Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
KENCAN


__ADS_3

"Untuk wanita yang menggunakan pakaian tertutup apakah kamu berminat untuk maju ke depan?" Ujar pembawa acara


Seluruh pandangan tertuju pada Nia, Nia merasa canggung dengan semua tatapan mata yang terus menatapnya.


"Apa aku harus maju?" Ujar Nia


"Majulah ke depan...." Seru seorang pelanggan


Nia maju ke depan dengan rasa gugup.


"Siapa namamu?" Ujar pembawa acara


"Nia... Namaku Nia..." Jawab Nia


"Kamu sepertinya bukan orang Korea asli..." Ujar pembawa acara


"Aku dari Indonesia... Suamiku orang Korea!" Jawab Nia


"Kamu menikah dengan pria Korea?" Ujar pembawa acara


"Benar..." Jawab Nia


"Apa aku bisa menghapus make up yang kamu gunakan?" Ujar penata rias


"Kamu bisa melakukannya..." Sahut Nia


Penata rias mulai merias wajah Nia.


"Kulit mu cukup bagus... Tapi kamu sepertinya jarang menggunakan riasan.." ujar penata rias


"Aku hanya melakukannya ketika keluar rumah... Terkadang juga tidak" jawab Nia


"Benarkah?... Apa suamimu tidak mempermasalahkan hal itu?" Sahut pembawa acara sembari bercanda.


"Dia tidak mempermasalahkannya tapi dia akan mempermasalahkan jika aku menggunakan terlalu banyak make up!" Jawab Nia


"Oouh... Sepertinya suamimu pria yang cemburuan" ujar penata rias


Nia hanya tersenyum menanggapi.


Eun Dan sudah selesai membayar belanjaan yang mereka beli sebelumnya dan meminta mereka untuk mengantar semua barang itu ke rumahnya, Eun Dan mulai berjalan untuk mencari Nia.


"Tapi... Riasan ini aman untuk ibu hamil bukan?" Ujar Nia yang penasaran


"Tentu saja! Ini diperuntukkan untuk ibu hamil! Apa kamu sedang mengandung?" Ujar penata rias


"Iya..." Jawab Nia


"Selamat" ujar penata rias


"Sepertinya riasannya sudah selesai!" Ujar pembawa acara


Eun Dan melihat kerumunan di toko kosmetik di depannya dan mendekati tempat itu untuk mencari Nia, Eun Dan menemukan Nia sedang duduk di depan dan melihat hasil riasan di wajahnya.


"Kamu sangat cantik.." ujar penata rias


"Terima kasih kepada nona Nia yang sudah mau menyempatkan diri untuk maju ke depan" ujar pembawa acara


"Aku yang seharusnya berterima kasih!" Ujar Nia sembari tersenyum


"Apa kamu berminat membeli produknya?" Ujar pembawa acara


"Kamu bisa menanyakannya langsung kepada suamiku!" Nia menunjuk ke arah Eun Dan yang menatapnya dari kerumunan


"Apakah itu suamimu?..." Ujar pembawa acara


"Iya..."


"Dia sepertinya tidak di balik masker itu... Yang pastinya dia sangat tampan... Tuan yang di sana apakah anda akan membelikan istri anda make up ini?" Ujar pembawa acara


Eun Dan maju dan menghampiri istrinya, dia melepas topinya dan memakainya kepada Nia, Eun Dan kemudian mengeluarkan kartu kredit dan membeli satu paket alat make up itu.


"Oouh... Dia sangat romantis!" Ujar pembawa acara


Setelah selesai melakukan pembayaran Eun Dan membungkuk dan menarik Nia pergi dari kerumunan itu.


"Terima kasih Oppa" ujar Nia


Eun Dan menggunakan Ponco hoodie


Untuk menutupi kepalanya, kemudian memegang tangan Nia tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Apa kamu marah?... Apa aku membuat kesalahan lagi?... Oppa... Katakan sesuatu kamu membuat ku semakin terasa buruk!" Ujar Nia


"Seperti yang kamu katakan ada beberapa hal yang tidak bisa kita lakukan di depan umum dan kamu membuat ku sangat ingin melakukannya" ujar Eun Dan terdengar kesal


"Apa itu?" Nia kebingungan


"Kiss... Aku ingin melakukannya karena kamu begitu cantik" ujar Eun Dan


Perkataan Eun Dan membuat Nia tidak bisa berkata-kata.


