Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
sangat lelah


__ADS_3

Nia kemudian pergi ke kamar Eun Dan dan mengambil sepatu itu, dan benar saja Nia memerlukan kursi untuk menggambil sepatu yang terletak cukup tinggi. setelah itu Nia bersiap untuk mengantar sepatu tersebut kepada Eun Dan setelah berada di depan pintu rumah Nia menelpon Eun Dan


"Bos……?"


"Ada apa? apa sepatu itu tidak ada di sana?"


"Bukan itu! kau menyuruhku untuk mengantar sepatu ini tapi kemana aku harus mengantarnya?"


"Aaah benar aku lupa memberi alamat ku aku akan segera mengirim alamatnya melalui pesan!" langsung mematikan telponnya


"B…… Ada apa dengan pria ini mengapa begitu menyebalkan dia bahkan langsung mematikan telponnya!"


Nia memasukkan ponselnya ke dalam tas kemudian dia pergi ke halte bus untuk menuju ke alamat yang di berikan oleh Eun Dan, Nia memeriksa rute bus yang akan mengantarkan dia ke alamat tempat Eun Dan sedang syuting.


"Aku rasa ini hari keberuntungan bagiku, hanya perlu menunggu 8 menit lagi!" ujar Nia sembari melihat jam


sekitar 5 menit kemudian sebuah mobil putih berhenti di halte bus, Nia mengira jika mungkin pemilik mobil itu sedang ingin beristirahat, tak berselang lama supir mobil itu keluar


"Oh?…… Yeol oppa?"


Yeol Soo tersenyum kemudian mendekati Nia


"Apa yang kau lakukan disini? Apa kau akan pergi lagi?"


"Benar aku harus mengantar sepatu dan sapu tangan kepada majikanku! busnya sebentar lagi akan datang! ah… baru saja di bicarakan busnya sudah tiba!"


Sembari melihat ke arah bus, saat bus berhenti Nia tidak naik dan bus nya pergi begitu saja, itu karena Yeol Soo memegang tangannya.


"Biar aku yang mengantar mu kali ini! jangan menolak! karena kau tidak punya pilihan lain!" ujar Yeol Soo


Nia hanya menanggapi dengan senyuman dan diikuti anggukan, mereka pergi bersama Nia menunjukkan alamat yang harus dia tuju kepada Yeol Soo.


"Apa yang akan dilakukan oleh bos-mu sehingga membutuhkan sapi tangan dan sepatu?"


"Kau benar-benar tidak tahu? atau hanya berpura-pura tidak tahu?"


"Baiklah..baiklah aku mengetahuinya! tapi apa dia seorang bos yang baik?"


"Tentu saja dia sangatlah baik!"


"Itu terdengar bagus!……… "


********


"Kita sudah sampai!" ujar Yeol Soo

__ADS_1


"Benarkah? Oh benar itu pasti kerumunan orang yang sedang syuting!" ujar Nia sembari menunjuk ke arah kerumunan orang-orang


Nia kemudian turun dari mobil, dia tidak melambaikan tangan namun melihat Yeol Soo dari kaca luar


"Kau tidak ikut turun denganku?" sembari tersenyum


"Aku?" tanya Yeol Soo merasa bingung


"Mmm...! jika kau tidak sibuk!" jawab Nia dengan tersenyum di sertakan anggukkan


Dengan senang hati Yeol Soo turun dari mobil dan mereka pergi bersama, Nia melihat Eun Dan kemudian dia menghampirinya di ikuti oleh Yeol Soo,


Nia memberikan sepatu dan sapu tangan kepada Eun Dan.


"Siapa dia?" tanya Eun Dan dengan heran melihat Yeol Soo


"Dia temanku!" ujar Nia sembari tersenyum


"Halo!" ujar Yeol Soo sembari membungkuk


"Teman?" Eun Dan nampak begitu terkejut


"Mmm!" kata Nia dengan polosnya dan di sertakan anggukan kepala sedikit cepat


"Tapi aku sudah makan siang banyak hari ini bersama Nyonya!"


"Baiklah apa kalian akan segera pergi?"


"Jika aku……" ujar Yeol Soo


"Tentu aku rasa oppa tidak nyaman ada disini!"


"Oppa?" ujar Eun Dan begitu heran!


"Kenapa? oppa kan artinya kakak!"


"Tidak hanya saja……!"


"Sudahlah kami akan pergi! bos semangat!" ujar Nia menyemangati Eun Dan.


