Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 61


__ADS_3

Episode 61 🌹


Dikampung Sasa...


Mobil yang dikendarai Adrian sudah sampai dikampung Sasa yang hanya dijalani beberapa jam saja, dan Adrian langsung menuju alamat rumah keluarga Sasa dimana sang Ibu dan Ayahnya berada.


Sasa menatap orang kampung yang sedari tadi menatap mobil mewahnya Adrian yang memasuki kampung halaman Sasa tepatnya arah jalan rumah Nenek Sasa.


" Kamu kenapa? kok wajah kamu tegang seperti itu?"


" Oh...nggak apa-apa kok Mas..." ucapnya sembari menatap sesaat kearah Adrian .


Namun Adrian memahami apa yang dipikirkan Sasa, karena Adrian melihat sikap orang kampung yang ingin tahu siapa yang ada didalam mobil yang dikendalikan Adrian.


" Kenapa ya orang-orang itu kaya ingin tahu sekali siapa yang datang kekampung ini?" ucap Ibu Warna menatap kearah luar dari dalam mobil.


" Biarin aja, kita tidak perlu dengan mereka melainkan kita perlunya dengan keluarga Sasa bukan dengan mereka, mereka memang terlihat sekali sikap keingintahuannya tingkat tinggi, orang seperti itu tidak perlu kita hiraukan biarkan saja mereka bicara apa, yang terpenting niat kita tetap baik, dan tidak untuk merampok Kampung ini, melainkan kita hanya merampok hati seorang gadis untuk anak kita." ucapnya sembari tersenyum terlihat Adrian tersenyum mendengar ucapan sang ayah.


" Benar sekali apa yang dikatakan Ayah, biarkan aja mereka itu dengan sikapnya yang ingin tahu mereka yang tingkat tinggi itu, yang penting kita tetap satu tujuan saja datang kekampung ini."


" Sasa, kamu nggak usah memikirkannya biarkan aja mereka itu seperti itu apa adanya, kami tidak punya urusan dengan mereka, Jadi kamu tidak usah sungkan ya Nak." ucap Ibu warna dianggukan Sasa sembari menoleh sesaat ke arah kursi belakang di mana calon mertuanya itu berada sembari tersenyum.


Terlihat mobil pun berhenti di salah satu rumah yang memiliki halaman yang sangat lebar, mobil pun masuk ke dalam halaman tersebut dan Adrian memarkirkan mobilnya dengan rapi, mereka berempatĀ  turun dari dalam mobil Ayah dan ibunya Sasa terkejut karena Sasa datang bersama dua orang lelaki dan satu perempuan membuat kedua orang tuanya tersebut bertanya-tanya, bahkan tetangganya pun ada yang berhenti di depan rumah Sasa dan memperhatikan kedatangan mereka.

__ADS_1


" Ya Tuhan Yah, Kenapa bisa sampai seperti itu orang kampung memperhatikan kita seakan-akan kita ini ingin berbuat jahat dengan keluarga Sasa." ucap Ibu warna.


" Ayah kan sudah bilang nggak usah dihiraukan, biarkan aja yang terpenting kita bertemu dengan kedua orang tua Sasa, ayo mereka sudah menyambut kita." ucap pak Jefri menyentuh pundak sang istri dan mengajaknya menemui kedua orang tua Sasa yang sedang berdiri di teras rumahnya itu.


" Assalamualaikum ..."


" Waalaikumsalam,.. Kenapa kamu tidak memberi kabar Kalau kamu mau membawa beberapa orang tamu ke rumah."


" Kita ceritanya di dalam aja ya Bu." ucap Sasa,lalu mengajak mereka semua masuk setelah menyalami tamunya satu persatu kedua orang tua Sasa menyambut para tamunya itu dengan ramah dan memberikan senyuman di wajahnya walaupun di hati mereka bertanya-tanya dengan kedatangan tamunya tersebut dan karena mereka pun baru melihat tamunya itu.


" Silakan duduk bapak ibu, dan Masnya... maklum tinggal di kampung, apa adanya." ucap ibu Sasa sembari tersenyum.


Ibu warna pun hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum seraya berkata.


