
" Mas Reas? Oh maaf Pak Rendra." ucap Nirmala sembari tersenyum malu-malu.
Rendra tersenyum, Karena Nirmala berbicara seperti itu.
" Apa Aku tidak diperbolehkan masuk?"
" Oh maaf Pak, Boleh kok, silakan masuk." Nirmala terlihat kaku di hadapan Rendra, Karena dia sudah mengetahui kalau Rendra adalah Bosnya, Rendra kemudian tersenyum lagi,dia pun lalu melangkah menuju ke dalam rumah Nirmala, kemudian dia duduk di lantai ubin keramik tersebut.
" Kenapa kamu diam? kamu pasti marah ya denganku?" tegur Rendra.
" Oh Ng.. enggak saya enggak marah kok." ucapnya sedikit malu-malu karena dia takut kalau salah bicara, karena dihadapannya sekarang bukanlah Mas Reasnya, tapi melainkan Bosnya Pak Rendra Argenta Setya.
" Kenapa formal sekali bicara denganku? Aku ini Mas Reas kamu bukan Bos kamu."
ucap Rendra sembari tertawa pelan.
Nirmala hanya tersenyum sembari berucap.
" Bapak adalah Bos saya, sebelumnya saya minta maaf karena saya terlalu lancang bicara memanggil Bapak dengan sebutan Mas, Maafkan saya pak." ucap Nirmala sembari tertunduk.
Rendra mendekati Nirmala kemudian dia menyentuh kedua tangan Nirmala membuat Nirmala tersentak dan dia langsung mengangkat wajahnya menatap lekat ke arah Rendra yang memang sudah berada di hadapannya itu.
__ADS_1
" Nirmala, Maafkan aku, aku memang sengaja menyembunyikan identitasku saat aku di luar, bukan dengan kamu saja, tapi dengan orang-orang yang memang tidak mengenaliku, bukan maksudku untuk menyembunyikan identitasku itu, tapi aku menjaga kemungkinan yang ada, karena banyak wanita di luar sana yang hanya mengandalkan kemapanan dan kemampuan serta ketampanan pada lelaki, namun mereka tidak benar-benar ingin menemani laki-laki tersebut jika dalam keadaan terpuruk, tapi setelah aku bertemu denganmu, aku merasa kamu sangat berbeda, kamu tidak seperti wanita yang ada di luar sana, kamu di mataku sangat istimewa, Maafkan aku Nirmala, bukan maksudku untuk tidak menegurmu saat di kantor, Aku ingin sekali menegur kamu, tapi aku berpikir kamu pasti terlihat sangat terkejut, karena selama ini Reas yang kamu kenal itu adalah Bos kamu, Maafkan aku sekali lagi Nirmala, jujur aku akan mengakui semua perasaanku saat ini, di saat pertama kali aku bertemu denganmu, aku sudah sangat menyukai kamu, maafkan aku karena aku sudah membuatmu bersedih, kamu mau kan memaafkanku? satu lagi Nirmala, Reas itu adalah singkatan dari namaku sebenarnya " ucapnya sembari menyentuh dagu Nirmala dan mengangkat wajahnya agar Nirmala bisa menatapnya kembali.
" Aku tahu kamu pasti marah denganku, Aku akan terima kemarahan kamu, karena ini adalah salahku, tapi jauh di lubuk hatiku yang paling dalam, Aku benar-benar menyukaimu aku suka dengan kepribadian kamu, kamu wanita yang selama ini aku cari semua yang aku harapkan ada di dirimu Nirmala, maukah kamu menerima cintaku?"
Nirmala terkejut, dia menatap lekat ke arah Rendra tanpa berkedip, Rendra hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum pada Nirmala.
" Maukah kamu menjadi pendamping hidupku? kita akan sama-sama mengukir permadani cinta kita untuk keluarga kita nantinya."
Nirmala lagi-lagi terdiam, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi antara sedih senang bercampur menjadi satu di dalam pikirannya.
" Apakah aku bermimpi,? Apakah ini hanya khayalanku saja? karena aku sangat menyayanginya." Gumamnya dalam hati.
Rendra kemudian meraih kedua tangan Nirmala dan mencium punggung tangan Nirmala dengan lembut, Nirmala tersentak dengan perlakuan Rendra padanya itu,dia tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan sangat romantis dari orang yang memang sangat disukainya itu.
