Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 28


__ADS_3

" Benarkah apa yang aku dengar ini Mira?"


Mira hanya menganggukkan kepalanya


" Kenapa kamu berbuat seperti itu dengan Nirmala Mir? apa salah Nirmala denganmu? Nirmala baru saja masuk di ruangan itu, tapi kenapa kamu menjahatinya? sepertinya Nirmala tidak harus dijahati dia itu orang yang baik kenapa kamu sampai berbuat seperti itu Mira..."


" Ini semua adalah gara-gara kamu Dareen, sehingga membuat aku menyakiti Nirmala."


" Gara-gara aku? memang aku dan Nirmala berbuat apa Mira? sehingga kamu menyakitinya.?"


" Kamu menyukai Nirmala kan? kamu selalu menatap Nirmala kan? tidak pernah kamu menatap ke arahku, padahal kita lebih dulu yang kenal,Tapi kamu tidak peka dengan perasaanku padamu Dareen, Aku menyukaimu, dan aku juga menginginkan kamu sebagai pendamping hidupku, tapi aku salah! ternyata kamu menyukai Nirmala! itulah yang memancing emosiku hingga menyakiti Nirmala.!"


" Ya Ampun! Mira, kamu salah paham! aku menatap Nirmala itu karena aku kagum padanya, memang aku akui Awalnya aku menyukai Nirmala, tapi aku tahu dia sudah berkeluarga, dia sudah mempunyai anak, aku tidak ingin mengganggu keluarga dia Mir..."


" Nirmala sudah punya anak?!"


Dareen menganggukkan kepalanya.


" Kamu tidak jujur padaku Mira, Maafkan aku karena tidak peka dengan perasaanmu, Aku tidak tahu kalau kamu menyukai aku, makanya aku hanya menganggapmu sebagai teman, kamu tidak menampakkan sikap kamu kalau kamu menyukai aku Mir."


" Kamu aja yang tidak peka Ren, masa kamu tidak memperhatikan aku selama ini, aku selalu bersikap kalau aku menyukai kamu."


Dareen pun hanya menghela nafasnya dengan pelan, Dia memegang jidatnya dan satu tangan di dalam saku celananya dia mengusap wajahnya dengan pelan.


" Di mana kamu menyakiti Nirmala?"

__ADS_1


" Di dalam lift.."


" Astaga Mira! Apa kamu tidak sadar kalau semua lift itu mempunyai sisi kameranya, kamu tidak bisa mengelak lagi kalau seandainya Pak Rendra melihat kejadian itu melalui kamera itu, kamu tidak bisa membela dirimu Mira, ini hanya tergantung dengan Nirmala, kalau seandainya dia membantu kamu agar membujuk Pak Rendra tidak memecatmu tidak akan pernah terjadi pemecatan itu, aku yakin karena Pak Rendra itu orangnya baik."


" Aku juga tidak tahu, apakah aku dipecat atau tidaknya, aku merasa takut akan bertemu dengan Pak Rendra, karena emosi sesaat aku melakukan itu semua pada Nirmala, tapi aku tidak berpikir ke depannya, dan aku juga tidak berpikir aku berada di perusahaan mana dan memiliki Bos seperti apa, padahal aku tahu kalau sekali saja membuat kesalahan dengan Bos, Bos pasti tidak akan pernah memaafkan orang yang telah membuat kesalahan padanya, baik padanya pribadi ataupun pada keluarganya dan pada perusahaannya." ucapnya.


Dareen merasa kasihan melihat wanita yang ada di depannya itu, tiba-tiba saja hatinya merasa suka dengan Mira apalagi setelah dia mengetahui kalau Mira memang menyukainya, dia hanya menghela nafasnya dengan panjang, dan menatap wajah cantik Mira yang terlihat gugup dan pucat karena kesalahan yang telah diperbuatnya itu yang membuat Bos besar sangat marah padanya.


" Karena ini sudah terlanjur, kamu harus mempertanggungjawabkan semuanya."


" Iya aku akan mempertanggungjawabkan semuanya, apapun keputusan Bos terhadapku, aku akan terima walaupun akhirnya nanti aku akan dipecat dari sini." ucapnya terdengar pasrah.


" Kalau kamu dipecat dari sini Kamu tidak akan sendirian, aku akan selalu bersamamu, aku akan selalu menemanimu." ucap Dareen tersenyum sembari memegang kedua tangan Mira, dan dia mengangguk.


Mira terkejut dengan ucapan Darren.


" Apapun keputusan Bos, kamu akan terima, walaupun kamu dipecat dari sini, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku tetap bekerja di sini dan kamu akan tetap di rumah menjadi istriku." ucapnya menyakinkan Mira agar Mira merasa kuat dalam menghadapi masalah yang dihadapinya.


Mira terkejut dan menatap lekat ke arah Daren


" Maafkan aku Mira karena aku terlambat menyadari kalau kamu menyukai dan menyayangi aku, jujur aku akui Awalnya aku memang tidak menyadari kalau kamu memang ada perasaan padaku." ucap Dareen sembari menyentuh kedua pipi Mira dan Mira pun menatap ke arah bola mata Dareen mencari kebohongan di sana, tapi sayangnya Mira tidak menemukannya, hatinya merasa bahagia mendapati Dareen berbicara dan mengatakan ingin menjadi suaminya, Mira merasa kuat dan dia pun akan menerima apa nantinya yang diputuskan oleh Pak Bosnya dan dia juga akan mengakui Karena dia sudah menyakiti Nirmala dia juga akan meminta maaf pada Nirmala atas kesalahannya yang telah diperbuatnya dan dia juga akan memohon pada Bosnya agar tidak memecat Neni karena Neni hanya terbawa olehnya untuk memusuhi Nirmala.


