Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
MASALAH KECIL DAN SEDERHANA


__ADS_3

"Kenapa kondisi mu akan menjadi lebih buruk karena ku?" Ujar Nia sembari melepaskan pelukannya.


"Kamu sangat kejam dengan menanyakan hal itu!" Eun Dan menatap Nia dengan kekanakan


"Kenapa?"


"Kenapa?... Kamu bertanya kepadaku kenapa?"


"Oppa?... Ada apa dengan mu?" Nia kebingungan dengan ucapan Eun Dan yang penuh teka-teki


"Hanya saja... setelah semuanya kamu masih tanya kenapa?... Aku tidak bisa melihat mu dalam keadaan terluka karena itu akan membuat lebih terluka..."


"Kamu sangat egois..."


"Kenapa aku menjadi egois?"


"Kamu bertanya kenapa?"


"Iya... Kenapa aku menjadi egois dengan itu?"


"Tentu saja kamu egois! Kamu akan dalam kondisi yang lebih buruk jika terjadi hal buruk pada ku.... Dan aku harus baik-baik saja jika sesuatu uang buruk terjadi padamu karena aku harus merawat mu.... Bukankah seharusnya kamu melakukan hal yang sama dengan ku? Kamu harus baik-baik saja disaat hal buruk terjadi padaku dengan begitu kamu bisa merawat ku jika keadaan mu jauh lebih buruk dari ku siapa yang akan merawat ku?"


"Kamu benar tentang itu!... Tapi aku tidak bisa melihat mu terluka"


"Kalau begitu kamu harus menjagaku dengan baik"


"Baiklah" Eun Dan menggendong Nia dan membawanya ke kamar


Ketika tiba di kamar Nia ingin turun namun Eun Dan tidak menurunkannya dan membawanya ke tempat tidur


"Duduklah di sini terlebih dahulu, tenangkan dirimu kemudian pergi mandi aku harus kembali berolahraga" ujar Eun Dan menatap Nia dengan tajam namun begitu lembut.


"Baiklah!"


Eun Dan meninggalkan Nia dan pergi kembali ke tempat latihan, saat keluar kamar dia menemukan Yeon Jun yang datang menghampirinya.


"Kalian baru pulang?" Ujar Eun Dan


"Iya... Kamu sangat berkeringat!" Yeon Jun melihat setiap bagian tubuh Eun Dan dengan detail


"Aku baru sedang berolahraga"


"Di kamar mu?"


"Di kamar?.... Aahh... Itu tidak seperti yang kamu pikirkan!.... Nia sebelumnya ikut berolahraga namun terjadi sesuatu yang membuatnya begitu cemas sehingga dia tidak bisa melanjutkannya... Aku baru saja selesai menenangkannya"


"Dia baik-baik saja bukan?"


"Dia terlihat lebih baik dari sebelumnya"


"Kamu juga jangan terlalu cemas... Ibu hamil biasanya memang mudah cemas!"


"Aku harus kembali berolahraga aku belum menyelesaikannya sebelumnya"


"Baiklah kamu bisa pergi!"


"Kamu tidak akan ikut serta dengan ku?"

__ADS_1


"Apa kamu lihat tubuh ku memiliki otot? Tubuh ini mungkin tidak nampak begitu berlemak namun juga tidak memiliki otot!"


"Kamu bisa mulai melatihnya!"


"Aku akan memikirkannya" Yeon Jun meninggalkan Eun Dan setelah menepuk pundak Eun Dan


Nia segera pergi mandi setelah merasa lebih tenang, selesai mandi Nia pergi ke dapur untuk mencari makanan namun dia tidak menemukan sesuatu yang bisa dimakan secara langsung.


"Apa yang sedang kamu cari?" Ujar Yuri melihat Nia yang sedang mencari sesuatu di kulkas


"Aku merasa lapar namun tidak ada yang bisa langsung dimakan aku harus memasak terlebih dahulu!"


"Tada.... (Menunjukkan sekotak ayam goreng)... Aku membeli ini untuk mu!" Ujar Yuri sembari tersenyum


"Sungguh?" Nia terlihat begitu senang


Nia mengambil satu potong ayam dan mulai memakannya.


"Makanlah dengan perlahan!" Ujar Yuri


Nia hanya mengangguk dan terus memakan ayamnya.


