
Eun Dan mengajak Nia ke meja kerjanya, Eun Dan kemudian duduk di kursinya dan menarik Nia kedalam pangkuannya.
"Apakah kamu bisa bekerja dalam posisi ini?" Ujar Nia
"Kenapa tidak? Ini bahkan sangat nyaman" Eun Dan menyandarkan dagunya di pundak Nia dan mulai membaca berkas
"Apa kamu tidak bosan melihat berkas setiap harinya?"
"Tentu saja aku merasa bosan!"
"Lalu kenapa kamu memutuskan berhenti menjadi idol?"
"Aku akan terlalu sering keluar negeri untuk konser jadi ini jauh lebih baik... Meski akan melakukan perjalanan bisnis itu tidak akan sesering ketika menjadi idol dan aku bisa membawamu bersamaku dengan tenang!"
"Tapi... Apa kisah cinta kita akan selalu seperti ini? Mungkin rasa bosan dan badai akan menerpa kita untuk kedepannya"
"Aku akan bertahan!... Aku akan membujuk mu agar tidak meninggalkan ku!"
"Bagaimana jika kamu yang memutuskan untuk pergi?"
"Jika itu terjadi pasti karena aku melakukan kesalahan yang sangat besar... Itu akan menjadi keputusan mu untuk mempertahankan ku atau melepaskan ku... Tapi kamu harus tau jika aku tidak akan melirik wanita lain seumur hidupku selain kamu!"
"Tapi apa kamu akan tetap mempertahankan ku meski melakukan kesalahan yang besar?"
"Aku tidak memikirkan tentang itu... Aku hanya percaya kamu tidak akan melakukannya!"
"Jika benar terjadi?"
"Aku akan bersujud meminta mu untuk tidak meninggalkan ku"
"Dan kamu akan pergi disaat kamu melakukan kesalahan? Bukankah itu aneh? Seharusnya kamu pergi disaat aku melakukan kesalahan dan meminta maaf disaat kamu salah!"
"Aku hanya berfikir tidak apa jika aku yang menangis namun aku tidak ingin kamu menangis karena kesalahan yang ku buat!"
"Kamu benar-benar tidak yang sangat egois!"
"Begitulah aku!" Eun Dan tersenyum dan melingkarkan tangannya di pinggang Nia
"Bukankah kamu ingin bekerja?"
"Sebentar saja... Hanya sebentar"
"Bisakah apa yang kamu katakan itu benar-benar terjadi?... Tapi aku tidak akan melakukan hal yang sama... Aku akan bertahan dan meminta maaf kepada mu ketika aku membuat kesalahan dan memelukmu erat ketika kamu membuat kesalahan... Aku sudah melewati badai yang begitu kencang ketika menjadi penggemar dan dapat tetap bertahan aku akan melakukan hal yang sama sebagai seorang istri..." Ujar Nia dalam hatinya
"Aku suka aroma tubuh mu!" Ujar Eun Dan
'TOK...TOK...TOK'
Suara ketukan pintu membuat keduanya buyar, Nia bangkit dari pangkuan Eun Dan, leher dan dagu Eun Dan terasa sakit karena membentur pundak Nia, Eun Dan hanya bisa berusaha terlihat tenang seolah tidak terjadi apa-apa.
"A.. apakah itu sakit?" Ujar Nia yang merasa cemas
"Aku baik-baik saja! Ini tidak begitu sakit!" Ujar Eun Dan
"Maaf... Aku refleks!" Nia terlihat begitu menyesal
Chan Soo memasuki ruangan itu
"Apa aku mengganggu kalian?" Ujar Chan Soo mendekati mereka
"Tidak... Tidak sama sekali!" Ujar Nia terlihat begitu senang
"Apa ini?... Bukankah pekerjanya sudah selesai?" Ujar Chan Soo melihat Eun Dan yang sedang bekerja
"Aku memeriksa berkas yang lainnya!" Eun Dan tidak terlihat senang
"Ini tidak seperti gayamu!... Tapi! Karena pekerjaan hari ini sudah selesai aku ingin mengambil cuti setengah hari!" Chan Soo bicara dengan santai
"Kemana kamu akan pergi?" Eun Dan menatap Chan Soo dengan penuh pertanyaan di matanya
"Aku ingin pergi kencan!" Diakhiri senyuman
"Kencan? Hyeong apa kamu serius?" Eun Dan terkejut dengan pernyataan Chan Soo
"Aku sudah cukup berumur! Aku juga ingin segera menikah!" Chan Soo menatap Eun Dan dengan senyum lebar di wajahnya
"Kamu harus menemukan wanita yang baik! Kamu mengerti?"
