Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
OLAHRAGA BERSAMA


__ADS_3

Setelah selesai makan Nia merasa mengantuk dan tertidur, setelah menidurkan Nia di kamar Eun Dan pergi ke dapur untuk membersihkan peralatan yang mereka gunakan pagi ini.


"Apa aku harus menunjukkan emosiku padanya dengan jujur?" Keluh Eun Dan sembari membersihkan dapur


Setelah beberapa saat membersihkan dapur Eun Dan akhirnya selesai, Eun Dan mendapat panggilan dari ibunya.


"Halo...?" Ujar Eun Dan


"Bibi Choi akan tiba di rumah mu siang ini! Ibu hanya ingin mengatakan hal itu padamu!" Ujar nyonya Do


"Baiklah..."


"Apa Nia ada di dekat mu?... Ah ibu lupa kamu pasti sedang bekerja!"


"Nia sedang tidur... Aku mengambil libur hari ini!"


"Apa dia sakit? Atau kamu yang sakit?"


"Aku baik-baik saja.... Hanya saja Nia sangat mudah mengantuk belakangan ini apa ibu tau penyebabnya? Dia tidak demam!"


"Ibu hamil memang sering mengantuk jangan terlalu cemas soal itu"


"Benarkah? Baiklah kalau begitu... Ibu aku harus berolahraga aku akan akhiri panggilannya"


"Baiklah kamu harus menjaga kesehatan fisikmu"


Setelah mengakhiri panggilan Eun Dan pergi ke ruang gim yang ada di sebelah kamar mereka.


"Apakah dia akan terbiasa dengan suasana sepi seperti ini?... Aku rasa ini akan sulit untuknya..." Ujar Eun Dan sembari melakukan full up.


Setelah melakukan full up Eun Dan melanjutkan dengan angkat beban, tubuhnya berkeringat, kulit putihnya menjadi kemerah-merahan, dia seorang profesional dalam hal itu terlihat dari caranya mengatur nafasnya, tubuhnya yang biasanya terlihat kurus dan tinggi berubah 180° ketika ia tidak mengenakan pakaian longgar.


"Tubuhku terasa kaku setelah dua pekan tidak melakukan ini!" Ujar Eun Dan ketika akan minum


Rambut yang basah dan tubuh yang di penuhi keringat membuatnya terlihat semakin tampan.


"Oppa... Apa yang kamu lakukan di sini?" Ujar Nia sembari memasuki ruangan


"Kamu sudah bangun?" Eun Dan menoleh


"Aku bangun beberapa saat lalu dan tidak menemukan siapapun di rumah, ternyata kamu tepat di sebelah kamar kita.... Tapi kemana yang lainnya?"


"Mereka pergi untuk berjalan-jalan..."


"Yeon Jun oppa tidak pergi kerja?"


"Dia akan pergi bersama ku besok..."


".... Aku tidak tahu jika ruangan ini masih digunakan.... Ini pertama kalinya aku melihat mu olahraga setelah menikah..."


" Saat kamu di Indonesia aku sering berolahraga di sini.."


"Kenapa sekarang tidak?"


"Saat kamu tidak ada aku tidak memiliki kegiatan untuk di lakukan jadi aku akan berolahraga... Itu juga ku lakukan ketika tidak bisa menghubungi mu.... Tapi sekarang ketika pulang aku ingin menghabiskan waktu bersama mu..."


"Jadi kamu ingin menghabiskan waktu denganku... Tapi olahraga juga baik untuk kesehatan...!"


"Kamu itu seperti vitamin jadi meski tidak olahraga aku akan tetap sehat!"


"Rayuan mu mulai menggelikan!"


"Aku membacanya di internet..."


"Apa kamu berusaha untuk romantis sekarang?"


"Aku akan melakukannya setiap saat!"

__ADS_1


"Do Eun Dan memiliki perkembangan... Aku menyukainya" Nia tersenyum


"Kamu ingin berolahraga bersama?"


"Tentu! Aku harus menghilangkan lemak perut dan kakiku!" Nia terlihat begitu serius


"Karena kamu membahasnya aku ingat saat pertama datang ke rumah ini kamu lebih gemuk dari sekarang..."


"Aku tidak gemuk saat itu tapi bukan tipe yang langsing..."


"Tapi sekarang kamu lebih langsing..." Eun Dan tersenyum


"Aku akan berganti pakaian, tidak nyaman menggunakan ini saat berolahraga"


Nia pergi untuk berganti pakaian, Eun Dan menunggunya sembari melatih otot lengannya, Nia kembali dengan mengenakan pakaian yang biasa digunakan untuk olahraga, dia mengenakan pakaian yang cukup terbuka di bagian atas dan celana ketat.


Eun Dan tertegun melihat Nia yang datang, seperti sedang berhalusinasi dia melihat Nia seakan bergerak lambat dan terlihat menawan, namun dia menyadarkan dirinya dan berusaha tenang.


"Kenapa kamu mengenakan pakaian seperti itu?" Ujar Eun Dan


"Hanya ada kamu yang melihat ku jadi tidak apa-apa!" Jawab Nia


"Bagaimana jika yang lainnya pulang? Kita tidak hanya berdua di dalam rumah ini sekarang!"


"Karena itu aku membawa kain ini, untuk menangani situasi yang tidak terduga" menunjukkan kain yang di bawanya


Eun Dan mengambil kain yang di pegang Nia dan meletakkannya di meja.


