
"Benar aku ingin pergi ke luar karena merasa bosan di rumah!" ujar Nia
"Baiklah kau bisa pergi!" jawab Eun Dan
"Terima kasih bos!" ujar Nia
"Bukan masalah! aku harus kembali latihan!" ujar Eun Dan sebelum mematikan telponnya
"Dia sudah mematikannya! jika di pikirkan aku hari ini mendapat begitu banyak panggilan!" ujar Nia
Nia kemudian kembali menelpon Yeol Soo dan mengatakan jika dia bisa pergi, tak berapa lama kemudian Yeol Soo tiba dengan mobilnya, Nia langsung masuk ke dalam mobil Yeol Soo dan mereka pergi ke taman bermain.
Nia awalnya merasa bingung kenapa Yeol Soo mengajaknya ke taman bermain,
"Apa yang kita lakukan disini?" ujar Nia
"Apa yang kau pikirkan?" ujar Yeol Soo
"Kau tidak menjawab pertanyaan ku!" ujar Nia
"Kita akan bersenang-senang! bagaimana menurut mu?" ujar Yeol Soo
mereka kemudian turun dari mobil dengan Nia yang masih cemberut dan merasa tidak senang.
"Kau tidak suka?" ujar Yeol Soo
namun Nia hanya diam dan tak menghiraukan pertanyaan yang diberikan oleh Yeol Soo
"Nia!!!! kau sungguh sedang marah padaku?" ujar Yeol Soo
"Bukan seperti itu!!!! hanya saja!!! kenapa kau melakukan semua ini?" ujar Nia
"Itu karena kita adalah teman! aku sedang libur kerja dan aku bosan hal yang pertama terpikirkan oleh ku adalah mengajakmu untuk pergi ke luar! itu saja" ujar Yeol Soo
"Benarkah?" ujar Nia
"Benar!" jawab Yeol Soo
"Kalau begitu baiklah!" ujar Nia diikuti senyuman
"Kau sudah tidak marah lagi? kalau begitu aku akan membeli tiket masuk!" ujar Yeol Soo dengan semangat
Yeol Soo pergi untuk membeli tiket masuk area taman bermain, sedangkan Nia menunggu di dekat mobil setelah beberapa saat kemudian Yeol Soo datang dengan dua tiket di tangannya sembari tersenyum.
mereka pergi masuk taman bermain bersama-sama Nia nampak begitu bersemangat dan hal itu membuat Yeol Soo ikut merasa senang.
mereka menaiki komedi putar bersama, setelahnya membeli es krim dan berkeliling melihat lihat
"Kita kembali membeli es krim di musim dingin!" ujar Yeol Soo
__ADS_1
"Aku rasa kau benar!" ujar Yeol Soo ikut tersenyum
"Kau benar! tapi ini tidak terasa begitu buruk!" ujar Nia sembari tersenyum
mereka sungguh sedang bersenang-senang saat melihat barisan mesin capit, Yeol Soo melihat Nia sepertinya sangat tertarik dengan itu sehingga Yeol Soo mengajak Nia untuk memainkannya, dengan cepat Nia menyetujuinya.
mereka main bersama dengan mesin yang berbeda, Nia terus mengincar sebuah boneka beruang, hal itu membuat Yeol Soo juga ingin mendapatkannya untuk Nia. Nia terus saja gagal mendapatkan boneka yang dia inginkan dan koinnya tidak tersisa sama sekali.
saat Nia berbalik menghadap Yeol Soo, Yeol Soo sudah menadahkan boneka beruang itu di depan Nia dengan begitu otomatis Nia merasa senang dan dengan tiba-tiba memeluk Yeol Soo.
Yeol Soo yang merasa kaget dengan hal itu mengeras bagai batu untuk beberapa waktu, Nia melepaskan pelukannya dia kemudian mengambil boneka beruang itu dari tangan Yeol Soo dan memeluknya.
Yeol Soo masih sedikit syok dengan apa yang baru saja terjadi, Yeol Soo terdiam dan tak mendengar saat Nia memanggilnya, sampai dengan ketika Nia memegang lengannya.
