Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
Dibalik Restu


__ADS_3

Kedua pengantin baru itu bersiap untuk tidur, ketika di ranjang Eun Dan memberi tahu Nia besok mereka akan menginap di rumah orangtuanya, Nia terlihat begitu senang mendengar itu, untuk pertama kalinya dia akan menginap di rumah mertuanya.


"Maaf... Aku tidak bisa ikut denganmu kembali ke Indonesia!" Ujar Eun Dan yang sedang berbaring dan menatap Nia.


"Tidak perlu meminta maaf.... Kita sudah membicarakan ini sebelum pernikahan" jawab Nia mengusap pipi Eun Dan


"Tapi kita baru bisa bertemu setelah satu bulan..... Aku akan sangat merindukanmu!" Ujar Eun Dan air matanya mengalir tanpa ia sadari


"Kenapa kau menangis....." Ujar Nia sembari menyeka air mata suaminya itu


"Ha~ah.... Kemarilah...." Ujar Eun Dan kemudian memeluk Nia


Nia tidur dalam pelukan Eun Dan malam itu, pagi harinya Nia sibuk menyiapkan sarapan untuk semua orang, sedangkan Eun Dan ada di halaman bersiap untuk olahraga. Ayu baru bangun tidur dan mengunjungi Nia di dapur.


"Kau pagi-pagi sudah sibuk di dapur.... Apa suamimu sudah bangun?" Ujar Ayu


"Dia sudah bangun, mungkin sudah pergi joging" ujar Nia tersenyum


"Apa bangun pagi-pagi sekali?"


"Dia bangun ketika solat subuh" ujar Nia


"Dia sepertinya membawamu kearah yang lebih baik" ujar Ayu sembari tersenyum


"Aku pikir begitu?" Jawab Nia diikuti senyuman


"Kau sepertinya akan segera berhijab" ucap Ayu


"Aku juga berfikir demikian, aku juga ingin menggunakan cadar bagaimana menurutmu?" Ucap Nia


"Itu sesuatu yang baik... Aku sangat menanti kau menggunakan hijab." Ucap Ayu


"Aku juga menantikan itu!" Ujar Nia tersenyum


Ayu memutar badannya menoleh ke arah luar dia melihat Eun Dan membawa koper yang cukup besar.


"Apa kalian akan pergi ke suatu tempat?" Ujar Ayu


"Apa maksudmu?"


"Suamimu membawa koper besar ke luar!" Ujar Ayu sembari menunjuk arah luar


"Setelah mengantar kalian ke bandara kami akan pergi ke rumah keluarganya" jawab Nia


"Aku harap kau baik-baik saja di sana dan tidak mendapatkan masalah sedikitpun" ujar Ayu serius


"Terima kasih untuk doanya (tersenyum) apakah kamu sudah berkemas?" Ujar Nia


"Aku sudah melakukannya semalam" jawab Ayu


Eun Dan datang ke dapur dengan tubuh penuh keringat, dia datang untuk mengambil minum, melihatnya begitu berkeringat membuat Ayu tidak bisa berhenti menatapnya.


"Dia sangat tampan...!" Ujar Ayu cengengesan


"Hei... Apa yang kau lakukan.." ujar Nia menegur Ayu nampak cemburu.


"Maaf... Tapi suamimu itu memang sangat tampan..." Ujar Ayu melihat Nia

__ADS_1


"Berhentilah menggodanya jika tidak aku akan terkena masalah ketika kalian pergi" sahut Eun Dan


Nia dan Ayu hanya tertawa menanggapi perkataan Eun Dan, semua orang bangun dari tidur mereka dan pergi ke dapur untuk mendapatkan sarapan, Eun Dan yang baru saja selesai olahraga ingin pergi mandi terlebih dahulu sebelum makan.


"Tunggu sebentar lagi nasinya masih belum matang, selagi menunggu aku akan membuat telur gulung" ujar Nia


Nasi yang di tunggu akhirnya matang, Ayu membantu Nia menyiapkan meja, dari menata piring sampai menyiapkan makanan di atas meja makan.


"Apakah tidak apa kita makan terlebih dahulu... Eun Dan belum datang" ujar Arya


"Kalian makan saja terlebih dahulu aku akan memanggilnya!" Ujar Nia beranjak dari duduknya untuk memanggil Eun Dan


"Duduklah kembali karena aku sudah di sini" ujar Eun Dan


Mereka semua memakan sarapan dengan lahap, setelah selesai sarapan mereka semua kembali ke kamar masing-masing untuk mandi dan bersiap ke bandara, mereka memiliki penerbangan siang itu dan rumah Eun Dan terbilang cukup jauh dari bandara, jadi harus pergi lebih awal agar tidak ketinggalan pesawat, mereka mulai menyusun koper ke dalam mobil dan bersiap untuk berangkat.


