Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
Malam pertama


__ADS_3

Mungkin nampak sederhana namun keduanya tetap merasa gugup berada di ranjang yang sama, Eun Dan ingin memegang tangan Nia namun dia takut Nia akan merasa tidak nyaman sehingga mengurungkan niatnya itu, namun serangan yang tidak dia harapkan terjadi, Nia memutar tubuhnya dan memeluknya sontak tubuh Eun Dan membeku di kehangatan itu.


"Aku pikir berpelukan akan menjadi awal yang baik!" Ujar Nia tersipu malu


"Nia apa kau tau? Aku sudah menjadi aktor cukup lama, pelukan bukan awal dari percintaan namun sebuah ciuman...!" Ujar Eun Dan


"Kau pasti sudah sangat berpengalaman tentang itu..." Ujar Nia mendongak menatap Eun Dan yang juga menatapnya.


Nia kemudian bangkit dan duduk di tempat tidur, Nia melihat kaki panjangnya Eun Dan yang tidak muat di kasur kecilnya, Eun Dan ikut bangun dan melihat Nia menatap kakinya.


"Pasti akan sangat dingin saat pagi tiba!" Ujar Nia cemas


"Tidak apa-apa... Aku aku akan baik-baik saja...!" Ujar Eun Dan tersenyum


"Kau bisa melipat kedua kakimu supaya muat di kasur...!" Ujar Nia memberi saran


"Kalau begitu bagaimana denganmu?" Ujar Eun Dan


"Ahh... Ini semua salahku, ini terlalu kecil untuk mu..!" Keluh Nia


"Aku akan baik-baik saja...!" Ujar Eun Dan


"Tapi tetap saja....!"


Sebelum menyelesaikan kata-katanya Eun Dan menyerangnya dengan mengecup bibirnya, mungkin hanya tiga detik namun begitu mengejutkan Nia sontak membeku, sedangkan Eun Dan menyeringai begitu senang.


"Apa yang....!"


Eun Dan kembali menyerangnya


"Kau...!" Serangan berikutnya kembali meluncur


"Kau selalu banyak bicara....!" Ujar Eun Dan


Nia baru saja akan bicara serangan keempat dari Eun Dan membuatnya tidak berani untuk bicara dia bahkan menarik masuk bibirnya karena takut mendapatkan serangan yang lainnya


"Kau sangat menggemaskan.... Tapi Nia.... Bisakah aku melakukannya sekali saja?..." Ujar Eun Dan dengan jarak wajah keduanya hanya berkisar lima cm saja.


Nia membuka bibirnya perlahan menandakan di setuju dengan permintaan Eun Dan, mata Nia spontan menutup perlahan, Eun Dan mendekatkan wajahnya kepada Nia, kedua pasang bibir itupun bertemu, perasaan hangat dan nyaman yang Nia rasakan dari setiap sentakan dan tarikan yang Eun Dan lakukan, ciuman itu terasa semakin dalam Eun Dan bahkan membawa Nia berbaring di tempat tidur secara perlahan dengan terus melanjutkannya, lidah keduanya saling bertemu dan bercumbu menciptakan sebuah perasaan yang luar biasa di antara keduanya.


"Apa aku bisa melakukannya....?" Ujar Eun Dan dikuti nafas terengah dan terdengar penuh nafsu


Nia tidak menolak keinginan Eun Dan itu dan mulai merasakan kehangatan tubuh Eun Dan, begitulah malam pertama yang dijalani kedua pengantin baru itu, pagi hari tiba Eun Dan bangun dari tidurnya namun tidak menemukan Nia disisinya, seluruh tubuhnya terasa sakit karena bekerja terlalu keras semalam, Eun Dan bangkit dari tidurnya dan keluar kamar untuk menuju kamar mandi, dia menemukan istrinya sedang memasak sarapan.


"Apa kau bangun pagi-pagi sekali?" Tanya Eun Dan


"Aku bahkan solat subuh!" Ujar Nia


"Kau seharusnya membangunkan ku!, Solat bukan sesuatu yang bisa ditinggalkan begitu saja!" Ujar Eun Dan


"Maaf..... aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama... Kau terlihat sangat lelah jadi tidak berani membangunkan mu!" Ujar Nia menyesal


"Baiklah... Aku akan mandi dulu!" Ujar Eun Dan

__ADS_1


Siang itu mereka hanya berdua di rumah sedang menonton televisi, Eun Dan menggodanya dengan membahas apa yang mereka lakukan semalam.


