
Suasana cukup hening, keduanya merasa canggung dengan pembahasan yang baru saja mereka bincang kan
"Nia kita sudah dewasa, usia 26 tahun belum menikah! kita sudah menjadi gadis tua! jadi jika dia melamar mu kau harus menerimanya aku yakin dia akan melindungi mu bagaimanapun caranya!" ujar Ayu serius
"Kenapa kau terus membahas soal lamaran? kmi bahkan bukan sepasang kekasih bagaimana kami bisa menikah begitu saja?! selain itu kau juga belum menikah usiamu bahkan satu tahun lebih tua dariku!" ujar Nia menggerutu
"Terserah kamu saja aku hanya melontarkan pendapat ku tentang isi surat itu dan memberi saran!, dan aku memang lebih tua dari mu tapi aku punya kekasih sedangkan kamu jomblo seumur hidup, semua pria yang mendekati mu kau tolak bagaimana bisa dapat pacar!" Ayu sangat kesal
Nia mengalihkan pembicaraan dengan membahas tentang ibunya yang meminta Eun Dan datang berkunjung… ya begitulah pekerjaan penjaga konter hanya melayani ketika tamu datang dan selebihnya di habiskan dengan bergosip.
"Benarkah? wah bibi pasti sangat berharap tentangnya!" ujar Ayu kaget mendengar cerita Nia
"Aku akan memintanya datang jika apa yang kau katakan itu benar!" ujar Nia
"Tentang apa?" mendadak bingung sendiri
Nia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap temannya itu
"Aaa..… maksudmu lamaran itu?!" ujar Ayu yang mulai kembali fokus
Disaat mereka sibuk berbincang ada pelanggan datang dan mereka segera melayani, begitulah pekerjaan yang dilakukan Nia setelah pulang dari Korea.
Sepanjang hari bekerja malam pun tiba Nia akan bersiap untuk tidur, ponselnya berdering jantung Nia berdebar, nomor tidak dikenal menghubunginya, Nia ragu harus menjawab atau mengabaikan panggilan itu pada akhirnya Nia memutuskan untuk menjawab.
"Halo?" ujar Nia pelan
"Ini aku…! (Dalam bahasa Korea)
"Bos?…" tanya Nia kebingungan
Eun Dan tertawa……… "Aku bukan lagi bos mu!" ujarnya
"Aa… benar!" ucap Nia malu
"Bagaimana kabarmu?" tanya Eun Dan dengan lembut
Nia terdiam dia baru menyadari pemuda yang selama ini begitu dingin belakangan terasa begitu hangat
"Aku baik!…… Bagaimana denganmu?" tanya Nia kembali
"Bagus jika keadaanmu baik… aku saat ini sedang latihan!……… mm…… Apa kamu akan datang ke konser?" ujar Eun Dan dengan canggung
"Bagaimana kau bisa menelpon di saat sedang latihan…" ujar Nia
"Kami sedang istirahat, kamu tau usia terkadang membuat fisik menjadi mudah lelah!" ujar Eun Dan
"Tapi kau masih sangat tampan!" ujar Nia cemberut
Eun Dan tersenyum bahkan hampir tak bisa berkata-kata "Tetap saja aku sudah tua…!" ujar Eun Dan
"Kau Baru berusia 31 tahun itu belum tua tapi dewasa!" ujar Nia terdengar kesal
"Kau tidak perlu semarah itu!" jawab Eun Dan
"Maaf!…" sesal Nia
__ADS_1
"Kau sudah membaca surat yang kuberikan?" tanya Eun Dan diikuti rasa gugup
"Aku sudah membacanya!…… tapi aku tidak mengerti!" jawab Nia santai
"Apa yang tidak kamu mengerti?" Eun Dan mulai berdebar
"Apa maksudnya ingin lebih dari seorang teman, idola ataupun bos?" ujar Nia yang kebingungan
"Kamu benar-benar bodoh!… kau bahkan tidak tau arti dari kata-kata sederhana itu!" ujar Eun Dan yang pasrah mendengar pertanyaan Nia
"Aku hanya takut salah paham dengan isi surat itu!" ujar Nia menggerutu
"Pikiran saja yang kau anggap benar maka itulah isi surat itu…… ( "Eun Dan-A" terdengar suara yang memanggil sehingga dia harus mengakhiri panggilan dan melanjutkan latihannya)…… Nia aku pikir aku harus kembali latihan! istirahatlah ini sudah malam…! Selamat malam……Nia!" ujar Eun Dan yang kemudian mematikan panggilan itu
Nia terus memikirkan isi surat itu dan yang terpikir di otaknya hanyalah sebuah pernyataan cinta dari idolanya, Nia hanya bisa senyum-senyum sendiri di atas tempat tidurnya
"Tapi… apakah apa yang kupikirkan ini yang sebenarnya?…… Oh benar kenapa Ayu terus membicarakan lamaran? mungkin dia hanya ingin mengajakku berpacaran kenapa dia terus mengatakan soal lamaran?! haaaah…… ini membuatku merasa frustasi!" Nia kebingungan
Nia mulai terdiam dan merenungi kembali apa arti dari surat itu, sembari memikirkan artinya Nia teringat sebelumnya Eun Dan bertanya apakah dia akan datang ke konser dan bahkan Nia belum sempat menjawab pertanyaan itu.
Nia kemudian mengirimi Eun Dan pesan bahwa dia akan pergi ke konser itu bersama dengan Ayu, Nia kemudian menamai kontak Eun Dan dengan sebutan "내 아기" (bayi ku) setelah itu Nia pergi tidur.
