
"Bos? apa yang kau lakukan? kau membuat jantungku serasa ingin copot!" ujar Nia dengan ekspresi wajah begitu cemas
Eun Dan merasa linglung dan serasa belum benar-benar tersadar dari tidurnya.
"Boss? kau baik-baik saja?" kembali Nia bertanya kepada Eun Dan
"Ya?.. a... benar! apa yang kau katakan sebelumnya?" ujar Eun Dan
"Hmm! sebentar...……! a……! benar…! apa yang kau lakukan?"
"Tetapi……? bukankah seharusnya aku yang bertanya?…… apa yang sedang kau lakukan? kenapa kau berada di sebelahku sebelumnya? hah…… kau tidak punya niat lain bukan?!" ujar Eun Dan dengan nada yang sedikit demi sedikit semakin tinggi
"Aku hanya membantu membangunkan mu! alarm nya sudah berdering dari tadi!" Nia menjelaskan sembari cemberut
Eun Dan terdiam kemudian mengambil ponselnya yang berada di depan Nia dengan begitu cepat dia seolah sedang ketakutan seakan Nia adalah binatang buas yang akan memangsanya, karena tingkah laku Eun Dan yang seperti itu Nia tertawa singkat untuk menertawakan sikap Eun Dan.
"Apa yang kau tertawa-kan?" ujar Eun Dan merasa heran
"Aku juga ingin bertanya apa yang kau takutkan? kau pikir aku binatang buas? kau nampak begitu ketakutan seperti itu!"
"Sudahlah aku akan pergi mandi!" ujar Eun Dan untuk mengalihkan pembicaraan
Eun Dan kemudian bangkit dan pergi mandi, saat Eun Dan sedang mandi manejer Hong menghubunginya, karena Eun Dan sedang mandi sehingga dia tidak bisa mengangkat telpon dari manejer Hong, karena merasa tidak ada jawaban dari Eun Dan manejer Hong kemudian menelpon Nia untuk menanyakan di mana Eun Dan
"Nia apa yang sedang Eun Dan lakukan sekarang? apa dia masih tidur?" tanya manejer Hong
"Aku rasa dia masih di kamar mandi! apa dia harus syuting?"
"Benar dia harus syuting kembali sekitar satu jam lagi!"
"Sangat pagi! apa kau akan menjemputnya?"
"Tentu aku sedang dalam perjalanan!"
"Baiklah aku akan menyampaikan jika dia sudah keluar dari kamarnya jika anda menelpon!"
"Baiklah aku akan tutup telponnya!"
__ADS_1
Setelah selesai menelpon Nia menghidangkan masakan yang sudah dia masak untuk sarapan pagi Eun Dan, tak lama kemudian Eun Dan datang untuk sarapan, Nia mengatakan kepadanya jika sebelumnya manejer Hong menelponnya, mendengar itu Eun Dan memeriksa ponselnya dan kemudian duduk
"Sebaiknya kau segera makan! manejer Hong sudah berada di perjalanan untuk ke sini diperkirakan sebentar lagi akan sampai!" ujar Nia
Eun Dan tidak menjawab namun dia langsung memakan sarapannya karena dia tahu jika manejer Hong sudah tiba dia harus segera pergi ke lokasi syuting, dan jika sudah begitu akan sulit bagi Eun Dan untuk bisa makan. sebelum Eun Dan menyelesaikan sarapannya benar saja manejer Hong sudah ada di sana!. Eun Dan kemudian minum dan pergi ke luar dan segera berangkat.
"Setidaknya habiskan dulu sarapannya!" ujar Nia.
"Aku harus pergi sekarang! jika tidak maka akan terlambat! tidak baik membuat yang lain menunggu!" ujar Eun Dan sembari berjalan menjauh
"Haah... dia pasti sangat lelah! kapan dia bisa istirahat dengan baik! semalam dia bahkan hanya tidur di sofa tanpa selimut,dia pasti sangat kelelahan sehingga tidak merasa kedinginan sama sekali!" ujar Nia dengan rasa khawatir
Nia kemudian membereskan meja makan masih dengan perasaan yang tidak terlalu senang karena Eun Dan tidak menghabiskan makanannya, setelah membersihkan meja makan Nia pergi ke halaman untuk membersihkan daun-daun yang berguguran
"Haah ini sudah musim gugur kedua sejak aku berada di Korea! jika dipikirkan ini sudah cukup lama dan aku bahkan belum menghubungi orang rumah selama ini! aku rasa mereka pasti sangat cemas! ah benar aku sudah di beri tau cara melakukan telpon internasional dan aku rasa sama saja dengan telpon biasa namun biayanya lebih besar! aku akan menelpon setelah selesai dengan semua ini! semangat……!"