"Aku sebelumnya melihat mu mengeluarkan sebuah koper... Apa kalian akan pergi?" Ujar ayah Ayu


"Kami akan menginap di rumah orang tuaku... Mereka meminta Nia untuk datang" jawab Eun Dan


"Itu hal yang bagus, kalian harus lebih dekat dengan keluarga supaya hubungan kalian jauh lebih nyaman" ujar ayah Ayu


Nia adalah yang terakhir menaiki mobil dan setelahnya mereka langsung berangkat menuju ke bandara, di perjalanan yang cukup panjang mereka memutar lagu dangdut menyesuaikan selera orang-orang yang lebih tua dan anak muda harus mengalah kepada mereka.


Mereka harus menempuh perjalanan selama tiga jam untuk sampai ke bandara, jadi di perjalanan begitu banyak canda tawa yang mereka sematkan supaya tidak merasa bosan di perjalanan.


"Nia... Tolong bukakan ini.." ujar Eun Dan sembari memberikan botol minum.


Nia membukakan botol minum itu untuk Eun Dan kemudian memberikannya, setelah Eun Dan selesai minum dia kembali menutup botol minum itu.


"Terima kasih.." ujar Eun Dan sembari tersenyum


Setelah pesawat lepas landas mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah orang tua Eun Dan, perjalanan mereka masih cukup jauh untuk sampai ke tujuan, sepanjang jalan mereka lebih banyak diam dan merasa canggung karena semua orang sudah pergi.


"Nia..." Panggil Eun Dan


"Ya?" Jawab Nia tersentak karena kaget


"(Tersenyum melihat Nia yang kaget) aku ingin memegang tanganmu" ujar Eun Dan sembari mengulurkan tangannya


"Tapi kau sedang menyetir" ujar Nia


"Aku bisa menyetir dengan satu tangan" jawab Eun Dan


Nia mengulurkan tangannya dan berpegangan dengan Eun Dan


"Apakah rumahnya masih jauh?" Tanya Nia


"Masih cukup jauh.... Sekitar satu jam perjalanan" jawab Eun Dan


"Kenapa kau pergi jauh sekali dari keluarga mu sejak remaja? Kau pasti sangat kesepian" ujar Nia


"Saat itu aku sangat ingin menjadi idol, tapi ayah tidak ingin aku menjadi idol atau sejenisnya ayah ingin aku menjalankan perusahaan, karena keluargaku hanya memilikiku" jawab Eun Dan


"Kau sangat keras kepala, tapi sekarang kau bahkan meninggalkan impianmu itu untuk menikah" ujar Nia


"Benar... Impian yang bahkan membuat ku bertengkar dengan ayahku dan meninggalkan rumah di usia muda harus ku akhiri sekarang, tapi bukan hanya karena ingin menikah, meski kau menolak ku waktu itu aku tetap akan berhenti dari pekerjaan itu dan mengurus perusahaan... Keluarga ku membutuhkan ku dan aku sudah cukup berada di industri hiburan.... Tapi mungkin jika kau menolak ku saat ini aku akan berada di rumah sakit bukan perusahaan" ujar Eun Dan

__ADS_1


"Kenapa kau mau melakukan segalanya untukku... Kau bahkan menangis memikirkan aku akan pulang setelah sepekan... Ini masih belum terasa nyata bagi ku... Ini masih seperti mimpi bagiku... Bagaimana orang sepertiku dapat menerima cinta yang begitu besar seperti ini" ujar Nia


"Aku juga tidak akan mengira akan begitu menyukaimu.... Saat kau pergi meninggalkan ku waktu itu aku bahkan menangis terisak dan dadaku terasa sangat sesak...."


"Seperti saat di konser?...."


"Lebih buruk dari itu aku bahkan harus di rawat selama dua hari karena itu"


"Tapi saat konser waktu itu.... Kenapa kau terus bertanya apa yang harus kau lakukan?... Itu terdengar sedikit aneh di saat kau akan berhenti"


"Awalnya dadaku sudah sangat sesak untuk mengucapkan perpisahan kepada semua orang, tapi melihat mu menangis membuatku merasa frustasi dan tak bisa berbuat apa-apa... Ha~ah... Jadi jangan menangis di depanku tanpa alasan" ujar Eun Dan


"Kali ini aku benar-benar merasa sangat beruntung mendapatkan cinta yang begitu besar! " Ujar Nia sembari tersenyum


Mereka tiba di kediaman keluarga Do, Eun Dan merupakan anak tunggal keluarga itu pantas jika keputusannya menjadi idol sangat di tentang oleh ayahnya karena tidak akan ada penerus perusahaan selain dirinya. Setibanya di rumah mereka sudah di sambut oleh ibu Eun Dan dan neneknya sedangkan ayahnya sedang berada di perusahaan, Eun Dan pergi ke kamarnya untuk meletakkan barang yang mereka bawa.


