
Pagi itu Eun Dan tidak ingin pergi kerja namun Nia membujuknya agar dia mau bekerja.
"Kenapa kamu tidak ingin berangkat kerja?" Ujar Nia yang mulai kesal karena Eun Dan masih tidak ingin pergi kerja setelah banyak upaya membujuknya
"Aku hanya tidak ingin!" Ujar Eun Dan
"Kalau begitu haruskah aku yang bekerja?"
"Kenapa kamu harus bekerja?"
"Bukankah kamu bilang tidak ingin kerja?"
"Aku tidak bilang kalau aku tidak ingin kerja..."
"Kalau begitu pergi sana... Bersiaplah dan pergi ke kantor..."
"Kamu menjebak ku!" Ujar Eun Dan kesal
"Pergi dan bersiap sana!"
"Baiklah.... Tapi kapan aku bisa libur?"
"Lusa... Kamu boleh libur lusa"
"Lusa?.... Hei itu memang akhir pekan..."
"Kalau begitu tidak usah libur sama sekali!"
"Kamu sangat kejam!"
Nia seperti biasanya menyiapkan sarapan untuk mereka, setelah selesai bersiap Eun Dan datang ke dapur untuk sarapan, ketika sedang sarapan Nia meminta Eun Dan membeli buah-buahan selain nanas, di jalan Eun Dan terus memikirkan perkataan Nia yang mengatakan bahwa dia jangan membeli nanas.
"Apa dia sedang ingin makan nanas?" Ujar Eun Dan
Nia yang di rumah membawa sepiring penuh makanan ringan menuju ruang tonton.
"Semuanya sudah siap Yoo In Na, Yoon Hyun Min ( aktris dan aktor Korea yang menjadi pemeran dalam drama yang sedang dia tonton) i'm coming!"
Setelah drama yang dia tonton habis Nia mulai merasa bosan, dia terus memikirkan apa yang bisa dia lakukan, jika ke perpustakaan dia akan sangat mengantuk dan akan tertidur, dia kemudian terpikir halaman belakang dan bergegas pergi ke sana.
"Aku bisa jadi tukang kebun hari ini!" Ujar Nia
Nia mulai menyapu dedaunan yang berjatuhan, di sana selain terdapat tanaman pagar dan bunga, juga terdapat pohon Prem dan pohon kesemek, karena sedang musim gugur cuacanya cukup dingin.
"Ha~ah... Orang bodoh mana yang membersihkan halaman di saat musim gugur... Kalau membersihkan halaman di musim gugur adalah tindakan yang bodoh kenapa orang membersihkan salju di musim dingin" Nia bicara dengan dirinya sendiri dan membantah pernyataan yang dia buat sendiri
__ADS_1
Akhirnya dia sudah selesai membersihkan dedaunan yang berserakan, karena kedinginan Nia masuk ke dalam rumah.
"Mungkin aku bisa meminta oppa untuk membuat ayunan di pohon Prem" ujar Nia yang menggigil
Nia kemudian menyiapkan makan siang untuk dirinya sendiri, setelah makan siang Nia kembali bingung harus melakukan apa.
"Ha~ah apa yang akan ku lakukan sekarang?" Ujar Nia termenung duduk sofa yang ada di ruang tamu
Di otaknya selalu memikirkan perpustakaan, namun hatinya tidak menginginkannya.
"Kenapa harus perpustakaan?... Apa bayinya yang menginginkannya? Baiklah... Mungkin bayinya nanti akan pintar seperti ayahnya!... Tapi aku juga tidak seburuk itu!" Ujar Nia
Sebelum naik ke lantai atas Nia membawa minum dan makanan ringan, dia juga tidak melupakan ponselnya takutnya Eun Dan akan histeris seperti sebelumnya, sesampainya di perpustakaan Nia mulai memilih buku yang ingin dia baca, dia tertarik dengan sebuah buku kecil tentang kasih sayang dan cinta dari orang asing, Nia mulai membaca buku itu dengan seksama dan dia sepertinya menyukainya, setelah beberapa jam membaca Nia akhirnya menyelesaikan bacaannya.
"Ini aneh... Ternyata tidak terlalu buruk malah sangat menyenangkan, aku terkadang memang suka membaca jika bukunya tidak membosankan" ujarnya
Nia mulai memilih buku lagi untuk di bacanya, dia melihat sebuah buku yang cukup tebal dan hal itu membuatnya penasaran, dia membukanya dan kembali duduk di kursi dan mulai membaca, buku itu berisi filosofi yang berkaitan dengan kehidupan, Nia suka membacanya namun ketika sedang membaca Nia terfikir untuk mengirim pesan kepada Eun Dan, Nia kemudian mengirimi Eun Dan pesan bahwa dia sedang berada di perpustakaan.
Eun Dan saat itu sedang berada di perjalanan pulang, sebelum pulang Eun Dan mampir ke supermarket untuk membeli buah-buahan, Eun Dan kemudian membeli apel, jeruk, pir, anggur, dan nanas, karena dia pikir Nia menginginkan nanas, setelah membayar semua yang dia beli Eun Dan melanjutkan perjalanan pulang, notifikasi ponselnya berbunyi dan dia menemukan bahwa Nia mengiriminya sebuah pesan bahwa dia sedang berada di perpustakaan.
"Dia sangat menggemaskan... Aku pikir dia tidak akan suka membaca buku" ujar Eun Dan sembari tersenyum
Sepertinya hari ini Eun Dan akan pulang lebih awal, jalanan yang biasanya begitu macet cukup sepi hari ini, sesampainya di rumah Eun Dan meletakkan barang belanjaan di dapur, sebelum menemui Nia dia memutuskan untuk pergi mandi terlebih dahulu, setelah selesai mandi Eun Dan naik ke lantai atas, ketika memasuki perpustakaan Eun Dan menemukan Nia sedang tertidur dengan memegangi buku.
