Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
BERBELANJA


__ADS_3

"Jangan terlalu kesal! Semuanya akan baik-baik saja! Jika terlalu dipikirkan mungkin kamu akan membuat kesalahan tanpa sadar!" Nia berusaha menenangkan Eun Dan


"Kamu tidak seharusnya mengatakan hal itu sejak awal jika tidak ingin membuat ku merasa cemas!"


"Baiklah sepertinya aku melakukan kesalahan lagi!... Aku akan pergi sikat gigi! Mungkin ada yang akan terganggu dengan bau nafas ku nantinya!" Nia ingin pergi ke kamar mandi


Eun Dan menghentikan Nia dan menariknya kedalam pelukannya.


"Apa yang kamu lakukan?" Nia menatap wajah suaminya


Eun Dan mengecup bibir Nia dua kali berturut-turut, kemudian secara perlahan mendekatkan wajahnya kepada Nia dan mulai berciuman.


"Aku tidak bermaksud mengatakan hal itu sebelumnya!" Eun Dan cemberut dan tertunduk tak berani menatap mata Nia


"Aku hanya bercanda! Aku harus menggosok gigi sebelum tidur kamu tidak akan melakukannya?" Nia tersenyum melihat tingkah Eun Dan yang menggemaskan


"Aku akan pergi bersama dengan mu!" Eun Dan tersenyum seperti anak kecil dan terus menatap Nia


"Berhentilah menatapku! Kita harus pergi ke kamar mandi!"


Esok harinya Yuri dan Yeon Jun pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan bayi, sedangkan kedua pasangan itu menonton televisi bersama.


"Oppa..." Ujar Nia melirik Eun Dan yang duduk di sebelahnya sembari merangkulnya


"Mmm..."


"Jika diingat-ingat jarang bisa melihat mu menggunakan pakaian casual belakangan kamu selalu menggunakan setelan!"


"Aku tidak bisa pergi ke kantor dengan pakaian seperti ini!" Ujar Eun Dan melirik Nia kemudian mengecup keningnya


"Terkadang kamu kekanakan dan terkadang begitu dewasa... Aku banyak melihat sisi lain dari dirimu setelah kita menikah!"


"Aku juga mengalami hal yang sama!... Aku sangat suka hubungan seperti ini... Aku bebas menyentuh dan melakukan apa saja terhadap mu tanpa batasan karena kamu sudah menjadi milikku tidak seperti sebelumnya aku bahkan tidak berhak untuk menyentuh mu!"


"Tapi kita tidak punya hubungan sebelumnya!"


"Kamu benar! Itu tidak pernah ada!"


"Oppa"


"Kenapa?"


"Mari nonton film di bioskop!"


"Baiklah!... Tapi apa aku harus berganti pakaian?"


"Tidak perlu! itu akan membuat mu semakin mencolok"


"Kalau begitu aku akan mengambil ponsel dan dompet!"


"Baiklah! Ambil tas dan ponsel milik ku juga!" Ujar Nia


Keduanya kemudian pergi menuju bioskop


"Kamu tidak ingin membeli beberapa tas?" Ujar Eun Dan


"Aku sudah punya dua!" Sahut Nia


"Tapi wanita biasanya memiliki begitu banyak tas di lemari mereka!"


"Kenapa? Kamu malu jika aku hanya memakai tas yang sama berulang kali?"


"Bukan begitu! Kamu bahkan tidak menggunakan uangku selain untuk membeli kebutuhan rumah atau keperluan yang mendesak! Aku mencari uang untuk di gunakan bukan hanya di simpan!"


"Kita pasti akan membutuhkannya pada satu titik! Selain itu kita akan menggunakannya sekarang! Kita akan pergi ke bioskop!" Nia tersenyum


"Kamu mau mampir ke taman bermain sebelum pulang?"


"Kita harus pergi membeli bahan makanan, selain itu aku juga ingin membeli sesuatu di toko perhiasan!"


"Baiklah! Kita akan melakukan semuanya!" Eun Dan terlihat senang


"Apa kamu senang sekarang?"


"Iya sangat senang!"

