Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
Balas Dendam


__ADS_3

Setelah ayah dan anak itu pergi, Nia diajak oleh nenek ke taman belakang untuk mengobrol bersama, nenek ingin lebih dekat dengan Nia dan mengajukan beberapa pertanyaan ringan.


"Nia apa kamu suka di sini?" Tanya nenek


"Suka... Aku sangat suka berada di sini... Eun Dan sepertinya juga demikian" jawab Nia


"Anak itu sepertinya sangat menyukai mu.... Saat dia kecil dia tidak pernah dekat dengan wanita.... Dia biasanya hanya bersama dengan sepupunya"


"Yeon Jun?..."


"Iya anak itu.... Semua orang sempat berpikir jika dia tidak normal.... Bahkan setelah bertahun-tahun meninggalkan rumah dia tidak pernah terdengar memiliki kekasih.... Juga sikapnya sangat dingin pada wanita... Tapi dia tiba-tiba kembali dan mengatakan akan menikah.... Hal itu cukup mengejutkan...."


"Nenek.... Kenapa kalian tidak pernah mempermasalahkan tentang latar belakang ku?.." tanya Nia


"Terkadang latar belakang itu tidak penting.... Tapi bagaimana hubungan itu terjalin.... Kamu jangan terlalu memikirkan hal yang tidak akan terjadi..... pikiran saja tentang kamu dan suamimu dan bagaimana cara menjalin hubungan yang baik antar keluarga..."


"Tapi.... Aku masih merasa jika semua ini hanya mimpi.... Bagaimana jika ini benar-benar sebuah mimpi.... Hal itu terkadang terlintas di benak ku"


Nenek mencubit lengan Nia


"Apakah itu sakit?" Ujar nenek


"Ini sakit..."


"Berarti ini semua bukan mimpi..."


Nia tersenyum melihat nenek, ibu mertuanya datang sembari membawa nampan dengan air dan kue di atasnya.


"Apa aku bisa bergabung?..." Ujar nyonya Do sembari meletakkan nampan di atas meja


"Tentu..." Ujar Nia tersenyum


"Kalian sepertinya membahas sesuatu... Jadi aku membawakan makanan dan minuman sekalian bergabung..." Ujar nyonya Do


"Kami hanya mengobrol.... Agar lebih dekat.." jawab nenek


"Nia seberapa besar kamu menyukai Eun Dan" tanya nyonya Do yang penuh semangat.


"Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya..." Ujar Nia canggung


"Kamu tau?... Semua pria di keluarga ini sangat dingin namun begitu perhatian... Ayah mertua dulu juga sangat mencintai ibu..." Ujar nyonya Do


"Tentu saja.... Dia adalah pria yang sangat perhatian dan penuh kasih sayang.... Dia dulu mengejar ku dengan sangat gigih... Tapi suamiku tidak dingin seperti putra dan cucuku... Dia pria yang sangat hangat..." Jawab nenek


"Sedangkan ayah mertua mu itu sangat dingin dan membosankan.... Saat itu ibu bekerja di perusahaan menjadi salah satu karyawan yang selalu bekerja dengan gigih hingga akhirnya aku bisa naik pangkat.... Namun saat itu aku begitu kecewa karena aku ditugaskan menjadi sekretaris direktur utama dan itu ayah mertuamu yang terkenal begitu dingin dan kejam.... Tapi itu awal mula kedekatan kami meskipun membutuhkan waktu yang sangat panjang..." Ujar nyonya Do


"Tapi kisah mu yang paling menarik... Aku yakin anak itu tidak pernah menyatakan perasaannya kepadamu..." Ujar nenek


"Bagaimana nenek bisa tau..."


"Sebenarnya dia mengatakan hal itu ketika dia datang meminta izin untuk menikah..." Jawab nyonya Do


"Dia itu pria yang sangat bodoh bagaimana mungkin bisa menyatakan perasaannya dengan benar...." Ujar nenek


"Apa yang ibu katakan... Dia bahkan menangis karena menginginkan menantuku..." Ujar nyonya Do

__ADS_1


"Tetap saja dia itu pria yang langsung mengambil inti dari apa yang dia inginkan...." Ujar nenek


"Dia memang pria yang seperti itu..." Jawab Nia


"Apakah ada perubahan setelah menikah?" Tanya nyonya Do yang begitu penasaran


"Dia memiliki perubahan yang begitu besar... Sebelumnya dia begitu dingin ketika aku masih bekerja bersamanya... Kami yang menikah tanpa ada hubungan sebelumnya.... Setelah tidak bertemu selama dua tahun dia mengajakku menikah meskipun dua tahun sebelumnya kami bahkan tidak ada hubungan sama sekali.... Tapi setelah menikah dia tidak pernah terlihat canggung untuk mendekat dia bahkan semakin bebas dan aku benar-benar melihat sisi lain dari dirinya setelah menikah..." Ujar Nia


"Orang-orang bahkan bisa berhubungan **** meski baru saja bertemu...." Ujar nyonya Do


"Apa yang kamu bicarakan?" Ujar nenek


"Ibu tau bukan orang-orang jaman sekarang selalu seperti itu..." Ujar nyonya Do


"Kamu selalu membicarakan hal yang tidak perlu..." Ujar nenek


"Nia cicipi kuenya... Ibu sendiri yang membuatnya..." Ujar nyonya Do mengalihkan pembicaraan


Nia mencicipi kue buatan ibu mertuanya....


