
"Aku juga bingung kita jauh lebih tua darinya kenapa dia tidak pernah bicara formal kepada kita?" ujar Myeon
"Awal-awal dia bekerja dia masih berbicara formal namun di tahun kedua dia mulai menggunakan bahasa informal!" jawab Exel
"Dia selalu berbicara formal pada ku!" ujar Soo Jin
"Aku juga!" ujar Ki Jun begitu tenang
Para member saling menatap satu sama lain melihat para hyeong yang menyombongkan perbedaan sikap Nia kepada mereka dengan yang lainnya.
"Lanjutkan makan kalian!" ujar Ki Jun
"Tapi…… Apa kita akan keduluan si bungsu untuk menikah?!" ujar Ray berbisik
"Oooooh……" seru para member sembari menata Eun Dan
Hal itu mengundang perhatian semua orang yang ada di ruangan itu. Manajer Kim hanya tersenyum melihat tingkah para anak-anak itu.
"Ya begitulah mereka! tidak setenang yang orang lain bayangkan!" ujar manajer Kim sembari tersenyum dan segera menyuap makanan.
Setelah selesai makan para member KX star menghampiri Nia dan Ayu untuk mengajak mereka berkeliling stage panggung yang masih kosong, Eun Dan bilang dia ingin berbicara dengan Nia sebentar dan akan menyusul setelahnya.
Dengan begitu para member dan Ayu pergi meninggalkan mereka berdua untuk bicara, Eun Dan menatap Nia dengan getir dia merasa tidak sanggup menatap mata Nia secara langsung, dia ingin mulai pembicaraan terlebih dahulu namun dia merasa begitu gugup ketika di depan Nia.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Nia sembari menatap Eun Dan
"Mmm…… Saol…… surat……bagaimana tanggapan mu?!" jawab Eun Dan terbata-bata karena gugup
"Kau bisa jelaskan secara langsung isinya kepadaku di sini, aku hanya tidak ingin salah paham dengan pemikiran ku itu!" ujar Nia menunduk.
"…………Nia……… Aku menyukaimu… bisakah kita bersama?" ujar Eun Dan
Nia menatap Eun Dan dengan wajah tak percaya melihat Eun Dan yang biasanya begitu tenang berubah menjadi orang lain yang belum pernah ia lihat, Eun Dan begitu gugup menyatakan hal sesederhana itu.
"… Ini mungkin terdengar sederhana, tapi ini sangat penting bagiku… aku membutuhkan mu untuk berada di sisiku, aku menyesali kejadian 2 tahun lalu, kau bahkan pergi tanpa berpamitan… kau sepertinya begitu marah dengan ku saat itu… aku…" lanjut Eun Dan namun di potong Nia
"Maaf…… bukannya aku tidak ingin berpamitan, … aku hanya sangat malu untuk melihat wajah kalian ketika kejadian itu, aku… membuat kalian terlibat dalam masalahku… ini semua salahku…!" ujar Nia yang mulai menangis
__ADS_1
"Tidak demikian… ini semua salah kami…"
"Tidak…… dia sendiri yang mengatakan jika dia melakukan itu karena iri akan keberuntungan yang ku miliki! jadi tidak perlu merasa bersalah" jawab Nia
"Bagaimana aku tidak merasa bersalah kau bahkan pergi begitu saja tanpa kabar, bahkan tidak meninggalkan nomor mu…" Eun Dan tidak bisa melanjutkan perkataannya karena tak mampu lagi membendung tangisnya.
Nia mendatangi Eun Dan kemudian memeluknya, Nia bahkan tidak lagi meneteskan air mata melihat ada seseorang yang jauh lebih terluka karena kejadian itu.
"Maaf… maaf… aku tidak seharusnya pergi begitu saja aku sungguh menyesal… maaf…" ujar Nia dalam pelukan Eun Dan
Eun Dan tidak memeluk Nia kembali dia hanya tertunduk lesu sembari menangis di dalam dekapan hangat Nia, Nia terus berusaha menenangkan Eun Dan yang mulai terisak, namun tanpa mereka sadari semua orang berada di belakang mereka namun terhalang tembok tipis pembatas ruangan, semua mendengarkan pembicaraan mereka dan semuanya ikut terdiam dan perlahan menjauhi mereka dan benar-benar meninggalkan mereka berdua saja.
