Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
Satu bulan yang sangat panjang


__ADS_3

Eun Dan kemudian pergi ke kamarnya untuk istirahat sebentar, namun ketika ia bangun itu sudah larut, Eun Dan segera membuka ponselnya dan menemukan banyak panggilan dari Nia.


"Bagaimana bisa aku baru bangun pukul segini..." Ujarnya melihat ponselnya menunjukkan pukul 19.05


Eun Dan langsung menghubungi Nia kembali... Setelah beberapa saat panggilan itu tersambung.


"Oppa... Kenapa tidak mengangkat telepon dariku..." Ujar Nia


"Maaf... Aku ketiduran... Dan baru saja bangun.."


"Sejak kapan?"


"Aku tidak tahu... Itu setelah aku tiba di rumah..."


"Oppa apa kamu sakit...?"


"Kamu ingat aku masih terkena flu... Mungkin karena itu..."


"Oppa jangan lupa minum obat... Seharusnya kamu menginap di rumah ayah dan ibu setidaknya ada yang mengurus mu..."


"Aku akan baik-baik saja... Tidak perlu cemas..."


"Apa sudah makan malam? Di sana sudah pukul tujuh malam bukan?"


"Aku baru saja bangun..."


"Benar kamu baru saja bangun tidur... Kalau begitu buka koper mu... Aku memasukkan makanan di sana aku harap itu belum basi..."


Eun Dan mengambil koper dan menemukan dua kotak makan, ketika dia membukanya itu terlihat seperti bekal.


"Aku menemukannya" ujar Eun Dan


"Aku menyiapkan dua, satu untuk makan siang dan yang satu lagi untuk makan malam"


"Aku akan menghabiskan semuanya..."


"Kamu pasti sangat kelaparan... Bagaimana kamu bisa tidur selama itu?... Kenapa tidak mengurus dirimu seperti sebelumnya... Sebelum kamu menikah dan sebelum kenal dengan ku..."


"Baik... Baiklah... Berhentilah marah aku akan mengurus diriku dengan sangat baik... Jadi kamu tidak perlu terlalu cemas..."


****


"Apa kamu sedang makan?" Ujar Nia penasaran


"Aku baru akan bersiap untuk makan..."


"Makan pelan-pelan..."


"Nia mari akhiri panggilan ini..."


"Kenapa?"


"Mari lakukan panggilan video... Aku ingin melihat wajah mu"


"Baiklah!"


Mereka melakukan panggilan video, Eun Dan sedang makan sedangkan Nia sedang memasak untuk makan malam.


"Apa yang kamu masak?" Ujar Eun Dan


"Gulai ayam..."


"Apa itu?"


"Ayam yang dimasak dengan bumbu lengkap dan santan"


"Apakah sayur yang berminyak dan penuh santan seperti waktu itu?"


"Benar... Aku memasak itu.."

__ADS_1


"Siapa yang menjemput mu di bandara?"


"Arya dan Ayu"


"Itu hal yang bagus aku pikir kamu akan pulang naik taksi..."


"Oppa... Apa kamu merindukan ku?"


"Tentu saja... Sangat..."


"Ini baru beberapa jam dan kamu sudah merindukan ku?"


"Aku tidak tau... Nia... Apa mungkin kamu melakukan sesuatu padaku?... Sepertinya aku tidak bisa lepas darimu..."


"Kau pikir aku orang yang seperti itu?... Kamu kejam sekali..." Ujar Nia cemberut


"Hhhh..... Aku hanya bercanda... Jangan marah aku tidak bisa membujuk mu karena kamu sangat jauh..."


"Makanlah dengan baik... Kamu terlalu banyak bicara..."


"Baiklah..."


"Nia... Kamu di mana" panggil Ayu yang baru saja datang


"Kenapa kamu datang?" Ujar Nia yang masih kesal


"Ada apa dengan mu?... Aku baru saja datang dan sudah di marahi?" Ujar Ayu kebingungan


"Dia sedang marah padaku..." Ujar Eun Dan menyahut


"Suamiku sedang menelepon..." Ujar Ayu mendekati ponsel Nia yang sedang di letakkan di dekat dispenser


"Apa yang kamu katakan... Dia suamiku..." Ujar Nia kesal mendengar perkataan Ayu


"Dia suami semua orang... Kamu bisa saja kehilangannya jika kamu lengah.." jawab Ayu


"Wah... Kamu akan menikung ku?"


"Nona Ayu... Bisakah kamu berhenti menggodanya?... Aku tidak ingin kehilangannya..." Ujar Eun Dan


"Hhhhhh... Sepertinya dia yang begitu takut kehilanganmu..." Ujar Ayu


"Sudahlah bantu aku masak..." Ujar Nia


Malam itu selepas isya Nia akan pergi tidur, dia kembali mendapatkan panggilan dari Eun Dan.


"Apa kamu sudah tidur?" Ujar Eun Dan


"Belum..."


"Aku tidak bisa tidur... Ini hampir tengah malam kamu belum tidur?"


"Ini masih setengah sepuluh"


"Ah... Benar... Aku melupakan perbedaan waktu kita..."


"Kamu harus tidur... Besok harus pergi bekerja bukan?"


"Aku sudah berusaha... Tapi itu tidak berhasil... Karena itu aku menelepon siapa tau kamu masih bangun.."


"Oppa..."


"Kenapa?"


