian menoleh sesaat ke arah calon istrinya itu, Dia kemudian meraih tangan Nirmala dan menggenggamnya, dia menatap lekat ke arah mata Nirmala membuat Nirmala tambah bingung.


" Sebenarnya ada apa Mas, Kenapa kamu bersikap aneh seperti ini, tadi pagi biasa-biasa aja, kamu sakit?" ucapnya sembari meletakkan punggung tangannya di dahi Rendra, Rendra tersenyum dengan tanggapan Nirmala seperti itu yang mengira Dia sedang dilanda kurang enak badan.


Rendra tersenyum dia pun kemudian meraih tangan Nirmala dan kembali menggenggamnya.

__ADS_1


" Aku tidak sakit, aku juga tidak kurang enak badan, tapi ada perihal penting yang ingin aku katakan..."  tapi Rendra menggantung kalimatnya.


__ADS_2