__ADS_1


Mereka tiba di bioskop dan mengantri untuk membeli tiket, Eun Dan tidak melepaskan tangan Nia seperti seorang anak yang takut kehilangan ibunya.


"Kamu seharusnya membeli popcorn dan minum saat aku membeli tiket!" Ujar Nia


"Kita bisa melakukannya bersama!" Sahut Eun Dan datar


Keduanya pergi membeli popcorn dan satu minuman dengan ukuran besar dengan selang ganda, mereka kemudian langsung pergi ke ruang tonton bioskop meski filmnya belum di mulai.


"Kita masih punya waktu sebelum film di mulai" ujar Nia


"Hanya tersisa 20 menit orang akan mulai berdatangan jika waktu sudah hampir tiba selain itu kita bisa melakukan hal yang tidak bisa kita lakukan di keramaian"


"Baiklah"


Setibanya di dalam ruang tonton bioskop ternyata sudah ada beberapa orang yang duduk di tempat duduk mereka namun tempatnya tidak berdekatan dengan tempat duduk mereka.


"Apa yang akan kita lakukan sebelum filmnya dimulai?" Ujar Nia menoleh kearah Eun Dan


"Seperti dalam sebuah drama romantis... Bioskop adalah tempat yang bagus untuk berciuman!" Bisik Eun Dan sembari melepas masker yang ia kenakan.


"Kenapa kamu begitu mesum?"


"Kita bisa melakukannya sebelum orang-orang semakin ramai"


Nia memalingkan wajahnya dan mulai memakan popcorn yang mereka beli.


"Aku juga menginginkan itu" ujar Eun Dan


Nia berniat menyuapi Eun Dan dengan popcorn namun Eun Dan tidak memakannya sehingga Nia memasukkan popcorn yang akan dia berikan kepada Eun Dan ke dalam mulutnya, Dengan cepat Eun Dan mengambil popcorn di mulut Nia sembari menciumnya.


"Popcorn ini terasa sangat enak!" Ujar Eun Dan sembari tersenyum


"Kamu sangat cabul!" Ujar Nia


"Apa yang salah dengan itu? Aku hanya memakan popcorn yang seharusnya menjadi milikku"


"Kamu sepertinya suka berdebat belakangan ini"


"Kamu sangat menggemaskan! Aku hanya mengharapkan mendapat lebih banyak ciuman di hari libur ku!"


"Aku tidak mempedulikan orang lain"


"Tidak ada gunanya berdebat dengan mu!"


Orang-orang mulai berdatangan, akhirnya film yang akan mereka tonton di tayangkan, sepanjang waktu menonton Eun Dan terus memegang lembut tangan Nia, Nia akan menyuapi Eun Dan dengan popcorn sesekali.


"Apa kamu selalu menyukai drama sad ending?" Ujar Eun Dan dalam perjalanan keluar bioskop


"Aku lebih suka drama happy ending!... Aku juga tidak tahu jika filmnya akan berakhir dengan menyedihkan... Tapi akhirnya tidak terlalu buruk itu karena mereka dipisahkan oleh maut..."


"Tetap saja.... Itu terlalu dini dalam hubungan mereka... Itu bahkan baru akan menjadi awal namun harus berakhir... Begitu menyakitkan bagi yang ditinggalkan!..."


"Kalau begitu jangan tinggalkan aku..."


"Aku akan menjaga kesehatan ku dengan baik... Kamu juga harus melakukannya" melirik Nia


"Tentu saja!... Tapi... Oppa apa kamu tidak merasa malu karena penampilan ku?"


"Kenapa?"


"Hanya saja... Orang-orang terus menatap sejak tadi..."


"Benarkah?... Aku tidak memperhatikannya.... Selain itu kenapa harus peduli dengan pandangan orang lain? Aku suka dengan gaya busana mu tertutup dan tidak terlihat oleh orang lain selain diriku... Kamu itu sangat mahal!"


"Kamu sangat pandai dalam merayu!"


"Kemana kita akan pergi? Supermarket?"


"Iya kita harus membeli kebutuhan dapur!"


"Tapi kita harus pergi ke taman bermain setelah ini!... Sayurannya akan layu...!"


"Kita bisa menggunakan jasa antar!"


"Benarkah?"