"Terima kasih!" ujar Nia
"Iya!" jawab Yeol Soo
"Kau tahu aku sangat ingin mendapatkan boneka dari mesin capit! dan aku mendapatkannya walau hanya sebuah pemberian!" ujar Nia
"Apa itu tidak masalah jika bukan boneka beruang?" ujar Yeol Soo
"Tidak itu bukan masalah sama sekali!" ujar Nia sembari tersenyum menatap bonekanya
"Mari kita ke sana!" ujar Yeol Soo menunjuk ke keramaian
"Baik!" ujar Nia menuruti perkataan Yeol Soo
"Bagaimana jika kita masuk rumah hantu!" ujar Nia.
"Rumah hantu? kau tidak akan merasa takut?" tanya Yeol Soo
"Dari kecil aku sangat penasaran dengan rumah hantu! jika merasa takut itu hal yang biasa bukan?" ujar Nia.
"Baiklah!" jawab Yeol Soo
mereka pergi menuju rumah hantu, awalnya saat memasuki rumah hantu Nia masih baik-baik saja namun ketika Nia dikagetkan oleh seorang yang menyamar jadi hantu di langsung refleks dan memegang tangan Yeol Soo sembari memejamkan matanya.
"Kau merasa takut?" tanya Yeol Soo
"Bukan seperti itu! hanya saja itu membuat ku merasa sedikit kaget!" ujar Nia.
"Benarkah?" ujar Yeol Soo sembari tertawa kecil
"Kau menertawakan ku?" Nia merasa kesal
"Baiklah! maafkan aku!" ujar Yeol Soo sembari tersenyum
"Kau tidak akan mengulanginya?" ujar Nia sembari cemberut
__ADS_1
"Iya!" jawab Yeol Soo
"Baiklah!" ujar Nia
mereka kembali berjalan menuju pintu keluar, dengan Nia terus berpegangan tangan kepada Yeol Soo Karena takut melihat para hantu-hantu bohongan itu
setelah sampai di luar Nia dengan lemas melepaskan pegangannya pada Yeol Soo, terlihat begitu jelas jika dia sedang ketakutan, hal itu membuat Yeol Soo merasa tidak senang dan mengajaknya untuk pergi membeli cotton candy untuk menghibur Nia.
Nia dengan lesu menerima tawaran dari Yeol Soo, mereka pergi ke penjual cotton candy dan membeli satu cotton candy karena Yeol Soo tidak menginginkannya.
"Kau sungguh tidak ingin ini?" tanya Nia.
"Tidak! itu akan merusak gigi!" ujar Yeol Soo
"Tidak akan begitu parah jika hanya sedikit!" ujar Nia.
"Tidak! itu makanan anak-anak!" ujar Yeol Soo merasa malu
"Makanan anak-anak?" tanya Nia
"Bukan seperti itu!!!! hanya saja!!!!……" Yeol menghadap Nia.
Nia menyuapkan satu potongan cotton candy kepada Yeol Soo, hal itu membuat Yeol Soo berhenti bicara dan memakan cotton candy yang mulai mencair di mulutnya.
"Sangat manis!" ujar Yeol Soo kemudian
"Karena itu merupakan gula!" ujar Nia
"Kenapa kau begitu berbelit-belit saat sedang bicara?" ujar Yeol Soo
"Kenapa kau mengalihkan pembicaraan?" ujar Nia
"Apa kau sudah selesai? jika sudah kita bisa pergi untuk menaiki bianglala!" ujar Yeol Soo
"Bianglala?" tanya Nia.
"Habiskan saja cotton candy itu terlebih dahulu!" ujar Yeol Soo
"Okay Yeol oppa!!" ujar Nia begitu semangat
"Yeol oppa?" ucap Yeol Soo sembari tersenyum
Nia dengan cepat menghabiskan cotton candy miliknya, melihat Nia yang begitu bersemangat membuat Yeol Soo ikut merasa senang juga
"Pelan-pelan saja!" ujar Yeol Soo
Nia tidak menghiraukan dan terus memakan cotton candy itu dengan terburu-buru sehingga pipinya terasa lengket karena gula.
Yeol Soo mengeluarkan sapu tangannya untuk membersihkan wajah Nia Yeng belepotan
__ADS_1
"Bukankah sudah kukatakan untuk santai saja!" ujar Yeol Soo
"Kau sungguh seperti seorang kakak! aku selalu berharap punya saudara laki-laki!" ujar Nia sembari tersenyum dan menatap Yeol Soo