
Nia dan Yuri akan kembali ke ruang rawat setelah berjalan-jalan sebentar.
"Kamu tau Nia?... Yeon Jun tidak pernah bicara sebanyak itu denganku dalam sehari... Dia terkadang akan gagap ketika bicara dengan ku..." Ujar Yuri
"Benarkah?... Dia tidak terlihat seperti itu... Dia baik-baik saja ketika bicara denganku..." Jawab Nia
"Dia terlihat lebih tenang setiap kali berada di sisi Eun Dan... Aku awalnya berfikir jika itu hanya cerita lama... Ibu mertua ku pernah menceritakan kisah mereka... Tapi aku tidak pernah berfikir jika waktu 13 bukanlah apa-apa bagi hubungan mereka... Namun aku sangat senang melihat Yeon Jun bisa tersenyum dan terlihat begitu bahagia seperti itu..." Ujar Yuri
"Kamu pasti sangat menyukai Yeon Jun benar bukan?" Ujar Nia
"Tentu... Tapi mungkin tidak sebesar cintamu kepada Eun Dan... Mungkin sangat berat menikah dengannya..." Ujar Yuri
"Memang cukup berat... Tapi aku sangat bahagia meski aku merasa kehidupan ku ini seperti dalam sebuah drama... Aku juga merasa ini semua adalah sebuah mimpi..."
"Tapi apa kamu pernah jatuh cinta kepada pria lain selain Eun Dan?"
"Tentu saja pernah" Jawab Nia
"Benarkah... Bisakah kamu ceritakan?" Ujar Yuri begitu bersemangat
"Dia adalah teman SMA ku, aku awalnya tidak berfikir akan menyukainya, sampai sekarang aku bahkan masih bertanya-tanya apakah aku benar-benar menyukainya..."
"Kenapa?"
"Temanku mengatakan jika cinta pertama akan membuat jantung berdebar tapi aku tidak pernah berdebar ketika berada di dekatnya sampai akhir"
"Apa kamu pernah berdebar oleh seorang pria?"
"Pernah... Yang pertama adalah Eun Dan Oppa itu ketika pertama kali aku menonton dia melakukan live di Instagram... Kemudian seorang guru disekolah ku..."
"Guru? Apa dia masih lajang?"
"Dia masih lajang saat itu..."
"Kamu menyukai gurumu?"
"Tidak... Itu karena dia terkenal sangat menakutkan dan itu pertama kali tatap muka dengannya... Kamu tau jantung ku berdebar sepanjang jam pelajaran... Sekitar dua jam..."
"Benarkah?" Terlihat sangat takjub
"Tapi itu menjadi yang pertama dan terakhir... Karena setelahnya aku sudah tidak merasa takut lagi padanya"
"Jadi bagaimana dengan pria yang kamu anggap sebagai cinta pertama mu itu?"
"Aku tidak tau!... Jika itu benar-benar cinta maka itu cinta sepihak karena dia menyukai wanita lain!"
"Kamu tidak apa-apa saat itu?"
"Aku merasa kesal... Dan itu tidak menyenangkan... Tapi aku tidak sampai menangis... Kamu tau pria yang membuat ku menangis hanyalah Eun Dan dengan para member KX star ... Benar ada lagi..."
"Siapa itu?"
"Wali kelas ku dan ayahku!"
"Kenapa?"
"Aku menangis ketika perpisahan dengan wali kelas ku dengan mendengar kata-kata mutiara yang dia ucapkan dan aku menangis karena ayahku karena dia pergi meninggalkan ku untuk selamanya..."
"Maaf... Seharusnya aku tidak bertanya terlalu jauh..." Ujar Yuri
"Kamu tahu? Bicara adalah solusi awal untuk membuat kita menjadi lebih dekat!...... Kita sudah sampai..."
Mereka memasuki ruang rawat, melihat Eun Dan bersama Yeon Jun yang sedang menyiapkan makan siang yang baru saja mereka beli dan beberapa makanan yang dibawa oleh keluarga Eun Dan Sebelumnya.
