
Suara nyanyian ribuan penggemar bergema di stadion, alunan lagu yang terdengar membuat semua member KX star hanya bisa terpaku dan menangis ditempat mereka berdiri, penggemar mereka berusaha keras untuk tidak menangis dan membawakan lagu itu dengan sangat baik, ketika lagu berakhir stadion begitu hening sampai ketika seorang penggemar berteriak "Oppa! jaga selalu kesehatan mu!" teriaknya.
Para member KX star tidak mampu membendung air mata mereka, Soo Jin memeluk Mike untuk saling menguatkan sedangkan Kira mendekati Ki Jun untuk menenangkan dirinya dengan memeluk hyeong tertuanya yang biasanya begitu kuat namun nampak begitu lemah saat itu.
Exel, Ray dan Myeon harus berjongkok karena kaki mereka terasa begitu lemas dan tak sanggup menopang tubuh mereka lagi, sedangkan Eun Dan hanya berdiri terpaku melihat kerumunan para penggemar yang sedang menangis, matanya kemudian terpaku pada wanita yang sangat ia cintai, wanita itu sedang menangis tersedu-sedu di pelukan temannya yang juga sedang menangis, seketika dia terjatuh lututnya membentur lantai panggung gema suara benturan itu membuat mata semua orang tertuju padanya, dia mulai menangis tersedu suara tangisan itu membuat semuanya hanya bisa menatapnya, Eun Dan tertunda dan bahkan akhirnya bersujud dalam tangisnya.
Nampak begitu jelas begitu sesak dadanya dan pedih hatinya saat itu, para member KX star menghampirinya dan memeluknya, mereka berusaha menenangkan Eun Dan.
"Hyeong…… kenapa begitu sesak disini!…" ujar Eun Dan sembari terus memukul dadanya
"Hentikan itu…" ujar Myeon yang kemudian memegang tangannya
"Hyeong… hyeong A……a…aa…h… apa yang harus aku lakukan!" ujar Eun Dan dalam tangisnya.
Exel berdiri dan melihat kearah para penggemar dia menemukan Nia yang sedang menatap kearah mereka, mata para penggemar saat itu memang sedang tertuju pada tangisan Eun Dan. Namun Exel tau kenapa Eun Dan menangis seperti itu, karena dua tahun yang lalu hal yang sama terjadi Eun Dan bahkan tidak tidur dan makan setelah kepergian Nia, saat itu Eun Dan juga menangis seperti itu dan hanya mereka yang tau itu.
"Jangan menangis lagi… aku mohon jangan menangis lagi… kita sudahi sampai di sini, kalian bisa pulang! pulanglah dengan selamat dan hati-hati dijalan!" ujar Exel
Member KX star berdiri Myeon juga membantu Eun Dan yang lemas untuk berdiri, mereka memberi salam perpisahan kepada para penggemar dan menyuruh mereka berhati-hati di jalan dan berharap mereka pulang dengan aman, lampu stadion semuanya di padamkan setelah semua member KX star meninggalkan panggung barulah lampu kembali dinyalakan, saat itulah kesempatan penggemar mereka meninggalkan stadion dan pulang, setelah stadion kosong Nia dan Ayu masih berada di sana dan termenung.
"Ternyata tempat ini sangat luas…!" ujar Ayu untuk mengisi suasana hening itu
"Apakah ini semua karena ku?" ujar Nia
"Apa maksudmu? dia berhenti?" tanya ayu meninggikan suaranya
Nia menatap Ayu dengan wajah sendu
" Kau tau betapa berat satu tahun terakhir baginya? dia mendapat banyak hujatan bahkan demo supaya dia berhenti dari industri ini, ini adalah konser pertama setelah dia hiatus, semua orang bahkan tidak menyangka bisa kembali melihatnya berada di atas panggung… semua orang tau ketika poster konser mereka di bagikan dan ini akan menjadi perpisahan yang sangat menyakitkan namun juga sangat berkesan!" ujar Ayu yang tidak terima Nia menyalahkan diri sendiri karena hal itu
Staf datang menghampiri mereka dan mengajak mereka ke kamar hotel yang sudah Eun Dan siapkan untuk mereka, Nia dan Ayu berterima kasih kepada staf itu.
"Mereka bahkan menyiapkan baju ganti!" ujar Ayu senang
Nia mendapatkan panggilan telepon dari Eun Dan, Eun Dan menelpon dan mengatakan jika dia berada di depan pintu kamar Nia, Nia kemudian menyuruh Ayu untuk mandi duluan dan dia akan menemui Eun Dan terlebih dahulu.
Eun Dan mengajak Nia ke atap dan Nia mengikuti tanpa penolakan, mereka kemudian berhenti di salah satu pojok atap gedung itu, suasana sedikit canggung di antara keduanya.
