
Episode 67🌹
Nirmala kemudian melangkah menuju ke arah ruangan Mbak Paula, saat dia memasuki ruangan itu mereka pun menyambut Nirmala dengan senyuman mereka, karena mereka sudah mendengar kalau Nirmala adalah calon istri dari Rendra Argenta Setya Bos pemilik perusahaan di mana mereka bernaung dan sudah memberikan rezekinya pada mereka, Nirmala terkejut dia hanya tersenyum kemudian menuju ke arah tempat duduknya Mbak Paula yang tersenyum padanya.
" Selamat ya Nirmala Aku tidak menyangka kalau kamu adalah pilihan Pak Rendra, aku bersyukur karena Pak Rendra sudah tepat memilihmu." ucap Mbak Paula tersenyum, dianggukan mereka semua, Nirmala merasa tidak percaya karena semua rekan kerjanya itu memberikan selamat padanya, disaat dia keluar dari ruangan Rendra tadi pun sampai dia masuk ke ruangan mbak Paula pun tidak sedikit banyak karyawan yang bertemu dengannya mengucapkan kata selamat tidak ada kata benci ataupun kata mencemoohkan dirinya dengan kata-kata memanfaatkan keadaan.
Nirmala hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, karena dia merasa masih belum percaya dengan keadaan yang dia lihat dan dia rasakan saat ini dia hanya bisa bergumam di dalam hatinya.
" Ternyata perkiraanku salah, mereka tidak mencemoohkan ku dan tidak memberikan kata-kata yang kasar terhadapku malah mereka memberikan selamat padaku atas semua yang mereka dengar tersebut, ternyata aku salah untuk menyembunyikan pernikahanku nantinya dan hubunganku dengan Pak Rendra." gumamnya dalam hati dia pun hanya tersenyum lalu berpakitan dengan Mbak Paula untuk kembali kemeja tugasnya, kemudian ponselnya pun berbunyi satu chat pribadi masuk ke dalam ponselnya tersebut dia langsung mengambil ponselnya dan melihat layar ponselnya, Siapa yang mengirimkan chat pribadi padanya itu.
__ADS_1
Dia tersenyum ternyata Sasa mengirimi chat pribadi tersebut mengatakan kalau dia sudah menuju ke arah rumah Rendra, Nirmala pun dengan segera membalas chat tersebut dengan senyuman bahagianya, Dia merasakan kebahagiaan yang tiada taranya karena mendapatkan kebahagiaan yang diberi oleh Tuhan padanya itu begitu banyak.
Kemudian dia pun melanjutkan melaksanakan pekerjaannya kembali.
Rendra yang berada di ruangannya hanya bisa mengelan nafasnya dengan panjang dia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya tersebut sembari menatap langit-langit ruangannya itu.
Kembali dia menghela nafasnya dengan panjang.
" Tapi aku tidak habis pikir siapa yang memberitahu semua tentang hubunganku dengan Nirmala, padahal aku cuma berbicara di lobby, ini kan memiliki lima lantai, Kenapa cepat sekali tersebar padahal belum beberapa menit aku berbicara." gumamnya.
__ADS_1
Terdengar ketukan di pintu mengejutkan lamunan Rendra, dia menatap ke arah pintu sembari bersuara menyuruh si pengetuk masuk, pintu terbuka Fahmi kemudian melangkah menuju ke arah meja kerja Pak Bosnya itu, dia pun kemudian duduk padahal belum disuruh oleh Rendra, pun dia hanya menundukkan kepalanya.
" Ada apa Fahmi, Kenapa kamu menunduk seperti itu, masuk ke ruanganku, tidak seperti biasanya."
" Maafkan saya pak."
" Apa yang perlu Ku maafkan, kamu kan tidak berbuat salah pada Ku."
" Saya yang menyebarkan semuanya pada seluruh karyawan yang ada di kantor ini dan saya juga yang mengatakan kepada mereka agar tidak memberikan cemoohan pada Mbak Nirmala, Oh maaf Pak maksud saya ibu Nirmala." ucapnya sembari menundukkan wajahnya karena dia takut kalau Rendra marah padanya.
__ADS_1