__ADS_1
"Kalian sudah kembali?" Ujar Eun Dan
"Iya... Nia mungkin lelah mendorongku" ujar Yuri
"Duduklah kemari kita akan makan siang..." Ujar Eun Dan
"Apa yang akan kita makan?" Ujar Yuri
"Ayam... Dan beberapa sayuran..." Jawab Eun Dan
"Kamu harus makan banyak mungkin nanti malam kamu tidak diizinkan untuk makan karena harus menjalani operasi" ujar Yeon Jun
"Baiklah..." Jawab Yuri
Mereka berempat makan siang bersama, Nia makan begitu lahap dia sepertinya sangat kelaparan.
"Pelan-pelan!" Ujar Eun Dan kepada Nia
"Ini enak..." Jawab Nia
"Tetap saja kamu harus makan secara perlahan bagaimana jika tersedak" ujar Eun Dan
"Kalau begitu berhenti mengajakku untuk bicara!" Ujar Nia
Eun Dan menyuapi Nia dengan paha ayam goreng, dengan senang hati Nia memakannya dengan sangat lahap, Yuri juga makan dengan disuapi oleh Yeon Jun karena perutnya yang besar dia kesulitan untuk bergerak, terkadang Yuri mengambil makanan yang ada di piring Yeon Jun dan menyuapkannya, mereka berempat berada di ruangan itu namun terasa seperti kedua pasangan itu berada di tempat yang berbeda, Setelah selesai makan siang Eun Dan dengan Nia pamit untuk pulang.
"Kami akan kembali lagi besok untuk bertemu keponakan kami" ujar Nia
"Kalian benar-benar akan datang?" Ujar Yeon Jun
"Kami akan datang!... Kalau begitu kami pulang dulu!" Ujar Eun Dan
"Aku akan mengantar kalian sampai depan!" Ujar Yeon Jun
"Tidak perlu! Kamu temani saja Yuri kami akan pergi sekarang!" Ujar Eun Dan
"Baiklah!" Jawab Nia
Eun Dan dengan Nia pergi meninggalkan rumah sakit, diperjalanan dia mendapatkan telepon dari Ray, Eun Dan segera mengangkat panggilan itu.
"Halo?" Ujar Eun Dan
"Kamu dimana? Kami ada di rumah kalian!" Ujar Ray
"Kita harus mengadakan pesta untuk calon keponakan kami" teriak Myeon
"Kami sedang tidak di Seoul!" Jawab Eun Dan
"Kalian sedang di rumah paman?" Ujar Ray
"Iya... Ibu dan nenek membuat drama untuk menginginkan cucu dan sesuatu yang tidak terduga terjadi, dan kami mengetahui jika Nia sedang mengandung" ujar Eun Dan
"Kapan kalian pulang?" Tanya Ray
"Mungkin besok setelah Yuri selesai menjalani operasi" ujar Eun Dan
"Apa dia sakit?" Tanya Soo Jin
"Dia akan melahirkan" ujar Eun Dan
"Tapi siapa Yuri?" Tanya Myeon
"Dia istri sepupuku!" Jawab Eun Dan
__ADS_1
"Oppa-del (dEl \= panggilan untuk lebih banyak orang) kalian harus datang besok... Aku sepertinya merindukan kalian..." Ujar Nia
"Kenapa kamu melakukan aegyo?" Ujar Eun Dan kesalahan karena Nia berbicara menggemaskan
"Kami akan datang lagi besok!" Ujar Ki Jun
"Aku akan menutup panggilannya!" Ujar Eun Dan
"Apa kamu kesal?" Ujar Ray
"Kenapa aku harus kembali?!" Ujar Eun Dan
"Suaramu mengatakan hal yang berlawanan!" Ujar Ray
"Sudahlah... Sampai jumpa besok..." Eun Dan mengakhiri panggilannya
"Kenapa kamu marah?" Ujar Nia
"Aku tidak marah... Aku harus menyetir" ujar Eun Dan terlihat kesal dan fokus pada jalanan
Sedangkan para member KX star yang sudah terlanjur membeli kue dan makanan kebingungan harus diapakan semua itu, jika mereka memakannya bagaimana dengan hari esok.
