Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 39


__ADS_3

Episode 39🌹


Sambil menunggu pintu lift terbuka, Nirmala bertanya-tanya dalam hatinya.


" Kenapa dia memintaku keruangannya?Ada apa ya?"


Kemudian Fahmi mempersilahkan Nirmala memasuki lift terlebih dahulu dan lalu disusul olehnya.


Didalam lift...


" Pak Fahmi, kenapa saya disuruh keruangan pak Bos?"


" Kan sudah saya bilang tadi kalau pak Bos menginginkan Mbak Nirmala menterjemahkan satu dokumen yang langsung dikirim Client ke Emailnya pak Bos tidak melalui Emailnya Mbak Faula."


" Maksud saya tidak ada yang lain selain itu?"


Fahmi menoleh kearah Nirmala dan tersenyum.


" Nggak ada, memangnya kenapa? kok terlihat wajah kamu gugup sekali? bukankah kalian sudah saling..." belum sempat Fahmi menyelesaikan bicaranya pintu lift terbuka dan membuat Nirmala merasa salah tingkah karena Nirmala mengira kalau Fahmi sudah mengetahui hubungan khususnya dengan pak Bosnya itu.


" Aduh! bagaimana ini, aku jadi malu kalau pak Fahmi sudah tahu tentang hubungan ini..." gumamnya.


Fahmi lagi-lagi menoleh sesaat kearah Nirmala dan diapun hanya tersenyum saja, sampai akhirnya mereka sampai didepan ruangn Rendra.


" Tok...Tok..."


" Masuk!" ucap Rendra dari dalam.


Fahmi membuka perlahan pintu ruangan pak Bosnya itu dan melangkah menuju kearah meja kerjanya Rendra sembari tersenyum.


" Nirmala sudah datang pak."


" Iya silahkan dia duduk, aku masih ada sedikit pekerjaan ku." ucapnya sembari masih menatap layar laptopnya itu.


" Baiklah pak.." ucapnya kemudian mendekati Nirmala yang hanya berdiri didekat sofa.


" Mbak Nirmala, silahkan duduk, sebentar lagi Bos akan memberikan dokumennya padamu, Saya pamit keluar."


Dianggukkan Nirmala, dan Fahmi melangkah menuju kearah sofa dan duduk sembari menatap kearah pak Bosnya itu yang sekaligus belahan jiwanya itu yang masih asyik menatap kearah layar laptopnya itu.


" Kenapa dia masih dimejanya? katanya mau menyerahkan dokumen yang harus aku kerjakan, tapi sedari tadi dia hanya fokus menatap layar laptopnya." ucapnya yang hanya bisa duduk dan menghela nafasnya dengan pelan.


Detik berubah jadi menit, satu menit, dua menit bahkan sampai lima belas menit dia menunggu disofa dan duduk dengan manisnya, sesaat Rendra menatap kearah Nirmala sembari tersenyum tersembunyi yang terlindung di balik tangannya itu.


Kemudian Rendra berdiri dan melangkah mendekati Nirmala dan langsung duduk disebelah Nirmala membuat dia terperangah dan langsung menoleh kearah pintu ruangan tersebut.


" Kenapa sayang? kamu takut kalau ada yang datang masuk keruangan ku?"


Reflek Nirmala mengangguk.


" Kamu nggak usah takut, karena tidak ada yang masuk tanpa seijinku dan mereka juga masuk keruangan ini tidak lupa mengetuk pintu ruanganku." ucapnya sembari menggenggam tangan Nirmala.


" Mana dokumennya?" tagih Nirmala.


" Dokumen?"

__ADS_1


" Iya, katanya Mas menyuruh aku keruangan Mas ini untuk mengerjakan satu dokumen yang sudah dikirim ke Email nya Mas?"


" Hahaha..."


" Kok tertawa sih?"


" Ya iyalah Aku tertawa, aku sengaja aja mengatakan pada Fahmi agar aku bisa bertemu denganmu Sayang..."


" Astaga Mas...kan masih ada waktu banyak kita bertemu, tapi tidak dikantor juga Mas, Aku takut Mas kalau sampai yang lain tahu kalau kita punya hubungan..."


" Sayang, aku tidak bisa jauh-jauh banget dari kamu,mereka juga tidak akan pernah tahu tentang kita." ucap Rendra sembari menatap mesra Nirmala.


Nirmala hanya tersenyum malu-malu.


" Aku sudah tidak sabar untuk menikahimu,dan sudah dalam tahap pencarian keluarga kamu, kalau sudah ketemu kita langsung menemuinya."


" Tapi apakah mereka nantinya akan mengenaliku?"


" Pasti! pasti mereka akan mengenalimu,kamu harus yakin..." ucap Rendra sembari merangkul Nirmala dalam pelukannya sembari mencium pucuk kepalanya Nirmala.


Saat Nirmala meresapi kasih sayang yang diberikan Rendra, mereka dikejutkan dengan ponsel Rendra yang berbunyi.


Rendra melihat layar ponselnya berbunyi dan dilayar ponselnya itu nomer yang tidak dikenal.


Rendra menoleh kearah Nirmala sembari menjawab panggilan tersebut.