".... Mari pergi makan siang aku lapar..." Ujar Nia sembari tersenyum


"Kamu sudah lapar lagi?... Kita belum lama memakan ayam goreng dan...."


"Tapi aku lapar.... Apa tidak boleh makan sesuatu?"


"Tentu harus makan... Kita akan pergi ke restoran terdekat..."


Keduanya pergi meninggalkan supermarket dan pergi ke restoran untuk makan siang, tidak sesuai harapan Eun Dan istrinya malah memilih tempat makan sederhana yang tak jauh dari supermarket.


"Kita bisa pergi makan makanan enak di restoran!" Ujar Eun Dan


"Tapi.... Kita harus membayar mahal untuk porsi yang sedikit itu akan menghabiskan banyak uang..."


"Tidak masalah bagi ku asal kamu menyukai makanannya!"


"Berhentilah bersikap seperti itu dan mari pesan makanan"


"Tapi kita tidak pernah makan di restoran mahal... Aku ingin membawamu ke sana setidaknya satu kali..."


"Kita bisa lakukan lain waktu... Sekarang pesan makanannya"

__ADS_1


"Kamu harus menepati janji mu!"


"Baik"


Keduanya menikmati makan siang mereka, Nia begitu lahap menyantap makanan yang dia pesan, meski awalnya kesal Eun Dan tetap merasa senang melihat Nia begitu menikmati makanan mereka.


"Oppa buka mulut mu...!" Ujar Nia yang ingin menyuapi suaminya itu


Eun Dan membuka lebar mulutnya dan memakan makanan yang di beri Nia kepadanya.


"Ini sangat enak" ujar Eun Dan yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya


Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan menuju taman bermain, saat di perjalanan Eun Dan mendapatkan panggilan dari Yeon Jun.


"Halo?..." Ujar Eun Dan


"Kalian ada di mana?" Ujar Yeon Jun


"Kami sedang pergi ke luar... Apa ada masalah?" Raut wajah Eun Dan mulai berubah


"Tidak aku tidak bisa masuk rumah karena tidak mengetahui sandinya..." Ujar Yeon Jun


"423531... Maaf aku lupa mengirim pesan, kami akan pulang terlambat hari ini" ujar Eun Dan


"Baiklah... Semoga kencan kalian berjalan dengan lancar..." Ujar Yeon Jun kemudian mengakhiri panggilan.


"Mereka sedang kencan?" Ujar Yuri


"Sepertinya begitu!" Jawab Yeon Jun


"Aku benar-benar lupa memberi tahu mereka sandi rumah" ujar Eun Dan


"Jika di pikir-pikir kita seperti sedang berkencan saat ini bukan?" Ujar Nia tersenyum


"Mm?... Sepertinya begitu.." Eun Dan tersipu malu


Mereka akhirnya tiba di tujuan, Nia terlihat sangat bersemangat dan hal itu membuat Eun Dan merasa senang juga. Keduanya mulai berjalan masuk taman bermain, Eun Dan membeli tiket masuk baru kemudian mereka


Memasuki area taman bermain, seperti anak kecil yang baru pertama kali memasuki taman bermain Nia mulai berlarian dan hal itu membuat Eun Dan merasa cemas segera menghampiri Nia dan menghentikannya.


"Berhentilah berlarian.... Bagaimana jika kamu terjatuh?!" Ujar Eun Dan yang merasa cemas


"Maaf... Aku hanya terlalu senang... Ini seperti kencan dalam sebuah drama dan merupakan salah satu impian ku" jawab Nia sembari tersenyum


"Aku tau kamu sangat senang tapi tetap harus berhati-hati"


"Baik... Oppa mari beli cotton candy!"


"Kamu menginginkan itu?"


"Iya... Aku mau yang berbentuk beruang.."


"Baiklah... Ayo pergi dan membelinya"


Setelah membeli permen kapas mereka melanjutkan berkeliling, setiap melihat makanan manis Nia selalu menginginkannya dan suaminya tidak bisa untuk menolak keinginan istrinya itu.


"Oppa... Mari beli ice cream! Aku ingin rasa cokelat!"


"Jadi itu yang kamu pikirkan sejak tadi?"


"Tentu saja... Kamu harus tetap menjaga kesehatan"


"Baiklah ini yang terakhir!"


