
Lalu rena mengajak naura masuk ke dalam masion, para penjaga yang berpapasan dengan nona mudanya membungkuk hormat dan hanya di balas anggukan oleh rena.
"Lo apa tidak pusing ren melihat banyak orang berlalu lalang seperti ini?". Tanya naura yang merasa pusing melihat banyak orang mondar mandir dari tadi.
"Itu belum seberapa ra, karena ada sebagian yang pergi mengawal papa ke luar kota". Jawab rena, dia tahu naura tidak terbiasa melihat hal seperti itu.
"Gue kira mereka hanya menjaga rumah lo". Kata naura.
"Tidak kok, yang menjaga rumah hanya beberapa. Dan lain pengawal jika gue, vania, atau mamah pergi. Untuk pengawal gue dan vania mereka sedang istirahat di belakang. Kan tadi sudah bertugas". Kata rena.
"Oh begitu, rumah lo bagus ren. Seperti istana, dan tak kala besar dengan rumah tante delia". Kata naura.
"Lebih besar rumah tante delia kali ra, lo duduk dulu gue mau ke belakang nyuruh bibi buat minuman". Kata rena, karena mereka sudah sampai di ruang tamu. Naura hanya menjawab dengan anggukan. Tapi bukannya duduk naura malah melihat foto-foto yang ada di sekitar ruang tamu tersebut.
"Lihat apa ra?". Tanya rena tiba-tiba yang membuat naura kaget.
"Lo ngagetin aja ren, ini gue lgi lihat foto lo". Jawab naura.
"Itu foto saat gue remaja ra, bareng para sepupu gue. Tapi ada satu sepupu yang tidak ikut foto, lo pasti tahu siapa dia". Kata rena.
"Tuan muda javas". Jawab naura.
"Lo benar, mending duduk sini. Oh iya ini di makan dan minum tadi mamah buat puding banyak banget jadi gue bisa ambilin untuk lo". Kata rena.
"Makasih". Kata naura lalu meminum jus yang di bawakan rena.
"Oh iya tadi lo katanya mau membicarakan sesuatu, membicarakan apa?". Tanya rena.
"Jadi gini ren, ini masalah kenzo". Kata naura sambil meletakan gelasnya.
"Ada apa lagi dengan tuh anak?". Tanya rena mengreyitkan dahinya.
"Apa benar kenzo itu dari kalangan bawah?". Tanya naura to the point. Membuat rena terkejut tapi dia berusaha menyembunyikannya.
"Kenapa lo tiba-tiba tanya seperti itu?". Tanya rena.
"Tadi kan kenzo menghubungi gue melalui panggilan video. Lalu dia pergi sebentar tapi panggilannya tidak di matikan. Dan tidak sengaja gue melihat ruangan kamar kenzo terlihat seperti luas dan juga banyak barang mewah. Lalu gue dengar seseorang memanggilnya dengan sebutan tuan muda, dan yang membuat gue penasaran kenzo mengatakan agar chris menemui seseorang yang ingin menemuinya terlebih dulu. Lo kan kenal kenzo sudah lama, pasti lo tahu banyak soal dia". Kata naura panjang lebar.
"Kebiasaan banget sih tuh anak ceroboh banget". Batin rena geram.
"Gue memang kenal kenzo sudah lama ra, tapi kalau soal itu mungkin lo salah dengar kali. Untuk nama chris juga banyak kan, mungkin karena dia masih menghubungi lo jadi minta orang lain menemui tamunya dulu". Kata rena berusaha meyakinkan.
"Seperti itu ya". Kata rena merasa percaya.
__ADS_1
"Iya, walau sebenarnya dia tinggal di apartemen dia itu hanya orang biasa ra". Kata rena.
"Mungkin benar gue salah dengar". Kata naura yang di anggukin kepala rena.
