Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
SAUDARA KU


__ADS_3

"Tapi kamu terlihat sedang cemburu sekarang!" Ujar Yeon Jun


"Aku tidak sedang cemburu! Kenapa aku harus cemburu padamu! Hahh... Itu terdengar sangat aneh..." Jawab Eun Dan


"Tapi sikapmu mengatakan hal yang lain!" Ujar Yeon Jun


"Sudahlah jangan dengarkan mereka! Pertengkaran mereka tidak akan ada habisnya!" Ujar nyonya Do


"Sepertinya kita harus pulang... Aku ada rapat siang ini!" Ujar tuan Do


"Baiklah kalau begitu!" Jawab nyonya Do


"Kalian pulang duluan aku dan Nia akan disini sedikit lebih lama" ujar Eun Dan


"Aku akan mengantar kalian sampai depan" ujar Yeon Jun


Yeon Jun bersama Eun Dan mengantar mereka hingga ke parkiran mobil, sedangkan Nia bersama Yuri di ruang rawat, setelah keluarga Eun Dan pergi mereka kembali masuk ke dalam.


"Tapi... Apakah tidak terlalu dini kalian untuk memiliki bayi?" Ujar Yeon Jun


"Emm?... Aah... Aku juga sebenarnya belum memikirkannya... Jika dipikir-pikir aku sepertinya belum siap.." jawab Eun Dan


"Belum siap?... Kenapa?"


"Seperti katamu kami baru saja menikah... Aku berfikir jika setidaknya memiliki anak setelah satu tahun pernikahan... Aku masih ingin menghabiskan waktu berdua bersamanya lebih lama... Tapi sepertinya tidak seperti itu..." Ujar Eun Dan


"Apa pengamannya bocor?" Ujar Yeon Jun


"Pengaman? Pengaman apa?" Ujar Eun Dan yang bingung


"Kau tau... Pengaman ketika berhubungan intim..." Ujar Yeon Jun berbisik


"Aku tidak menggunakannya... Dia istriku kenapa harus menggunakan itu?" Ujar Eun Dan semakin heran


"Sepertinya kamu tidak tahu apa-apa! Padahal wajahmu mengatakan kamu tau segalanya!"


"Kamu sedang mengejek ku?"


"Kamu sendiri yang mengatakan jika ingin memiliki anak setelah satu tahun pernikahan! Tapi kamu tidak menggunakan pengaman? Hah.. apa kamu sedang bercanda?" Ujar Yeon Jun


"Aah... Aku mengerti sekarang!"


"Aku tidak tau kamu itu polos atau bodoh!"


"Kamu baru saja mengatai ku" ujar Eun Dan terlihat kesal


"Kekanakan sekali... Aku pikir istrimu sangat kesulitan mengurus mu!"


"Kamu pikir kamu lebih baik dari ku?"


"Tidak juga... Hahaha..."


Mereka tidak di ruang rawat, mereka melihat Yuri sendiri di sana.


"Dimana istriku?" Ujar Eun Dan


Yuri menunjuk sofa, sontak kedua sepupu itu menoleh kearah sofa dan melihat Nia yang sedang tertidur.


"Dia sedang tidur?" Ujar Eun Dan


"Yuri juga begitu... Kamu akan terbiasa nantinya" ujar Yeon Jun


Eun Dan menghampiri Nia, dia mengangkat kepala Nia secara perlahan dan meletakkannya di pahanya.


"Bagaimana dia bisa tidur di mana saja" ujar Eun Dan

__ADS_1


"Dia pasti sangat mengantuk" ujar Yuri


"Bukankah operasinya malam ini?" Ujar Eun Dan


"Iya operasinya malam ini... Aku sangat gugup..." Ujar Yeon Jun


"Kenapa kamu gugup? Istrimu yang akan melakukan operasi itu bukan kamu..." Ujar Eun Dan


"Kamu akan mengerti bagaimana rasanya ketika anakmu akan lahir nantinya!" Jawab Yeon Jun


"Benarkah?.. (menatap Nia yang berada di pangkuannya)... Tapi Yuri sudah berapa lama dia tertidur?..." Ujar Eun Dan


