
Keesokan harinya Eun Dan mengantar Nia dan Ayu pulang, karena rumah Ayu lebih dekat sehingga Ayu turun lebih dulu, setibanya di rumah Nia Eun Dan mampir sebentar untuk melihat ibu Nia.
Tak di sangka Ayu pergi ke rumah Nia membawa kedua orang tuanya dan kakak laki-lakinya, ketika mereka masuk mereka langsung duduk dan memperhatikan Eun Dan hal itu membuat Eun Dan merasa gugup.
"Siapa namamu?" tanya ayah Ayu
"Eun Dan… Do Eun Dan!" jawab Eun Dan
"Kau bisa bahasa Indonesia?!" cetus Ayu kaget mendengar Eun Dan menjawab ayahnya
"Aku belajar bahasa Indonesia 3 tahun yang lalu" jawab Eun Dan
"Lalu kenapa kau menggunakan bahasa Korea ketika bicara dengan ku!" ujar Nia yang datang bersama ibunya membawa air dan camilan
"Aku mengerti apa yang kalian ucapkan namun untuk menjawab dengan bahasa Indonesia aku belum terlalu fasih!" jawab Eun Dan kembali berbahasa Korea.
"Saya Arya kakak Ayu, Nia sudah ku anggap seperti adikku sendiri! aku dengar bahwa kamu akan melamar Nia karena itu kami langsung datang ke sini!" ujar Arya
"Ya saya… memang… bertujuan ingin melamar Nia……………a…a… saya hanya perlu…… restu dari keluarga Nia… jika saya mendapat restu dari orang tuanya… saya akan segera mengurus semua berkas yang diperlukan!" jawab Eun Dan berbahasa Indonesia dengan terbata-bata
"Kamu yang datang waktu itu?" tanya ibu Nia
"Buk… saya Eun Dan datang kemari untuk melamar Nia! sebelumnya saya datang untuk menyapa!"
"Dia terdengar menakjubkan dalam berbahasa… dia memahami logat namun sulit menyusun kata yang akan di ucapkan!" ujar ayah Ayu
"Jika sudah menikah bagaimana dengan tempat tinggal kalian akan di Indonesia atau di Korea!" tanya ibu Nia
"Aku hanya bisa berkunjung beberapa saat di Indonesia,……… kemungkinan besar aku akan tinggal di Korea…… namun akan sering berkunjung…… ibu bisa juga datang ke Korea untuk menginap ataupun berlibur… Ayu and family bisa datang berkunjung juga kalian hanya perlu menghubungi ku……"
"Tapi mbak Yuni udah berumur masa ditinggal sendirian!" ujar ibu Ayu
"……m……… Begini… Nia…… akan tetap berada di Indonesia dan merawat ibu, sedangkan aku akan ke Korea untuk bekerja…… aku tidak bisa memaksa ibu datang dan menetap di Korea…… itu keinginan Nia…" ujar Eun Dan
"Bapak masih di sini, sebelum bapak meninggal bapak minta ibu jangan ninggalin bapak sendirian… jadi Nia mau nungguin ibu di sini… sesekali Nia sama ibu bisa pergi ke Korea namun untuk benar-benar menetap itu tidak bisa!" Nia menjelaskan
"Apakah aman jika terlalu sering berpisah?" ujar Arya
__ADS_1
"Kau tidak tau Eun Dan Oppa!" jawab Ayu
"Tetap saja dia itu laki-laki!" cetus Arya
"Bagaimana dengan orang tuamu! kamu sepertinya orang berada, Nia mungkin bukan putri saya tapi jika harus mendapatkan perilaku buruk ketika dia jauh saya tidak bisa terima!" ujar ayah Ayu
"Saya sudah mendapatkan restu dari mereka jadi tidak perlu merasa cemas!" jawab Eun Dan
"Tapi…… apa agamamu?" tanya ibu Ayu
"Saya adalah seorang mualaf, saya masuk Islam sekitar satu tahun yang lalu!" jawab Eun Dan
"Kau adalah pria sejati!" ujar Arya
"Selama kmu bisa menjaga Nia dengan baik maka aku akan merestui kalian!" ujar ibu Nia
"Ayahku akan menjadi wali nikah kalian!" ujar Arya kepada Eun Dan
"ya???" Eun Dan kebingungan mendengar pernyataan tersebut.
