Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 59


__ADS_3

Episode 59 🌹


" Tapi apa Mas, jangan bikin aku dag dig dug seperti ini, aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu aku juga tidak ingin terjadi apa-apa sama Alya dan Tara Apakah ini berhubungan dengan mereka, Jangan bikin aku cemas dong Mas."


" Ini tidak bikin kamu cemas, tapi aku ingin kamu tidak marah saat aku menceritakan ini dan kamu tidak menganggap aku macam-macam."


Nirmala hanya menganggukkan kepalanya.


" Aku pernah cerita padamu tentang masa laluku yang hanya aku ibu dan adikku  yang tahu "


Nirmala menganggukkan kepalanya.


" Terus masalahnya di mana."


Rendra menghela nafasnya dengan panjang dan menatap ke arah Nirmala dengan lekat.


" Jangan ditatap terus dong Mas, aku jadinya nggak konsen nih dengan apa yang akan kamu bicarakan padaku, aku kan jadi salah tingkah nantinya, kalau kamu sering menatapku, jujur Mas aku nggak kuat kalau kamu tatap." ucapnya sembari tersenyum.


" Nggak kuat gimana?"


" Nggak bisa diungkapkan Mas dengan kata-kata."


Rendra tertawa pelan....


" Ayo dong Mas serius mau bicara apa."


" Sayang aku dari tadi udah serius kok mau berbicara denganmu, tapi kamunya aja yang ngajakin aku bercanda."


" Aku juga serius Mas, aku tidak bercanda aku memang benar kok tidak kuat kalau mata Mas itu langsung menembus ke mataku, aku salah tingkah selalu bila kamu pandang."


Rendra pun tersenyum.


" Ada apa dengan masa lalu kamu, apakah dia hadir kembali dan bertemu denganmu." ucap Nirmala ada nada resah di saat dia mengeluarkan kata-kata tersebut.


Rendra menghela nafasnya kembali dengan panjang


" Kamu sudah tahu cerita tentang Nova, tapi kamu belum pernah melihat Nova kan?"


" Nova yang mau dijodohkan denganmu kala itu?"


Rendra menganggukkan kepalanya.


" Tapi kalau masalah Nova semuanya tidak ada yang dikhawatirkan, karena masih ada kedua orang tuanya yang menghandle keinginannya itu, memang beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan Nova, Tapi aku tidak merespon tentang perlakuannya padaku."


" Maksudnya perlakuan, Bagaimana Mas? aku jadi tidak mengerti."


" Perlakuan dia di hadapanku seperti mencari perhatian, Tapi itu tidak dipermasalahkan karena dia sudah ada pawangnya."

__ADS_1


" Pawangnya? emang dia hewan buas harus ada pawangnya?"


Rendra tertawa lepas...


" Ya seperti itulah, kalau dia diladeni dia akan menjadi buas, tapi kalau dia tidak diladeni dia tidak akan menjadi buas."


" Terus yang mau diceritakan denganku itu apa Mas?"


" Aku pernah bilang padamu, aku menolak Nova kala itu karena aku sudah memiliki seorang kekasih, tapi sayangnya Aku dan Dia hanya bisa bertahan dalam satu bulan, dia memilih lelaki lain, Nah sekarang Dia hadir lagi, baru aja tadi dia mengirimkan buket bunga untukku ."


" Apa Mas? buket bunga?"


Rendra menganggukkan kepalanya


Nirmala menghela nafasnya dengan dalam.


" Sayang, kamu jangan kecewa Aku tidak akan kembali padanya, aku memang benar-benar ingin bersama denganmu, Kamu jangan marah di saat kamu mengetahui ini semua, lambat laun dia pasti akan menemuiku."


" Apakah aku harus membatalkan izinku?"


" Tidak usah, Yang penting kamu mengetahui."


" Tidak Mas, besok aku akan bekerja aku tidak ingin izin lagi."


Rendra terkejut dengan ucapan Nirmala yang sangat antusias itu.


" Apakah kamu tidak salah dengan omongan kamu itu?"


baiklah kalau mau kamu seperti itu


" Aku ingin menjaga kamu Mas dari dia, aku tidak ingin dia datang terus mendekati kamu dan mencari peluang agar kamu bersama dengan dia lagi."


" Inilah yang aku tunggu, ucapan ini yang kutunggu dari kamu."


" Maksudnya?"


" Aku ingin kamu mempertahankanku." ucap Rendra sembari tersenyum.


