Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.

Kebahagiaan Terindahku Dapat Bersamamu.
NGIDAM


__ADS_3

Mereka pergi ke taman belakang, di sana Kira, Soo Jin, Ki Jun, dan Myeon sedang menyiapkan meja dan pemanggangan, mereka juga menyiapkan lampu untuk memperindah tampilan taman belakang.


"Oooo... Nia sudah bangun!" Ujar Ki Jun yang melihat Nia yang datang bersama Mike dan Ray


"Apa kalian berdua tidak akan membantu?" Ujar Myeon kepada Mike dan Ray


"Tentu saja kami akan membantu" ujar Ray


"Apa yang bisa ku lakukan?" Ujar Mike


"Kamu bisa mulai dengan mencuci sayuran!" Ujar Ki Jun


"Baiklah!" Jawab Mike


"Aku akan membantu mu!" Ujar Nia


"Dengan senang hati!" Ujar Mike sembari tersenyum


Setelah Exel dan Eun Dan kembali mereka memulai barbeque mereka, meski tidak dengan minuman beralkohol mereka tetap menikmati malam itu dengan sangat baik, kebahagiaan terlihat jelas di wajah mereka, para member KX star yang sudah sangat menanti malam dimana mereka bisa makan makanan enak, selain mendapatkan makanan enak mereka juga akan segera mendapatkan keponakan.


"Nia selamat untuk mu dan juga Eun Dan kalian akan menjadi orang tua!" Ujar Soo Jin


"Mari kita bersulang!" Ujar Myeon


Semuanya mengangkat minuman soda mereka sedangkan Nia mengangkat gelas jus miliknya, malam itu diakhiri dengan membersihkan semua peralatan yang mereka gunakan.


"Exel hyeong?" Ujar Kira


"Kenapa?" Timbal Exel


"Biasanya dalam drama tidak akan ada sesi bersih-bersih setelah melakukan barbeque!" Ujar Kira


"Itu hanya drama... Mereka membersihkan semuanya dibalik layar... Berhentilah mengeluh dan bereskan semuanya setelah itu baru kita bisa istirahat!" Ujar Exel


"Baiklah!" Jawab Kira


"Bukankah kita hanya minum soda?" Ujar Ray kepada Ki Jun


"Iya... Itu hanya soda" jawab Ki Jun


"Tapi kenapa Kira seperti sedang mabuk!" Ujar Ray


Keduanya saling menatap dan tertawa


"Kenapa kalian tertawa?" Ujar Myeon yang membawa piring melewati mereka


"Kenapa?... Apa itu mengganggumu?" Timbal Ray


"Terserah kamu saja!" Ujar Myeon melanjutkan perjalanannya menuju ke dapur


Esok harinya ketika Eun Dan keluar kamar dia melihat para member yang berhamburan di ruang tamu.


"Apa yang mereka lakukan di sini? Mereka tidak tidur di kamar?" Gumam Eun Dan


Eun Dan kemudian menemui Nia di dapur, dia melihat istrinya itu sedang memasak sarapan.


"Kamu sudah siap?" Ujar Nia


"Iya... Tapi apa kamu tidak kaget melihat keadaan ruang tamu ketika keluar kamar?" Ujar Eun Dan


"Sedikit!... Tapi aku pernah melihat keadaan yang lebih buruk dari itu" ujar Nia


"Lebih buruk?... (Teringat masa lalu ketika mereka minum-minum di rumah)... Kamu tidak harus mengingatkan itu... Terkadang ingatanmu sangat tajam!" Ujar Eun Dan


"Ingatan ku selalu mengingat momen memalukan, menyakitkan, dan kebahagiaan... Tapi terkadang aku akan melupakan beberapa kebahagiaan" ujar Nia


"Kamu akan sendiri setelah ini... Aku harus pergi bekerja..." ujar Eun Dan


"Aku akan baik-baik saja!" Ujar Nia


"Aku akan membangunkan mereka terlebih dahulu!" Ujar Eun Dan

__ADS_1


"Baiklah" jawab Nia


Eun Dan kembali ke ruang tamu dia melihat Soo Jin dan Ki Jun yang berusaha membangunkan yang lainnya.


