
Nia mendapat kembali menerima pesan dari Eun Dan "Aku baru saja bangun tiduk! Punggung ku terasa sedikit sakit!"
"Kau harus menempel koyo untuk meringankan sakitnya!" Balas Nia
"Aku akan melakukannya!" Jawab Eun Dan
Nia tak kunjung membalas meski sudah membaca pesan, Eun Dan menunggu dengan semangat namun dia tak kunjung mendapat balasan dari Nia, Eun Dan merasa frustasi kemudian kembali berbaring dengan membanting badannya ke kasur dengan tangan terus menatap ponselnya, Nia bukan tidak ingin membalas chat darinya namun Nia sedang ada pelanggan.
Eun Dan memutuskan untuk pergi mandi karena frustasi karena tak kunjung menerima pesan, akhirnya Nia selesai melayani pelanggan dan melihat ponselnya kembali.
"Kau tiba-tiba begitu lengket dengan ponselmu itu!" Ujar Ayu menggoda Nia
"Sepertinya ada yang sedang cemburu!" Ujar Nia membalas menggoda Ayu
Nia bingung apa yang harus dia ketik untuk mengirimi Eun Dan pesan, dia mulai memikirkan pesan apa yang harus di tulisnya, dia awalnya ingin bertanya kepada Ayu namun ayu juga terlihat sibuk dengan ponselnya.
"😊" Pada akhirnya Nia hanya mengirim emoji kepada Eun Dan
Setelah selesai mandi Eun Dan langsung melihat ponselnya, dan salah tingkah melihat emoji senyum lebar yang di kirim Nia.
"Dia sangat menggemaskan!" Ujar Eun Dan terus menatap ponselnya
"Kau sudah mandi?" Pesan dari Nia tiba-tiba masuk
Hal itu mendadak sehingga Eun Dan merasa kaget, dia seperti melihat sesuatu yang sangat mengejutkan bahkan hampir menjatuhkan ponselnya.
"Aku baru saja selesai mandi!" Jawab Eun Dan
"Lepaskan ponselmu dan kenakan bajumu!" Ketik Nia
"Baiklah!" Namun pesan Eun Dan tidak terkirim karena Nia mematikan data ponselnya.
"Apa dia melihatku?" Ujar Eun Dan kebingungan
Saat itu Eun Dan mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya, dan handuk kecil yang terbentang di atas kepalanya, tubuhnya bahkan belum dikeringkan dengan benar, nampak begitu jelas otot lengan kekar yang selalu di sembunyikan nya di balik baju longgar yang biasa ia kenakan, jenis tubuh yang tipis dan memiliki otot perut yang sempurna, dia adalah tipe yang **** pada saat tertentu, pria akan nampak lebih menarik ketika rambutnya basah, karena saat itu mereka memiliki daya tarik tersendiri.
"Kau tidak memainkan ponselmu lagi?" Tanya Ayu kepada Nia karena kebingungan
"Aku tidak tau harus membahas apa, berapa lama pria berganti pakaian?" Ujar Nia
"Kenapa kau menanyakan..... Ha.....(suara nafasnya) apa dia baru saja mandi?..." Tebak Ayu
"Sudahlah.... Tidak perlu dibahas....!" Ujar Nia melambaikan tangannya dengan wajah mengelak dengan pertanyaan yang ia sebelumnya
"Pria biasanya membutuhkan waktu singkat untuk berganti pakaian, namun jika dia akan kekantor mungkin akan sedikit lebih lama!" Ujar Ayu
__ADS_1
"Ini mungkin hari pertamanya bekerja di perusahaan!" Ujar Nia
"Dia memang pekerja keras!..."
"Tapi dia seharusnya beristirahat!" Ujar Nia cemberut
Ponsel Nia berdering dan ternyata itu panggilan internasional, Nia segera menjawab panggilan itu
"Halo?" Ujar Nia
"Assalamualaikum!" Jawab Eun Dan
"Waalaikumusallam!" Jawab Ayu malu
"Kau sepertinya menghindari ku!" Ujar Eun Dan
"Kenapa melakukan panggilan internasional? Biayanya akan sangat mahal!" Ujar Nia
"Itu karena kau tidak kunjung menerima pesan yang ku kirim! Aku hanya ingin berpamitan, aku akan pergi mengurus surat-surat yang diperlukan untuk pernikahan, jika tidak di urus sekarang akan sulit" ujar Eun Dan
"Berarti kamu akan sangat sibuk!"
Eun Dan tidak bisa berkata-kata mendengar Nia mengatakan kamu, itu adalah kata yang begitu sulit ia dengar dari Nia selama ini.
"..... Aku...... Akan menyempatkan waktu mengirim kabar padamu!" Ujar Eun Dan
"Fighting!" Jawab Eun Dan
Panggilan telepon segera diakhiri, Nia kembali bekerja begitu juga Eun Dan segera melakukan yang harus dia lakukan, Nia seharusnya juga mengurus beberapa hal namun Eun Dan meminta seseorang mengurusnya untuk Nia karena akan sulit bagi Nia untuk mengurus semuanya sendiri.