"Kamu harus duduk ketika sedang makan!" Ujar Eun Dan dengan dingin ketika tiba di dapur


"Aahh... Oppa apa kamu juga ingin ayamnya?" Nia menawari Eun Dan agar Eun Dan tidak marah


"Aku hanya ingin mengambil air... Kamu bisa makan itu tapi kamu harus makan saat duduk!" Eun Dan kembali menegaskan hal itu kepada Nia


"Baiklah!" Nia mengambil kotak ayam dari tangan Yuri dan segera pergi ke ruang tamu


Yuri mengikuti Nia sembari tersenyum melihat tingkah laku Nia yang begitu kekanakan.


Eun Dan mengisi botol minumnya dengan air kemudian mengambil gelas dan mengisi gelas itu dengan air juga.


"Dia sangat pemarah!" Ujar Nia kepada Yuri saat sedang makan di ruang tamu


"Benarkah?" Ujar Yuri


"Kamu tidak percaya? Dia akan mempermasalahkan setiap hal kecil yang aku lakukan! Dia sangat menyebalkan!"


"Itu karena dia peduli dan berarti dia sangat mencintai mu"


"Tapi dia itu sangat egois! Sangat sangat dan sangat!!!...."


Eun Dan datang dan meletakkan botol minum di atas meja dengan wajah datarnya.


"Bagaimana kamu bisa makan tanpa meminum air?" Ujar Eun Dan di telinga Nia kemudian pergi begitu saja


"Tapi sepertinya dia sangat memperhatikan mu... Aku tidak melihat letak keegoisan padanya..." Ujar Yuri


"Itu datang pada saat-saat tertentu!" Jawab Nia dengan pasti


"Benarkah?" Yuri tersenyum


"Benar aku tidak sedang bercanda!" Begitu serius


"Kalau begitu makan dengan perlahan jika tidak dia akan seperti iblis dan melahap mu"

__ADS_1


"Kenapa kamu mengatakan hal yang begitu menakutkan?"


"Tidak juga!"


Nia membuka botol minum yang Eun Dan berikan dan meminumnya.


"Emmm... Ini susu?!..." Ujar Nia


"Lalu kenapa jika itu susu?" Sahut Yuri


"Aku makan ayam dengan susu... Ini adalah pertama kalinya..."


"Kamu memang sesuatu yang sulit untuk dijelaskan!"


"Tapi terima kasih untuk ayamnya eonni..!" Nia tersenyum


"Kenapa kamu bertingkah begitu menggemaskan?" Yuri tersenyum


Eun Dan kembali ke ruang gym dia duduk dan termenung, terlihat bahwa dia sangat banyak pikiran.


Eun Dan kemudian menatap treadmill yang ada di depannya setelah beberapa saat dia kemudian menelepon Chan Soo.


"Hallo... Hyeong apa kamu bisa membantu ku?" Lontar Eun Dan dengan datar.


Nia datang menemui suaminya di ruang gym sembari membawa botol minum dan ayam goreng yang masih tersisa


"Oppa... Kenapa kamu masih berada di sini?" Ujar Nia melihat Eun Dan yang termenung duduk di sofa


"Kamu datang!... Apa kamu membutuhkan sesuatu?" Ujar Eun Dan yang baru menyadari kedatangan Nia


"Apa ini?... Apa kamu sedang memikirkan sesuatu? Kamu bahkan belum menjawab pertanyaan yang ku berikan!"


"Aahh apa yang kamu katakan sebelumnya? Aku... Aku sangat mengantuk jadi tidak terlalu mendengarkan apa yang kamu katakan" ujar Eun Dan canggung


"Apa ini kamu terlihat sangat mencurigakan!... Kamu seharusnya tidur di kamar kenapa malah di sini?"


"Aku baru saja mendinginkan diri, tidak baik mandi saat tubuh berkeringat, dan keringat ini membuat ku sangat mengantuk"


"Hanya karena itu?"


"Iya.."


"Kalau begitu pergilah mandi... Ini hampir waktu makan siang!"


"Baiklah... Dan kenapa kamu membawa makanan itu bersama mu?"


"Apa ini sebuah masalah?"


"Hanya saja bukankah kamu terlalu berlebihan dengan membawa itu bersama mu setiap saat?"


"Ini milik ku Yuri eonni membelikannya untuk ku!"


"Ha~ah... Tidak ada gunanya berdebat denganmu!"


"Memang siapa yang mengajak mu untuk berdebat?"


"Baiklah kamu tidak melakukannya aku yang mengajakmu untuk berdebat!... Okay?"

__ADS_1


"Kekanakan sekali!" Nia menatap wajah Eun Dan


Eun Dan terlihat begitu pasrah dengan tingkah Nia yang berubah drastis.


__ADS_2