"Kalian sudah bangun?" Ujar Eun Dan


"Anak-anak ini sangat sulit untuk dibangunkan" ujar Ki Jun


"Kamu sepertinya sudah siap untuk berangkat bekerja!" Ujar Soo Jin


"Aku masih perlu sarapan... Hyeong-del kalian harus segera bangun! Nia sudah menyiapkan sarapan!" Ujar Eun Dan


"Sarapan?" Ujar Myeon mendadak bangkit dari tidurnya


"Kenapa dia tiba-tiba bangun mendengar kata sarapan!" Ujar Soo Jin


Setelah semuanya bangun mereka menuju ke meja makan dengan keadaan berantakan, Nia tertegun melihat mereka yang seperti anak kecil yang baru bangun tidur.


"Berapa usia mereka?... Mereka sangat menggemaskan..." Gumam Nia sembari menyiapkan makanan


Eun Dan kemudian menghampiri Nia dan membantunya menghidangkan sarapan, setelah selesai sarapan Eun Dan menunggu para member mendapatkan jemputan dari manajer baru kemudian dia berangkat bekerja, Nia mulai bosan di rumah sendirian rutinitasnya hari ini hanya makan, menonton televisi dan muntah-muntah.


"Aah.... Aku lelah terus muntah seperti ini" ujar Nia


Nia sedang menonton televisi dan melihat iklan tteokpeokki (kue beras pedas) dia tiba-tiba ingin memakannya, Nia segera menghubungi Eun Dan dia menyuruh Eun Dan untuk membeli tteokpeokki untuknya.


"Tteokpeokki?" Ujar Eun Dan dalam panggilan telepon


"Iya... Aku menginginkannya, bisakah kamu membelikannya untukku dalam perjalanan pulang?" Ujar Nia


"Baiklah aku akan membelikannya!...." Ujar Eun Dan


Nia segera mematikan panggilannya dan melanjutkan menonton televisi, sedangkan Eun Dan yang ingin melanjutkan bicaranya hanya bisa menarik nafas panjang.


"Apa dia hanya mengatakan yang dia inginkan?... Dia mulai menjadi egois..." Keluh Eun Dan


Nia mendapatkan panggilan telepon dari Yuri.


"Halo... Apa kamu sedang sibuk?" Ujar Yuri


"Tentu tidak... Aku tidak memiliki pekerjaan... Aku hanya duduk diam di rumah... Tidak ada apa-apa yang bisa kulakukan" ujar Nia


"Sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu" ujar Yuri


"Apa itu?" Tanya Nia


"Ibu mertua ku memberikan saran agar kami pindah ke Seoul... Apakah ada rumah di dekat kalian yang bisa di beli?" Ujar Yuri


"Rumah?... Aku tidak tahu... Tapi rumah ini cukup besar jadi kalian bisa tinggal di sini bersama kami" ujar Nia


"Yeon Jun terlihat begitu tenang ketika berada di dekat Eun Dan... Jadi kami pikir akan baik jika kami pindah ke Seoul" ujar Yuri


"Tinggal saja di sini... Rumah ini terlalu besar jika hanya ditinggali berdua saja"


"Tapi apakah Eun Dan tidak akan mempermasalahkan hal itu?" Ujar Yuri


"Kamu harus bicara dengannya... Aku pikir itu tidak akan menjadi masalah... Rumah akan menjadi ramai dengan suara bayi" ujar Nia


"Mungkin akan berisik dan mengganggu tidur kalian" ujar Yuri


"Kamar oppa selalu kedap suara jadi itu tidak masalah!" Ujar Nia


"Kedap suara?"


"Iya... Dia tidak suka di ganggu... Kamarnya yang ada di rumah ayah dan ibu juga kedap suara!" Ujar Nia


"Dia sepertinya sangat menyukai ketenangan" ujar Yuri


"Mungkin seperti itu... Dia biasanya sulit tidur jika mendengar suara berisik dan terkadang tidak suka di ganggu... Berbeda ketika dia sangat lelah dia bisa tidur di mana saja..."