Sebulan kemudian lamaran sesungguhnya tiba, Eun Dan datang bersama keluarganya ke kediaman keluarga kecil Nia, sambutan hangat dari warga sekitar rumah Nia kepada keluarga mempelai pria sangat di hargai, Nia hanya bisa meminta maaf pada semua keluarga Eun Dan karena rumahnya sempit dan panas.
Namun anehnya mereka terlihat begitu tenang dan ramah kepada semua orang meski setiap berbicara harus menggunakan penerjemah bahasa, Nia sangat gugup dengan pernikahan yang akan segera berlangsung, keluarga Eun Dan datang dari tempat yang sangat jauh datang ke rumahnya untuk melamarnya, dia benar-benar merasa sedang bermimpi saat itu.
Hari itu merupakan pertunangan sekaligus menentukan waktu pernikahan dan acaranya, sesuai yang disepakati di Indonesia hanya akan melakukan pernikahan bawah tangan dengan jamuan kecil sedangkan pesta pernikahan akan dilakukan di Korea, awalnya sulit menyepakati itu karena biaya transportasi yang harus dikeluarkan bukan sedikit, namun keluarga Eun Dan mengatakan akan mempersiapkan semuanya.
Hal itu sebenarnya membuat sedikit perdebatan kecil antara Eun Dan dengan Nia karena akan menghabiskan uang dengan jumlah besar jika membeli tiket pesawat untuk sekitar 25 orang yang akan terbang ke Korea termasuk Nia dengan ibunya, lagi bagaimana jika ada yang tiba-tiba akan ikut tiba-tiba.
Namun hal itu ditangani oleh ayah Eun Dan sekaligus calon mertua Nia, dia menyatakan bahwa dia akan mempersiapkan jet pribadi untuk membawa semua tamu ditambah keluarga Nia, namun mereka meminta mereka yang akan pergi untuk membuat paspor dan visa untuk keberangkatan ke Korea, ayah Eun Dan juga menjelaskan bahwa mereka tidak akan melepaskan tanggung jawab mereka untuk membantu setiap proses yang mereka jalani.
Pernikahan mereka ditentukan tepat 40 hari setelah lamaran itu, tepatnya pada tanggal 23-03-2023 tanggal yang indah itu akan menjadi hari pernikahan bersejarah mereka, namun setelah hari itu berakhir Nia dan Eun Dan akan kembali berpisah walaupun baru saja bertemu kembali setelah sekian lama.
Meskipun sebelumnya mereka bahkan pernah berpisah selama 2 tahun lamanya, tapi perpisahan kali ini terasa jauh lebih berat meski tanpa tangisan, hubungan yang mengikat sebuah status memang membuat sesuatu yang biasa menjadi luar biasa tepatnya sesuai yang sederhana namun sulit dijelaskan, waktu yang singkat bahkan bisa terasa berabad-abad sedangkan masalah kecil seperti akan terjadi perang dunia ketiga, begitupun ketika sedang bersama dunia serasa milik berdua.
Sebelum kembali ke Korea ibu Eun Dan menemui Nia dan berbicara secara pribadi dengannya, Nia awalnya gugup karena takut seperti pada drama yang sering dia tonton, dipikirannya hanya ada dialog penolakan dari orang tua pihak pria, Nia takut hal yang sama terjadi padanya saat itu, namun hal yang bertolak belakang dari dugaannya yang terjadi Nia mendapat ucapan terima kasih dari ibu Eun Dan karena Nia menerimanya.
__ADS_1
Calon mertua Nia itu menceritakan semua yang terjadi pada Eun Dan dua tahun lalu, dan ketika Eun Dan akan ke Indonesia dia mengatakan kepada semua keluarganya bahwa dia ke Indonesia tidak hanya akan melakukan konser namun akan mencari Nia dan melakukan hal nekat yaitu dengan melamar Nia, semua keluarga cemas jika Eun Dan akan mengalami penolakan dari Nia dengan alasan yang jelas, sebenarnya pada awalnya keluarga Eun Dan begitu berat menerima bahwa dia menyukai seseorang yang bahkan tidak sebanding dengan keluarga mereka dan merupakan seorang pembantu yang bekerja di rumahnya.
Namun tekad Eun Dan sangat kuat, dan itu meluluhkan hati keluarganya meski dengan banyak rintangan, Eun Dan bahkan berkelahi dengan ayahnya ketika ia pindah agama, namun Eun Dan menjelaskan bahwa ia pindah agama bukan hanya karena menyukai Nia namun karena ia jatuh cinta kepada Allah SWT, setelah berkelahi dengan ayahnya Eun Dan meninggalkan kediaman keluarganya dan kembali ke rumah pribadinya.
Ibu Eun Dan mengatakan begitu sulit membuat mereka akur kembali bahkan member KX star turun tangan untuk menyatukan perselisihan mereka berdua, mereka menjelaskan apa yang mereka ketahui tentang Eun Dan dan kisah awalnya, namun siapa sangka hati yang dingin seperti es itu luluh dengan perkataan para member KX star.
