
Saat proyektor di nyalakan dia baru ingat dan langsung buru-buru melepas kabel proyektor yang menyambungkan ke laptopnya. Chris dan yang lain melihat sikap kenzo pun merasa bingung. Chris pun ikut melihat laptop kenzo, saat melihatnya ia tahu kenapa kenzo buru-buru melepas kabel proyektornya.
"Kenapa tadi saat buat materi lo tidak ganti?". Bisik chris.
"Gue lupa, salah lo sendiri kenapa bawa laptop yang ini". Kata kenzo tak kalah berbisik.
"Gue lagi yang salah". Batin chris memutar bola matanya malas.
"Maaf teman-teman tadi ada kesalahan teknis". Kata chris.
Setelah itu rapat kembali di lanjutkan, yang lain pun mendengarkan dengan seksama, ada juga yang mencatatnya agar tidak lupa. Kenzo menjelaskan apa saja tugas mereka nantinya, dan persiapan apa saja yang harus mereka siapkan. Saat rapat sedang berjalan tiba-tiba ada yang datang, siapa lagi jika bukan rena.
"Maaf gue terlambat". Kata rena.
"Tidak masalah, langsung saja lo duduk di dekat naura". Kata kenzo. Rena mengreyitkan dahinya karena dia tidak tahu mana naura. Kenzo yang mengerti maksud ekspresi rena pun memanggil naura.
"Naura". Panggil kenzo.
"Iya". Jawab naura, kemudian kenzo memberi isyarat pada rena menggunakan matanya.
Rena pun duduk dan rapat di mula lagi. Banyak yang mengajukan pertanyaan karena tidak mengerti. Hal inilah yang kenzo tidak suka dia harus menjelaskan dengan ekstra dan sabar. Rapat berjalan cukup lama hingga akhirnya selesai juga dan waktu sudah menunjukkan sore hari.
"Baiklah semua sudah saya jelaskan tadi, dan karena hari sudah sore rapat kali ini cukup sampai disini. Untuk rapat selanjutnya kita akan agendakan lagi nanti. Dan saya harap untuk panitia inti selalu siap jika sewaktu-waktu saya mengadakan rapat dadakan. Waktu kita hanya 1 bulan untuk menyiapkan acara ini, saya harap kita bisa memberikan yang terbaik di acara kita nanti". Kata kenzo.
"Apa ada yang ingin di tanyakan sebelum kita akhiri rapat ini?". Tanya chris. Kemudian ada yang mengangkat tangannya.
"Silahkan". Kata chris.
"Untuk anggota yang akan melakukan pentas itu mulai latihannya kapan ya?". Tanya orang tersebut.
"Pertanyaan yang bagus, untuk semua grub yang nantinya akan menghibur atau melakukan pementasan mulai besok bisa mulai latihan agar tidak terjadi kendala nantinya saat pentas". Kata kenzo.
"Dan jangan lupa memberi tahu panitia inti saat akan melakukan latihan, pastikan mereka membuat jadwal untuk latihan yang akan diserahkan pada panitia. Soalnya nantinya panitia sesekali akan memantau jalannya latihan untuk memberi masukan jika ada kesalahan". Kata chris.
Setelah tidak ada lagi yang bertanya rapat pun di akhiri. Dan para anggota lainnya berhamburan untuk pulang. Sedangkan kenzo, Chris, rena, naura, dan gavril masih disana untuk membereskan barang-barang mereka.
"Chris jangan lupa buat grub agar kita mudah komunikasinya nanti". Kata kenzo saat ini mereka sedang berjalan menuju parkiran.
"Siap lah, kontak lo masukkin tidak?". Tanya chris.
"Nomor yang biasanya saja, untuk sementara ponselnya gue bawa sendiri". Kata kenzo.
__ADS_1
"Oke". Kata chris.
"Tapi gue masih bingung deh, kenapa panitianya di ganti semua?". Tanya rena.
"Kata pak regan agar yang lain juga bisa belajar". Kata kenzo. Rena hanya ber oh ria.
"Semua gue duluan ya". Pamit naura.
"Lo naik apa pulangnya?". Tanya rena.
"Gue naik motor tuh". Kata naura sambil menunjuk motornya.