" Sebentar ya Mas, ibu, bapak, saya mau bikinkan minuman dulu." ucap Sasa dianggukan oleh mereka dan hanya Ayahnya Sasa yang menemani mereka ibu dan Sasa pun melangkah menuju ke arah dapur. Rumah nenek Sasa yang sangat sederhana tapi sangat nyaman dengan pemandangan yang menyejukkan di mana kiri dan kanannya memiliki kebun kecil yang memang dirawat oleh penghuni rumah tersebut.


Terdengar pembicaraan mereka tentang kehidupan di kota dan di kampung tapi mereka belum membicarakan titik utama mereka datang ke kampung tersebut.


" Sasa, kamu tidak bilang kalau kamu ingin membawa beberapa tamu ke rumah nenekmu ini, siapa mereka? Ibu baru melihat mereka bertiga, saat di kota kamu tidak mengenalkan mereka pada ibu dan ayah dan kamu juga tidak pernah membawa tamu siapapun di rumah saatĀ  Ayah dan ibu berada di kota."


Sasa hanya tersenyum sembari membuatkan minuman untuk ketiga tamunya tersebut.


" Itu Mas AdrianĀ  bersama dengan ibu dan ayahnya."

__ADS_1


" Apa kamu ada hubungannya dengan Adrian itu?"


Lagi-lagi Sasa tersenyum.


" Kamu jangan bikin bingung Ibu dong."


" Bikin bingung gimana Bu,Sasa memang sengaja tidak mengenalkan ibu saat ibu berada di kota, karena saat itu Mas Adrian berada di luar kota dan tidak tinggal satu kota dengan Sasa yang tinggal satu kota itu hanya kedua orang tuanya saja tapi beberapa jam juga menuju ke arah rumahnya, ya sedikit jauh lah dari rumah Sasa di kota."


" Memang kalian ada hubungan apa selama ini, kamu tidak pernah bilang kalauĀ  kamu punya kekasih."


Sasa tersenyum.


" Dari tadi kamu hanya tersenyum saja, kamu harus bilang dong sama ibu, sebenarnya kalian berdua itu ada hubungan apa, sampai dia mengajak kedua orang tuanya menemui ayah dan ibu, ibu tidak ingin terjadi apa-apa denganmu, sehingga kamu mendadak seperti ini membawa seorang lelaki ke rumah nenekmu ini, lagi pula kamu tidak lihat tetangga kita tadi yang ingin tahu dengan kedatangan kalian, tolong kamu jangan bikin ibu malu, kalau kamu ada apa-apa di kota, apa kata mereka nantinya pada keluarga kita dan kenapa juga kamu mendadak sekali seperti ini, setidaknya kamu ngasih tahu kepada ibu dan ayah biar ibu dan ayah memiliki kesiapan untuk menyambut kedatangan tamu dari kota."


" Ibu, Ibu nggak usah khawatir, biarkan aja mereka menatap seperti itu dengan kedatangan Sasa dengan keluarga Mas Adrian, ceritanya panjang ibu, Sasa dan Mas Adrian memang memiliki hubungan khusus dan mereka ke sini ingin bertemu langsung dengan ibu dan ayah, mereka juga ingin menjenguk nenek. Oh ya, kok Sasa tidak melihat nenek tadi di kamarnya."


" Nenek mu memang tidak ada."


" Memang Nenek dibawa ke mana Bu.


" Nenek mu nginep di tempat pamanmu, baru aja ayah dan ibu datang dari sana mengantarkannya, mungkin dua atau tiga hari dia berada di sana terus nanti minta jemput kembali."


Sasa menghela nafasnya dengan pelan, kemudian dia pun menaruh minuman di nampan yang sudah disediakan oleh ibunya itu, dia melangkah menuju ke arah ruang tengah rumah neneknya tersebut sembari membawa air minum yang sudah dibuatnya itu, dia pun kemudian menyajikan minuman itu untuk mereka dan sedikit cemilan yang memang dibeli oleh ibunya tersebut karena mereka tidak ada persiapan saat tamu dadakan mereka datang.

__ADS_1


__ADS_2