Sesudah latihan Eun Dan dengan para member lain segera kembali ke hotel untuk beristirahat, sesampainya di hotel dia segera mandi kemudian akan tidur, namun sebelum tidur dia menemukan bahwa dia mendapat pesan dari "바보♥️"(Bodoh).
"Ternyata dia akan datang!" dia begitu senang wajahnya yang datar dan dingin menebarkan senyum yang begitu manis.
Pagi itu Nia bangun lebih awal dan menyiapkan makanan untuk ibunya, dan mulai bersiap untuk menonton konser tak lama kemudian terdengar suara ketukan di pintu rumah Nia dan terdengar suara Ayu yang memanggilnya begitu keras.
"Nia……!" ujar Ayu
"Apa kau sudah siap?" tanya Ayu yang sangat bersemangat
"Aku hampir siap duduk sebentar aku akan membereskan dapur dan berpamitan! tapi apa kau sudah makan?" ujar Nia
"Aku bisa makan ketika sudah di lokasi!" ujar Ayu yang begitu senang
Nia segera menyelesaikan urusan yang harus dia selesaikan di rumah, sedangkan Ayu menunggu Nia dengan perasaan gugup bahkan tidak sanggup lagi bermain ponsel yang biasanya tak pernah lepas dari tangannya.
Di tengah kegugupan itu terdengar suara ketukan pintu, Ayu segera membuka pintu rumah dan hal yang menakjubkan membuat jantung Ayu akan copot berbaris delapan pria tampan nan tinggi di depan pintu rumah itu.
"Wahhhh……!" spontan keluar dari mulut Ayu yang tidak bisa berkata-kata
Dan untungnya Ayu tidak pingsan melihat para idolanya tepat di depan matanya, Nia yang selesai menyelesaikan tugasnya membawa air untuk Ayu karena dia pikir Ayu pasti bahkan belum minum karena terburu-buru.
"Siap yang datang…?" ujar Nia yang fokus dengan langkah kakinya
Dia kemudian terdiam melihat Nia membeku di pintu dengan para pemuda tampan itu masih berada di luar rumah
"Hei apa yang kau lakukan?" ujar Nia menepuk pundak Ayu
Nia menarik Ayu kemudian menyuruh semua pemuda itu masuk ke rumah kecilnya itu
"Rumah ku sangat sempit tapi silahkan duduk!" ujar Nia
"Apa itu temanmu?" tanya Kira
__ADS_1
"Iya itu Ayu yang akan pergi ke konser bersamaku! tapi apa yang kalian lakukan di sini?" ujar Nia
"Kami ingin menjemput kalian!" jawab Myeon
"Kalian tidak perlu melakukan hal itu, kalian pasti sibuk menyiapkan konser malam ini!" ujar Nia
"Maka dari itu kalian harus harus bergegas!" ujar Kira diikuti senyum manisnya
"Nia… ini bukan mimpi bukan?"(menyesuaikan keadaan Ayu juga menggunakan bahasa Korea yang sedikit ia pahami) ujar Ayu yang serasa sedang bermimpi
Semua orang yang berada di ruangan kecuali Eun Dan menertawakan sikap Ayu
"Sebentar aku pamit dengan ibuku terlebih dahulu!" ujar Nia yang kemudian pergi menemui ibunya
Ibu Nia keluar untuk mengantar Nia uang akan pergi, ibunya kaget melihat para pria tampan yang memenuhi ruang tamu rumahnya
"Mana yang sebelumnya datang ke rumah?" tanya ibu Nia
Nia kemudian menunjuk Eun Dan, kedelapan pria itu bingung apa yang sebenarnya yang mereka bicarakan
"Dia sangat tampan!" ibu Nia terus memuji
Melihat para member KX star kebingungan Ayu mengatakan kepada mereka apa yang sedang dibahas oleh Nia dengan ibunya.
"Buk Nia harus segera pergi soalnya mereka cukup sibuk! jika punya waktu setelah konser Nia bakat ajak dia kesini lagi!" ujar Nia
"Yang itu?!" ujar ibu sembari menunjuk Eun Dan
"Iya yang itu, tapi Nia pergi dulu ya!" jawab Nia yang mulai merasa malu
Eun Dan tanpa sadar senyum-senyum sendiri, member lain berusaha keras supaya tidak tertawa dan menggubris senyuman Eun Dan karena takut ibu Nia kaget, maklum ibu Nia sudah cukup berumur.
Mereka kemudian menaiki mobil dan pergi ke belakang panggung tempat konser KX star, setelah tiba di tempat tujuan sarapan sudah di siapkan oleh para staf, Myeon mengajak Nia dan Ayu untuk ikut sarapan bersama jadi mereka juga ikut sarapan bersama dengan para member.
"Bagaimana kau bisa biasa saja ketika bersama mereka?!" ujar Ayu berbisik
"Karena aku sudah pernah bersama mereka selama tiga tahun!" jawab Nia
"Waah… Nia aku iri dengan keberuntungan mu itu!" ujar Ayu
"Ada yang mengatakan jika sesuatu yang terjadi itu bukan hanya kebetulan itu adalah takdir!" jawab Nia
Mereka saling tersenyum satu sama lain, Nia kemudian mendengar seseorang memanggil namanya dan ternyata itu adalah manajer Kim
"Nia… sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" manajer Kim terlihat sangat senang
"Saya baik!" jawab Nia dengan senang hati
"Apa ini temanmu?" tanya manajer Kim melihat Ayu
"Iya dia temanku!" jawab Nia tersenyum
"Aku sangat merindukanmu!" ujar manajer Kim
"Aku juga!" jawab Nia
__ADS_1
"Dia selalu berbicara sopan kepada manajer Kim dan para kru namun kenapa dia selalu menggunakan bahasa informal ketika berbicara dengan kita?!" gumam Kira kepada para member.