"Dia tertidur beberapa saat setelah kalian keluar..." Jawab Yuri


"Benarkah... Dia sepertinya tidur sangat pulas!" Ujar Eun Dan


"Eun Dan..." Panggil Yeon Jun


"Kenapa?" Sahut Eun Dan


"Bagaimana kabarmu 13 tahun terakhir?" Ujar Eun Dan


"Kamu sepertinya sangat penasaran" jawab Eun Dan


"Sedikit" timpal Yeon Jun sembari tersenyum


"Tidak buruk dan tidak terlalu baik.... Yang ku pikirkan saat ingin menjadi idol adalah dapat dikenal dengan kemampuan ku... Tapi... nyatanya penampilan tetap berada di atasnya... Selain itu aku tidak pernah berfikir menjadi idol itu merupakan pekerjaan yang sangat naif... Harus tetap tersenyum bahkan ketika dalam keadaan terburuk... Sedangkan aku seperti tokoh pembantu aku tidak memiliki banyak dialog meski sudah lama menjadi idol... Tugasku hanya terlihat tenang dan dingin... Meski itu sifat asliku terkadang aku ingin menjadi bebas... Tapi bahkan aku tidak diizinkan untuk tertawa... Namun aku terkadang mendapatkan peranku untuk tertawa bahkan ketika aku sedang tidak ingin tertawa... Bukankah itu aneh?.... Tapi aku tidak menyesal menjadi seorang idol... Tidak sama sekali..." Ujar Eun Dan


"Kehidupanmu pasti sangat berat" ujar Yeon Jun


"Cukup berat... Tapi kehidupan setiap orang selalu berat tidak tergantung apa profesi yang dijalaninya"


"Lalu kenapa kamu berhenti?... Apa hanya karena kamu menikah?"


"Jawabnya bisa iya dan bisa tidak!"


"Kenapa?"


"Kamu pasti sangat menyukainya"


"Benar... Aku hampir tiada karena dia meninggal ku!... Jika tidak ada para member mungkin aku tidak akan ada di sini!"


"Aku tidak tahu jika kamu akan menjadi seperti itu ketika mencintai seseorang... Aku sangat iri dengan para member mu... Keinginanku ketika masih kecil adalah ingin tumbuh bersama mu... Tapi ternyata sangat sulit... Aku bahkan kehilangan mu selama 13 tahun"


"Maaf... Aku bahkan tidak pernah menghubungi mu!"


"Aku sebenarnya ingin mengatakan 'Kamu seharusnya melakukannya sejak lama' tapi hatiku malah mengatakan 'Maaf karena tidak ada bersama mu ketika kamu sedang membutuhkan'... Aku mungkin akan menjadi salah satu orang yang tidak bisa membencimu.." ujar Yeon Jun yang mulai berkaca-kaca


"Jangan menangis!... Aku tidak bisa memeluk mu dalam posisi ini!" Ujar Eun Dan


"Siapa yang ingin menangis! Lagian siapa yang ingin dipeluk oleh mu?!" Ujar Yeon Jun memalingkan wajahnya kemudian menunduk


"Lihatlah siapa yang berbicara... Kamu Sebelumnya yang memeluk ku terlebih dahulu dan sekarang kamu bicara demikian... Kamu benar-benar luar biasa..."


"Sudahlah aku akan ke kamar mandi..." Yeon Jun bangkit dari duduknya


"Lebih baik menangis di sini dari pada kamar mandi... Kamu dulu selalu menangis di dalam pelukan ku... Tapi sekarang kamu punya Yuri... Kamu pasti menangis dalam pelukannya..."


"Dia tidak pernah menangis di dalam pelukan ku... Tidak sekalipun... Aku bahkan hampir tidak pernah melihatnya menangis" jawab Yuri


Nia tiba-tiba bangkit dari tidurnya, hal itu membuat Eun Dan keheranan Nia bahkan belum membuka matanya, mata Eun Dan menatap wajah istrinya itu dengan penuh pertanyaan.


"Apa kamu bermimpi buruk?" Ujar Eun Dan menatap Nia


"Tidak... Yuri... Apa kamu ingin berjalan-jalan dengan ku sebentar?" Ujar Nia

__ADS_1


"Kamu baru saja bangun tidur mau pergi ke mana?" Ujar Eun Dan cemas


"Hanya... Mencari angin?!" Jawab Nia


"Baiklah... Aku juga bosan di kamar seharian..." Ujar Yuri


Nia segera mengambil kursi roda untuk Yuri, mereka kemudian pergi ke luar setelah mereka pergi suasana ruangan mendadak menjadi begitu hening dan canggung.