"Tutup matamu..." Ujar Nia sembari menutup matanya


Eun Dan mengikuti Nia menutup matanya, ini merupakan malam pertama mereka harus berpisah setelah pernikahan, mereka akan berpisah selama sebulan penuh yang bahkan umur pernikahan mereka belum sampai satu bulan. Eun Dan menjalani hari-harinya dengan kesepian dan selalu menghubungi Nia ketika dia menginginkannya, saat waktu makan, sebelum tidur, ketika di perjalanan, dia bahkan menghubungi istrinya ketika sedang rapat meski tidak berbicara karena yang terpenting dia bisa melihat wajahnya. Begitu juga Nia yang harus selalu mengangkat panggilan dari suaminya yang begitu posesif itu, Nia terkadang tidak terlalu banyak bicara karena Eun Dan terkadang menelpon ketika dia sedang bersama banyak orang, jadi Nia hanya diam dan meletakkan ponselnya. Eun Dan masih begitu senang melihat Nia tersenyum dan tertawa meski bukan olehnya, setidaknya semua orang yang ada di dekatnya adalah wanita.


Eun Dan tersenyum dan bahkan tertawa ketika menghubungi Nia, namun hal itu langsung berubah 180° ketika bertemu orang lain, wajahnya yang dingin dan mencekam kembali terlihat, namun wajah yang menakutkan itu tertutupi karena ketampanannya, Nia bahkan sudah melupakan wajah dingin suaminya itu, yang dia lihat semenjak kembali bertemu Eun Dan setelah dua tahun hanyalah pria hangat yang begitu mencintainya.

__ADS_1


Sehari sebelum Nia kembali ke Korea mereka seperti hari biasanya melakukan panggilan video, Nia sedang mengemasi barang-barangnya.


"Aku tidak sabar kamu akan kembali" ujar Eun Dan begitu senang


"Aku pikir kamu harus menunggu lebih lama... Sekitar 21 jam..."


"Aku sudah menunggu sangat lama... 21 jam bukan apa-apa bagiku"


"Oooo.... Kamu mendadak menjadi sangat dewasa..."


"Sebentar ada yang datang..."


Karyawan kantor datang membawakan berkas yang harus diperiksa oleh Eun Dan, setelah selesai memeriksa dan menandatangani berkas itu Eun Dan baru bisa fokus kembali kepada Nia.


"Maaf aku sedikit sibuk..." Ujar Eun Dan


"Kalau begitu kita akhiri panggilan video ini..."


"Jangan coba-coba..."


"Aku hanya bercanda...." Ujar Nia sembari tersenyum karena begitu senang sudah menggoda suaminya


Sedang asiknya mereka berbicara Eun Dan mendadak mimisan, dan mulai berusaha menghentikan darah yang keluar, sedangkan Nia mulai begitu cemas melihat itu.


"Oppa apa kamu sedang sakit?" Ujar Nia dengan wajahnya yang begitu cemas.


"Aku tidak apa-apa! Ini hanya mimisan biasa... Hanya saja cukup sering terjadi... Jangan terlalu cemas...!"


"Bagaimana bisa aku tidak cemas?... Kamu berdarah dan kamu bilang itu sering terjadi..."


"Ini hanya mimisan... Aku sudah memeriksakan ke dokter dia mengatakan aku baik-baik saja... Ini hanya karena terlalu stres.."


"Stres?... Apa kamu mendapatkan masalah belakangan?" Ujar Nia yang mulai menangis


"Tidak... Aku selalu memberi tau mu setiap apa yang ku lakukan... Aku akan mengatakan alasannya ketika kamu kembali... Jadi jangan menangis... Aku benar-benar baik-baik saja.."


"Apa kamu minum obat?"


"Aku tidak meminum obat... Aku bisa kecanduan jika meminumnya dan itu akan membuat tubuhku jauh lebih buruk..."


"Apa yang kamu katakan... Kamu harus minum obat..."


"Apa kamu bodoh?... Aku sudah menemui dokter jadi berhentilah menangis..."


"Tetap saja..."


"Baiklah aku akan meminum obat... Tapi... Obat apa yang harus ku minum?"


"Tentu obat yang dokter berikan..."


"Aku sudah menghabiskan resep yang dokter berikan... Aku akan memintanya jika itu membuatmu merasa tenang...! Berhentilah menangis... Itu mungkin membuatku menjadi semakin buruk........... Apa ibu juga akan ikut?"


"Tidak... Dia tidak akan ikut..."


"Baiklah... Lain kali aku akan pulang kampung bersama mu... Berhentilah menangis..."


"Aku juga ingin berhenti... Tapi air mataku tidak ingin berhenti mengalir..."


"Darahnya sudah bersih dan aku baik-baik saja jadi jangan terlalu cemas... Aku harus pergi rapat sekarang jadi kita akhiri panggilan ini sebentar... Hanya sebentar... Aku akan menelpon kembali setelah selesai rapat... Jadi berhentilah menangis"


Mereka mengakhiri panggilan itu, Nia hanya terdiam dan melamun memikirkan suaminya yang mungkin sakit parah, karena itu yang biasanya terjadi di drama-drama yang dia tonton, hal itu membuatnya semakin cemas dan tidak bisa berhenti memikirkannya, Nia bahkan tidak menjawab panggilan Eun Dan ataupun membalas pesan yang dia kirim. Hingga saatnya di harus melakukan perpisahan dengan ibunya bersama Ayu dan Bayu di bandara.


"Kamu harus jaga kesehatan di sana" ujar ibunya


"Kamu akan pergi lama kali ini" ujar Ayu


"Sering-sering hubungan kami" ujar Bayu


"Jangan membuat ku tidak ingin meninggalkan kalian... Ada yang menungguku di Korea..."

__ADS_1


"Pergilah!... Pesawat mu akan segera terbang!" Ujar ibunya


Nia akhirnya kembali ke Korea dengan perasaan yang bercampur aduk, dia bahagia akan kembali bertemu dengan suaminya namun dia juga merasa cemas karena keadaan Eun Dan yang bahkan ia tidak tau apa penyakitnya.


__ADS_2