"Jadi kalian adalah seoupu?" tanya Eun Dan menunjuk Ayu, Nia dan Arya
"Begitulah keadaannya!" jawab Arya
"Tapi kau sebelumnya mengatakan…… bahwa menganggap Nia sebagai adik mu tapi…… jika kalian sepupu bukankah dia memang adikmu? adik sepupu" ujar Eun Dan yang sedang kebingungan
Perkataan Eun Dan mengundang gelak tawa semua orang, begitulah lamaran itu berakhir kemudian Nia langsung mengajak Eun Dan ke makam ayahnya untuk meminta restu, Eun Dan bahkan yang memimpin do'a untuk ayah Nia.
Setelah berkunjung ke makam Eun Dan pamit pulang karena dia juga harus terbang kembali ke Korea, keluarga Ayu berpamitan untuk pulang sedangkan Ayu masih berada di rumah Nia untuk merayakan lamaran yang baru saja diterima Nia.
"Bagaimana perasaanmu?!" tanya Ayu yang begitu bersemangat
"Kasurku bisa jebol jika kamu tidak diam!" ujar Nia
"Jawab pertanyaan ku dulu……!" ujarnya dengan manja
"Aku pikir aku sedang bermimpi!… namun aku berharap mimpi ini akan berlangsung lama!" ujar Nia tersipu malu
__ADS_1
"Kau tau Bayu itu bukan tipe pria yang peka! dia sangat menyebalkan!" ujar Ayu kesal
"Kau pasti sangat menyukainya!"
"Tentu saja…… dia sangat manis dan perhatian!" jawab Ayu dengan wajahnya yang memerah
"Bantu aku masak! kita belum makan, aku lapar!"
Mereka berdua pergi memasak, terpancar aura bahagia di wajah keduanya. Hari yang melelahkan tak terasa sudah berakhir, Nia akan bersiap untuk tidur kemudian ponselnya berdering, ternyata Ayu menghubunginya dan terus mengoceh tanpa henti hingga Nia tertidur karena ocehannya yang begitu panjang.
"Halo?…… halo?…… apa dia tidur? ha~ah…… aku bahkan belum selesai bercerita!" ujar Ayu mengeluh kemudian meletakkan ponselnya dan mulai memejamkan matanya "Nia kau selalu sangat beruntung!… aku selalu iri dengan keberuntungan mu itu… tapi aku bahagia…… kau selalu membaginya denganku…… aku (menguap) akan mengatakan itu padamu nanti……" Ayu terlelap dalam tidurnya.
Hari berikutnya tiba, Nia menjalani rutinitas hariannya seperti biasanya, ditempat kerja dia akan bergosip dengan Ayu ketika mereka tidak memiliki pelanggan, namun siang itu membuat perubahan kecil namun begitu berarti bagi Nia, dia mendapatkan sebuah pesan dari Eun Dan.
"Apakah tidurmu nyenyak?" tanya Eun Dan
Nia begitu kaget dan melempar ponselnya kepada Ayu dan untuk bisa di tangkap jika tidak tamatlah riwayat ponsel itu, setidaknya layarnya akan memiliki goresan tambahan.
"Ada apa dengan mu?" ujar Ayu kaget kemudian melihat ponsel dan membaca pesan yang Nia dapatkan
Nia mengambil kembali ponselnya sedangkan Ayu hanya bisa menertawakan sikap temannya yang seakan melihat sesuatu yang menakutkan, Nia kemudian menjawab pesan itu
"Tidurku nyenyak! Bagaimana denganmu!" Kemudian menghapus pesan itu dia kembali mengetik "Aku ti" kembali menghapus pesannya
"Apa yang harus aku jawab!" tanya Nia kepada Ayu dengan wajah yang begitu putus asa
"Efek kelamaan jomblo!…… kau hanya perlu mengetik…… ketik saja apa yang kau pikirkan… lebay banget seeeh!" ujar Ayu melihat kelakuan Nia
"Mmmm…… ini kelakuan yang gak pernah liat ke belakang!……" jawab Nia dengan suara rendah dan wajah lempengnya
"Ha…ha…ha… (tawa palsu karena grogi) aku hanya bercanda…!" ujar Ayu merasa tidak enak dan memelas.
Nia kemudian mengetik "tidurku baik! bagaimana denganmu!" lalu mengirimkannya.
"… mm… kau masih marah?" tanya Ayu dengan sedikit rasa takut
"Kau pikir marahku akan bertahan lama denganmu?" tanya Nia sembari menatap Ayu kemudian diikuti senyuman.
__ADS_1