__ADS_1


"Tentu... Kita juga harus makan sesuatu aku sedikit lapar!"


"Kamu mudah lapar belakang...."


"Bayinya membutuhkan banyak makanan!"


"Tetap saja harus makan makanan sehat!...."


"Baiklah! Ayo pergi ke supermarket terlebih dahulu... Kita bisa menemukan makanan di sana!"


"Tapi itu makanan cepat saji... Bagaimana bisa memakan makanan tidak sehat dalam kondisi hamil?"


"Jangan terlalu berlebihan!... Selain itu bayinya akan sering ngiler jika tidak di beri apa yang dia inginkan ketika dalam kandungan!"


"Apakah itu benar-benar akan terjadi?"


"Itu yang orang katakan dan itu memang biasa terjadi!"


"Tapi bukankah bayi biasanya memang begitu?"


"Kamu sepertinya tidak tau apa-apa... Sebaiknya diam saja!"


"Baiklah! Tapi jangan terlalu banyak makan makanan yang tidak sehat!"


"Baiklah..." Nia tersenyum melihat suaminya yang penuh perhatian


Setibanya di supermarket mereka pergi ke tempat penjual makanan, Nia menarik Eun Dan ke toko ayam goreng. Wajah Eun Dan terlihat sangat tertekan melihat istrinya yang begitu lahap memakan ayam goreng itu.


"Kamu tidak ingin memakannya?" Ujar Nia melihat Eun Dan yang sedang cemberut sembari menatapnya


"Tidak kamu makan saja!" Jawab Eun Dan terdengar lesu dan pasrah


Nia menyodorkan ****** ayam goreng dan benar saja Eun Dan tetap memakannya meski dalam kondisi kesal.


"Bukankah ini enak?" Nia tersenyum


Eun Dan menatap Nia yang sedang tersenyum, terpancar kasih sayang, rasa peduli, cemas di matanya.


"Berhentilah menatapku seperti itu... Memakan makanan seperti ini tidak akan bermasalah untuk bayinya!" Ujar Nia menenangkan Eun Dan


"Beri aku satu lagi!" Ujar Eun Dan


"Apa ini kamu seharusnya bisa mengambilnya sendiri!"


"Rasanya berbeda ketika kamu yang menyuapi"


"Ini aneh... (Menyuapi Eun Dan)... Bukankah seharusnya aku yang bersikap manja sekarang?!"


"Aku mau lagi" tidak menghiraukan perkataan Nia


Nia hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku suaminya itu, setelah selesai makan mereka mulai membeli beberapa kebutuhan dapur, dari bumbu hingga ke bahan makanan, Nia juga membeli beberapa bungkus mie instan yang meski harus sedikit berdebat dengan suaminya baru bisa mendapatkannya.


"Apa sudah semuanya?" Ujar Eun Dan


"Sudah!... Aku akan pergi membayar!"


"Aku yang akan pergi membayar kamu tunggu di sini antriannya terlalu panjang!"


"Apakah tidak masalah? Orang mungkin akan mengenali mu"


"Lalu kenapa? Aku bukan lagi seorang idol ataupun aktor aku hanya Do Eun Dan seorang pengusaha yang sedang menemani istrinya berbelanja!"


"..... Kalau begitu aku akan menunggumu di sini..."


"Cari tempat untuk duduk!"


"Baiklah"


Nia berjalan-jalan untuk mencari tempat duduk, namun tidak terasa di sudah cukup jauh dari tempat Eun Dan, dia mendekati kerumunan orang yang sedang menyaksikan promosi kosmetik dengan layanan make up untuk sample.


".... Siapa yang akan beruntung terpilih untuk naik ke atas dan mendapatkan pelayanan make up dengan sample yang kamu siapkan...." Ujar pembawa acara itu


Para wanita yang berkerumun mulai bersorak untuk dipilih.


"Kalian sepertinya sangat bersemangat!" Ujar pembawa acara tersebut

__ADS_1


Nia mengirim pesan kepada Eun Dan bahwa dia sedang menyaksikan promosi kosmetik di toko terdekat. Ketika menerima pesan Nia Eun Dan masih berbaris di antrian yang cukup panjang.


__ADS_2