Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
ujian persahabatan


__ADS_3

"Aku rasa tidak ada yang ku sembunyikan! apa aku nampak menyembunyikan sesuatu?"


"Benar!.. aku merasa sedikit aneh ketika kau minum banyak,.... dan... bahkan itu merupakan pertama kalinya kau minum sejak aku mengenalmu! hal yang membuatku merasa sedikit tidak nyaman adalah saat kau berbohong kepadaku! tidak kepada kami semua dan mengatakan jika kau baik-baik saja! ini membuatku merasa jika kau tidak ingin berbagi cerita dengan kami! dan menyembunyikan masalah mu sendiri!"


Eun Dan hanya diam dan tak menjawab serta tidak berkutik dengan pernyataan yang disampaikan oleh Soo jin. dia tertunduk dengan wajahnya yang murung.


"Kau tetap tidak mau mengatakannya?.... baiklah aku akan menunggu saat waktunya kau mau bercerita kepadaku!.. atau kau memang berusaha menyembunyikannya dariku dan yang lainnya!."


"Maaf... aku tidak bisa mengatakannya saat ini! aku merasa ini bukanlah masalah yang besar dan ini hanya masalah pribadi!.."


"Benar!... masalah pribadi..! bukan masalah besar hingga kau minum begitu banyak...! baiklah..!."


"Hyeong..."


"Tidak apa aku baik-baik saja!.. dan malam ini aku akan pergi ke Manila!"


"Manila?"


"Benar!.. aku ada sedikit urusan di sana mungkin akan absen untuk beberapa waktu!.... kau tahu Dan?.."


"Tahu apa?"


"Hmm.. kau adalah orang pertama yang selalu mengetahui apa saja yang aku lakukan, masalahku, dan hal-hal yang bahkan tidak penting sekalipun!.. baiklah aku datang hanya untuk hal ini, aku masih ada pekerjaan yang harus aku lakukan..! sebenarnya aku ingin berlama-lama di sini! tapi... aku merasa sedikit aneh saja..! baiklah aku akan pergi!"


"Hyeong... maaf!..!"

__ADS_1


"Tidak apa!"


Soo jin kemudian bangkit dan pergi meninggalkan Eun Dan dengan perasaan penuh kecewa karena kejadian yang baru saja dia alami tidak seperti apa yang dia harapkan, sedangkan Eun Dan terus mengatakan maaf dan terlihat begitu menyesal tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. saat Nia datang membawakan jus untuk Soo jin dan Eun Dan, dia merasa heran karena Soo jin sudah tidak ada disana lagi, hanya terlihat Eun Dan yang nampak begitu murung, Nia terus melangkah dan menghampiri Eun Dan kemudian meletakkan nampan yang berisi dua gelas jus dan sepiring keripik kentang dia atas meja, dia kemudian bertanya kepada Eun Dan kemana Soo jin apakah dia sudah pulang atau Soo jin sedang berada di toilet. Eun Dan hanya diam dalam diamnya membuat Nia menyadari bahwa pasti ada sesuatu yang telah terjadi di antara mereka sehingga Nia memilih untuk pergi.


"Baiklah aku permisi...!"


Eun Dan hanya diam tanpa menanggapi Nia sedikitpun, setelah Nia pergi Eun Dan meminum jus yang dibawakan oleh Nia, selama beberapa jam kemudian Eun Dan telah menghabiskan dua gelas jus dan sepiring keripik kentang, namun hal itu tidak membuatnya merasa kenyang, dia kemudian pergi ke dapur untuk mencari makanan, dia melihat Nia yang sedang memasak dia kemudian bertanya dengan malu-malu.


"Apa yang sedang kau masak?"


Nia merasa kaget dan tubuhnya refleks seperti orang yang sedang kaget pada umumnya, hal itu membuat Eun Dan ingin tertawa namun dia menahannya.


"Hoah... kau mengagetkanku...! hah... aku sedang memasak tumis kubis dan sup kubis...!"


"Kenapa semuanya terbuat dari kubis? aku bukan vegetarian!"


Eun Dan menoleh ke meja makan dan mendapati bahwa Nia sudah menyiapkan sarapan untuknya.


"Itu juga ada sup iga sapi aku membeli sapi pagi ini! dan memasaknya sendiri!"


"Bukankah kau bilang kau tidak bisa memakan daging?"


"Aku hanya mencicipi kaldunya dan tidak yang lainnya bahkan aku tidak menelan air kaldunya!"


Eun Dan memakan sarapannya dengan lahap, dia terlihat lebih baik dan sekejap dia melupakan masalahnya dan menikmati sarapan pagi yang telah Nia siapkan, melihat Eun Dan nampak sudah lebih baik membuat Nia merasa senang dan terus menatap Eun Dan hingga.

__ADS_1


"Bau apa ini?.. sepertinya sesuatu terbakar!"


Ujar Eun Dan melihat-lihat,


Nia yang menyadari bahwa masakannya yang gosong seketika panik dan mematikan kompor dan tidak sengaja menjatuhkan panci tempat menumis kubis sedangkan sup kubis nya kering dan gosong, Eun Dan kemudian mendekat dan mengambil air untuk menyiram panci tersebut.


"Apa yang kau lakukan!.."


"Maaf.... aku sungguh menyesal!"


"Aku bukan mau maaf mu! tetapi jawaban dari mu apa yang kau lamunkan sehingga bisa terjadi seperti ini?"


"Aku...! aku..! itu...!"


"Apa yang kau katakan? aku, itu..!"


"Itu karena kau terlihat lebih baik dari sebelumnya!"


"A... aku?"


"Hmm.. kau sebelumnya terlihat sangatlah murung, saat memakan sarapannya kau terlihat lebih baik, sehingga membuatku merasa ingin terus menatapmu!"


"Bukankah kau sendiri yang bilang hubungan antara bos dan pembantu? saat itu kau begitu percaya diri dan sangat angkuh dengan pendirian mu itu! tapi sekarang kau sendiri yang bersikap seolah aku adalah seorang teman! apa aku benar nona Nia?"


"Itu rasa peduliku terhadap idolaku! itu saja! tidak lebih!"

__ADS_1


"Idola? benar! aku adalah idolamu!"


Sekejap semua terasa sedikit hening tanpa suara sedikitpun yang terdengar, kemudian Nia meminta Eun Dan untuk melanjutkan sarapannya!, Eun Dan hanya diam dan tertunduk dan bertanya kepada Nia mengapa Nia begitu peduli terhadapnya apa benar hanya antara idola dengan penggemarnya atau ada hal lain, namun jawaban Nia adalah jika itu hanya sebuah kekhawatiran kepada idolanya sekaligus kepada bosnya, Eun Dan mendesah mendengar apa alasan yang disampaikan oleh Nia, Eun Dan kemudian melangkah maju mendekati Nia..


__ADS_2