"Perjalanan kalian pasti sangat melelahkan!" Ujar nenek kepada Nia


"Jarak kedua rumah sangat jauh!" Jawab Nia


"Anak itu memang sangat bandel sejak kecil jadi seperti itu jadinya" jawab ibu mertuanya sembari membawa minuman


"Dia itu sangat mirip dengan ayahnya seperti kacang dibelah dua" ujar nenek


"Tapi ayah mertua sangat hangat sedangkan Eun Dan Oppa sangat dingin" ujar Nia


"Saat masih muda dia juga sedingin suamimu itu, tapi setelah menikah sikapnya mulai hangat terlebih setelah Eun Dan lahir, tapi tidak disangka sifatnya menurut kepada putranya dengan sangat sempurna" ujar ibu mertuanya


"Tapi dari segi penampilan oppa sangat mirip dengan ibu" ujar Nia


"Benarkah...(tersipu malu) sebenarnya banyak yang mengatakan demikian tapi ketika kamu yang mengatakannya itu terdengar berbeda!" Ujar ibu mertuanya


"Sebelum mengajukan lamaran Eun Dan datang kemari setelah sekian lama, mungkin 13 tahun dia tidak pulang ke rumah" ujar nenek


"13 tahun?" Ucap Nia kaget


"Itu karena dia sangat ingin menjadi idol namun ayahnya menentang semua itu, namun ketika datang dia langsung mengatakan jika dia ingin menikah, hal itu mengejutkan kami semua, bukan karena dia akan menikahi mu ataupun latar belakang mu,... Ayahnya merasa marah karena dia datang begitu saja setelah sekian lama dan meminta izin untuk menikah, saat itu Eun Dan bahkan langsung berbicara pada intinya dan mengatakan jika dia tidak mendapatkan restu dia tetap akan melakukan lamaran itu...." Ujar neneknya


"Benar.... Dia langsung berbicara seperti itu karena takut jika dia tidak akan mendapatkan restu... Tapi ayahnya begitu kesal dengan sikap lancang Eun Dan saat itu dan memukulnya, namun Eun Dan tidak melarikan diri seperti sebelumnya dia duduk di depan ayahnya dan terdiam dia nampak begitu menyesal dan bahkan menangis.... Saat itu dia tidak datang sendiri, dia datang bersama teman-temannya dan ketika Eun Dan menangis teman-temannya menjelaskan semuanya tentang mu, ayahnya mendengarkan penjelasan mereka sampai akhir, setelah itu dia mulai bicara....


"Kau tau kenapa ayah marah?... Bukan karena tidak menerima wanita itu, setidaknya... Setidaknya kau bisa berkunjung setidaknya sekali saja meskipun bertengkar dengan ku.... Tapi selama belasan tahun kau bahkan tidak berfikir untuk datang... Dan sekarang apa yang kau lakukan?... Apa kau begitu membenci ayahmu ini sehingga tidak ingin bertemu lagi lalu melarikan diri?" Ujar ayahnya


"Bukan begitu.... Aku selalu ingin datang tapi... Aku takut untuk kembali jadi kuputuskan untuk terkenal baru kemudian kembali menemui kalian semua" jawab Eun Dan.


"Tapi apakah kau akan datang jika bukan ingin menikah?" Cetus ayahnya


"Aku juga tidak tahu... Tapi pastinya aku akan datang menemui kalian suatu saat ketika keberanian ku terkumpul!" Jawab Eun Dan


Ayahnya kemudian memeluknya dan kedua pria dingin itu menangis bersama dan bahkan teman-teman Eun Dan ikut menangis melihat mereka berdua, setelah itu ayahnya meminta Eun Dan tinggal di sini selama 2 hari dan Eun Dan menuruti permintaan ayahnya itu, ibu tidak menyangka jika mereka akan begitu cepat akur setelah sekian lama tidak bertemu, bahkan tidak ada rasa canggung yang terlintas di antara mereka" lanjut ibu mertuanya


"Sebelum Eun Dan kembali ke Seoul nenek juga berpesan jika harus membawa mu menginap di sini selama sepekan setelah pernikahan, itu syarat mendapatkan restu dariku" ujar nenek


Nia meneteskan air matanya mendengar cerita mereka, Nia begitu tidak menyangka jika dia akan diterima dengan begitu baik di keluarga itu.


"Kenapa kamu menangis?" Tanya ibu mertuanya


"Aku tidak menyangka jika akan diterima dengan baik di dalam keluarga ini, ini semakin terasa tidak nyata bagi ku" jawab Nia

__ADS_1


"Kamu tau Nia, ibu juga berasal dari keluarga biasa, ayah Eun Dan berusaha keras meyakinkan keluarganya untuk merestui hubungan kami, dan lihatlah ibu mertuaku sangat menyayangi ku saat ini" ujar ibu mertuanya kemudian memeluk Nia untuk menenangkannya


Eun Dan tidak keluar kamar karena dia mengetahui jika ibu dan neneknya memerlukan waktu untuk berbicara dengan Nia, jadi dia memutuskan untuk tetap berada di dalam kamarnya dan menunggu ketika mereka selesai berbincang meskipun menunggu itu sangat membosankan.


__ADS_2