"Ayah dan anak itu sama saja! Mereka adalah tipe yang begitu dingin dan memiliki hati batu... Namun ayah Eun Dan jatuh hati padaku.... Mungkin karena dia mendengar semua tentangmu dia mengingat kembali kisah kami dimasa lalu.....!" Ujar ibu Eun Dan sembari tersenyum kepada Nia.
Eun Dan dan keluarganya pergi meninggalkan kediaman Nia, lamaran itu berjalan dengan lancar hanya perlu menunggu waktu yang ditentukan untuk pernikahan, hari yang melelahkan namun merupakan hari yang sangat ditunggu setiap wanita, Nia begitu senang sampai tidak bisa tidur malam itu, notifikasi ponselnya berbunyi itu pesan dari Eun Dan, dia mengatakan bahwa dia bersama dengan keluarganya akan segera terbang kembali ke Korea, Eun Dan bahkan mengirim foto bandara kepada Nia.
Nia menjawab pesan itu "semoga selamat sampai tujuan 😊" balasan pesan singkat dari Nia membuat Eun Dan tersenyum sembari melihat ponselnya. Ayahnya yang duduk di sebelahnya bertanya kepadanya apa yang membuatnya begitu senang ketika melihat ponselnya, Eun Dan memperlihatkan pesan dari Nia yang baru saja dia terima.
"Ayah sudah sangat lama tidak melihat mu tersenyum... Namun sepanjang hari ini kau banyak tersenyum, hal itu membuat ayah sangat senang.... Ayah..... Akan sangat menyesal jika tidak memberikan izin saat itu!" Ujar ayahnya dengan sepenuh hati
"Terima kasih ayah!" Ucap Eun Dan sembari menatap ayahnya dengan diikuti senyuman.
Momen manis tersebut di abadikan ibu Eun Dan karena sudah lama sejak kedua orang itu terlihat begitu akur dan memiliki kesempatan untuk tersenyum bersama, dia kemudian memperlihatkan foto itu kepada ibu dan adik iparnya yang keduanya masing-masing berada si sebelahnya, mereka pun tertawa bersama melihat kedekatan ayah dan anak itu, ibu Eun Dan tidak lupa mengirim foto itu kepada calon menantunya sembari mengucapkan terima kasih.
"Aku pikir tidurku akan nyenyak malam ini!" Ujar Nia di tempat tidurnya
Sejak hari itu Nia cukup sibuk mempersiapkan pernikahannya dari baju pengantin sampai persiapan acara yang harus di persiapkan dengan benar-benar matang supaya berjalan dengan lancar, namun Nia tidak sendiri dia dibantu oleh Ayu dan keluarganya serta orang yang dikirim keluarga Eun Dan untuk membantu mereka mempersiapkan pernikahan dan pembuatan paspor dan visa.
"Mereka benar-benar melakukan semuanya!" Ujar Ayu
"Benar!... Aku pikir kita tidak perlu berbuat banyak!" Ucap Nia
"Apa dia masih tidak menghubungi mu?" Ujar Ayu melihat Nia
"Begitulah... Sudah sepekan dia tidak menghubungiku... Apa menurutmu dia benar-benar tidak akan menghubungiku sampai hari pernikahan?" Ujar Nia
"Itu mungkin saja terjadi... Kau harus menunggu dengan sabar...." Ujar Ayu menenangkan dengan ekspresi wajah yang terlihat begitu pasrah
"Kau menenangkan ku atau mengejekku?..."
"Apa maksudmu...?" Diikuti tawa yang kemudian melarikan diri
Nia pun mengejar Ayu untuk bersenang-senang mengingat hal itu akan sulit mereka lakukan di masa depan, Pada akhirnya Nia berhasil menangkap Ayu, mereka duduk karena kelelahan sembari tertawa bersama, tawa yang awalnya nyaring mulai hening mendadak menjadi perasaan sedih
"Aku akan merindukanmu di masa depan...." Ujar Ayu yang mulai berkaca-kaca
"Aku akan tetap disini meski sudah menikah!" Jawab Nia
"Tetap saja kau juga akan sering pergi ke Korea dan kita akan memiliki sedikit waktu untuk bertemu.... Kau tau aku sangat merindukanmu ketika kau bekerja menjadi TKI dan sekarang menikahi orang dari luar negeri.... Kau sangat jahat.... Ku selalu meninggalkan ku sendirian......" Ujar Ayu yang mulai menangis
"Kau tidak bosan melihatku setiap hari?" Ucap Nia ikut menangis kemudian memeluk Ayu dengan erat
__ADS_1
"Jangan berani-berani untuk tidak membalas chat yang ku kirim ataupun mengabaikan panggilanku!" Ujar Ayu merengek
"Siapa yang berani mengabaikan panggilan mu katakan padaku aku akan memarahinya...!" Jawab Nia diikuti tawa dan tangis yang bercampur aduk keduanya.