"Aku tidak berfikir jika mereka akan membahas hal itu!" ujar Myeon sembari berjalan pergi bersama yang lainnya
"Oh ya Ayu diantara kami siapa favorit mu?" ujar Kira menghangatkan suasana
"Mmm… (menatap semua member yang mendadak berhenti untuk mendengarkan jawabannya)… Mm… Myeon Oppa!" jawabnya malu-malu
"Hei Myeon aku iri padamu…!" ujar Kira
"Dia tampan!" jawab Nia
"Apa kami tidak tampan?" tanya Ray cemberut untuk menggoda Ayu
"Bukan begitu…!" jawab Ayu tidak bisa menjelaskan
"Hei hentikan itu jangan menggodanya!" ujar Myeon
"Oooo……!" teriak para member serentak sembari berpandangan
"Sudahlah hentikan semua ini!" ujar Myeon sembari tersenyum
Mereka melanjutkan perjalanan untuk berkeliling stage, sedangkan Nia dan Eun Dan masih berada di tempat yang sama dan kondisi yang sama namun Eun Dan tidak lagi menangis dia hanya terdiam dengan wajah yang masih merah. Nia akan melepaskan pelukannya namun Eun Dan menghentikannya Eun Dan meminta Nia untuk memeluknya sebentar lagi dan Eun Dan ikut memeluk Nia dengan lembut.
"Nia… bisakah kau menerima ku? setiap kekurangan ku…… aku sangat ingin bersama dengan mu!" ujar Eun Dan lesu
"Aku pikir itu akan sulit… begitu banyak perbedaan antara kita… (melepaskan pelukannya)… kau tau ibuku sudah berumur tidak bisa ditinggal sendirian, sedangkan kau tidak bisa tinggal di sini karena pekerjaan" jawab Nia lesu
__ADS_1
"Jika itu alasannya aku akan berusaha mengatasinya, kita bisa LDR untuk beberapa waktu! aku akan melakukan semuanya asalkan bisa bersamamu!" ujar Eun Dan
"Apakah LDR itu hal yang bagus?" tanya Nia menatap Eun Dan yang jauh lebih tinggi darinya
"Aku bahkan bisa menunggu selama 2 tahun, jika itu hanya LDR aku bisa berkunjung lebih sering!" ujar Eun Dan
"Apa sekarang kita berpacaran?" tanya Nia
"Aku tidak mengajakmu berpacaran tetapi untuk pernikahan!" ujar Eun Dan menatap mata Nia
"Apa kau serius dengan yang kau ucapkan?… bagaimana kita bisa menikah? bagaimana bisa mengatakan itu dengan mudah…" ujar Nia
"…Aku tau ini hal yang terdengar aneh dan sulit dimengerti, namun aku mengatakan apa yang aku ingin katakan, dan hanya ingin mendengar kau menjawab ya atau tidak, bukan alasan dibaliknya semua keluhan mu aku akan mengatasinya selama kau menerimaku!" ujar Eun Dan
"Tapi……" Nia menjawab sembari menunduk tidak berani menatap mata Eun Dan
"Bisakah Kamu menjawabnya setelah konser?" ujar Eun Dan
Nia menatap mata sendu Eun Dan yang terus menatap wajahnya, Nia tidak bisa mengatakan apapun sehingga hanya mengangguk menyetujui permintaan Eun Dan.
"Terima kasih!" ujar Eun Dan
Mereka pun menyusul yang lainnya di panggung, Nia terus berjalan di belakang Eun Dan karena Eun Dan tidak membiarkannya berjalan duluan. Itu karena ketika Eun Dan belajar agama dia pernah membaca bahwa pria tidak boleh berjalan dibelakang wanita, jadi Eun Dan tidak ingin berjalan di belakang Nia sebab jika demikian otomatis Eun Dan akan memperhatikan Nia dengan seksama, dari cara berjalannya, langkah kakinya, hingga melihat bentuk tubuhnya.
"Nia… aku mengajakmu menikah karena aku tidak ingin ada batasan di antara kita… bahkan aku seharusnya tidak meminta mu untuk memelukku juga memelukmu"… ujar Eun Dan yang terus berjalan di depan Nia
Nia hanya terdiam dan terus mengikuti langkah Eun Dan yang begitu pelan menyesuaikan langkah kaki Nia yang kecil, dan akhirnya mereka tiba di panggung menemui yang lainnya, Ayu melambaikan tangan melihat Nia datang, Nia segera menghampiri Ayu.
"Mereka sudah latihan!" ujar Nia
"Baru mulai beberapa menit yang lalu! mereka sangat keren! ini adalah pengalaman yang menakjubkan!" ujar Ayu yang begitu senang
"Kau sudah dapat" ujar Soo Jin kepada Eun Dan
"Kita harus melakukannya dengan baik di konser kali ini!" ujar Exel kepada Eun Dan
Eun Dan hanya tersenyum dan masuk formasi untuk latihan, sedangkan Nia dan Ayu menonton mereka dari kereta yang disiapkan untuk para member berkeliling untuk menyapa para penggemar
__ADS_1