
"Ha~aah apa yang harus ku lakukan hari ini" ujar Nia yang mulai merasa bosan saat Eun Dan pergi bekerja
Nia berjalan-jalan dia pergi ke kamar kemudian ruang tamu dan pergi ke dapur pada akhirnya kembali ke kamar.
"Aku sepertinya perlu menonton televisi!"
Nia menghidupkan televisi yang ada di kamar
"Saat masih lajang aku biasanya akan menghabiskan waktu dengan ponsel! Tapi kenapa sekarang tidak ini sedikit aneh... Aku pikir orang lain tidak melakukan hal yang sama"
Nia mulai menonton televisi, namun dia mulai merasa bosan, Nia melihat ponselnya dan memutuskan menghubungi Eun Dan, namun dia ragu karena takut Eun Dan sedang rapat, jadi Nia mengirim pesan kepada suaminya itu untuk memastikan apakah dia sedang sibuk atau tidak.
"Apa kamu sibuk?" Ketika Nia kemudian di kirim kepada Eun Dan
Terlihat bahwa Eun Dan sedang mengetik, hal itu membuat Nia menyadari bahwa suaminya sedang sibuk
"Aku sedang rapat!... Semua mata sedang tertuju padaku sekarang!... Aku akan menghubungi mu setelah selesai rapat!" Ketika Eun Dan
Nia tersenyum membaca apa yang di ketik suaminya itu.
"Kamu bisa melanjutkannya!" Ujar Eun Dan di ruang rapat yang begitu menegangkan namun Eun Dan begitu tenang karena dia yang menyebabkan ketegangan itu.
Nia menunggu Eun Dan menghubunginya sembari menonton acara lawak di televisi, namun sepertinya rapatnya cukup penting sehingga begitu lama.
"Aku tidak tau jika mantan idol akan begitu menakutkan ketika berbisnis!" Ujar seorang karyawan setelah rapat usai
"Dia memang terkenal dengan wajah sangarnya itu tapi dia sangat keren?"
Timpal temannya yang seorang wanita
"Aku tidak membicarakan wajah datar dan dinginnya itu! Tapi suasana ruangan begitu mencekam setiap kali diadakan rapat... apa kamu tau penyebabnya?"
"Aku tidak tau! Yang aku tau Direktur Do sangat tampan dan berwibawa!" Cetusnya
Karyawan lainnya hanya bisa menghela nafas mendengar ucapan rekan kerjanya itu.
"Apa dia tidak akan menghubungi ku?" Ujar Nia yang mulai merasa bosan menunggu panggilan dari suaminya itu
Nia menerima panggilan video dari Eun Dan.
"Aku akan mengabaikannya!!" Ujar Nia kesal
Eun Dan kembali menghubungi Nia namun masih di abaikan
"Ada apa ini? Apa yang sedang dia lakukan sehingga tidak mengangkat panggilan ku?!" Ujar Eun Dan menatap layar ponselnya
Eun Dan menocoba melakukan panggilan video lagi dan kali ini Nia mengangkat panggilan itu.
"Apa yang sedang kamu lakukan sehingga tidak mengangkat panggilan ku?" Ujar Eun Dan menatap Nia dari layar ponselnya
"Waalaikumusallam..." Ucap Nia menatap suaminya
"Benar aku melupakan hal yang penting... Maaf... Assalamualaikum!" Eun Dan tersenyum malu
"Waalaikumusallam... Apa yang kamu lakukan?" Melihat Eun Dan yang sepertinya sedang berjalan
"Aku dalam perjalanan kembali ke ruangan ku!"
"Rapatnya cukup lama!"
"Itu karena ini proyek yang cukup besar"
"Benarkah?"
Eun Dan sampai di ruangannya dan duduk di sofa
"Ini proyek yang bernilai miliaran!"
"Jangan di bahas! Oppa apa kamu sudah makan siang?"
"Ini masih belum waktu makan siang!" Ujar Eun Dan melihat jam tangannya
"Tapi sepertinya aku harus memasak sekarang!" Nia bangkit dan menuju ke dapur
"Apa yang akan kamu masak untuk makan siang?"
"Telur gulung!"
"Hanya itu?"
"Itu sudah cukup!... Ada kimchi dan acar lobak di kulkas"
"Tapi... Apa kamu ingin datang ke kantor ku?.... Kita bisa makan siang bersama... Aku juga ingin bertemu dengan mu"
"Apa ini... Biasanya juga tidak menghubungiku..."
