Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 55


__ADS_3

Episode 55🌹


Sasa menyentuh tangan Nirmala Nirmala menatap ke arah Sasa sembari tersenyum.


" Kamu pasti tahu kan Mala, apa yang dikatakan oleh Pak Rendra barusan."


" Aku tidak tahu siapa teman Mas Rendra yang ingin dijodohkan  dengan mu." ucap Nirmala tersenyum.


" Bohongkan! katakan padaku Nirmala kamu pasti tahu, Kenapa Pak Rendra berbicara seperti itu." ucapnya pelan


" Maaf Sa, Aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan Mas Rendra, tapi kenapa? baguskan kamu dijodohkan dengan temannya, tapi Apakah kamu tidak senang dengan perjodohan yang dilakukan oleh Pak Rendra padamu ini? Aku yakin temannya Mas Rendra itu pasti orangnya sangat baik, apa salahnya kalau kamu menerima dia sebagai kekasihmu, kan kamu sekarang tidak memiliki kekasih juga." terang Nirmala.


Sasa menghela nafasnya dengan panjang dia menundukkan kepalanya sambil memainkan jari jemarinya.


" Sa, Ada apa sebenarnya, apakah kamu memiliki seseorang yang spesial di hati kamu? tanya Nirmala membuat mereka semua menatap ke arah Sasa.


Adrian menatap lekat ke arah Sasa sembari bergumam.


" Aku terlambat sudah, Kenapa tadi aku tidak langsung mengatakan kalau aku menyukainya, lagi pula kenapa Rendra ingin menjodohkannya dengan temannya, apa Rendra tidak melihat gelagatku kalau aku menyukai Sasa pada pandangan pertama." Gumamnya sembari menundukkan kepalanya dengan kedua tangan dilehernya.


Pak Jefri dan Bu warna pun merasa heran melihat sang anak ditambah lagi Fahrul yang bingung dengan sikap sang kakak tersebut.


" Kak Adrian, Ada apa dengan kakak, kenapa Kakak terlihat sedih seperti itu, baru aja Kakak tersenyum, tertawa Kenapa saat ini langsung drastis berubah, sebenarnya ada apa Kak, jangan-jangan Kakak menyukai Kak Sasa lagi." ucap Fahrul sontak saja membuat Sasa dan Adrian terkejut dan mereka berdua pun Saling pandang terlihat Rendra dan yang lainnya tersenyum.

__ADS_1


Rendra merangkul pundak Adrian seraya berucap.


" Kalau kamu memang merasa suka dengan seorang wanita katakanlah, sebelum wanita itu menghilang dari pandanganmu, aku tahu kalau kamu itu menyukai Sasa, kalau memang kamu menyukainya, Apa salahnya kamu mengungkapkannya sekarang pada  Sasa sebelum orang lain terdahulu mengungkapkannya." ucap Rendra.


Adrian pun menoleh ke arah Rendra.


Rendra hanya menganggukkan kepalanya.


" Tapi kamu bilang tadi, kamu telah menjodohkan Sasa dengan teman kamu." ucapnya seraya melirik Sasa yang sedang dalam posisi menundukkan kepalanya.


" Kamu tidak sadar ya, kamu kan teman aku yang ingin aku jodohkan itu kamu dan Sasa bukan teman yang lain, karena aku mengetahui kalau kamu itu menyukai Sasa, aku tahu sikap kamu selama berteman denganku kamu tidak pernah membawa seorang wanita bertemu dengan aku sama sekali dan kamu juga diajak kemana-mana pun kamu tidak mau, waktu kamu kalau sudah ke kota ini hanya kamu habiskan bersama denganku, karena kita berdua memang tidak senang dengan wanita yang terlalu sangat berlebihan di luar sana, kalau memang kamu menyukai Sasa apa salahnya kamu sekarang mengatakan kepadanya."


Mendengar ucapan seperti itu Andrian pun langsung berdiri dan mendekati Sasa, Nirmala kemudian menggeser duduknya dari Sasa memberikan peluang untuk Adrian duduk di samping Sasa, tanpa malu-malu di hadapan kedua orang tua angkatnya tersebut Adrian langsung meraih tangan Sasa sambil berucap pada Sasa.


