
"Tapi kenapa hari ini kamu membahas tentang semua ini?" Ujar Eun Dan dalam pelukan Nia
"Aku juga tidak tahu! Itu hanya terlintas di pikiran ku!"
"Besok aku libur kerja... Apakah kamu ingin pergi ke suatu tempat?"
"Aku sebenarnya ingin merasakan kencan seperti orang Korea biasanya... Tapi karena suamiku adalah mantan idol terkenal mungkin akan agak sulit!"
"Kenapa tidak kita bisa melakukannya! Jika kamu benar-benar menginginkan hal itu!"
"Benarkah?"
"Tentu saja!"
"Selain itu aku juga memiliki alasan lain!" Nia melepaskan pelukannya
"Apa itu?"
"Sebenarnya.... Besok mereka akan datang!"
"Siapa?"
"Kamu tau..."
"Siapa? Kenapa begitu sulit mengatakannya?"
"Yuri dan Yeon Jun akan datang besok!"
"..... Besok? Bukankah itu terlalu cepat?"
"Sebenarnya mereka akan datang setelah menghubungi waktu itu... Tapi Yeon Jun oppa masih harus mengurus beberapa hal!"
"Kenapa mereka terlalu terburu-buru?"
"Kamu seharusnya menanyakan hal itu kepada mereka secara langsung.... Jangan terlalu kesal seperti itu...."
"Tapi besok adalah hari libur pertama ku setelah kamu kembali!"
"Kita masih ada minggu-minggu selanjutnya! Benar bukan?"
"Kamu sangat kejam!"
"Kenapa begitu? Bukankah kamu juga menyetujuinya saat itu?"
"Aku hanya tidak berfikir jika mereka akan datang begitu cepat" mengeluh dengan menggemaskan
"Apa sekarang kamu mulai suka merengek?"
"Kapan mereka akan tiba? Pagi atau sore?"
"Aku tidak terlalu yakin dengan itu"
"Jadi kita harus menunggu di rumah hingga mereka tiba di rumah?"
"Sepertinya begitu... Kita bisa melakukan banyak hal di rumah... Membaca, menonton televisi, memasak, kita juga bisa bermain alat musik, selain itu kamu pasti lelah jadi sebaiknya istirahat di rumah seharian...."
"Aku tidak begitu lelah!... Aku selalu pulang tepat waktu dan istirahat dengan cukup... Karena besok kita hanya berada di rumah maka aku meminta hari libur tambahan di hari berikutnya!"
"Kenapa?"
__ADS_1
" "Kenapa?" Apa kamu bercanda? Aku seorang pengusaha bukan seorang dokter ataupun tentara aku bisa berlibur, lagipula aku tidak sesibuk itu!"
"Benar-benar tidak sibuk?"
"Bukan hanya aku yang bekerja di perusahaan itu ada begitu banyak karyawan dan pemegang saham lainnya, tidak akan menjadi masalah jika aku mengambil libur satu hari!"
"Tapi.... Kenapa kamu begitu ingin berlibur?"
"Kamu sendiri yang bilang ingin pergi dengan ku!"
"Kamu bisa saja mengatakan 'kita bisa pergi Minggu depan!' kenapa harus mengambil libur?"
"Apa aku benar-benar tidak bisa mengambil liburan? Bukankah kamu terlalu kejam dengan hal itu?! Aku hanya ingin mengambil libur satu hari dan bukannya ingin berhenti bekerja kenapa tidak boleh kenapa harus mempermasalahkan hal yang begitu kecil?"
"Kamu benar... Tapi terkadang perdebatan bisa menjadi buih-buih cinta!" Nia tersenyum
"Kamu lebih dingin dari yang kubayangkan! Kamu selalu menyembunyikannya di balik senyum manis mu itu!"
"Apa kamu mulai kesal sekarang?"
"Iya sangat kesal!!!"
"Kamu lebih kekanakan dari yang terlihat"
"Dan kamu adalah penyebab semua ini!"
"Baik... Baiklah aku menyesal... Kamu mau memaafkan ku bukan?" Nia tersenyum dan menggoda Eun Dan
"Kalau begitu aku akan berlibur lusa! Tidak ada penolakan ataupun perdebatan lainnya!"
"Kamu masih saja membahasnya..."
"Baiklah kamu bisa mengambil liburan lusa! Kamu puas dengan itu?"
"Kamu masih harus mandi dengan ku!"
"Itu hanya mandi!"
"Hanya mandi? Waah.... Aku pikir untuk pertama kalinya aku mengajak mu untuk mandi bersama kamu begitu cemas... Aku selalu penasaran dengan apa yang kamu pikirkan saat itu... Tapi sekarang sepertinya ini sudah biasa untuk mu!"