"Pelukan akan menjadi awal yang baik?" Ujar Eun Dan


"Apa maksudmu......(menyadari apa yang dimaksud Eun Dan) Berhentilah menggodaku.." ujarnya dengan menggemaskan


"Aku hanya sedikit mengingat kejadian semalam!" Ujar Eun Dan cengengesan


"Kau pikir siapa yang bisa menolak jika sudah sejauh itu... Kau sangat menyebalkan....!" Ujar Nia menggerutu


"Berpacaran setelah menikah adalah pilihan terbaik!...." Ujar Eun Dan tersenyum


"Kenapa begitu?" Tanya Nia menatap suaminya yang merangkulnya dari samping itu


"Aku tidak perlu memikirkan batasan... Karena kau adalah istriku!" Ujarnya menatap Nia


"Aku tidak tau jika kau begitu nakal" ujar Nia


"Kau akan mendapatkan lebih banyak kejutan kedepannya...!"


"Seperti apa...?" Tanya Nia mendongak, tiba-tiba Eun Dan mengecup bibirnya


"Seperti ini..!" Ucap Eun Dan tersenyum.


"Kau sangat liar.... Kau menyembunyikan sifat asli mu di wajah polos itu...!" Ujar Nia mengejeknya


"Kau sepertinya belum menonton dramaku!"


"Aku menontonnya.... Tapi hanya satu drama romantis yang kau bintangi sisanya tidak memiliki genre romance...!" Ujar Nia


"Kau tau aku jadi begitu membenci aktrisnya karena drama itu.... Dia terlihat menyebalkan.... Aku sangat tidak menyukai setiap drama yang dia mainkan.." ujarnya dengan begitu kesal


"Kau pasti sangat menyukaiku sebesar itu.."


"Ten.... Tentu saja" ucapnya merasa malu


"Apa aku melakukannya dengan baik... Drama itu..?"


"Apa maksudmu?"


"Kiss.."


"Hei.... Kau semakin menyebalkan.... Kenapa kau membahas itu dengan istrimu.."


"Aku.... Hanya ingin menggoda mu... Dan melihat ekspresi ini di wajahmu... Kau sangat menggemaskan.."


"Waahhh.... Kau sangat aneh... Kau membuat orang kesal untuk memuaskan keinginanmu" ujar Nia kesal dan meninggalkan Eun Dan ke kamarnya


"Aku pikir aku sudah keterlaluan kali ini.." ujar Eun Dan segera mengikuti Nia


Eun Dan terburu-buru menemui Nia yang sedang marah, namun hal yang tidak terduga lah yang ia temukan, Nia sedang menggelar tikar dan sajadah di atasnya.


"Ambillah air wudhu lebih dulu...!" Ujar Nia

__ADS_1


"Kau tidak marah...?" Tanya Eun Dan gugup


"Aku hanya kesal tidak marah..."


"Baiklah... Aku akan ambil wudhu... Jangan lupa matikan televisi... Aku tidak mengerti mematikannya!" Ujar Eun Dan terbata-bata karena merasa menyesal


Dzuhur itu menjadi solat pertama Nia dengan Eun Dan menjadi imamnya, seusai sholat Nia tiba-tiba menangis hal itu membuat Eun Dan kebingungan dan tidak tau harus berbuat apa


"Apa yang sebenarnya terjadi? Katakan sesuatu... Kau tidak bisa menangis seperti ini" ujar Eun Dan


"Aku sangat bersyukur.... Aku tidak tau jika aku memiliki keberuntungan sebesar ini, aku bahkan tidak pernah menerima jika orang merasa iri dengan keberuntungan ku, karena mereka tidak tau bagaimana dan sebesar apa kesialan yang ku miliki, aku pikir mereka begitu kejam.... Tapi untuk kali ini aku benar-benar merasa jika aku sangat beruntung karena bertemu denganmu....!" Ujar Nia dalam tangisnya


Eun Dan mendekat dan memeluk Nia untuk menenangkannya, hari itu berlalu begitu saja keesokan harinya mereka cukup sibuk mempersiapkan keberangkatan ke Korea, karena bukan hanya mereka yang akan pergi namun masih banyak tamu yang lainnya. Untungnya yang sudah mereka siapkan sejak awal berjalan dengan lancar, mereka semua mendarat di Korea dengan selamat dan tiba pada acara resepsi pernikahan mereka.