" Hallo..."


" Rendra apa kabar?"


" Rendra! jangan bercanda dong? masa kamu nggak kenal denganku?"


" Iya Aku tidak kenal, karena nomer kamu tidak aku ketahui."


" Aku Nova Ren,kok kamu nggak kenal sih?"


" Maaf aku lupa!"


" Rendra! becanda lagi nih!"


" Iya ada apa?"


" Beberapa hari aku akan datang ketanah Air, kita ketemuan ya, aku kangen banget sama kamu."


" Nanti aja lagi ya bicaranya karena aku masih sibuk banyak kerjaan!" ucapnya sembari memutus sambungan telponnya dan meletakkan ponselnya diatas meja dan diapun menatap kearah Nirmala.


Nirmala terdiam, dia tidak menanyakan apa-apa tentang si penelpon.


" Kenapa kamu tidak nanya?" ucap Rendra seraya menatap kearah sang kekasih sembari tersenyum.


" Apa yang harus aku tanyakan Mas?"


" Yah, sekedar menanyakan siapa yang menghubungiku tadi."


" Apa perlu?"

__ADS_1


" Ya perlulah, kan aku kekasih kamu, sebentar lagi kan jadi suamimu, teman tidur yang sah hehehe.." ucapnya sembari mencubit pelan dagu sang kekasih.


Nirmala hanya tersenyum tipis, dia ingin sekali menangakan pada Rendra siapa Nova karena selama kenal dengan dirinya Rendra tidak sedikitpun bercerita tentang masa lalunya, seperti kontak batin dengan Rendra dia pun langsung tersenyum seakan-akan tahu apa yang dipikirkan Nirmala.


" Sayang... aku akan cerita soal Nova itu siapa, Dia adalah teman ku diwaktu dulu sejak kedua orang tuaku masih hidup, dan aku sempat dijodohkan dengannya."


Membuat Nirmala tersentak dan dia pun langsung menatap sang kekasih dengan lekat, kesempatan itu tidak disia-siakan Rendara, diapun melabuhkan secara spontan ciuman manisnya dibibir lembut Nirmala dan sontak saja Nirmala terkejut dan langsung saja dia menutup bibirnya dengan kedua tangannya, membuat Rendra tersenyum dan kemudian melanjutkan bicaranya.


" Aku langsung saja menolak, dan dia akhirnya memutuskan pergi keluar Negeri untuk menetap disana bersama kedua orang tuanya."


" Kenapa kamu menolaknya?"


" Aku tidak mencintainya, dari pada dia merasa tertekan dengan sikapku nantinya bila perjodohan itu terus berlangsung, membuat dia sendiri tidak bahagia "


" Kenapa kamu tidak mencintainya?"


" Karena aku mencintai orang lain saat itu."


" Siapa?"


" Seorang wanita teman kuliah ku, tapi sayangnya dia pergi meninggalkanku, setelah aku tahu kalau dia hanya mencintaiku sebagai pelariannya saja dan dia juga tidak sungguh-sungguh mencintaiku, Aku dan dia hanya bertahan satu bulan saja,saat aku masih berkuliah." ucapnya sembari menatap kearah Nirmala.


" Kamu jangan khawatir itu adalah masa laluku yang orang lain tidak tahu selain kedua orang tuaku, adikku dan kamu, Aku sudah menemukan gadis yang sangat berbeda diantara yang lain, yaitu kamu."


Nirmala menghela nafasnya dengan pelan.


" Kamu tidak marahkan sayang..."


" Tidak Mas, Aku tidak marah padamu, karena itu adalah masa lalu mu." ucapnya tersenyum.


Dirumah Rendra...


" Mbak Siti, bisa tidak bantu kami?"


" Bantu apa?"


" Tara dan Alya mau tanya."


" Tanya apa Den?"


" Mbak Siti bisa tidak membuat Tante Alya setuju tinggal dirumah ini?" tanyanya membuat Mbak Siti terkejut.


" Mbak tidak tahu Den.."


" Yah! payah Mbak Siti ini." ucapnya sembari berlalu dari hadapan Mbak Siti bersama dengan Alya.


" Alya bagaimana kalau kita sendiri yang buat Rencana agar Tante kamu setuju untuk tinggal disini?"


" Hmmm, Bagaimana caranya."


" Sini aku bisikin." ucapnya sembari berbisik ditelinga Alya dan setelah tahu rencana Tara, Alya tertawa dan langsung saja mereka bertepuk tangan sembari berucap


" Oke!"


Dikantor Rendra, Mereka yang lagi asyik bercerita itu pun dikejutkan kembali dengan suara ponselnya dan langsung saja dia menjawab panggilan si pemanggil, dengan Nada terkejut diapun langsung berdiri dan menarik tangan Nirmala dengan pelan, tapi Nirmala sadar walaupun dia tidak mengetahui apa yang terjadi, dia langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan Rendra namun dia tetap mengikuti langkah Rendra keluar dari ruangan dan memasuki lift, setengah berlari mereka beriringan melangkah menuju kearah mobil mereka dan melajukannya menuju arah tujuan.

__ADS_1


__ADS_2