Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 50


__ADS_3

Episode 50 🌹


" Aneh sekali, cuma masalah tas yang aku bawa ini aja aku tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam,memangnya acara apa ini, terlihat sangat ketat sekali, siapa sih pemilik acara ini." gumannya dalam hati sembari  menatap ke arah bodyguard yang ada di depannya itu.


Salah satu bodyguard itu pun kemudian mendekati Rudini, Dia kemudian membisikkan pelan ke telinga Pak Bosnya itu.


" Maaf  Bos ada seorang laki-laki di luar sana yang mengaku sebagai kekasih salah satu tamu Bos."


" Siapa?" tanya Rudini sembari menatap ke arah bodyguard-nya itu.


" Katanya wanitanya ada di dalam sini bernama Sasa."


Rudini kemudian menatap ke arah Sasa, Sasa pun menatap ke arahnya karena sekilas Sasa mendengar kalau namanya disebut oleh orang kepercayaan Rudini itu.


" Biarkan dia masuk!" ucapnya Kemudian dianggukan oleh bodyguard-nya lalu dia melangkah meninggalkan Bosnya itu menuju ke arah pintu utama di mana Adrian menunggunya.


" Ada apa? dia menemui kamu sayang.?"


" Kita lihat aja nanti."

__ADS_1


" Oh ya Sa, Apakah kamu sudah menghabiskan uang cukup banyak untuk mencari pria tampan sebagai kekasih kamu? hanya ingin memamerkannya padaku?" ucap Rudini membuat Sasa terkejut Begitu juga dengan Silva, kemudian Silva tersenyum dengan ucapan sang suami.


" Sasa apa yang dikatakan oleh mereka semua itu adalah palsu kan, laki-laki tampan, mobil mewah, semuanya itu adalah bayaran yang sudah kamu sewakan?" ucap Rudini lagi.


" Kalian ini aneh, kenapa kalian berdua masih tetap aja mempermasalahkan tentang hubungan yang sudah terlupakan beberapa tahun yang lalu, aku tidak mengganggu hubungan kalian, aku datang ke sini karena Silva mengundangku, Aku ingin menjalin tali silaturahmi dengan kalian, tapi nyatanya kalian hanya ingin mempermalukan dan mencemoohkan aku saja, kalau kalian sudah puas dengan kata-kata kalian tentang diriku, aku akan terima dan aku hanya bisa mengucapkan semoga ulang tahun pernikahan kalian ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi kalian berdua, terima kasih sudah mengundangku!" ucapnya hendak berdiri meninggalkan tempat tersebut, Namun dari arah depan terlihat seorang lelaki tegap melangkah menuju ke arah mereka sembari bersuara.


" Kamu tidak boleh pergi Sasa, Aku akan menemani kamu di sini." ucapnya sembari meraih tangan Sasa dan mengajaknya kembali duduk di tempat nya semula, Chelsea Kemudian menyingkir dari tempat duduk tersebut dia mencari duduk di samping Sasa dan membiarkan Sasa duduk bersama dengan Adrian.


" Kamu ? kok kamu datang ke sini? katanya tadi kamu ada keperluan yang sangat penting."


" Keperluan itu aku tunda, bisa lain hari karena hari ini aku ingin menemani Kekasihku di sini." ucapnya membuat mereka terkejut mendengar ucapan dari Adrian, Begitu juga dengan Sasa, dia tidak menyangka Adrian berbicara seperti itu, padahal Sasa tidak sama sekali mengatakan pada Adrian tentang sandiwara yang akan dia mainkan di hadapan Silva dan Rudini.


" Terima kasih." ucapan Adrian kemudian meletakkan tas Sasa di atas meja.


" Kamu tadi melupakan tas tangan kamu sayang, makanya aku lebih mengantarkan tas kamu daripada aku menemui temanku itu." ucapnya tersenyum sedangkan Sasa pun merasa bingung yang seharusnya dia mainkan sandiwara dengan Adrian temannya Chelsea, tapi melainkan dia memainkan sandiwara dengan Adrian yang tidak tahu dari mana datangnya yang begitu saja kenal dengannya.