"Kenapa mereka malah pergi? Kamu akan tetap berdiri seperti itu?" Ujar Eun Dan


Sontak Yeon Jun duduk kembali dan terus menatap Eun Dan


"Berhentilah menatapku seperti itu... Jika orang melihatnya mereka mungkin berfikir jika kamu menyukai ku!" Ujar Eun Dan


Yeon Jun tertunduk seperti anak kecil yang sedang dimarahi


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mendadak diam? Sebelumnya kamu begitu banyak bicara.... ???.... Kenapa suasananya menjadi begitu canggung!..." Ujar Eun Dan yang mulai kesal


"Kamu tau kenapa aku tidak pernah menangis di pelukan orang lain selain kamu?" Ujar Yeon Jun pelan


"Kenapa?"


"Karena ku pikir hanya kamu yang bisa membuat ku menjadi lebih tenang"


"(Menatap Yeon Jun yang masih tertunduk) Benarkah?... Meski setelah sekian tahun?"


"Iya... Aku mendengarkan lagumu saat aku sedih dan saat aku marah..."


"Kamu punya Yuri... Kamu akan menyakiti hatinya jika seperti itu"


"Aku mengatakan semuanya padanya... Aku punya masalahku sendiri"


"Apa masalah mu?... Jangan bilang kamu masih tidak bisa berinteraksi dengan orang lain... Itu tidak mungkin bukan?"


"Aku masih tidak bisa melakukannya... Hubungan ku dengan Yuri adalah sebuah perjodohan... Sebenarnya aku masih belum terlalu nyaman tapi dia membantu ku mengatasinya..."


"Itu perkembangan yang bagus... Tapi... Bagaimana masa kuliah dan pekerjaan mu?"


"Saat kuliah aku selalu sendiri dan tidak punya siapapun... Aku hanya sendirian... Sedangkan saat sedang bekerja aku bahkan tidak pernah berjabat tangan dengan klien... Aku sempat marah karena kamu meninggalkan ku... Aku juga ingin selalu ada di sisimu menjadi idol... Tapi aku hanya akan menyusahkan mu dengan masalahku... Akhirnya aku menyadari aku tidak marah padamu yang sebenarnya aku marah pada diriku sendiri karena kelemahan ku..."


"Jika dipikir-pikir aku memang sangat egois!" Ujar Eun Dan


Eun Dan berdiri dan berjalan mendekati Yeon Jun.


"Berdirilah..." Ujar Eun Dan


Yeon Jun berdiri secara perlahan, dia langsung memeluk Eun Dan, dia mulai menangis seperti anak kecil, Yeon Jun yang bahkan tidak pernah menangis dalam pelukan ibunya sejak usia lima tahun, selalu menangis dalam pelukan sepupunya, bahkan ketika usia mereka tiga tahun jika dia melihat Eun Dan dia akan lebih memilih sepupunya itu dibanding ibunya, Eun Dan merupakan pria yang dingin sejak kecil dia bahkan menolak Yeon Jun berkali-kali walaupun pada akhirnya dia pasrah dengan kelakuannya, pada akhirnya mereka tumbuh bersama dan tidak terpisahkan, orang tua mereka bahkan harus mengatur jika keduanya harus selalu berada di kelas yang sama dan menjadi teman sebangku, itu semua juga ada kaitannya dengan masalah anti sosial Yeon Jun yang semakin buruk karena wajah tampannya.


"Kamu tidak akan berfikir untuk pindah ke Seoul bukan?" Ujar Eun Dan melepaskan pelukannya


"Apakah boleh?" Ujar Yeon Jun mengusap air matanya


"Tentu saja tidak... Kamu akan mengganggu waktu ku bersama istriku!" Ujar Eun Dan


"Kamu sepertinya terlalu mudah cemburu" ujar Yeon Jun


"Kamu juga harus menghabiskan waktu bersama istrimu..."


"Baiklah... Tapi setidaknya simpan rasa cemburu mu itu..." Mulai tersenyum


"Apa ini?... Kamu masih menangis beberapa saat lalu dan sekarang kamu sudah tersenyum?..."


"Siapa yang bisa tidak tersenyum melihat tingkah laku mu ini" ujar Yeon Jun


"Baiklah berhenti menggodaku... Siapa yang akan sangka kamu itu anti sosial"

__ADS_1


"Aku banyak bicara karena ada kamu..." Ujar Yeon Jun yang cemberut


__ADS_2