"Tentu saja! Kamu akan sangat menyukainya!... Selain itu kalian juga harus pulang mungkin suasana rumah akan terasa jauh lebih baik!... Aku pergi!" Chan Soo pergi setelah mengatakan semua yang ingin dia katakan
"Apa kita juga harus pulang?" Eun Dan melirik Nia
"Itu tergantung padamu!"
"Kalau begitu kita pulang sekarang!"
Eun Dan pergi mengambil kotak makan sing mereka dan Nia menunggunya di depan pintu. Eun Dan memegangi tangan Nia tak menghiraukan pandangan semua orang yang memperhatikan mereka. Mereka memasuki lift yang cukup ramai orang di dalamnya, Eun Dan membuat Nia berdiri di depannya bukan di sampingnya dengan tangan kanannya memegangi tangan Nia dan tangan lainnya memegangi kotak makan mereka.
"Oppa"
"Kenapa?"
"Kenapa kamu tidak pernah membawa laptop pulang pergi ke kantor? Kamu hanya pulang dan pergi menggunakan jas dan ponsel..."
"Kenapa kamu bertanya?"
__ADS_1
"Aku hanya penasaran... Kamu meninggalkan laptop milikmu di ruang kerja mu... Bukankah orang biasa membawanya?"
"Pekerjaan hanya dilakukan di kantor sedangkan di rumah adalah tempat untuk istirahat! Untuk apa membawa pulang pekerjaan?"
"Jadi kamu tidak akan pernah bekerja dari rumah?"
"Aku bisa meninggalkan pekerjaan ku! Kecuali itu kondisi spesial!"
"Spesial?"
"Ketika kamu membantu dalam pekerjaan ku!"
"Bagaimana aku bisa membantu dalam pekerjaan mu?"
"Hanya dengan menemani ku!"
"Bagaimana jika aku begitu mengantuk hingga tertidur lelap?!"
"Aku akan berhenti mengerjakan pekerjaan ku dan tidur bersama mu!"
"Jadi... Kamu akan bekerja dari rumah jika aku menemani mu dan itu juga akan terjadi dalam keadaan tertentu... Jika kamu harus bekerja di rumah dalam keadaan yang tidak terduga dan benar-benar mendesak sedangkan aku tidak menemanimu apakah kamu akan tetap bekerja?"
"Aku akan meninggalkan pekerjaan ku!"
"Meskipun kamu akan rugi besar?"
"Aku akan meninggalkannya meskipun akan kehilangan perusahaan!"
"Bukankah itu terlalu berlebihan?"
"Jika kamu tidak ingin itu terjadi kamu hanya perlu menemani ku!"
"Bagaimana jika bukannya tidak ingin melainkan tidak bisa?"
"Hentikan pembicaraan ini! Kamu terlalu jauh!"
"Apa kamu kesal?"
"Tidak!"
"Oppa!"
Pintu lift terbuka, Nia melepaskan tangan Eun Dan kemudian keluar duluan, Eun Dan kemudian melangkah ke luar dan langsung merebut kembali tangan Nia.
"Kenapa pergi begitu saja?!" Eun Dan berjalan di samping Nia
"Jika suatu hari sesuatu yang besar terjadi dan kita tidak bisa bersama lagi kamu harus tetap bahagia bagaimanapun caranya!"
"Apa yang kamu bicarakan?!"
"Sesuatu bisa saja terjadi" Nia tersenyum sembari menatap wajah suaminya yang merasa tidak senang dengan apa yang dia katakan.
"Kamu ingin meninggalkan ku?"
"Siapa yang bilang aku akan meninggalkan mu?"
"Lalu mengapa kamu mengatakan itu? Kenapa kamu membahas hal seperti itu hari ini?!" Eun Dan terlihat sangat marah
"Jangan marah... Aku hanya tidak ingin kamu sedih jika suatu hari hal yang tidak terduga terjadi!"
"Jika begitu tetaplah di sisiku!"
"Aku akan melakukannya tapi ada syaratnya"
"Apa itu? Aku akan menuruti semua yang kamu inginkan!"
"Sungguh?"
"Iya!"