"Aku tidak ingin mengganggu waktu mu karena itu tidak menghubungi mu!"
"Apakah tidak ada alasan yang lebih bagus?"
"Itu bukan alasan... Kamu mau datang bukan?" Diakhiri dengan senyum manis di bibirnya
"Aku akan pergi setelah selesai memasak!"
"Yes!..." Begitu senang dan bersemangat
"Orang akan penasaran dengan apa yang kamu lakukan sehingga membuat mu begitu bahagia!"
"Aku menutup tirainya!"
"Terserah kamu!"
Nia selesai menyiapkan makan siang dan memasukkannya ke kotak makan, Nia siap untuk pergi dan Eun Dan sudah mengirim taksi ke rumah mereka.
"Aku akan mengakhiri panggilan!"
"Jangan coba-coba! Akhiri panggilannya setelah tiba di kantor!" Ujar Eun Dan yang sedang sibuk dengan berkas yang menumpuk
Nia tidak mengakhiri panggilan mereka namun keduanya tidak bicara.
__ADS_1
"Siapa yang sedang kamu hubungi?" Chan Soo (sekretaris Eun Dan)
"Istriku!"
"Apa dia akan datang?"
"Dia sedang dalam perjalanan... Jadi hyeong bantu aku menyelesaikan ini segera!" Eun Dan memohon
"Sudah ku duga! Kamu tidak akan bisa jika dilepas begitu saja!"
"Kamu pikir aku binatang peliharaan? Siapa suruh mengikuti ku sampai ke sini?!"
"Kamu tetap saja kekanakan meski sudah menikah!"
"Hyeong...! Apa kamu akan membantu ku?... Aku mohon... Istriku sedang dalam perjalanan..."
"Baik... Baiklah..."
Chan Soo membantu Eun Dan memeriksa semua berkas agar lebih cepat.
Chan Soo adalah orang yang paling bertanggung jawab atas Eun Dan ketika dia menjadi idol, Chan Soo merupakan saksi dari perjalanan karir Eun Dan dari bawah hingga dia begitu terkenal, meski dia tidak menjadi manajernya secara langsung, Chan Soo tetap mengawasi setiap kegiatan Eun Dan. Ketika dia mengetahui bahwa Eun Dan menjalankan perusahaan setelah berhenti menjadi idol, Chan Soo mendatangi Eun Dan untuk melamar pekerjaan meski dia sendiri masih memiliki pekerjaan.
Nia akhirnya tiba di perusahaan setelah perjalanan yang cukup panjang, Nia memasuki perusahaan dan mendekati resepsionis, semua mata memandang kepada Nia, seorang wanita yang menggunakan pakaian begitu tertutup dan menggunakan masker, orang-orang hanya dapat melihat matanya dan postur tubuh kecilnya.
"Siapa dia?" Bisik seorang resepsionis kepada rekan di sampingnya
"Dia mungkin seorang tamu!" Jawab rekannya
Panggilan mereka terputus karena ponsel Nia kehabisan baterai, Nia merasa gugup karena tidak nyaman dengan semua pandangan itu.
"Permisi... Aku ingin menemui Do Eun Dan!" Ujar Nia kepada resepsionis
"Maksudmu direktur Do?" Jawab seorang resepsionis
"Iya!"
"Apa kamu sudah membuat janji?"
"Janji? Janji tertulis?"
"Iya... Kamu harus membuat janji untuk bertemu dengannya!"
"Benarkah? Tapi aku pikir itu tidak perlu! Bisakah kalian menghubunginya untuk ku? Ponselku mati!" Ujar Nia
Sedangkan di ruangannya Eun Dan baru saja menyelesaikan pekerjaannya, dia melihat ponselnya dan panggilannya sudah terputus dia pikir Nia pasti sudah tidak di perusahaan dan bergegas turun.
"Hyeong apa kamu ingin ikut?" Ujar Eun Dan
"Tentu sudah lama tidak bertemu dengan istrimu"
Mereka berdua turun bersama, dan panggilan resepsionis masuk ke panggilan telepon perusahaan.
"Dia tidak mengangkat!" Ujar resepsionis
"Benarkah? Jadi aku harus pergi dan tidak bisa menemuinya?"