Nia mengenakan gaun pengantin yang sudah disiapkan keluarga mempelai pria, gaun spesial turun temurun di keluarga itu namun sudah di modifikasi menyesuaikan tubuh Nia yang cukup kecil selain itu karena Nia harus menggunakan hijab jadi bagian dadanya tidak terbuka dan memiliki lengan panjang, Nia terlihat sangat cantik dengan pakaian itu, gaun putih yang menyentuh lantai begitu mekar dan nampak elegan, Eun Dan berada di sebelahnya dengan memegang tangannya, berjalan di kerumunan menuju pelaminan mereka.


Para tamu bersorak dan bertepuk tangan untuk mereka, tidak seperti pernikahan yang biasa dilakukan mereka hanya menggelar acaranya saja tanpa upacara sumpah pernikahan, di pertengahan acara semua orang mulai bernyanyi untuk kedua pengantin bahkan ada yang menari, sampai tiba waktunya para member KX star membawakan lagu sembari mengucapkan selamat untuk pernikahan mereka.


Alunan suara merdu membuat suasana ruangan itu menjadi begitu tenang dan sejuk, Eun Dan juga mempersembahkan sebuah lagu untuk istri tercinta yang baru saja ia sunting itu, alunan musik dan nyanyian Eun Dan membuat Nia terharu dan air matanya mulai mengalir, Ibunya menghampiri Nia dan memeluknya dengan erat.


"Buk... Nia bakal sering jauh dari ibu setelah menikah.... Nia minta maaf buk... Nia jarang buat ibu tertawa dan belum bisa bahagiain ibuk sepenuhnya..." Ujar Nia tersedu-sedu


"Nia anak baik... Nia cukup sering kunjungi ibu di rumah... Ibu bahagia bisa melihat Nia menikah dengan pria yang Nia cintai dan begitu mencintai Nia...." Ujar ibu Nia ikut menangis


Acara pernikahan itu berakhir para tamu mulai pulang ke rumah mereka masing-masing, sedangkan tamu dari Indonesia di antar ke hotel yang sudah di siapkan, sedangkan Nia dan ibunya serta keluarga Ayu ikut ke rumah Eun Dan, rumah yang sudah lama Nia tinggalkan karena kejadian yang cukup mengejutkan dan memiliki kenangan yang tak terlupakan, tempat yang begitu Nia rindukan dan betapa bahagia dia dapat kembali ketempat semuanya bermula.


"Kau mau kemana?" Ujar Eun Dan kepada Nia yang ingin ke kamar lamanya


"Ke kamar...." Menunjuk kamar lamanya


"Kamar kita ada disini.." menunjuk yang seharusnya


"I...itu... Ah aku lupa...." Ujar Nia terbata-bata karena kebingungan


Mereka menuju ke kamar, Nia hanya bisa tercengang melihat kamar itu, dulu kamar itu hanya dia masuki untuk di bereskan namun sekarang dia akan tinggal di sana dan itu adalah kamarnya.


"Aku akan menunjukkan kamar kepada yang lainnya" ujar Eun Dan


"Baik... Aku akan merapikan barang bawaan!" Ujar Nia


Eun Dan keluar menemui yang lainnya, dia mengantar mereka ke kamar yang ada di rumah itu


"Rumahmu sangat besar, apa kau tinggal sendirian di rumah sebesar ini?" Ujar Arya


"Begitulah... Aku sudah tinggal disini sejak lulus SMA" ujar Eun Dan dengan berbahasa Indonesia


"Sendirian?" Tanya Arya yang kaget


"Begitulah... Awalnya aku tidak terlalu sering di rumah karena harus mengikuti latihan (trainee)" jawabnya dengan santai


"Kau lebih menakjubkan dari yang terlihat" ujar Arya


"Kamar ini akan cocok untukmu meski hanya untuk dua malam" ujar Eun Dan membuka pintu kamar.

__ADS_1


"Ini sangat bagus!" Ujar Arya


Malam itu mereka kumpul bersama di ruang tamu, bercerita dan bersenang-senang, Eun Dan merasa cukup nyaman dengan hal itu dia benar-benar tidak sia-sia harus mengalami penderitaan sebelumnya. Dia juga merindukan para membernya yang biasa bersuka ria di tempat itu, hari-hari Eun Dan akan dimulai saat itu kebahagiaan tidak akan selalu berada disisinya, terkadang kedinginan malam yang selama ini dirasakannya akan kembali ketika Nia harus pulang ke Indonesia. Hal yang paling dia takutkan akan kembali meski hanya sesaat, dia hanya ingin kehangatan itu bertahan sedikit lebih lama.


__ADS_2