"Aku juga menjadi begitu penasaran kenapa hari ini kamu begitu sensitif? Kamu begitu mudah kesal dan marah... Ada apa dengan mu sebenarnya?"
"Kamu mengalihkan pembicaraan!.... Sudahlah sebaiknya kita pergi mandi!"
Eun Dan bangkit dari duduknya sembari memegang tangan Nia kemudian mereka pergi ke kamar mereka.
Nia sedang menyiapkan makan malam untuk mereka di dapur sedangkan Eun Dan baru saja tiba dari kamar mereka.
"Kamu sudah merapikan semuanya bukan?" Ujar Nia melihat Eun Dan yang datang ke dapur
"Aku sudah melakukannya! Tidak terlalu banyak yang harus di bereskan!"
"Tetap saja kamu harus merapikannya dengan baik!"
"Aku menyusun mukenah dan sajadahnya tepat di tempat semula!"
"Oppa... Kamu benar-benar tidak bisa diajak bertengkar!"
"Kenapa harus bertengkar?"
__ADS_1
"Bukankah tidak akan menjadi masalah jika bertengkar sejenak? Itu bisa melepaskan stres berlebihan!"
"Aku bisa menemanimu jika itu memang diperlukan! Tapi kamu harus paham batasan!"
"Okay!!" Nia tersenyum lebar
TOK.... TOK.... TOK.... TING... NUNG ... TING... NUNG....
Suara bel dan ketukan pintu terus berbunyi Eun Dan segera keluar dan membukakan pintu.
"Hai..." Seorang pria menyapa
"Kenapa?.... Silahkan masuk!" Eun Dan nampak begitu bingung dengan apa yang dia lihat
"Cuacanya cukup dingin!" Ujar pemuda itu
"Bukankah seharusnya kalian datang besok?" Ujar Eun Dan yang masih kebingungan
"Benar seharusnya datang besok tapi Yeon Jun oppa ingin segera kemari jadi aku hanya bisa mengikuti keinginannya!" Jawab Yuri
"Kamu sepertinya begitu terburu-buru!" Eun Dan menatap Yeon Jun
"Apa aku baru saja mengganggumu? Kenapa begitu kesal?" Yeon Jun kebingungan dengan sikap dingin Eun Dan
"Siapa yang datang?" Nia keluar dari dapur
"Mereka... Yuri dan Yeon Jun!" Ujar Eun Dan
"Benarkah?!... ( Nia berlari-lari kecil menghampiri mereka) bukankah kalian akan datang besok?" Nia terlihat begitu senang
"Yeon Jun oppa begitu terburu-buru untuk datang!" Yuri tersenyum melihat Nia
"Bagaimana dengan barang bawaan kalian?" Eun Dan yang berusaha pasrah dengan keadaan
"Masih di mobil!..." Yeon Jun bergerak ke luar untuk mengambil barang-barang mereka
"Apa yang kamu lakukan?... Bantu dia!..." Nia menyuruh Eun Dan untuk membantu
Eun Dan pergi mengikuti Yeon Jun untuk mengambil barang-barang mereka yang masih berada di dalam mobil.
"Kenapa kalian begitu banyak membawa barang?" Ujar Eun Dan melihat tiga koper besar di bagasi mobil Yeon Jun
"Bayi memerlukan begitu banyak barang dan kebutuhan!" Jawab Yeon Jun
"Kalian bisa membelinya ketika tiba di sini!"
"Tidak semuanya adalah barang sekali pakai! Kamu akan tau ketika bayimu lahir nantinya! Aku sebelumnya juga tidak akan menyangka jika bayi akan memerlukan begitu banyak barang bahkan melebihi orang dewasa, selain itu masih ada yang harus di beli!"
"Sudahlah! Sebaiknya kita membawa semuanya masuk! Aku mulai kedinginan!"
"Kamu seharusnya menggunakan pakaian yang hangat di musim gugur!"
"Di dalam rumah memiliki penghangat ruangan! Kenapa aku harus menggunakan pakaian yang tebal!" Eun Dan pergi membawa dua koper besar barang yang ada di dalam mobil Yeon Jun
"Kamu benar!" Yeon Jun berjalan mengikuti Eun Dan di belakangnya
Keduanya memasuki rumah, Nia duduk bersama Yuri di ruang tamu sembari menggendong bayi Yuri dan Yeon Jun, Nia nampak begitu senang membuat suasana hati Eun jauh lebih baik.
"Aku akan mengantar mu ke kamar kalian!" Ujar Eun Dan kepada Yeon Jun yang tepat di belakangnya
__ADS_1
Keduanya mulai berjalan menuju salah satu kamar yang ada di lantai bawah.