"Tidur di mana saja?"

__ADS_1


"Benar... Itu waktu awal-awal aku bekerja di sini, dia baru saja kembali setelah setelah latihan seharian karena mempersiapkan konser mereka, dan kamu tau?... dia bahkan tidur di meja makan karena begitu lelah!" Ujar Nia


"Benarkah?" Ujar Yuri


Keduanya tertawa terbahak-bahak, Nia tidak menyadari jika Eun Dan sudah berada di belakangnya sejak tadi.


"Kamu sepertinya sangat senang membicarakan keburukan orang lain" ujar Eun Dan kemudian mengecup pipi Nia


"Oppa kamu sudah kembali?" Ujar Nia


"Iya... Siapa yang ada di telepon?" Ujar Eun Dan


"Ini Yuri" jawab Nia


"Kalian sepertinya sedang bersenang-senang" ujar Eun Dan


"Tapi Oppa"


"Kenapa?"


"Yuri dan Yeon Jun berencana untuk tinggal di Seoul dan mencari rumah di sekitar sini"


"Tiba-tiba? Kenapa?" Ujar Eun Dan kebingungan


"Yeon Jun terlihat lebih tenang ketika berada di dekat mu!... Dia sepertinya juga sangat merindukanmu... Selain itu aku bisa punya teman di sini" ujar Nia


"Mereka bisa melakukannya... Kapan mereka akan pindah?"


"Mereka belum menemukan rumah... Jadi aku menawari agar mereka tinggal di sini untuk sementara waktu" ujar Nia


"Disini?"


"Iya... Aku akan punya teman jika mereka disini" ujar Nia membujuk Eun Dan


"Tapi... Kamu tau terkadang Yeon Jun itu akan sangat lengket" ujar Eun Dan


"Itu di masa lalu... Kalian sudah dewasa pasti tidak seperti itu!" Ujar Nia


"Kamu tidak tau apa-apa... Haa~~aah (menghela nafas panjang) baiklah mereka bisa tinggal di sini" ujar Eun Dan


"Terima kasih Oppa... Yuri kamu dengar itu kalian bisa tinggal di sini"


"Hanya sampai kalian mendapatkan rumah baru!" Ujar Eun Dan


"Baik..." Ucap Yuri kemudian memutuskan panggilan mereka


"Kenapa kamu sangat senang?" Ujar Eun Dan


"Aku tidak akan sendirian lagi" ujar Nia


"Kamu tau aku sebulan penuh sendirian di rumah ini setelah kita menikah" ujar Eun Dan


"Tapi itu berbeda..." Ujar Nia


Nia yang begitu senang segera memeluk suaminya itu dengan penuh cinta, Eun Dan ikut senang melihat Nia yang begitu bahagia.


"Aku harus mandi dulu..." Ujar Eun Dan


"Baiklah..." Nia melepaskan pelukannya


"Jangan lupa makan tteokpeokkinya, kamu harus menghargai betapa sulitnya aku membeli itu" ujar Eun Dan


"Baik... Terima kasih sayang" ujar Nia


Mendengar Nia memanggilnya 'sayang' membuat Eun Dan begitu senang dan mengecup bibir Nia baru kemudian dia pergi ke kamar untuk membersihkan diri, Nia pergi ke dapur untuk mengambil piring dan sendok, Nia teringat ketika dia terluka karena menginjak pecahan kaca, karena kejadian beberapa hari ini dia bahkan melupakan bahwa kakinya pernah terluka.


"Dia tidak mengingat luka di kakiku lagi setelah kejadian di rumah ibu... Jika dipikir-pikir itu melegakan!" Ujar Nia merasa senang


Dia kembali ke tempat menonton televisi dan memakan tteokpeokki yang dibelikan oleh Eun Dan, dia sangat menikmatinya.


"Ini terasa semakin enak... Dia pasti sulit membelinya... Itu bahkan heboh di media sosial!" Ujar Nia sembari menikmati tteokpeokki yang dibeli suaminya untuknya.

__ADS_1


__ADS_2