" Idih, masa kamu yang dipertahankan, seharusnya aku dong yang kamu harus pertahankan itu." candanya.


" Iya, iya, kamu yang akan aku pertahankan." ucapnya tersenyum.


" Terus kamu nggak balik lagi ke kantor?"


" Sepertinya aku ragu untuk balik lagi ke kantor, nanti aku akan menghubungi Fahmi agar menghandle semua pertemuan yang dilakukan hari ini."


" Memangnya kenapa sih Mas? pekerjaan kamu harus dihandle."

__ADS_1


" Ya aku rasanya tidak enak aja, entah tidak tahu apa yang akan terjadi di kantor hari ini."


" Baiklah kalau mau kamu seperti itu, Aku sih ikut aja." Nirmala kemudian melirik jam yang menggantung di dinding rumah Rendra itu, jam sudah menunjukkan 11.30.


" Ya Tuhan mereka pasti sudah menunggu kita."


" Siapa?"


" Aku kan janji mau jemput Tara dan Alya hari ini, makanya dia tidak mau dijemput sama Pak sopir."


" Ya udah ayo kita jemput sekarang." ucapnya.


" Sebentar ya Mas aku ambil tas dulu." ucap Nirmala kemudian dia pun masuk kembali ke dalam kamarnya mengambil tas kesayangannya yang selalu dibawanya berpergian, mereka berdua pun kemudian melangkah menuju ke arah mobil pribadi Rendra, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan rumah pribadi tersebut menuju ke arah sekolah Tara dan Alya.


Tasya yang lama menunggu di ruangan lobby itu pun mulai gerah dia menengok jam yang melingkar di tangannya.


" Kemana Rendra keluarnya, Kenapa lama sekali sih, kalau aku menanyakan kapan dia datang pada resepsionis itu pastinya tidak mungkin, karena aku mengatakan pada mereka sudah disuruh oleh Rendra menunggu di sini, jangan-jangan Rendra sudah mengetahui kalau aku akan datang ke kantornya, tapi apa buket bungaku sudah diterimanya ya, lebih baik aku tanyakan aja sama resepsionis itu."


Kemudian Tasya pun berdiri menuju ke arah meja resepsionis.


" Mbak maaf, boleh saya bertanya?"


" Oh ya Ibu, mau tanya apa ya?"


" Apakah tadi ada orang yang mengirim buket bunga untuk Pak Rendra?"


" Oh ya  ibu ada."


" Apa sudah sampai ke tangannya pak Rendra?"


" Iya bu,  sudah sampai ke pimpinan kami."


" Oh baguslah kalau seperti itu."


" Memang Kenapa Ibu?"


" Tidak apa-apa, saya cuma bertanya aja, Oh iya kalau begitu saya permisi dulu, nanti kalau ada Pak Rendra bilang aja kalau saya sudah menunggunya sudah lama, karena saya masih ada pekerjaan di luar."


" Oh iya Ibu, nanti saya akan mengatakanya pada Pak Rendra, karena saat kami hubungi Pak Rendra ponselnya sudah tidak aktif, mungkin dia lagi bertemu dengan Client."


" Oh iya terima kasih." ucapnya kemudian dia pun melangkah meninggalkan resepsionis itu, di dalam hatinya dia merasa kesal karena sudah lama menunggu Rendra tapi Rendra tidak dapat menemuinya, lagi pula memang dia tidak menghubungi kalau dia memang ingin bertemu dengan Rendra hari ini.


Di dalam mobil Rendra...


" Terima kasih ya sayang, atas pengertian kamu."


" Aku percaya kok mas dengan kamu, kalau seandainya kamu ingin menduakan aku tidak mungkin kamu sendirian selama ini, karena aku tahu kamu tidak akan kecewa untuk kedua kalinya, makanya aku percaya padamu, kalau seandainya aku bertemu dengan mantan kamu itu aku hanya bisanya senyum aja, aku juga tidak mau memarahi dia karena itu hak dia untuk mendekati kamu lagi, tapi ada catatannya..."

__ADS_1


" Apa tuh catatannya?"


" Dia harus melewati aku dulu, kalau ingin mengambil cinta kamu lagi."  ucap Nirmala sembari terkekeh, Rendra pun ikut terkekeh sembari mengusap kepala calon istrinya tersebut, mobil pun terus melaju menuju ke arah Taman kanak-kanak Permata Ibu di mana Tara dan Alya menunggu jemputan mereka.


__ADS_2