
Eun Dan terlihat lebih tenang dari sebelumnya, mereka kemudian pergi tidur, ketika subuh tiba Eun Dan bangun lebih awal dan membangunkan Nia untuk solat subuh, suasana hati Eun Dan hari ini cukup baik, dalam doanya kali ini bertambah agar ibu dan bayinya akan selalu sehat serta bayinya nanti menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua, semuanya merupakan hal yang baru bagi Eun Dan begitu juga dengan Nia. Setelah selesai solat subuh mereka di sofa sembari menonton televisi, Nia duduk di sofa sedangkan Eun Dan berbaring dengan kaki Nia sebagai bantal.
"Sepertinya ayah bayinya lebih manja dari sang ibu" ujar Nia
"Ketika bayinya lahir kamu akan sibuk dengannya dan tidak punya waktu untuk ku" ujar Eun Dan
"Apa kamu cemburu?"
"Si...siapa yang cemburu?" Ujar Eun Dan manyun sembari memalingkan wajahnya
"Bukankah nantinya kamu juga akan sibuk dengan pekerjaan?" Ujar Nia
"Aku selama ini juga sibuk tapi tetap ingin menghabiskan waktu bersama mu"
"Baiklah... Kita masih bisa menghabiskan waktu bersama meskipun bayinya lahir nanti..."
"Kamu harus memegang kata-kata mu..."
"Oppa... Sepertinya kamu tidak pernah bersaing dengan siapapun benarkan?... Kamu merupakan putra tunggal selain itu kamu juga maknae (bungsu \= member termuda) di KX star... Kamu selalu menjadi pusat dari semua perhatian..."
"Maka dari itu... Aku tidak terbiasa jika harus berbagi..."
"Bahkan jika dengan anakmu sendiri?"
"Aku tidak tahu"
"Kamu sangat menggemaskan... Pria yang biasanya selalu dewasa mendadak begitu kekanakan seperti ini"
"Jadi kamu harus lebih banyak memperhatikan ku kedepannya!"
"Lebih dari bayi kita?"
"Y..ya tentu saja..."
"Baik... Aku akan melakukannya..."
Tersenyum melihat tingkah Eun Dan
"Kamu sudah mengatakannya... Kamu harus memegang kata-kata mu!"
"Baik... Baiklah.. tapi Oppa apa kita tidak akan memberi tahu kepada para member KX star tentang kehamilan ku?"
"Kita akan memberi tahu mereka setelah pemeriksaan di rumah sakit... Mereka akan lebih senang jika bisa melihat gambar bayinya"
"Baiklah..."
"Aku juga akan memposting fotonya nanti di media sosial ku"
"Apakah akan baik-baik saja?"
__ADS_1
"Aku hanya ingin mereka mengetahuinya... Dan komentar buruk dari mereka bukan sesuatu yang harus ku pikirkan selama kamu ada di sisiku dan kamu baik-baik saja itu adalah yang terpenting... Kita juga bisa melaporkan komentar buruk mereka..."
"Baiklah... Aku juga harus mengabari mereka yang di Indonesia"
"Benar... Kamu harus mengabari ibu dan yang lainnya..."
Setelah selesai sarapan pagi itu, kedua pasangan suami istri itu pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, mereka tidak hanya pergi berdua namun satu keluarga semuanya ikut, selain mau melakukan pemeriksaan mereka juga ingin menjenguk Yuri yang akan segera melahirkan, Setibanya di rumah sakit Eun Dan pergi bersama dengan Nia ke dokter kandungan untuk memeriksa kehamilan Nia, sedangkan yang lainnya pergi ke ruang tempat Yuri di rawat.
"Ini adalah bayi kalian..." Ujar dokter yang menangani Nia sembari menunjuk ke layar dan tersenyum
Wajah Eun Dan Sebelumnya tegang melihat jika yang mereka temui di ruangan itu awalnya adalah dokter pria, sedangkan dari nama dokter yang tercantum adalah nama wanita, ternyata dokter itu hanyalah seorang teman yang mampir untuk bertemu dengan dokter yang mereka cari.
"Berapa usia kandungannya?" Ujar Eun Dan
"Usia kandungannya baru 5 Minggu, tempat 38 hari, ini masih begitu awal jadi masih begitu rentan, kalian harus menjaga bayi kalian dengan baik... Aku mendengar dari dokter Lee sebelumnya bahwa kamu sempat terjatuh tapi untungnya tidak terjadi apa-apa pada bayinya... Bayinya tumbuh dengan sehat... Kamu mungkin akan mengalami hal-hal tidak terduga ketika awal kehamilan tapi tidak perlu terlalu cemas kamu akan baik-baik saja, namun jika kalian merasa tidak tenang bisa melakukan pemeriksaan langsung ke dokter"
"Apa harus ke sini lagi?... Kami tinggal di Seoul di sini hanya berkunjung..." Ujar Eun Dan
"Aku tidak tahu jika suamimu sangat menggemaskan... Kamu tidak harus datang kesini, kamu bisa menemui dokter kandungan manapun.." ujar dokter
"Ouh... Baiklah... Aku ingin mengambil gambar USG nya" ujar Eun Dan
"Sepertinya suamimu sangat bersemangat" bisik dokter kepada Nia
Setelah selesai mereka kemudian mengunjungi ruangan Yuri, diperjalanan ke ruang rawat Yuri Eun Dan sibuk dengan ponsel untuk mengabari para member KX star dan memposting foto hasil USG di media sosial, dia juga menggunakan ponsel Nia untuk menghubungi ibu mertuanya dan memberitahukan kehamilan Nia, untung saja saat itu ibu mertuanya mengangkat telepon, Eun Dan mulai berbicara memberitahu kepada ibu mertuanya tentang kehamilan Nia menggunakan bahasa Indonesia, Nia senang melihat Eun Dan yang begitu bersemangat mereka berjalan menyusuri lorong dengan bergandengan tangan, Eun Dan juga merasa begitu tenang karena rumah sakitnya masih sepi sehingga tidak terlalu ramai orang yang mereka temui. Setelah selesai berbicara dengan ibu mertuanya Eun Dan mematikan panggilannya.
