Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
HORMON


__ADS_3

Setibanya Nia di bandara internasional Incheon tiba-tiba ada seorang pria dengan hoodie yang menggunakan topi dan masker yang memegang tangannya juga mengambil kopernya, pria itu terus memegangi tangannya sembari berjalan, Nia tidak mencoba melepaskan diri karena dia tau jika itu adalah suaminya, jadi Nia hanya mengikuti kemana suaminya itu akan membawanya.


Ketika sampai ke tempat parkir mobil mereka, Eun Dan memasukkan koper Nia ke bagasi mobil kemudian membukakan Nia pintu dan menyuruhnya masuk dengan isyarat tanpa bersuara, tak lupa tangannya di letakkan di atas kepala Nia untuk berjaga-jaga agar Nia tidak terbentur ketika memasuki mobil, mobil mereka mulai bergerak untuk pulang, Nia hanya bisa heran melihat suaminya yang begitu tenang dan bersikap begitu dingin kepadanya.


"Oppa... Apa kamu marah?..... Maaf karena tidak menjawab panggilan mu... Aku juga tidak membalas pesan mu.... Maaf... Aku sungguh menyesal... Aku... Aku merasa kesal dan marah karena kamu tidak ingin memberitahu kepadaku apa masalah mu... Hanya itu yang ku rasakan... Aku..."


Tiba-tiba Eun Dan menghentikan mobilnya, Nia melihat sekeliling dan menyadari bahwa mereka ada di parkiran rumah sakit, Nia terpanah dan terus menatap suaminya yang keluar dari mobil kemudian berjalan ke sisi mobil tempatnya duduk kemudian membukakan pintu, Nia keluar mobil secara perlahan, Eun Dan memegangi tangannya dan membawanya masuk ke rumah sakit, Eun Dan kemudian melakukan tes menyeluruh di seluruh tubuhnya untuk membuktikan bahwa penyakitnya bukan sesuatu yang harus dicemaskan.


Setelah selesai melakukan semua tes kesehatan mereka mendengarkan hasil dari semua tes yang dilakukan Eun Dan, dokter menjelaskan bahwa Eun Dan baik-baik saja dan tidak sakit hanya saja dia memiliki tingkat stres yang cukup tinggi.


"Dia sering mengalami mimisan..." Ujar Nia


"Itu bisa saja terjadi ketika dia terlalu lelah... Atau bahkan hormon" jawan dokter Choi.


"Hormon?" Ujar Nia


"Kau tau jika seseorang begitu tertarik dengan lawan jenis itu mungkin bisa terjadi..." Jawab dokter Choi


"Aku pernah melihat itu dalam komik... Tapi apakah itu benar-benar bisa terjadi dalam kehidupan nyata?" Ujar Nia


"Tentu saja... Komik juga menggunakan fakta yang diambil dari kehidupan nyata... Selain itu jika kamu tidak yakin dengan hasil pemeriksaan yang ku berikan kmu bisa melakukan pemeriksaan setiap dua bulan sekali.." ujar dokter Choi diikuti senyuman


"Baiklah... Terima kasih dokter..." Ujar Nia


"Kamu pasti sangat mencemaskan Eun Dan bukan?" Ujar dokter Choi


"Bagaimana kamu bisa tahu?" Ujar Nia

__ADS_1


"Tentu saja aku tau itu... Eun Dan bukan orang yang suka berada di rumah sakit... Dia bahkan tidak akan datang kerumah sakit meskipun hampir mati karena memakan kerang... Tapi dia menelepon ku dan mengatakan ingin melakukan sebuah pemeriksaan menyeluruh... Bukankah itu terdengar aneh... Tapi memikirkan dia sudah menikah itu tidak terdengar begitu buruk..." Ujar dokter Choi


"Hyeong kami akan pulang... Dia baru saja tiba setelah penerbangan yang cukup panjang..." Ujar Eun Dan


"Baiklah... Hati-hati dijalan.." ujar dokter Choi


Kedua pasangan itu kembali ke mobil mereka, hati Nia menjadi jauh lebih tenang sekarang namun sepanjang perjalanan pulang Eun Dan masih tidak bicara apapun kepadanya, Nia merasa sedikit takut dengan sikap Eun Dan yang begitu dingin itu, setibanya di rumah Nia masuk ke rumah terlebih dahulu sedangkan Eun Dan mengambil koper Nia di bagasi mobil, Nia pergi mandi setelah melakukan perjalanan panjang seusai mandi dia menemukan kopernya ada di kamar itu namun dia tidak menemukan suaminya.


"Apa dia begitu marah kepadaku?" Ujar Nia menyesali perbuatannya


Setelah selesai berganti pakaian Nia keluar kamar dan mencari suaminya, karena mencium bau masakan, Nia kemudian pergi ke dapur dan menemukan suaminya sedang memasak, Nia mendekati Eun Dan secara perlahan dan melihat masakannya.


"Cicipi lah ini...." Ujar Eun Dan sembari memberikan sendok dengan kuah sup didalamnya


Nia kemudian menghirup kuah sup yang di masak Eun Dan


"Emm!!... Ini enak... (Tersenyum sembari menatap suaminya)... Tapi... Oppa... Apakah kamu sudah tidak marah lagi?" Ujar Nia dengan canggung


Tapi Eun Dan tidak menjawab pertanyaan Nia, dia hanya mempersiapkan meja untuk makan malam, Nia berencana untuk membantu Eun Dan memindahkan sup ayam yang baru saja matang itu ke mangkuk, namun ketika mengambil mangkuk Nia tidak sengaja menjatuhkan mangkuk yang dia pegang, suara pecahan mangkuk itu membuat Eun Dan bergegas menghampiri Nia dengan perasaan yang begitu cemas, Nia segera membereskan pecahan kaca yang dia sebabkan, Eun Dan menghentikannya karena takut Nia terluka.


