Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
pertemuan Nia dengan Nyonya Do


__ADS_3

Nia menyuruhnya duduk di ruang tamu, sedangkan Nia kemudian pergi ke dapur untuk mengambilkan minuman hangat dan sepiring camilan. Nia kembali ke ruang tamu dengan nampan yang berisi sepiring keripik dan segelas teh, dia kemudian meletakkan nampan di atas meja dan mempersilahkan wanita paruh baya itu untuk minum.


"Silahkan di minum tehnya!" ujar Nia dengan sopan.


"Terima kasih!" ujar wanita paruh baya sembari tersenyum


"Nyonya.…… bos sedang pergi syuting jadi tidak ada di rumah!"


Wanita paruh baya itu menatap Nia ketika Nia memanggilnya dengan sebutan nyonya


"Nyonya?"


"Hmm.. anda adalah ibu dari bos-ku! sudah seharusnya aku memanggilmu dengan sebutan nyonya!" ujar Nia


"Aaah.... kau tau siapa aku?" tanya nyonya Do kepada Nia dengan penasaran


"Tentu saja aku mengenal anda! selain seorang pembantu aku juga merupakan penggemar bos Eun Dan!" ujar Nia dengan merasa malu


"Haah…… benarkah?"


"Hmm!"


"Apakah 'Dan' bersikap baik? aku berharap dia tidak terlalu menyusahkan kamu tahu sendiri jika dia pria yang sangat tidak menyenangkan!"


"Tidak dia bersikap baik bahkan sangat baik!" ujar Nia sembari tersenyum kepada nyonya Do


"Baguslah jika begitu!… duduklah tidak perlu sungkan dan cemas!"


"Tidak apa, tidak seharusnya aku……!"


"Apa yang kau katakan? kau nampak sangat berbeda! kau memiliki sesuatu di dalam dirimu aku bisa melihatnya!"


"Mmm? apa ada yang aneh denganku?" ujar Nia merasa kebingungan.


"Tidak, duduklah……!" ujar nyonya Do sembari tersenyum kepada Nia


Nia kemudian duduk di sebelah nyonya Do


"Kau sepertinya masih sangat muda! berapa usiamu?"


"24 tahun!"


"Benarkah?… wah kamu memang masih sangat muda! kenapa kau memilih bekerja menjadi asisten rumah tangga?"


"Itu sudah impian saya sejak lama aku sangat ingin pergi ke Korea, dan bekerja supaya bisa menghasilkan uang yang banyak dan menonton konser KX star"


"Menonton konser KX star?"


"Mmm……! itu merupakan impian saya sejak masih kecil!"

__ADS_1


"Dan sekarang kamu bekerja di rumah Eun Dan yang merupakan member KX star?"


"Begitulah!……… aku rasa keberuntungan sedang berpihak kepadaku! ini sangat mengagumkan karena bisa bertemu sekaligus berbicara dengan para idolaku!"


"Tapi, kenapa kamu sangat mengidolakan KX star di banding banyaknya boyband Korea yang lain?"


"Jika di tanya tentang hal itu aku juga tidak tahu!…… seperti perasaan cinta yang datang tanpa di undang dan tanpa alasan yang jelas begitu juga aku menggemari KX star yang semakin lama semakin membesar, perasaan yang semakin tidak bisa terkendali dan semakin mengagumi mereka setiap hari!… tidak…tidak aku rasa bahkan setiap detiknya!"


"Oh…… sungguh? luar biasa! kau menggemari mereka sampai seperti itu?"


"Hmm.... begitulah!" sembari tersenyum malu


"Aku sungguh tak menyangka bahwa ada seorang penggemar berat sampai seperti ini!"


"Mungkin ada banyak di luar sana, orang yang menggemari KX star yang melebihi diriku sendiri!"


"Tetap saja!"


Mereka terus berbincang tak terasa waktu makan siang sudah tiba, Nia menyiapkan makan siang untuk Nyonya Do, setelah makan siang selesai di siapkan Nia kemudian memangil Nyonya Do untuk makan, karena tidak ingin makan sendirian Nyonya Do meminta Nia untuk makan bersama dengannya, namun Nia menolak karena Nia merasa sedikit tidak nyaman jika harus makan bersama dengan Nyonya Do, namun karena Nyonya Do mengancam jika dia tidak akan makan jika Nia tidak makan bersamanya, karena tidak ada pilihan lain Nia kemudian langsung menyetujui permintaan Nyonya Do, akhirnya mereka makan siang bersama dengan beberapa percakapan yang cukup menyenangkan. seusai makan siang nyonya Do pamit untuk pulang karena dia masih memiliki janji dengan teman-temannya.