"Mending gue anterin aja, lagi pula sudah sore. Nanti motor lo biar pengawal gue yang bawain". Kata rena.
"Tidak perlu, lagi pula kita tidak searah". Kata naura.
"Lo yakin?". Tanya rena dan naura mengangguk.
"Biar si ken saja yang anterin kan sama-sama bawa motor tuh lagi pula arah tempat tinggal ken sepertinya searah". Kata chris tersenyum jahil sedangkan kenzo langsung membulatkan matanya.
"Tidak bisa, gue masih ada urusan". Kata kenzo.
"Tidak apa chris, gue sudah biasa pulang sendiri". Kata naura.
"Eits, tunggu. Baiklah gue akan anterin". Kata kenzo.
"Em tidak perlu". Kata naura merasa tidak enak.
"Cepatlah, sebelum gue berubah pikiran". Kata kenzo dengan berjalan pergi.
"Sudahlah ra ikuti saja si kenzo, tenang saja dia baik kok". Kata chris tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu gue duluan ya". Kata naura.
"Lo sengaja ya?". Tanya rena.
"Biar si kenzo bisa move on". Kata chris lalu masuk ke dalam mobilnya. Rena merasa kesal melihat sikap chris, dia kan belum selesai bicara si chris main masuk mobil saja.
"Memang si kenzo move on dari siapa?". Tanya gavril. Saat rena akan menjawab si chris memanggilnya.
"Ren, pulang tidak lo. Nanti om rico ngomel jika lo pulang malam". Kata chris.
__ADS_1
"Iya-iya, gav gue duluan ya lusa saja di sambung lagi ngobrolnya, lo juga hati-hati di jalan. Bye". Kata rena lalu masuk ke dalam mobilnya.
Gavril hanya mengangkat bahunya acuh, lalu ia juga masuk kedalam mobilnya dan menancap gasnya. Disisi lain kenzo telah sampai di depan rumah naura. Kenzo melihat setiap inci rumah itu, bangunan yang mungkin lebih besar dari kamarnya di masion bagaimana bisa di sebut rumah.
"Mampir dulu ken". Tawar naura.
"Em, mungkin lain kali. Udah hampir gelap juga tidak enak dengan tetangga". Kata kenzo.
"Baiklah, terima kasih sudah anterin pulang. Dan maaf ngerepotin". Kata naura tersenyum manis.
"Gila, senyumnya manis banget, ish apaan sih ken". Batin kenzo.
"Sama-sama, kalau gitu gue pulang dulu". Pamit kenzo juga tersenyum manis.
Naura hanya menganggukkan kepalanya, ia terus memperhatikan punggung kenzo yang mulai menghilang. Saat sedang asik melamun ia dikagetkan oleh seseorang, naura pun menoleh ternyata ibunya.
"Eh mamah". Kata naura lalu mencium punggung tangan ibunya.
"Siapa? Kekasihmu?". Tanya dina ibu dari naura.
"Tidak mah, dia teman kampus naura". Kata naura.
"Ya sudah kamu masuk sana bersihkan diri kamu". Kata dina.
"Iya mah". Kata naura.
Saat tadi naura berbicara dengan Kenzo memang ibunya mengintipnya dari jendela. Karena ia mendengar suara motor, tapi naura tak kunjung masuk ia juga mendengar naura sedang mengobrol dengan seseorang. Karena penasaran akhirnya dina mengintipnya dari jendela.
"Sepertinya dia laki-laki yang baik". Batin dina tersenyum.
Akhirnya dina menyusul naura masuk ke dalam rumah. Naura sendiri langsung membersihkan dirinya, setelah selesai ia menemani adiknya yang sedang belajar di ruang tamu.
"Tumben kak naura baru pulang jam segini?". Tanya aurel.
"Kakak ikut jadi panitia pelaksana pesta amal yang di selenggarakan kampus dek". Kata naura.
"Kakak kan baru berangkat ngampus lagi masak sudah ikut jadi panitia?". Kata naura.
"Entahlah, kakak hanya berharap masih bisa bekerja. Karena tadi ketua panitianya bilang panitia inti harus siap jika sewaktu-waktu ada rapat dadakan". Kata naura.
"Kakak harus tetap semangat". Kata Aurel tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih". Kata naura juga tersenyum.
Bersambung.