"Ini enak..." Ujar Nia sembari tersenyum


"Kamu akan lebih sering makan itu jika terlalu memujinya..." Ujar nenek


"I...bu.... Dia menyukainya... Kenapa ibu mengatakan hal itu..." Ujar nyonya Do


"Kamu selalu seperti itu.... Ketika seseorang memuji masakan mu kamu akan sering membuat makanan yang sama..." Ujar nenek


Hari ini Nia seharian berada di rumah bersama ibu dan nenek, mereka menghabiskan waktu bersama agar menjadi lebih dekat, Nia sangat senang meski memiliki latar belakang yang terbelakang dia tetap diterima dan disayangi di dalam keluarga ini, malam hari tiba sudah pukul sepuluh malam kedua ayah dan anak itu belum kunjung pulang, Nia bersama ibu mertuanya masih bangun dan menunggu keduanya pulang.


"Apa yang sedang mereka lakukan hingga belum pulang sampai larut malam seperti ini... Juga tidak mengabari sama sekali jika akan pulang terlambat..." Ujar nyonya Do yang merasa kesal


Setelah satu jam menunggu ayah dan anak itu akhirnya pulang, mereka memasuki ruang tamu dan menemukan kedua istri mereka sedang duduk di sana, nyonya Do terlihat sangat marah dia berdiri dan meninggalkan ruang tamu pergi ke kamarnya, tuan Do hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya itu sembari melirik putranya, tuan Do kemudian mengikuti istrinya untuk membujuknya.


Sedangkan Nia berdiri tenang menatap Eun Dan yang berdiri melihatnya dengan senyum di wajahnya.


"Apa kamu sudah solat?...." Ujar Nia menatap Eun Dan


"Iya..." Jawab Eun Dan


"Sudah makan malam?"


"Belum.."


"Pergi mandi terlebih dahulu aku akan menyiapkan makan malam untuk mu..."


"Kamu tidak marah..?" Ujar Eun Dan


"Kita akan membicarakan tentang itu setelah makan..." Ujar Nia dengan lembut.


Eun Dan naik ke kamar mereka untuk mandi, setelah mandi dia turun untuk makan malam, Nia sedang duduk di meja makan bersama tuan Do, mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu dan itu membuat keduanya tersenyum.


"Apa yang kalian bicarakan?.... Sepertinya cukup seru...." Ujar Eun Dan dengan wajah datar


"Nia bertanya mengenai ibumu...." Ujar tuan Do

__ADS_1


"Apa yang lucu sehingga kalian tertawa..." Ujar Eun Dan


"Apa kamu sedang mengintrogasi ayahmu?" Ujar tuan Do


"Tidak aku hanya penasaran..." Jawab Eun Dan


"Kalian makan saja aku akan ke kamar..." Ujar Nia kemudian pergi ke kamarnya


Setelah Nia pergi Eun Dan makan malam bersama ayahnya.


"Mereka juga harus merasakan perasaan kita kemaren disaat mereka pergi tanpa kabar dan pulang larut malam..." Cetus tuan Do


"Apakah ini tidak terlalu berlebihan?" Ujar Eun Dan


"Terkadang kita harus menciptakan tekanan supaya bisa mengetahui cinta dibaliknya..." Ujar tuan Do


Seusai makan malam Eun Dan kembali ke kamarnya, dia menemukan Nia masih duduk di sofa dan menunggunya.


"Kamu belum tidur...?" Ujar Eun Dan mendekati Nia


"Oppa... Apa ada yang ingin kamu katakan padaku?" Ujar Nia menatap suaminya itu


"Tentang apa..?" Ujar Eun Dan


"Apa kamu benar-benar tidak ingin bicara kepada ku kenapa kamu pulang terlambat?" Ujar Nia meninggikan suaranya


"Kamu marah....?"


"Kamu pikir aku tidak akan marah?"


"Bukan begitu.."


"Kalau begitu jelaskan kenapa kamu pulang terlambat..."


"Ayah ingin membuat kalian merasakan apa yang kami rasakan kemarin..."


"Jadi ini balas dendam?"


"Begitulah..."


Nia berdiri dari duduknya sembari terus menatap suaminya itu dengan marah


"Kamu sangat kejam... Kemarin ponselku mati... Dan sekarang kamu sengaja dengan tidak menghubungiku karena kamu ingin aku merasakan hal yang sama?... Wah Do Eun Dan... Kamu sangat kejam... Kamu tau ini pukul berapa?... Ini tengah malam...."


Eun Dan menarik Nia tiba-tiba kemudian memeluknya


"Ini yang aku harapkan dari mu" ujar Eun Dan diikuti senyum tipisnya


"Kamu ingin aku marah?" Ujar Nia dengan lembut


"Kamu menggemaskan ketika sedang kesal seperti ini... Maaf... Aku tidak akan melakukan ini lagi... Selain itu kmu juga harus sering menghubungiku... Saat masih di sini kmu bahkan tidak menghubungiku bagaimana ketika kamu berada di Indonesia..."


"Aku akan sering menghubungimu ketika aku di Indonesia...."


"Kamu juga harus menghubungi ku meski masih di sini..." Ujar Eun Dan dengan manja

__ADS_1


"Baiklah..." Jawab Nia kemudian mengecup pipi kiri Eun Dan


Malam itu mereka tidur terlambat dari biasanya, seperti biasa Eun Dan selalu memeluk Nia dalam tidurnya, pria itu sebenarnya tidak ingin kehilangan waktunya bersama dengan Nia sebelum mereka harus berpisah untuk waktu yang cukup lama dalam tiga hari lagi, namun dia harus tetap bekerja dan hanya bisa bertemu istrinya di malam hari ketika ia pulang dari kantor. Dia bahkan akan tinggal sendirian di rumah ketika Nia kembali ke Indonesia, dia akan benar-benar kesepian hingga Nia akhirnya kembali ke Korea nantinya.


__ADS_2