"Apa yang akan kita lakukan dengan semua ini...(menunjuk semua makanan di meja) kita tidak bisa memakannya sekarang..." Keluh Kira
"Kita telepon saja manajer dia pasti bisa mengatasinya..." Ujar Soo Jin
"Aku sangat ingin memakan semua itu! Kenapa harus menahan lagi hingga besok?" Keluh Myeon
"Kamu pikir hanya kamu yang ingin memakannya? Aku juga mengingatkan itu!" Ujar Mike
Begitulah drama dibalik makanan para member KX star, menjadi idol cukup sulit mereka harus menjaga tubuh mereka agar tetap bagus sehingga tidak bisa makan semau mereka, hanya sesekali mereka bisa bebas makan apapun dan kemudian harus kembali menjaga pola makan mereka.
"Hyeong... Setidaknya beri aku sepotong ayam!" Ujar Kira yang begitu putus asa
"Sudahlah hentikan semua ini! Kalian seperti anak kecil... Aku juga menginginkan itu... Tapi aku sedang menjalankan syuting drama jadi berat badan ku tidak bisa naik begitu saja!" Ujar Exel
Sedangkan di mobil Eun Dan masih cemberut kepada Nia, dan hanya diam saja namun meski sedang kesal dia terus memegang tangan Nia sepanjang perjalanan, ketika sudah sampai di rumah Nia melepaskan tangannya dari Eun Dan kemudian masuk ke rumah lebih dulu, hal itu membuat Eun Dan semakin kesal, dia tidak tau harus bagaimana, dia sedang kesal karena Nia berbicara manis kepada para member meskipun sebenarnya itu merupakan hal yang sangat sederhana, tapi dia juga ingin tetap berada di sisi Nia dan tidak ingin bertengkar akan tetapi jiwa kekanakan yang dia miliki membuatnya menjadi seperti itu, pria dewasa yang menjadi kekanakan karena rasa cemburu harus menanggung akibat dari apa yang dia lakukan.
Eun Dan masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan mobil, dia melihat Nia sedang bersama ibu dan nenek, Eun Dan merasa takut mendekati Nia karena berfikir jika istrinya itu akan marah karena sikapnya yang begitu kekanakan sebelumnya, tapi apa yang dia pikirkan tidaklah terjadi, Nia memanggilnya dan menyuruhnya duduk di sebelahnya, meskipun dalam keadaan yang labil Nia memahami jika suaminya itu lebih labil darinya, pria itu seperti seorang remaja yang baru menemukan cinta pertamanya, dia ingin terus menempel dan menjadi begitu lengket.
"Kamu tidak marah?" Ujar Eun Dan terlihat menyesal
"Marah? Bukankah kamu yang sedang marah?" Menatap suaminya yang sedang tertunduk sembari memegang tangannya
"Aku tidak marah!" Ujar Eun Dan melihat Nia
"Benarkah?" Ujar Nia diikuti senyuman
"Tentu saja tidak!" Jawab Eun Dan
"Lihatlah dia begitu kekanakan... Ayahnya selalu mengatakan jika 'usia tidak membuat orang menjadi dewasa' selain istrinya putranya juga sama..." Ujar nenek
"Ibu... Suamiku juga pernah mengatakan hal itu padamu..." Ujar nyonya Do
"Dia juga terkadang kekanakan! Kenapa dia mengatakan hal seperti itu..." Ujar nenek
"Kenapa kalian malah bertengkar?" Ujar Eun Dan begitu dingin
Suasana mendadak hening, mereka tidak bisa berkata-kata lagi mendengar perkataan Eun Dan.
"Kenapa kamu bicara seperti itu?" Bisik Nia kepada Eun Dan
"Mereka membicarakan ayahku!" Ujar Eun Dan
__ADS_1
"Tapi mereka ibu dan nenekmu!... Mereka hanya bercanda untuk mencairkan suasana... Kenapa kamu begitu serius..." Ujar Nia menjelaskan
"Ouhhh... Aku tidak tau itu!" Ujar Eun Dan memalingkan wajahnya sembari cemberut karena merasa malu