"Kalau begitu kita pulang dulu aku akan membicarakannya di rumah... Aku... Sedikit lapar" Nia tersenyum
Eun Dan melanjutkan langkah mereka, ketika di perjalanan pulang wajah Eun Dan begitu dingin, namun meskipun terlihat begitu marah Eun Dan masih terus memegang tangan Nia sepanjang perjalanan.
Ketika tiba di rumah Nia segera masuk ke dalam rumah lebih dulu, Eun mengikuti Nia di belakangnya.
"Oppa ganti bajumu dan masakan aku sesuatu yang bisa di makan!" Nia tersenyum sembari memberikan baju ganti untuk suaminya
"Apa itu persyaratannya?"
"Kamu begitu terburu-buru! Kamu tidak akan memasakkan ku makanan?"
"Aku akan melakukannya! Sebagai gantinya kamu harus mandi dengan ku hari ini!"
"Aku bisa melakukannya!"
Eun Dan mulai memasak makanan di dapur dan Nia menemaninya, setelah selesai masak Nia memakan semuanya dengan sangat lahap. Nia sesekali menyuapi Eun Dan, meski kenyang dia tetap memakannya ketika Nia menyuapinya.
"Oppa... Bisakah kita ke atas? Mainkan aku satu lagu dengan piano atau gitar yang kamu miliki... Kamu belum pernah menyanyikan lagu ataupun memainkan alat musik untuk ku secara pribadi!"
"Apa itu persyaratannya?"
"Apa hanya itu yang kamu pikirkan?"
"Baiklah kita akan ke atas!"
__ADS_1
Eun Dan membereskan piring yang kotor dan langsung mencucinya, setelah selesai mereka pergi ke ruang musik di lantai atas.
"Oppa... Nyanyikan aku sebuah lagu!" Nia berdiri di dekat piano
Eun Dan duduk di kursi piano dan Nia kemudian duduk di sebelahnya.
"Lagu apa yang kamu inginkan?"
Melirik Nia
"Sesuatu yang romantis!"
"Romantis?!"
Eun Dan mulai mengalunkan piano dan Nia begitu bersemangat menantikan Eun Dan menyanyi untuknya.
".....
All i wanna do is wake up to your face Layin' low, complicated days erase
And now wouldn't trade any thing
Found my pot of gold,
Man, l feel so lucky, and i
Wanna let you know
You take away the pain
When my mind is driving me insane
And you never hesitate to
Ooo you always
Give me all the love you have
It's all i ever needed
I gotta keep it simple
Yeah it's you
Only you, please just take my heart and keep it
It's no longer a dream
Because it's true, only you
Will ever see behind the curtain with you i'm always certain
Can't be lonely with my one and only,
Yeah it's only you
........"
Nia bersandar di pundak Eun Dan yang sedang memainkan nada lembut piano sembari bernyanyi dengan merdu.
"Apa kamu menyukainya?" Ujar Eun Dan setelah selesai menyanyi.
"Sangat indah!... Itu terdengar seperti keluar dari hatimu!"
"Tentu saja! Aku memilih lagu yang sesuai dengan apa yang ku rasakan!"
"Terima kasih Oppa! Apa aku pernah mengatakan jika aku sangat mencintaimu?"
"Kamu baru saja mengatakannya!"
"Benar!"
"Lalu apa persyaratan yang kamu bahas siang ini?"
"Kamu masih menantikannya?" Nia mengangkat kepalanya dan menatap Eun Dan dengan senyuman
"Iya!"
"Jika suatu saat aku melakukan kesalahan kamu akan memaafkan ku bukan?" Nia mulai serius
"Iya!"
"Kalau begitu aku akan melakukan hal yang sama! Disaat kamu melakukan kesalahan aku akan memaafkan mu jadi jangan berfikir untuk pergi meninggalkan ku begitu saja! Apakah kamu menerima persyaratan ku?"
"Bagaimana jika aku melakukan kesalahan yang begitu besar?" Mata Eun Dan mulai memerah
"Jika begitu kamu harus meminta maaf pada ku... Atau berikan aku alasan yang jelas kenapa kamu pergi aku yang akan memutuskan kamu harus pergi atau tidak!"
"Apa aku memiliki hak yang sama?"
"Tentu! Kita punya hak yang sama dalam hal ini!"
"Kalau begitu aku akan menuruti permintaan mu!"
"Terima kasih... Suamiku tercinta" Nia memeluk Eun Dan dengan pelukan hangat
__ADS_1