"Biar aku yang membersihkan ini... Pergilah ke meja makan..." Ujar Eun Dan begitu dingin.


Nia segera berdiri, ketika dia melangkah dia tidak sengaja menginjak pecahan kaca, Nia sontak menjerit karena merasakan sakit di kakinya dia kemudian melihat telapak kakinya, Eun Dan yang cemas menghampirinya dan melihat kaki Nia yang berdarah dia segera menggendongnya dan membawanya ke tempat duduk, dia bergegas mengambil kotak p3k dan baru kemudian mengobati luka Nia, begitu nampak jelas kecemasan di wajah Eun Dan melihat Nia yang terluka, namun dia masih tidak mengatakan apapun kepada Nia.


Setelah selesai mengobati kaki Nia Eun Dan kembali membersihkan pecahan kaca yang di sebabkan oleh Nia, sesudahnya mereka kemudian makan malam bersama, setelah selesai makan malam Eun Dan kemudian langsung mencuci piring dan membereskan meja, dia melarang Nia untuk melakukannya, Eun Dan akhirnya menyelesaikan beres-beres dapur, dia kemudian menghampiri Nia dengan wajah datarnya itu lalu menggendong Nia pergi ke kamar mereka. Setelah menurunkan Nia di tempat tidur Eun Dan berencana pergi namun Nia memegang tangannya.


"Oppa... Tidak bisakah kamu mengatakan sesuatu?... Kenapa kamu lebih banyak diam saja sejak aku kembali?... Kamu tidak marah ketika aku memecahkan mangkuk sebelumnya... Bahkan ketika aku terluka kamu tidak mengatakan apa-apa..." Ujar Nia yang frustasi dengan sikap Eun Dan kepadanya

__ADS_1


Eun Dan melepaskan pegangan Nia kemudian pergi ke kamar mandi, Nia merasa sedih dengan tanggapan suaminya itu, Nia mulai menangis semakin lama dadanya semakin sesak namun Nia terus berusaha untuk tidak bersuara, sampai ketika Eun Dan tiba di depannya setelah selesai mandi, Eun Dan berjongkok di depan Nia dan terus menatapnya kemudian mengelap air mata Nia.


"Kenapa kamu begitu menyebalkan... Kamu sangat kejam padaku... Kamu bahkan tidak ingin bicara padaku... Kamu..." Ujar Nia sembari menangis terisak


"Maaf... Maaf... Jangan menangis lagi..." Ujar Eun Dan


"Apa kamu hanya ingin mengatakan hal itu? Tidak ada yang lain?"


"Maaf... Aku sangat menyesal... Aku... Hanya sangat merindukanmu... Aku... Bersikap dingin karena tidak ingin bersikap terlalu egois..."


"Egois? Bukankah kamu bersikap begitu kepadaku sejak aku kembali?" Ujar Nia meninggikan suaranya


"Aku mengatakan sikap egois yang berbeda... Kamu baru saja tiba di Korea... Aku langsung membawamu ke rumah sakit untuk menghilangkan rasa cemas mu karena aku mimisan tempo hari... Aku kembali menghindari mu karena kamu juga harus makan... Kemudian sebelumnya... Aku pikir aku harus mandi..."


"Apa kamu harus mandi terlebih dahulu agar bisa bicara dengan ku?"


"Jika terlalu banyak bicara aku takut tidak bisa mengendalikan diri..."


"Untuk apa?" Ujar Nia kebingungan sembari mengusap air matanya


"Kamu tidak tau seberapa besar kerinduan yang kurasakan... Aku mungkin selalu menghubungi mu tapi aku tidak bisa menyentuhmu, aku tidak bisa memeluk mu, juga tidak bisa mencium mu... Meskipun bersikap dingin aku juga seorang pria... Aku..."


Nia kemudian mengecup bibir Eun Dan yang belum selesai mengatakan yang ingin dia katakan, ketika Eun Dan akan kembali bicara Nia kembali mengecup bibirnya, begitu juga untuk yang ketiga kalinya ketika Eun Dan akan bicara Nia segera mengecup bibirnya.


"Kamu kesal?... Kamu pernah melakukannya kepadaku... Jika kamu kesal maka kamu harus marah bukan hanya diam saja dan tidak mengatakan apapun..."


"Tidak aku tidak marah sama sekali...!

__ADS_1


Eun Dan mulai mendekatkan wajahnya kepada Nia, spontan Nia menutup matanya secara perlahan dan kemudian Eun Dan menciumnya dengan liar, perlahan membawa Nia lebih dalam, Eun Dan membawa Nia berbaring di ranjang secara perlahan dan meneruskan ciuman yang dia lakukan untuk memuaskan kerinduannya dan nafsunya sebagai seorang pria ataupun seorang suami, Eun Dan tidak hanya melakukan ciuman yang mendalam dia juga kembali merasakan tubuh istrinya yang sudah sangat dia rindukan, malam itu berakhir dengan penuh keringat yang gairah.


__ADS_2