"Baiklah Nia aku akan pergi terlebih dahulu".


"Ya nyonya" sembari membungkukkan badannya


"Anak yang sopan !" ujar Nyonya Do dengan tersenyum


"Waahh…… dia memang mertua idaman dia sangat hangat dan sangat baik! haah luar biasa!"


Nia kemudian kembali untuk merapikan piring kotor, telpon rumah berdering Dangan sigap Nia berlari dan mengangkat telpon itu


"Halo? di kediaman Do!" ujar Nia


"Apa yang kau lakukan? kau pikir rumahku sebuah penginapan atau warung makan! seperti itu?" ujar Eun Dan


"Aaah…… Bos! maaf saya tidak mengetahui jika itu anda!"


"Sejak kapan kau berbicara begitu formal, Aku rasa sudah begitu lama tidak mendengarnya!"


"Benarkah?…… Oh ya Bos Nyonya Do baru saja pulang dari sini!"


"Eomma?"


"Iya, dia ingin mengunjungimu tapi kau tidak ada!"


"Jadi apa saja yang kau lakukan?"


"Tidak banyak! kami juga makan siang bersama!"


"Benarkah?"

__ADS_1


"Benar! Tapi Bos kenapa kau menelpon?"


"Aaah benar aku sungguh lupa, aku membutuhkan sapu tangan dan sepatu! kau ambil sapu tanganku di dalam laci lemari di kamar dan ambilkan juga sepatuku! aku akan kirimkan fotonya!" langsung mematikan telponnya


"Baiklah!" Nia segera bergegas berlari menuju kamar Eun Dan


Nia mencari sapu tangan Eun Dan kemudian menemukan beberapa sapu tangan, sehingga membuat Nia merasa bingung yang mana yang harus dia bawa, ponsel Nia berdering menandakan ada pesan masuk, ternyata Eun Dan yang mengirim pesan kepada Nia, Eun Dan mengirim Poto sapu tangan dan sepatu yang harus Nia bawa.


"Aaah akhirnya dia mengirim Potonya!" keluh Nia.


Nia kemudian mengambil sapu tangan yang akan dia bawa kemudian pergi ke tempat sepatu dan mencari kotak sepatu yang harus dia bawa.


"Aaah! menyebalkan! di sini ada begitu banyak sepatu yang mana yang benar? mustahil jika aku harus membukanya satu persatu!" keluh Nia


Nia kemudian mulai memeriksa kotak demi kotak setelah banyak kotak sepatu kemudian


"Apa ini kenapa belum juga di temukan?!"


Nia kembali mencari sepatu yang harus dia bawa, namun kali ini dia memperhatikan Poto yang diberikan oleh Eun Dan dan melihat mereknya, sehingga dia tidak perlu membuka satu persatu kotak sepatu yang masih banyak dan tersusun begitu rapi, dia menemukan beberapa merek yang sama seperti yang di Poto. Kemudian Nia membuka kotak-kotak itu, namun kembali Nia mengeluh karena belum menemukan sepatu yang tepat.


"Haaaaaaah……! " teriak Nia dengan begitu kesal


"Bagaimana ini? aku sudah sangat lelah dan belum menemukan sepatu itu! ha… ha…e… he…e…e(merengek)…… sangat menyebalkan!"


Kemudian Nia kembali mencari di barisan kotak sepatu yang terakhir, saat di pertengahan barisan kotak-kotak sepatu itu ponsel Nia berdering


"Haah…… Bagaimana ini dia sudah menelepon dan aku bahkan belum menemukan sepatu itu!… huh…… okay"


kemudian Nia mengangkat telponnya


"Bos… aku belum menemukan sepatu itu… kotak sepatu mu begitu banyak berikan aku waktu sedikit lagi… dan kenapa kau memiliki sepatu yang bermerek sama sangat banyak?…… Bos aku tidak akan terlambat bukan? sungguh aku sudah berusaha keras untuk mencarinya……"


"Bisakah kau diam sebentar?"


"Baiklah!"


"Aku menelepon untuk mengatakan bahwa sepatu itu berada di kotak sepatu yang berada di kamar ku di lemari pakaian di bagian paling atas! kau bisa menggunakan kursi untuk mengambilnya!"


"Hahaha…… Bos kau sangat lucu……!"


"Mm? Apa maksudmu?"


"Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal kau tau aku sudah begitu lelah memeriksa sepatumu yang begitu banyak! apa ini caramu untuk menyiksaku?"


"Apa yang kau katakan?"


"Bos…… kau sangat menyebalkan!" mematikan telponnya


"Ada apa dengannya? hehe……" sembari menatap ponselnya

__ADS_1


__ADS_2