" Sekarang masuklah! temui lah Pak Bos katakan Yang sejujurnya aku akan menantimu di ruangan kita." ucap Dareen setelah lift itu pun terbuka Mira kemudian masuk ke dalam dan memberikan senyum pada Dareen, Dareen hanya menganggukkan kepalanya melihat lift tertutup Dia kemudian mengusap wajahnya dan melangkah menuju ke arah ruangannya.


" Kasihan Mira, karena emosi sesaat membawa Dia berakhir di ujung karirnya seperti ini." ucapnya sembari menuju ke arah mejanya dia menatap ke arah Nirmala yang bekerja menyelesaikan pekerjaan yang sudah diberikannya. Daren juga tidak ingin berbicara dengan Nirmala karena dia tidak ingin mencampuradukkan urusan pribadinya dengan pekerjaannya, karena itu adalah urusan Mira dan Nirmala, setidaknya dia akan berbicara dengan Nirmala menunggu Mira berada di ruangannya tersebut.

__ADS_1


Di ruangan Bos...


Rendra yang sejak tadi menunggu di sofa ruangannya bersama dengan Fahmi tidak sabar ingin melihat kedua wanita yang sudah menyakiti calon istrinya itu.


Pintu ruangan terdengar diketuk Rendra kemudian menyuruh masuk ke dalam ruangan tersebut, pintu terbuka secara perlahan antara berani dan tidak Mereka pun melangkah mendekati pak Bosnya yang duduk bersama dengan Fahmi.


Karena mereka merasa bersalah dengan Pak Bosnya itu terutama dengan Nirmala.


Mereka berdua hanya menundukkan kepalanya Rendra menatap dengan tajam ke arah mereka berdua.


Fahmi mempersilahkan mereka berdua duduk di hadapan Rendra dengan anggukannya mereka pun kemudian duduk tapi masih tetap menundukkan kepalanya sembari memainkan jari jemarinya yang terlihat sangat gugup itu.


" Kalian tahu, kenapa kalian saya panggil ke ruangan ini! kalian tahu saya tidak pernah memanggil karyawan di ruangan saya ini! ini adalah kali pertama sejak perusahaan saya dibangun!" ucapnya membuat mereka berdua menganggukkan kepalanya.


Sebelum Pak Bosnya itu melanjutkan kata-katanya Mira langsung berucap.


" Maaf saya Pak, saya sudah tahu dan mengetahui kesalahan saya bapak pasti melihat rekaman didalam Lift yang terjadi di sore kemaren itu, Maafkan saya Pak, Saya memang bersalah, kalau bapak ingin memecat saya saya akan terima, karena ini adalah emosi sesaat saya, Saya tidak memahami tentang keadaan yang saya alami saat ini, saya salah Pak, kalau Bapak ingin memecat saya, saya akan terima." ucap Mira sedangkan Neni terkejut dia menatap sesaat ke arah Mira, namun Mira tidak mengangkat wajahnya ataupun menengok ke kiri dan ke kanan.


" Bagus! kalau kalian sudah mengetahui kesalahan kalian! kalian sadar siapa yang membuat ulah dengan saya sampai membuat karyawan lain dan mengakibatkan karyawan itu merasa terganggu kalian sudah tahu konsekuensinya dari saya kan!!" ucap Rendra dengan penuh penekanan.


" Iya Pak, saya tahu, tapi saya mohon dengan bapak sangat mohon sekali dengan bapak jangan pecat Neni, karena Neni tidak bersalah, Neni hanya mengikuti bujuk rayu saya agar mengikuti saya menyakiti Nirmala, Maafkan saya pak, saya mohon Maafkan saya, kalau bapak ingin memecat saya, saya terima Pak, ini adalah kesalahan murni kesalahan saya, kasihan Neni pak, karena Neni masih ada keluarga yang harus dibiayainya, kalau dia masih dipecat gimana dia akan mencari pekerjaan, itu permintaan saya Pak." ucapnya sembari menangkupkan kedua tangannya, tapi Rendra tidak terpengaruh dengan bujukan Mira, karena dia sudah sangat kecewa dengan kedua wanita yang ada dihadapannya,karena yang disakiti mereka berdua adalah wanita yang disayanginya dalam diamnya itu, yang sebentar lagi akan dia jadikan seorang istri.


" Bagus! kalau kamu sadar diri! makanya jadi orang jangan semena-mena untuk melakukan di batas yang tidak wajar seperti itu.! sayangnya saya tetap akan memecat kalian berdua, karena si Neni yang kamu anggap hanya terpengaruh dengan ucapanmu, tapi dia juga mendorong Nirmala dengan kuat! saya tidak akan mengabulkan keinginan kamu itu!!" ucap Rendra menatap kedua wanita yang ada dihadapannya, membuat Neni terdiam.


" Kenapa saat itu aku mengikuti Mira mendorongnya! ini salah ku!" gumamnya dalam hati yang hanya pasrah karena dia sudah terlanjur melakukan kesalahan itu.

__ADS_1


Mereka berdua menundukkan kepalanya.


__ADS_2