Eun Dan membeli dua ice cream, yang satu rasa cokelat dan yang satunya lagi rasa vanilla, Setelahnya keduanya kembali melanjutkan perjalanan, saat berjalan-jalan Nia melihat bando menggemaskan dengan berbagai karakter dan membuat Nia sangat ingin membelinya.


"Oppa mari beli bando di sana!" Ujar Nia


"Bando?"


"Iya"


Nia meminta Eun Dan memegangi ice cream miliknya dan mulai memasangkan satu persatu bando di kepala Eun Dan untuk memilih mana yang cocok.


"Apa karena kamu sangat tampan? Semuanya sangat cocok dengan mu" Gumam Nia


Eun Dan tersenyum mendengar perkataan Nia.


"Kalau begitu pegang ice cream ini dan aku akan memilihkan satu untuk mu!" Ujar Eun Dan


"Kamu akan memilihkannya untuk ku?... Sepertinya kamu sudah menikmatinya"


"Tentu saja... Aku harus menikmati kencan dan akhir pekan ku sebelum harus bekerja besok!"


"Bukankah kamu bilang akan libur besok?"


"Tapi aku sudah berlibur hari ini dan kamu tidak akan mengizinkan.... Tunggu sebentar... Apa aku bisa libur besok?"


"Kamu yang memintanya sebelumnya"


"Tapi aku pikir itu hanya berlaku ketika mereka datang hari ini dan kita tidak sempat melakukan semua kegiatan ini..."


"Kamu tidak ingin libur besok? Itu juga tidak menjadi masalah"


"Tentu saja aku ingin libur besok!.... Aku harus berfikir keras apa yang harus kita lakukan besok!"


"Sebaiknya pilihkan aku bando terlebih dahulu!"


"Benar kita harus menikmati kencan hari ini terlebih dahulu"


Eun Dan memilih bando Mikey mouse untuk Nia, sedangkan bando kucing untuk Dirinya sendiri.


"Oppa mari naik wahana viking! Aku penasaran bagaimana rasanya" ujar Nia bersemangat


"Tidak boleh! Itu terlalu berbahaya!"


"Mereka sudah memastikan keamanannya...."


"Tetap tidak boleh! Naik yang lain saja!"


"Kamu mulai menyebalkan!"


"Terserah apa katamu namun viking itu terlalu berbahaya!"

__ADS_1


"Kalau begitu mari naik komedi putar! Kamu harus naik bersama ku!"


"Itu adalah mainan anak-anak!"


"Aku sering melihat orang menaikinya di dalam drama! Kalau kamu tidak mau naik komedi putar ayo naik viking"


"Baiklah kita akan naik komedi putar"


"Yes!..."


Setelah membeli tiket keduanya bisa menaiki komedi putar, Eun Dan tidak menyangka jika tidak hanya mereka berdua orang dewasa yang menaiki komedi putar, Eun Dan duduk menyamping dan mengarah kepada Nia. Begitu juga Nia yang duduk menyamping karena dia menggunakan gamis.


"Permisi..." Ujar Eun Dan kepada penjaga wahana


"Iya ada yang bisa saya bantu?" Ujar penjara wahana


"Berapa berat badan maksimal kuda itu?" Ujar Eun Dan menunjuk kuda yang Nia tumpangi


"Kenapa?" Ujar penjaga wahana yang terkejut


"Hanya saja duduk dalam posisi itu mungkin akan berbahaya" ujar Eun Dan


"Wahananya tidak akan berputar cepat!" Ujar penjaga wahana


"Tetap saja..."


"Kalau begitu kamu punya pilihan lain.. kamu bisa naik bersamanya atau tetap dalam posisi semula! Wahananya akan segera berputar!" Ujar penjaga wahana


Eun Dan kembali ke tempatnya, dan terus menatap Nia dengan penuh kecemasan di matanya.


"Aku akan baik-baik saja! Wahana ini tidak berbahaya jadi jangan cemas" Ujar Nia


Eun Dan menganggukkan kepalanya tanpa mengurangi rasa cemasnya, wahana mulai berputar perlahan dan jantung Eun Dan berdegup kencang hingga wahananya berhenti.


Eun Dan segera turun dari tempat duduknya dan membantu Nia untuk turun dari tempat duduknya, Nia tersenyum melihat Eun Dan yang sedang cemas dengan hal sederhana itu


"Kamu bahkan berkeringat hanya dengan menaiki wahana ini" Nia menggoda Eun Dan


"Kamu yang menyebabkan semua ini!" Ujar Eun Dan


Nia tersenyum dengan pernyataan Eun Dan.