Nirmala hanya mampu terdiam, karena dia harus berdamai dengan perasaannya sendiri, antara percaya dan tidak saat ini laki-laki yang sangat dia sayangi dan sudah menyentuh hatinya itu mengatakan kejujurannya padanya, dia hanya memejamkan matanya sesaat kemudian dia membuka matanya sembari menganggukkan dengan refleks kepalanya, membuat Rendra tersenyum bahagia, dia pun langsung meraih Nirmala memeluknya dengan penuh rasa kebahagiaan sembari berbisik.
" Terima kasih Nirmala, kamu harus tau Nirmala, aku bukanlah yang menginginkan sejuta wanita yang selalu mengelilingiku, namun aku lebih menginginkan satu wanita yang akan kudapatkan dengan sejuta langkah perjuanganku, Dan kamu juga harus tau Nirmala kamulah yang saat ini aku perjuangkan dan kamulah saat ini yang sudah membuat hati ini berbunga saat pertama kali aku bertemu denganmu."
Nirmala melepaskan pelukan Rendra tanpa terasa air matanya menetes saat dalam pelukan Rendra.
Rendra melihat buliran bening itu keluar dari kedua bola mata Nirmala, Rendra pun kemudian menghapus air mata tersebut sembari menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Jangan menangis sayang, aku selalu ada bersamamu, aku mencintaimu tulus bukan karena aku merasa kasihan padamu, tapi karena kamu adalah yang dikirim oleh Tuhan untuk menjadi jodohku, jodoh terbaik untuk diriku, Dan mulai saat ini tidak ada yang bisa menyakitimu walaupun sedikit tanpa izin ku, karena kamu adalah wanita yang harus dijaga dengan sebaik mungkin." ucapnya sembari memeluk Nirmala kembali.
Tara dan Alya tidak memperdulikan Tante dan Omnya yang berbicara di ruang tengah rumahnya itu, mereka berdua Asyik bermain dengan mewarnai gambar yang sudah tersedia dari sekolah mereka tersebut, mereka asyik dengan dunianya dan tidak memperdulikan orang dewasa yang ada di luar tersebut.
" Mas Rendra, Apakah Mas yakin memilih aku sebagai pendamping hidupmu? karena perbedaan antara kita sangat jauh apakah nantinya kamu tidak malu berdampingan denganku? karena kamu menikahi bawahanmu di kantor." ucap Nirmala sembari menatap ke arah Rendra, Rendra tersenyum seraya memegang pipi kekasihnya itu yang baru saja menerima cintanya beberapa detik yang lalu.
" Aku tidak ambil pusing dengan omongan mereka nantinya, di saat mereka tahu kalau aku dan kamu akan segera menikah, karena aku mencintai kamu apa adanya, dan aku percaya kamu mencintai diriku juga apa adanya dan bukan karena hal yang lain, karena aku percaya dan aku yakin kalau kamu itu adalah wanita yang sangat terbaik untuk menjadi pendampingku." ucapnya sembari mencium pucuk kepala Nirmala dan Nirmala pun hanya bisa memejamkan matanya sesaat, dia meresapi kebahagiaan yang saat ini dirasakannya dalam sekelip mata, antara percaya dan tidak, dianya merasakan kebahagiaan yang diberikan oleh Rendra padanya.
" Sayang...Anggaplah hari ini aku melamar dirimu, bertepatan dengan Aku mengatakan cinta kepadamu." ucap Rendra sembari menatap lembut ke arah Nirmala.
" Tapi Mas..." Nirmala menggantung kalimatnya.
" Jangan pikirkan apa kata orang, karena yang menjalaninya adalah kita berdua, biar bagaimanapun kata mereka aku tetap memilihmu, karena kamu memang pantas untukku."
" Tapi bagaimana dengan orang kantor Mas, kalau mereka tahu aku dan kamu..." lagi-lagi Nirmala menggantung kalimatnya karena dia takut akan hinaan yang dilontarkan mereka nantinya padanya.
" Aku tahu apa yang kamu pikirkan saat ini, kamu tenang saja, kalau seandainya ada yang membicarakan kamu ataupun membuat kamu merasa tidak nyaman mereka akan menanggung akibatnya sendiri Percaya padaku." ucapnya sembari membelai lembut pipi mulus Nirmala.
Nirmala hanya menganggukkan kepalanya, walaupun sebenarnya dia merasa tidak yakin dengan orang-orang yang ada di kantor Kalau mereka sudah mengetahui seandainya Nirmala dan Rendra memiliki hubungan khusus.
" Satu permintaanku Mas, Aku ingin saat dikantor kamu dan Aku bersikap seperti biasanya saja, seperti layaknya Bos dan bawahan, Bisakan Mas."
__ADS_1
Rendra mengangguk.