" Jujur, semenjak kamu  menyapa Aku di kedai kue itu, aku sudah jatuh cinta padamu pada pandangan pertama, aku memang tidak seromantis laki-laki yang mengumbar kata-kata, namun aku berpegang pada bukti nyata kalau aku memang menyukai dan mencintaimu, di hadapan temanmu di hadapan sahabatmu dan di hadapan kedua orang tuaku serta adikku Aku meminta kamu agar kamu bisa menjadi istriku, temani aku di setiap hari-hariku, di setiap malamku, dan di akhir hayatku Aku ingin selalu bersama denganmu, semua yang kuucapkan di hadapan teman-temanmu itu adalah nyata bukan hanya bersandiwara saja, Apakah kamu mau menjadi istriku?" ucapnya.


" Sebelum aku bertemu dengan kedua orang tuamu, aku meyakinkan kamu terlebih dahulu, Apakah kamu mau menjadi istriku?" tanyanya kembali pada Sasa.


Refleks Sasa menganggukkan kepalanya, melihat anggukan kepala Sasa itu Adrian kemudian meraih Sasa dan memeluknya, mereka yang ada di situ pun sangat bahagia di hari yang sama dan di tempat kediaman Rendra menjadi saksi dua ikatan menjadi satu.


" Apakah kamu bersedia menemani aku selamanya?" tanya Adrian setelah dia melepaskan pelukannya pada Sasa.


" Iya, aku bersedia.."

__ADS_1


Kemudian Adrian meraih tangan Sasa dan menggenggamnya.


" Terima kasih, karena kamu sudah menerima cintaku, Aku ingin segera bertemu dengan kedua orang tuamu, bolehkah Rendra Aku minta izin padamu langsung akan membawa karyawanmu ini untuk bertemu dengan kedua orang tuanya di manakah rumah mu Sa?" tanyanya.


" Maaf Mas Adrian, orang tuaku masih pulang kampung untuk merawat Nenek yang sedang sakit."


" Kebetulan sekali di mana kampungmu itu berada? bagaimana kalau kita menuju ke sana sekalian kamu bertemu dengan Nenek dan keluarga besarmu di sana, siapa tahu dengan kabar gembira ini Nenekmu bisa sembuh." ucapan Adrian.


" Benar Nak Sasa apa yang dikatakan oleh Adrian, lebih cepat lebih baik, Adrian melamarmu di hadapan kedua orang tuamu." ucap pak Jefri.


" Tapi..." Sasa  menggantung kalimatnya.


" Tapi apa Sa?" tanya Nirmala.


" Masa hanya kami berdua saja Mala ke sana, kampung di mana tempat aku tinggal itu orangnya terlalu ingin tahu urusan satu dengan yang lainnya, aku tidak ingin nanti terjadi apa-apa kalau hanya kami berdua di sana."


" Sasa kamu jangan khawatir, Bapak dan Ibu akan ikut ke sana, karena Bapak dan Ibu lah yang akan meminta kamu pada kedua orang tua kamu, tidak mungkin kalau hanya Adrian saja yang ke sana, Kami tidak akan melepaskannya karena Adrian masih ada kedua orang tuanya walaupun hanya orang tua angkat saja."


" Bunda, Ayah, jangan bicara seperti itu, Ayah dan Bunda adalah orang tua Adrian, Jadi tidak boleh berbicara kalau Ayah dan Bunda hanya orang tua angkat, Adrian tidak suka mendengarnya seperti itu." ucapnya sembari menatap ke arah kedua orang tuanya, Pak Jefri dan  Bu Warna pun hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


" Sasa benar apa yang dikatakan oleh pak Jefri dan Bu Warna, tanpa mereka berdua Adrian tidak mungkin melamar kamu pada kedua orang tua kamu, karena dia masih memiliki orang tua dan kalian bisa berangkat ke sana, aku akan mengizinkan kamu karena aku adalah Bosnya kamu, calon suamimu sudah izin langsung denganku." ucapnya sembari tersenyum


Sasa hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Tante Mala, Om Rendra, memangnya kalian mau ke mana lagi, pasti lama akan ninggalin kami lagi ya?" tanya Alya.


" Iya tuh Om Rendra dan Tante Mala pasti nanti mau pergi lagi,memangnya mau ke mana lagi kalian? tidak ingat ya kalau kalian memiliki kami, Jangan tinggalin kami terus dong, nanti kalau kami berdua hilang kalian juga yang akan sedih nantinya ya kan Alya..." ucap Tara dianggukan oleh Alya mereka yang ada di situ pun tertawa pelan mendengar ucapan protesnya Tara dan Alya.


__ADS_2