" Halo semuanya, aku adalah Adrian Maulana kekasihnya Sasa, kami sudah beberapa tahun menjalin hubungan dan rencananya dalam waktu dekat ini kami akan melaksanakan pernikahan kami, Aku harap kalian akan datang nantinya di saat acara resepsi pernikahan kami berdua, agar meramaikan suasana di hari pernikahan itu, hari pernikahanku tidak akan ramai dan seru kalau tidak ada kehadiran kalian semua " ucapnya sembari tersenyum dia pun kemudian menatap ke arah Rudini dan Silva karena hanya mereka berdua saja yang menatap sinis ke arah Adrian dan Sasha.


" Benarkah? kok kamu nggak bilang sih Sa, kalau kamu ingin menikah, Aku adalah orang pertama nantinya yang akan spesial datang di hari pernikahan kamu dan aku juga akan menginap di rumah kamu." ucap Chelsea.

__ADS_1


Sasa hanya menganggukkan kepalanya, karena dia rasanya ingin pingsan dengan ucapan Adrian,dia begitu saja mengatakan kalau dia ingin menikahi Sasa, padahal mereka tidak mengenal dekat sama sekali.


" Ya Tuhan! apa yang diomongkan Adrian ini, ujung-ujungnya menambah masalah lagi bagiku, bukannya memperjernih masalah tapi sepertinya akan memperkeruh masalah untukku." ucapnya.


" Ternyata pacar Sasa emang benar-benar tampan, terlihat seperti banyak uang lagi " ucap salah satu dari mereka.


" Wah Sasa sangat beruntung sekali memiliki seorang kekasih yang sangat tampan seperti itu, terlihat Dia sangat kaya raya nampak sekali dari cara dia berpakaian dan cara dia berdandan." ucap salah satu dari teman mereka yang dianggukan oleh yang lainnya.


" Adrian Maulana, ngomong-ngomong bekerja di mana?" tanya Silva


" Aku memiliki perusahaan sendiri, ya kecil-kecilanlah, tidak terlalu besar yang penting bisa menghidupi keluargaku nantinya, kalau Sasa sudah menikah denganku."


" Perusahaan kecil? hehehehe...sayang kamu bisa tuh menanam saham di perusahaan Adrian, biar usaha dia sih bisa besar seperti perusahaan yang kamu kelola sekarang ini,setidaknya kita bisa membantu teman kita yang memiliki kekasih yang punya perusahaan di bawah standar kita."


" Jadi perusahaannya kecil, bikinlah proposal agar bisa dikirimkan ke perusahaan suamiku, biar suamiku bisa memberikan suntikan dana untuk perusahaan calon suamimu itu, kamu kan tahu keperluan seorang wanita itu sangat banyak, tidak mungkin ditutupi dengan gaji kamu hanya sebagai karyawan yang tidak tetap di perusahaan Setya group itu iya kan, ditambah lagi perusahan calon suamimu itu kecil tidak sebesar perusahan suamiku."


Adrian terkejut saat Silva menyebut perusahaan Setya group, Dia kemudian menatap ke arah Sasa, Sasa hanya menundukkan kepalanya, kemudian Adrian meraih tangan Sasa dan menggenggamnya, membuat Sasa terkejut, Adrian menguatkan Sasa dan memperlihatkan kemesraannya kepada mereka dia kemudian merangkul Sasa dan mencium pucuk kepala Sasa, Sasa tidak bisa berkata apa-apa lagi, di samping dia bingung dan dia juga merasa aneh karena dia melihat Adrian yang memberikan sikap romantisnya itu kepadanya, padahal dia tidak mengenal sama sekali siapa Adrian itu, sandiwara yang dimainkannya ini sangat berlebihan membuat dia merasa di ditumbuhi bintang-bintang kecil di atas kepalanya, ingin rasanya Dia berlari dari hadapan mereka dan menyembunyikan wajah dan tubuhnya dibalik selimutnya dan tidak ingin keluar lagi dari dalam kamarnya dan rasanya Dia juga ingin berteriak memanggil Nirmala dan Rendra agar menyelamatkan dia pergi dari tempat itu.


" Sayang, kamu bisa memberikan suntikan dana pada calon suaminya Sasa, itung-itung bantu teman sekelas kita ini yang terlihat mengalami kesulitan dengan perusahaan kecilnya, coba pikir aja seorang memiliki perusahaan kecil itu bagaimana sih pendapatannya, minimal menggaji karyawannya saja tidak bisa terlalu banyak, bantulah mereka." ucap Silva sembari menatap mengejek ke arah Sasa dan Adrian.

__ADS_1


Adrian hanya tersenyum mendengar ucapan dari Silva.


__ADS_2