"Dari mana aku harus memulai?" Ujar Nia


"Lakukan pemanasan terlebih dahulu, kamu tau caranya bukan?"


"Tentu saja!... Aku sering melakukannya ketika sekolah"


"Ha~ah dilihat dari manapun sangat tidak nyaman"


"Pakaianmu... Kenapa sangat terbuka?... Itu sangat mengganggu"


"Tapi... Hanya kamu yang melihat ku"


"Bagaimana jika ada yang datang?"


"Kamu sangat posesif"


"Setelah ini jangan pernah menggunakan pakaian itu lagi! Kamu bisa mengenakan pakaian lain.... Kamu bisa memakai bajuku jangan berfikir mengenakan itu lagi..."


"Baiklah... Aku pikir kamu akan senang melihat ku mengenakannya tapi itu malah membuat mu terus marah"


"Aku tidak marah... Ini hanya perasaan cemas... Bagaimana jika..."


"Baiklah hentikan semua itu... Bantu aku dengan itu...!" Nia menunjuk Lat pull down


"Lat pull down?"


"Aku tidak tahu namanya tapi aku penasaran cara menggunakannya..."


"Baik..."


Eun Dan mengatur posisi Nia ke dalam posisi yang benar dan memasang beban paling ringan, Nia terlihat terlihat begitu senang sedangkan Eun Dan fokus memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan oleh Nia.


"Lakukan dengan perlahan... Jika terburu-buru bisa cedera"


"Ya.. ya.. "


Selang beberapa saat Nia mulai bosan dan melepaskan pegangan, dia kemudian berdiri dan menuju treadmill.


"Kamu sepertinya sangat bersemangat...."

__ADS_1


"Aku tidak pernah menggunakan semuanya ini adalah pertama kalinya... Biasanya aku hanya melihat orang lain yang menggunakannya di televisi..." Nia menaiki treadmill


"Apa kamu tau cara kerjanya?"


"Karena itu aku membutuhkan mu! Aku tidak mengerti sama sekali"


"Kita mulai dari yang paling pelan.... Berjalanlah sesuai kecepatannya"


Nia mulai berjalan perlahan, dia terlihat sedikit cemas menaiki treadmill itu.


"Oppa... Bagaimana caranya berhenti?" Ujar Nia yang terlihat begitu cemas


"Tentangkan dirimu dan injak sisi pinggirnya.."


"Oppa aku rasa aku tidak bisa melakukannya..."


Melihat Nia yang terlihat semakin cemas Eun Dan segera menaiki treadmill dengan menginjak pinggirannya, dia terus berusaha menenangkan Nia, namun karena Nia sudah terlalu cemas Eun Dan segera mengangkat tubuh Nia.


"Tekan tombolnya" Eun Dan menyuruh Nia untuk mematikan treadmill


"Yang mana yang harus ku tekan?" Ujar Nia


Eun Dan kemudian mengubah posisi Nia.


"Pegangan yang erat!" Ujar Eun Dan


"Berhentilah membuat ku semakin cemas!" Nia bahkan memejamkan matanya sembari melingkarkan tangannya di leher Eun Dan


Eun Dan tersenyum dan mulai berjalan di treadmill kemudian mematikan mesinnya.


"Apakah sudah selesai" Nia membuka matanya secara perlahan.


"Kamu bisa membuka matamu sekarang... Kenapa kamu begitu cemas?..."


"Aku juga tidak tahu" Nia memeluk Eun Dan dengan erat dalam pelukannya


"Kamu sudah bisa tenang sekarang... Kamu begitu semangat Sebelumnya... Kamu kenapa?... Apa yang kamu pikirkan?"


"Aku tidak tahu! Aku tidak ingin membahasnya"


"Baiklah!"


Eun Dan kemudian mendudukkan Nia di sofa dan terus menatapnya dengan lembut dan berusaha menenangkannya.


"Aku ingin ke kamar!" Ujar Nia


Eun Dan membungkus tubuh Nia dengan kain yang Nia bawa sebelumnya, dengan tubuh gemetar Nia hanya menatap Eun Dan lirih dengan rasa takut yang terpancar di matanya.


"Ini tidak seperti Nia yang ku kenal" ujar Eun Dan menatap wajah Nia dengan penuh perhatian


"Bayangan itu selalu terlintas di pikiran ku ketika ingin turun dari treadmill...."


"Apa itu?"


"Aku terjatuh dan kepalaku terbentur di papan treadmill itu dengan darah yang berhamburan aku sangat takut imajinasi ku semakin besar.... Bagaimana jika benar-benar terjadi?... Bagaimana dengan bayi kita?"


Eun Dan segera memeluk Nia dengan erat, tangan kanannya dengan pelan membelai belakang kepala Nia.


"Selama ada aku hal seperti itu tidak akan ku biarkan terjadi... Jadi jangan terlalu cemas..." Ujar Eun Dan


"Bagaimana jika itu terjadi disaat kamu sedang bekerja?"


"Kalau begitu jangan lakukan hal berbahaya di saat aku tidak ada, karena istriku tidak memberi izin jika aku harus mengambil cuti lebih lama..."


"Maaf sudah membuat mu cemas"


"Kamu harus sering melakukannya namun dalam tingkatan yang wajar jika terlalu berlebihan mungkin kondisi ku akan menjadi lebih buruk"

__ADS_1


__ADS_2