"Ini menyebalkan! Aku sudah datang jauh-jauh dan dia malah bersembunyi di ruangannya... Aku tidak akan menemuinya lagi..." Gumam Nia kesal dan mulai berjalan pergi
Eun Dan sedang berada di lift bersama Chan Soo
"Hyeong kamu akan tercengang melihat istriku... Dia sudah menggunakan hijab sekarang"
"Benarkah?"
"Pakaian tertutup itu adalah yang terbaik untuknya" ujar Eun Dan terlihat sangat senang
"Kenapa?"
"Kita tidak harus membahasnya!" Ujar Eun Dan
Pintu lift terbuka mereka berdua keluar bersama, terdapat dua karyawan lain di dalam lift itu dan mereka tercengang melihat Eun Dan tersenyum begitu santai.
Nia sudah berada di luar perusahaan dengan perasaan kecewa karena tidak bisa menemui Eun Dan.
"Dia menyebalkan! Seharusnya tidak memintaku untuk datang!" Ujar Nia menoleh ke arah dalam perusahaan
Eun Dan melihat Nia ada di luar pintu perusahaan, namun raut wajah Eun Dan mendadak berubah 180° karena melihat sepertinya Nia tidak berada di sana karena baru saja tiba namun seperti ingin kembali. Menyadari hal yang sama Chan Soo pergi ke resepsionis untuk menanyakan uang terjadi sebelumnya, sedangkan Eun Dan terus menatap Nia dan mempercepat jalannya, karena takut Nia akan benar-benar pergi Eun Dan berlari dengan sekuat tenaganya untuk menghampiri Nia, beberapa karyawan yang akan pergi makan siang mulai memperhatikannya namun dia tidak mempedulikan hal itu, penjaga pintu membungkuk kepada Eun Dan ketika Eun Dan terengah-engah di depan pintu yang mulai terbuka secara perlahan.
"Kemana kamu akan pergi...." Ujar Eun Dan terengah-engah
Nia menoleh dan menemukan Eun Dan yang terlihat sangat lelah dan berkeringat.
"Apa kamu berlari? Ruangannya sangat luas!" Ujar Nia kebingungan
"Aku bertanya kemana kamu akan pergi?" Teriak Eun Dan membuat semua orang terdiam
"Aku... Aku tidak bisa menemui mu jadi aku harus pulang!... Kenapa kamu berteriak?" Nia gelagapan mendengar Eun Dan yang berteriak kepadanya
"Mereka mengusir mu?" Ujar Eun Dan berjalan mendekati Nia
"Tidak... Mereka hanya bilang aku harus membuat janji terlebih dahulu... Mereka juga menghubungi mu tapi kamu tidak mengangkat panggilan... Kenapa kamu begitu marah?"
"Kenapa tidak menghubungi ku?" Eun Dan memeluk Nia
"Ponselku mati... Apa kamu menangis?... (Melepaskan pelukannya dan menemukan Eun Dan menangis)... Kenapa kamu menangis?" Nia mengusap air mata Eun Dan
"Aku pikir aku akan terlambat mengejar mu dan kamu akan pergi begitu saja"
"Aku hanya akan pulang ke rumah dan kita akan bertemu lagi di sana... Kenapa kamu harus menangis?!"
"Aku yang menyuruhmu untuk datang dan kamu akan pergi dalam keadaan marah itu tidak benar"
"Kalau begitu kita harus masuk sekarang?" Ujar Nia
"Tentu saja!"
"Matamu mudah sekali memerah! Padahal hanya setetes air mata yang mengalir!" Ujar Nia menggodanya
"Itu karena aku marah!" Ujar Eun Dan
__ADS_1
Eun Dan memegang tangan kanan Nia dan mengambil bekal yang dia bawa di tangan kirinya.
"Aku akan membawa ini!" Ujar Eun Dan
"Kamu bisa melakukannya!" Nia tersenyum meskipun tidak terlalu bibirnya namun terlihat jelas di matanya
Saat mereka masuk semua pandangan tertuju kepada kedua pasangan itu, Eun Dan berjalan menyesuaikan langkahnya dengan Nia, meskipun para karyawan tidak berkerumun namun itu akan membuat Nia merasa canggung karena tidak terbiasa dengan hal itu, mereka menghampiri Chan Soo yang masih berada di dekat para resepsionis.