Yeol Soo hanya tersenyum melihat tingkah laku Nia yang begitu menggemaskan, mereka pergi bersama meninggalkan Eun Dan begitu saja,


"Ada apa dengan anak itu?" ujar Eun Dan dengan kesal


"Dia sungguh menggemaskan!" ujar manejer Hong

__ADS_1


"Dan apa yang terjadi padamu!" ujar Eun Dan semakin kesal


Manejer Hong kemudian pergi meninggalkan Eun Dan


"Ada apa ini sebenarnya!" Eun Dan semakin kesal


Tatapan Eun Dan kemudian terarah ke Nia dan Yeol Soo, Nia yang tersenyum begitu lepas bersama dengan Yeol Soo dan tidak pernah begitu dengannya.


"Mereka sepertinya sangat dekat!" ujar Eun Dan seakan ada rasa cemburu yang terpaut pada kalimat yang dia ucapkan


Lambat laun Nia dan Yeol Soo menghilang dari pandangan Eun Dan, begitupun Eun Dan dia pergi menghampiri para kru, sedangkan Nia dan Yeol Soo kemudian pergi ke sebuah danau yang terletak tidak terlalu jauh dari lokasi syuting.


"Apa yang kita lakukan disini?" tanya Nia.


"Kenapa? apa kau sibuk?" ujar Yeol Soo


"Bukan seperti itu! tapi kenapa kau sangat sinis?"


"Tidak!" memalingkan wajahnya


"Danau ini sangat indah!" ujar Nia sembari tersenyum kemudian melihat Yeol Soo


Mereka saling menatap sesaat


"Yeol Soo oppa?"


"Hmm…… haah haha…! kau mengatakan sesuatu? hehe……"


"Kau sepertinya sangat canggung!"


"Sedikit!"


Setelah beberapa saat mereka menikmati pemandangan danau, Nia meminta Yeol Soo untuk mengantarnya pulang, Nia mengatakan bahwa dia memiliki pekerjaan rumah, karena tidak ingin mengganggu pekerjaan Nia sehingga Yeol Soo langsung bersedia mengantar Nia pulang, setelah sampai di depan rumah Nia langsung turun dari mobil dan membungkukkan badan sembari tersenyum kepada Yeol Soo, Yeol Soo membalas menundukkan kepala dan tersenyum kepada Nia, Yeol Soo juga melambaikan tangan kepada Nia baru kemudian pergi, setelah mobil Yeol Soo sudah jauh Nia baru masuk kedalam rumah, bukannya merasa senang Nia malah merasa sangat sedih dengan apa yang terjadi hari ini, Nia merasa takut, namun semuanya terasa hampa karena Nia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya sedang dia takuti, hari itu berlalu seperti biasa Eun Dan tidak pulang Sebelumnya Eun Dan sudah mengabari Nia jika dia tidak akan pulang ke rumah karena langsung pergi ke dorm mereka.


******


Keesokan harinya seperti biasa Nia melakukan rutinitas hariannya sebagai seorang asisten rumah tangga, siang hari itu Nia akan pergi berbelanja membeli beberapa keperluan dapur dia juga harus ke supermarket untuk membeli kain pel dan kain lap, Nia yang biasanya menunggu bus sekarang dia memanggil taksi, Nia langsung pergi ke supermarket dan berjalan-jalan sembari melihat barang-barang yang begitu banyak.


***


Setelah menemukan kain pel dan kain lap Nia kemudian pergi ke bagian penjualan sayuran, dia membeli beberapa jenis sayuran dan buah-buahan, dia kemudian pergi ke toko Snack dan membeli beberapa jenis Snack untuk stok, setelah selesai Nia melewati beberapa toko pakaian dia cukup tertarik melihat pakaian-pakaian yang di jual di salah satu toko yang dia lewati sehingga dia berhenti dan melihat-lihat pakaian yang ada di sana, dia kemudian memutuskan untuk membeli satu setelan baju dan celana santai.


"Ini cukup mahal!, tapi aku rasa bukan suatu hal yang buruk lagian aku juga sudah sangat lama tidak membeli pakaian!" ujar Nia sembari berjalan menuju pintu keluar toko.


Saat Nia sudah berada di pintu masuk supermarket dia baru ingat jika dia harus membeli, sebuah novel karena sebelumnya Eun Dan meminta Nia membeli novel dengan judul 'my happiness is with you' yang mengisahkan tentang kehidupan seorang Ateis yang jatuh cinta kepada Muslim dan perjalanan mereka cukup rumit karena rasa cinta mereka tidak ada artinya karena sang pemuda muslim sangat berpegang teguh pada kepercayaannya dan kebetulan Eun Dan sedang memerankan seorang yang menganut agama Hindu dan mencintai seorang Muslim, dan dia diminta untuk membaca novel itu untuk mendalami karakter dalam drama barunya Karena kisahnya di bilang cukup sama.

__ADS_1


__ADS_2