"Sangat menyenangkan mendapatkan cinta dari seseorang yang kucintai" ujar Nia


Hal itu membuat Eun Dan tidak bisa berkata-kata, mereka melanjutkan perjalanan mengelilingi taman bermain yang besar itu, keduanya mengambil foto satu sama lain dan ber-selfie bersama.


"Permisi bisa bantu kami mengambil gambar?" Ujar Eun Dan kepada pengunjung


"Tentu" jawab pengunjung itu


Mereka mengambil beberapa gambar bersama, pada beberapa pengambilan gambar terakhir Eun Dan melepaskan maskernya lalu membuat pose menggemaskan bersama Nia.


"Terima kasih!" Ujar Eun Dan


".... Waah... Eun... Eun Dan Oppa!" Ujar pengunjung itu


"Sst!.... Jangan berteriak aku tidak ingin menimbulkan perhatian! Selain itu aku bukan lagi seorang idol... Jadi aku mohon bantuannya" ujar Eun Dan


"Aku adalah penggemar mu! Kamu masih sangat tampan.... Tidak... Tidak.... Kamu semakin tampan dari pada terakhir kali!" Ujar pengunjung dengan bersemangat.


"Terima kasih untuk pujiannya! Aku harus pergi!" Ujar Eun Dan kemudian tersenyum kepadanya.


"Dia tersenyum kepada ku!" Pengunjung itu sangat senang dan terus menatap Eun Dan yang pergi menjauh darinya.


Eun Dan pergi menghampiri Nia dan mengajaknya kembali berkeliling.


"Dia sepertinya penggemar mu!" Ujar Nia


"Itu yang dia katakan!" Jawab Eun Dan


"Tapi dia tidak meminta berfoto bersama mu?"


"Aku bukan lagi publik figur jadi itu tidak ada gunanya!"


"Tapi... Ya sudahlah!... Oppa ayo beli sesuatu yang bisa di makan!"


"Kamu lapar lagi?"


"Iya!"


Mereka pergi mencari makanan, Eun Dan membelikan Nia roti lapis tanpa daging, mereka duduk di kursi panjang dan Nia mulai memakan roti lapis itu.


"Makan secara perlahan! Kamu bisa tersedak!" Ujar Eun Dan


Nia menganggukkan kepalanya dan tersenyum dengan mulut yang penuh dengan makanan. Setelah selesai makan mereka berniat menaiki bianglala, namun karena terlalu banyak makan Nia ingin pergi ke toilet jadi mereka harus pergi ke toilet terlebih dahulu, Eun Dan menunggu Nia di depan toilet sembari memegangi tas miliknya.


"Oppa ayo pergi menaiki bianglala!" Ujar Nia ketika keluar toilet


"Itu rencana yang bagus... Ini sudah semakin larut dan semakin dingin!" Ujar Eun Dan


"Ini baru pukul 18.30.... jika di Indonesia ini baru pukul 16.30 bukan?"


"Kita tidak membandingkan waktu di kedua negara, hanya saja cuaca saat ini sudah semakin dingin"


"Baiklah.... Ayo pergi menaiki bianglala!"


Bianglala yang mereka naiki mulai berputar secara perlahan dan hampir mencapai puncak, Nia sangat menikmati pemandangan malam kota Seoul yang indah itu.


"Oppa apa kamu pernah mendengar tentang mitos bianglala?" Ujar Nia yang terpanah memandang pemandangan di luar


"Aku tau itu!... Kamu mau mencobanya?" Ujar Eun Dan


"Itu terdengar romantis!" Ujar Nia melihat Eun Dan sembari tersenyum lebar


"Kita hampir mencapai puncak?" Suara Eun Dan menjadi lebih berat dari biasanya


"Sedikit lagi sampai ke puncak!" Ujar Nia yang begitu bersemangat


Eun Dan tersenyum melihat tingkah kekanakan Nia.


"Aku akan mulai sekarang!" Ujar Eun Dan


Eun Dan menarik Nia lebih dekat kepada, wajah mereka perlahan semakin mendekat dan mereka mulai berciuman dan menabur cinta di dalamnya, hingga mereka melewati puncaknya.

__ADS_1


__ADS_2