"Aku tidak tau jika kamu banyak bicara" ujar Nia
Mereka tiba di ruang rawat Yuri, Eun Dan mengetuk pintu dan mereka berdua masuk ke dalam.
"Kalian sudah datang?" Ujar tuan Do
"Bagaimana hasilnya?" Ujar Yeon Jun
"38 hari... Usia kandungannya sudah 38 hari... Aku masih tidak menyangka akan menjadi ayah secepat ini" ujar Eun Dan
"Itu bagus... Usia anak kita tidak akan terlalu jauh..." Ujar Yeon Jun
"Putriku akan lahir di musim dingin... Menurut kalian apa nama yang cocok untuk nya?" Ujar Yuri
"Apa dia perempuan?" Ujar Nia
"Iya bayinya perempuan..." Jawab Yuri
"Kalian harus mencari nama bayi kalian sendiri... Kenapa meminta orang lain melakukannya?" Ujar Eun Dan
"Baiklah... Kenapa kamu begitu kesal?" Ujar Yeon Jun tersenyum
"Berhentilah menggodanya..." Ujar nenek
__ADS_1
"Baik nenek.." jawab Yeon Jun
Notifikasi ponsel Eun Dan tiba-tiba tidak berhenti berbunyi, semua mata tertuju pada Eun Dan.
"Kenapa menatap ku begitu?" Ujar Eun Dan
"Setidaknya kecilkan suaranya" ujar Yeon Jun
"Ini ucapan selamat dari para member, dan notifikasi dari media sosial" ujar Eun Dan
"Kamu memang tipe yang bergerak cepat!" Ujar Yeon Jun
"Kenapa kamu sangat usil?" Ujar Eun Dan
Perkataan Eun Dan mengundang tawa mereka semua, kedua sepupu itu terlihat begitu akrab meski hanya sedikit waktu yang mereka habiskan, saat masih remaja mereka dua orang yang sangat sulit untuk dipisahkan dan sangat terkenal di sekolah mereka karena keduanya memiliki visual yang tidak diragukan ketampanannya, namun Yeon Jun benar-benar tidak menyangka jika sepupunya yang begitu dingin memiliki untuk menjadi seorang idol, hal itu membuat Yeon Jun terkejut dan dia kembali terhempas oleh kenyataan bahwa mereka harus berpisah karena cita-cita sepupunya itu, tapi setidaknya dia masih bisa melihat sepupunya meski tidak secara langsung. Dan sekarang mereka benar-benar kembali bersama dan dapat berbicara secara langsung meski dalam waktu yang singkat karena Eun Dan memutuskan untuk tinggal di Seoul, meskipun demikian untuk bertemu Eun Dan tidak akan sesulit ketika dia menjadi idol, bukan karena statusnya sebagai seorang idol tapi saat itu dia melarikan diri untuk menjadi seorang idol.
"Aku akan sering menggoda mu untuk kedepannya" ujar Yeon Jun menatap Eun Dan
"Kenapa kamu menggoda ku? Seharusnya kamu menggoda istrimu!" Ujar Eun Dan
"Karena aku kehilangan 13 tahun kebersamaan kita dan waktu ku untuk menggoda mu" ujar Yeon Jun
"Kenapa kamu malah membahas waktu" ujar Eun Dan tertunduk sedih
Yeon Jun menghampiri Eun Dan kemudian memeluknya.
"Aku sangat merindukanmu!" Ujar Yeon Jun sembari menepuk-nepuk punggung Eun Dan
"Kamu masih saja cengeng seperti dulu..." Ujar Eun Dan
"Tapi aku tidak menangis tersedu-sedu di depan umum" ujar Yeon Jun menggodanya
"Baiklah... Aku lebih cengeng darimu" ujar Eun Dan meninggikan suaranya
Sembari melepaskan pelukan mereka
"Ternyata menjadi idol membuat mu lebih mudah marah" ujar Yeon Jun
"Sebenarnya bukan karena idol tapi karena istriku..." Ujar Eun Dan
"Aku?... Kenapa aku?..." Ujar Nia kebingungan
"Itu normal... Rasa cemburu, cemas, rindu, rasa bersalah, cinta, kami biasa mengekspresikan perasaan itu... Namun terkadang dapat di artikan dengan kemarahan... Karena salah dalam mengekspresikannya" ujar Yeon Jun
"Benar... Ketika aku baru kembali dari Indonesia Oppa tidak mengatakan apapun padaku dan hanya diam saja bahkan ketika aku bertanya dia tidak menjawab, ternyata itu karena dia merindukan ku" ujar Nia
"Benar bukan? Terkadang pria bisa menjadi lebih rumit dari wanita" ujar Yeon Jun
"Kenapa kamu begitu banyak bicara... Bicara saja pada istrimu..." Ujar Eun Dan karena melihat Nia yang tersenyum kepada Yeon Jun
__ADS_1
"Apa kamu sedang cemburu sekarang?" Ujar Yeon Jun
"Cemburu? Cemburu apanya!" Ujar Eun Dan