Eun Dan meletakkan buku yang Nia pegang ke atas meja, Eun Dan kemudian mengangkat Nia dan memindahkannya ke ranjang, Eun Dan tidak lupa menyelimuti istrinya, dia kemudian kembali ke kursi tempat Nia duduk sebelumnya dan menemukan buku kecil yang dibaca Nia ketika memasuki perpustakaan.
"Dia membaca ini?... Apakah dia akan tertawa jika mengetahui buku ini ku beli ketika menyadari kalau aku menyukainya..." Gumam Eun Dan sembari tersenyum
Eun Dan memilih buku di rak kemudian duduk dan mulai membaca, Eun Dan menikmati waktunya ketika sedang membaca, dia begitu suka membaca sejak kecil, dia mengumpulkan buku-buku di perpustakaan itu sejak remaja, Eun Dan akan menyempatkan diri untuk membaca di sela-sela syuting dan ketika sedang senggang.
Waktu berlalu tanpa terasa, Nia bangun dari tidurnya dan melihat Eun Dan ada di sana sedang membaca buku, Nia mendatangi suaminya itu dengan perlahan berencana untuk mengagetkannya, namun upayanya gagal karena Eun Dan menyadari pergerakannya.
"Kamu sudah bangun?" Ujar Eun Dan sembari membaca buku yang di tangannya
"Bagaimana kamu bisa tau jika aku mendekat? Aku bahkan berjalan sangat pelan... Apa kamu mempunyai mata lain di belakang kepalamu?" Ujar Nia
"Apa yang kamu katakan?... (Meletakkan bukunya kemudian berdiri) Sudahlah... (Mendekati Nia secara perlahan dan menariknya dalam pelukannya)... Ini sudah larut kita harus makan malam! Kamu juga harus mandi" ujar Eun Dan
"Bagaimana dengan buah yang ku minta pagi ini?"
"Aku sudah membelinya! Aku bahkan membeli anggur! Jika dipikir-pikir sebaiknya kita minta kirimi anggur dari kebun nenek saja!"
"Itu bukan ide yang buruk! Kamu tau kan anggur begitu mahal!"
"Aku mengatakannya bukan karena harganya! Harganya tidak terlalu buruk! Aku bahkan bisa membelikan satu truk anggur untuk mu jika kamu menginginkannya!"
__ADS_1
"Hei... Apa ini... Kenapa kamu begitu kesal karena aku membahas harganya?... Kamu tau?... Aku tidak terlahir dari keluarga berada... Hanya ada beberapa kesempatan aku bisa makan anggur karena harganya sangat mahal... Saat makan anggur yang paling ku ingat adalah ketika aku kecil... Mungkin ketika umur ku delapan atau mungkin sembilan tahun... Aku menemukan kantong plastik transparan berisi mungkin sekitar tiga belas anggur dan itu hampir busuk karena ayahku lupa jika dia membeli anggur itu... Aku bahkan memakannya dengan sangat lahap... Jika dipikir-pikir itu mungkin pertama kalinya aku makan anggur..." Ujar Nia sembari tersenyum
"Aku tidak memikirkan tentang itu..."
"Aku juga tidak menyuruhmu memikirkannya aku hanya ingin bercerita... Sudahlah ayo kita turun! Aku harus mandi!"
"Kalau begitu aku akan menyiapkan makan malam"
Nia pergi mandi sedangkan Eun Dan menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, setelah menyiapkan makan malam Eun Dan mencuci buah-buahan yang dia beli sebelumnya, dia bahkan membuka tutorial cara mengupas nanas, Eun Dan begitu bersemangat karena berfikir jika Nia akan senang dengan apa yang dia beli, Nia turun untuk makan malam dan melihat potongan nanas di atas meja, Eun Dan duduk dan menatap Nia dengan senyum yang begitu lebar.
"Apa ini?" Ujar Nia menunjuk nanas sembari tersenyum melihat suaminya
"Nanas! Aku bahkan mengupas dan memotongnya sendiri"
"Bukankah aku bilang untuk tidak membeli nanas?"
"Iya kamu mengatakannya!"
"Lalu kenapa kamu membelinya?"
"Bukankah dalam kamus wanita bahwa tidak itu berarti iya?" Ujar Eun Dan dengan wajah polosnya
"Hahahaha.... Oppa... Apa kamu tau kenapa aku tidak menyuruhmu membeli nanas?"
"Tidak!" Eun Dan kebingungan melihat Nia tertawa begitu lepas
"Aku tidak bisa memakannya!"
"Kenapa? Apa kamu alergi nanas?"
"Tidak!... Aku sedang hamil!... Jadi tidak bisa makan nanas!"
"Kenapa tidak?"
"Karena aku bisa kehilangan bayinya jika memakannya!... Kamu begitu suka membaca dan tidak mengetahui hal ini?"
"Tidak... (Menyesali perbuatannya)... Aku tidak pernah membaca buku tentang itu!"
"Sudahlah mari makan malam... Kamu harus menghabiskan nanas itu dan jangan di buang!"
"Baiklah... Kamu bisa memakan buah-buahan yang lainnya!... Aku membeli cukup banyak..."
"Aku akan memakannya!" Nia tersenyum
Hari yang awalnya membosankan kembali berakhir dengan menyenangkan, meski dengan begitu banyak kisah dibaliknya.
__ADS_1