Para karyawan kembali bergerak untuk pergi makan siang, sedangkan para resepsionis masih tertunduk di tempat mereka.
"Kalian tidak pergi makan siang?" Ujar Nia kepada mereka
"Kami ingin meminta maaf atas kesalahan yang kami lakukan" ujar salah seorang resepsionis
"Tidak perlu... Kalian hanya menjalankan tugas kalian!" Ujar Nia
"Kalian bisa pergi makan siang!" Ujar Chan Soo
"Chan Soo oppa?" Ujar Nia begitu senang
"Oppa?" Eun Dan terdengar kesal
"Kamu masih mengenalku?" Ujar Chan Soo
"Tentu!... Aku adalah penggemar mu!" Ujar Nia
"Sebaiknya kita makan siang!" Ujar Eun Dan yang cemburu
"Mari makan siang bersama oppa" ujar Nia yang membuat telinga Eun Dan memerah karena kesal
Chan Soo tertawa melihat Eun Dan yang sedang cemburu
"Kalian makan saja aku sudah ada janji!" Ujar Chan Soo
"Kalau begitu kamu pergi dulu... Hyeong!" Ujar Eun Dan kesal
"Selamat makan siang" ujar Nia
Nia dan Eun Dan pergi meninggalkan Chan Soo, sedangkan Chan Soo tersenyum melihat keduanya yang mulai pergi menjauhinya
"Aku tidak tau jika dia bisa lebih merepotkan dari biasanya!" Ujar Chan Soo
Ketika berada di lift Eun Dan terus melihat ke arah Nia yang lebih pendek darinya
"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" Ujar Nia melihat dari pantulan bayangan di lift
"Aku hanya suka melakukannya!" Ujar Eun Dan
"Tapi ada orang lain di dalam lift!" Bisik Nia
"Siapa yang peduli!"
"Aku!... Aku peduli dengan hal itu"
"Baiklah aku akan menuruti mu!"
Eun Dan membawa Nia ke ruang kerjanya, Nia kagum memasuki ruangan yang luas itu yang bahkan lebih luas dari kamar mereka.
"Lanjutkan melihat-lihat nanti sekarang kita makan siang dulu!" Ujar Eun Dan sembari membuka kotak makanan yang Nia bawa
"Baik..."
Mereka makan siang bersama setelah beberapa hari tidak melakukannya karena Eun Dan harus bekerja, Eun Dan menyuapi Nia sesekali begitu juga Nia yang melakukan hal yang sama, mereka akhirnya menyelesaikan makan mereka
"Oppa?"
"Kenapa?"
"Apa yang biasanya kamu makan saat makan siang?"
"Aku jarang makan siang! Aku sibuk dengan pekerjaan ku!"
"Tetap saja harus makan siang bukan?"
"Aku lebih baik kehilangan makan siangku daripada pulang terlambat!"
"Kenapa begitu?"
"Karena aku ingin menemui mu!"
"Kamu mulai suka merayu"
"Aku tidak sedang merayu... Aku mengatakan yang sesungguhnya"
"Baiklah..."
"Tapi... Jika suatu hari aku begitu sibuk dengan pekerjaan ku dan harus lembur kamu tidak akan mempermasalahkannya bukan?" Ujar Eun Dan sendu
"Tentu saja... Asalkan itu hanya pekerjaan!"
"Aku tidak berani melakukan hal yang tidak-tidak!" Terus menatap Nia
"Berhentilah menatapku! Aku harus pulang kamu harus melanjutkan pekerjaan mu" Nia membereskan kotak makan siang
"Aku sudah menyelesaikan pekerjaan untuk hari ini!"
"Lalu semua berkas di mejamu itu?!" Menatap berkas yang menumpuk
"Aku sudah menyelesaikan semua untuk hari ini Chan Soo hyeong yang membantu ku, aku bisa melakukannya lusa karena besok adalah hari libur ku"
"Jadi kamu bisa pulang sekarang?"
"Tentu... Tapi karena kamu sudah disini temani aku mengerjakan berkas-berkas itu..."
"Kenapa? Bukankah kamu bilang bisa mengerjakannya lusa?"
"Aku hanya ingin melakukannya!"
"Baiklah aku akan melakukannya karena aku sudah ada di sini" Nia tersenyum
__ADS_1