__ADS_1
"Aku… tidak pernah melihatmu menangis seperti itu!" ujar Nia gugup
"Saat itu aku sangat ingin memelukmu!" ujar Eun Dan
Nia datang menghampiri dan memeluknya, namun Eun Dan langsung melepas pelukan Nia
"Aku pernah mengatakannya jangan memelukku, aku takut sesuatu yang lain akan terjadi!" ujar Eun Dan
"Kalau begitu mari kita menikah! dengan begitu kita bisa melakukan semuanya, sekarang kita bahkan tidak bisa berpegangan tangan!" ujar Nia dengan wajah manyun
Eun Dan begitu senang meski tidak mengatakannya bahasa tubuhnya bahkan memiliki keinginan yang jauh lebih besar untuk memeluk Eun Dan saat itu.
"Percayalah aku akan mengurus semuanya!" ujar Eun Dan begitu bersemangat
"Lihatlah… sebelumnya kau menangis tersedu-sedu sekarang kau bahkan melompat kegirangan!" ujar Nia
"Semuanya karena kamu!" ujar Eun Dan menatap Nia dengan senyum lebarnya dan matanya yang berkaca-kaca namun menggambarkan betapa bahagianya dia saat itu.
"Akan banyak hal yang harus disiapkan untuk pernikahan, apa orang tua mu akan menerimaku?" tanya Nia
"Mereka sudah mendengar semua tentang mu aku juga memberi tahu mereka bahwa aku akan melamar mu dan akan membawa mu menemui mereka ketika aku kembali!" ujar Eun Dan
"Karena mereka sangat menyayangi ku! mereka akan kehilangan ku jika mereka menolak ku!" jawab Eun Dan
"Kau sangat kejam!" ujar Nia
"Demi seseorang aku bisa melakukan apapun! tapi bagaimana dengan orang tuamu apakah mereka akan setuju?" tanya Eun Dan
"Ibuku sangat menyukaimu!" jawab Nia dengan senyum lebar
"Bagaimana dengan ayahmu?" tanya Eun Dan
"Benar! aku lupa memberi tahu kepadamu, ayahku sudah meninggal satu tahun yang lalu, dia sakit dan tidak mampu bertahan!" jawab Nia
"Maaf…"
"Untuk apa minta maaf kau memang harus mengetahui tentang itu!" jawab Nia
__ADS_1
"Kita sebaiknya kembali disini dingin" ujar Eun Dan
"Oppa!"
"Ya?…"
"Kau sangat bau!…" ujar Nia kemudian berlari meninggalkan Eun Dan sembari tertawa
"Jangan berlari nanti terjatuh!" ujar Eun Dan mengejar Nia
"Kau sangat bau! seharusnya mandi dulu!" ujar Nia tersenyum
"Aku banyak berkeringat di atas panggung!" ujar Eun Dan
"Aku tau itu!" jawab Nia
Mereka kembali ke kamar masing-masing, Nia segera mandi sedangkan Ayu sedang memakan hidangan yang disediakan. hari yang panjang itu berlalu begitu saja, hari yang penuh kisah yang layak untuk di kenang terutama Nia karena itu adalah hari lamarannya, mereka akan menikah tanpa pacaran ataupun perjodohan namun bukan juga ta'aruf, kisah cinta mereka begitu sederhana namun begitu besar, bahkan ketika Nia bekerja mereka tidak begitu sering bertemu apalagi saling menggoda.
"Sifat yang dingin namun berani bertindak dan tau batasan itu adalah tipe ku!" ujar Nia sebelum tidur.
"Yayaya… sedangkan aku lebih suka yang humoris dan penyayang, pria yang ceria dan perhatian dan sangat menggemaskan, itu adalah tipe ideal ku! walaupun Bayu hanya memiliki sebagian darinya sudah membuat ku merasa senang!" ujar Ayu
"Kalian juga punya cerita yang panjang!"
"Tentu saja! setiap kisah cinta pasti memiliki kisah di baliknya, jika tidak jangan berfikir itu cinta… itu hanya rasa penasaran ataupun kebutuhan!" ujar Ayu
"Kau sangat bijak belakangan ini!" ujar Nia yang kemudian mengundang tawa keduanya.
Sedangkan di kamar Eun Dan, Exel, dan Myeon mereka sedang membicarakan kejadian di panggung hari ini.
"Eun Dan dari pengalaman mu selama ini kenapa kau begitu terbuka kepada para penggemar, kau tidak belajar dari satu tahun yang lalu?" ujar Myeon
"Bukan tidak belajar aku hanya ingin berbagi dengan mereka yang benar-benar mendukung ku! aku tidak peduli dengan yang lainnya, itu sebabnya aku tidak mempublish nama Nia!"
"Bagaimana dengan pernikahan mereka tau wanita mu orang Indonesia! mereka akan mencari tau tentangnya!" ujar Exel
"Ketika pernikahan ku di Indonesia kalian tidak perlu datang, karena akan mengundang terlalu banyak perhatian!" ujar Eun Dan
__ADS_1
"Kau sangat kejam!" jawab Myeon