Di depannya terdapat hamparan dedaunan yang begitu tebal, hingga dia selesai membersihkan semuanya ketika pukul 8.00 pagi
"Wahh…… akhirnya semuanya selesai! ini cukup melelahkan!…… dan akhirnya semuanya selesai! ah……… benar! aku harus menelpon!"
Nia kemudian berlari ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamarnya untuk mengambil ponselnya, dia sangat bersemangat karena terlalu bersemangat saat dia berlari melalui dapur tanpa sengaja di tersandung dan terjatuh, namun karena terlalu bersemangat sepertinya rasa sakit itu hilang begitu saja, Nia kembali berdiri dengan begitu cepat dan berlari menuju kamarnya, setelah di kamar dia mengambil ponselnya dan menghubungi nomor telepon ayahnya, berselang beberapa menit kemudian akhirnya telponnya tersambung, ayah Nia merasa heran karena dia tidak mengetahui itu nomor siapa
"Assalamualaikum pak" ujar Nia dengan suara yang sedikit parau
"Nia? ini benar Nia!" ujar ayah Nia karena tidak menyangka
"Benar pak ini Nia! maaf pak selama ini aku tidak pernah menghubungi bapak dan ibu!" Nia mulai menangis karena merasa bahagia bisa menghubungi ayahnya setelah sekian lama
"Sudahlah! kau pasti sibuk disana! sebentar bapak panggilkan ibumu terlebih dahulu! kau pasti juga ingin bicara dengannya!"
"Hmm!" jawab Nia sembari mengusap air matanya yang menetes begitu saja
"Assalamualaikum!" terdengar suara ibu Nia mengucap salam!
"Wa'alaikumsalam! Bu… buk maaf Nia selama ini tidak pernah menghubungi!"
"Sudah mau dia apakan juga tidak ada gunanya! bagaimana keadaan mu di sana apakah sehat?"
__ADS_1
"Alhamdulillah Bu saya sehat! ibu dan bapak juga sehatkan disana!"
"Iya! Alhamdulillah ibu dan bapak sehat!"
"Nia bagaimana pekerjaan mu di sana apakah ada kendala?" tanya ayah Nia.
"Gak kok pak! kerja Nia di sini baik-baik saja! bos Nia juga orang baik dia juga jarang ada di rumah karena sibuk dengan pekerjaannya!"
"Bagaimana bos mu apa dia pria atau wanita, sudah menikah atau lajang? " tanya ibu Nia dengan semangat
"Buk... kok nanyanya kek gitu!"
"Apa salahnya? kau selalu suka orang Korea dan semuanya tentang Korea dan sekarang sudah bekerja di korea! ibumu hanya bertanya tentang bagaimana bos mu di sana?" ujar ayah Nia.
"Baiklah kalian menang aku akan menjawabnya! dia seorang pria muda, tampan, tinggi, putih, imut, keren, dia sempurna!"
"Kau tidak melakukan hal-hal yang tidak baik dengannya bukan, apa kalian hanya tinggal berdua?" tanya ayah Nia dengan tegas
"Sebenarnya aku hanya tinggal berdua dengannya, tapi dia juga jarang ada di rumah karena memiliki jadwal yang padat dia juga lebih sering berada di dorm, dan jika dia pulang biasanya tidak sendirian karena selalu ada teman-temannya yang menginap, meskipun dia pulang sendiri dia hanya pulang sebentar untuk tidur bahkan tidak tidur dengan baik! jika di ceritakan semuanya akan sangat panjang!"
"Baiklah yang penting kau baik-baik saja disana!"
"Hmm……, tapi yah aku belum bisa pulang ke Indonesia dalam waktu yang cukup lama! tapi aku akan lebih sering menelepon kalian!"
"Tidak apa! jaga selalu kesehatan di sana! kau mengerti!" ujar ayah Nia.
"Hmm... baiklah!"
"Tutuplah telponnya!" kata ibunya
"Ok... assalamualaikum!"
"Wa'alaikumsalam…"
Tut…tut…tut… panggilannya di akhiri
"Haah... sangat lega setelah menelpon mereka! ini pertama kalinya aku menangis untuk hal seperti ini!"
__ADS_1
Setelah mengakhiri panggilannya Nia kemudian berbaring di kasurnya, tak berselang lama bel rumah berbunyi, dengan sigap Nia membukakan pintu dan siapa sangka orang yang berada di depan adalah ibu-ibu paruh baya, Nia kemudian menyuruh nya masuk karena di luar begitu dingin