Mereka lalu melanjutkan mengobrol dengan santai, vania tidak ikut nimbrung karena gadis itu sedang beristirahat. Saking asiknya mengobrol tak terasa hari sudah sore.
"Rena". Panggil seseorang yang tak lain adalah flora.
"Eh mamah, ada apa mah?". Tanya rena.
"Tadi mamah suruh kamu apa?". Tanya flora lembut.
"Mengantarkan puding untuk tante lia dan delia mah". Jawab rena.
"Lalu kenapa belum di antar, ini sudah sore loh. Nanti kamu pulangnya kemalaman". Kata flora.
"Rena keasikan ngobrol mah, iya udah rena sekalian anterin naura pulang mah nanti". Kata rena.
"Eh tidak usah ren, gue bisa pulang sendiri kok". Kata naura.
"Tidak apa ra, rumah lo kan jauh dari sini. Nanti keburu malam, kalau sama gue kan ada pengawal dan juga nanti gue pakai supir saja, boleh kan mah?". Tanya rena pada flora.
"Iya sayang boleh, nak naura bareng rena saja. Itu lebih terjamin keselamatannya, kan nak naura sudah bela-balin jauh-jauh main ke sini". Kata flora.
"Tante tidak menerima penolakan nak". Kata flora tegas.
"Baiklah tan, jika itu mau tante". Kata naura.
"Dari cara bicara, penampilan, dan tingkahnya benar-benar seperti delia dulu. Sangat sederhana, del semoga gadis ini benar-benar wanita yang tepat untuk kenzo". Batin flora tersenyum.
"Ya sudah mah, rena mau mandi dan bersiap dulu". Kata rena.
"Ajak naura membersihkan dirinya juga, ren. Mamah tahu pasti dia merasa letih menemani kamu ngobrol berjam-jam". Kata flora.
"Tidak usah tan, lagi pula naura tidak membawa baju ganti". Tolak naura secara halus.
"Nanti kamu bisa pakai baju rena, nak". Kata flora.
"Sudah ra nurut saja sama mamah, ayuk ikut gue ke kamar". Kata rena menarik tangan naura.
"Ren jangan tarik - tarik dong, gue belum bilang permisi dengan nyokap lo". Kata naura.
"Saya tahu nak kamu itu gadis yang sopan". Guman flora tersenyum mendengar celotehan naura.
__ADS_1
Setelah itu flo pergi ke dapur untuk menyiapkan puding yang akan di berikan pada sahabat-sahabatnya. Setelah kurang lebih setengah jam semua sudah siap termasuk rena dan naura. Mereka pun langsung berpamitan pada flora setelah itu pergi ke rumah para sahabat flora. Pertama mereka mengantarkan ke rumah evelin, tadi flora lupa menghitungnya.
"Lo mau ikut masuk atau nunggu di mobil?". Tanya rena.
"Gue di mobil saja ren, lo tidak lama kan?". Tanya balik naura.
"Tidak, gue hanya sebentar kok". Kata rena lalu ia keluar dari mobil, rumah melvin dan rico memang tidak terlalu jauh. Yang paling jauh adalah rumah arya dan andra karena berlawan arah.
Rena pun turun dari mobil, di depan pintu masion penjaga memberi hormat lalu membukakan pintu. Karena mereka sudah tahu siapa rena.
"Nona rena". Sapa kepala pelayan di sana.
"Tante evelin ada bi?". Tanya rena.
"Nyonya masih di toko kue nona, mungkin sebentar lagi pulang". Jawab kepala pelayan tersebut.
"Ya sudah rena titipin ke bibi saja, tolong bilang sama tante evelin ya bi ini ada puding dari mamah". Kata rena sambil memberikan bingkisan.
"Nona tidak menunggu nyonya pulang saja?". Tanya pelayan tersebut.
"Tidak bi, rena masih harus mengantarkan ke sahabat mamah yang lain". Jawab rena.
Rena pun berpamitan lalu pergi menuju rumah lia, baru nanti ke rumah delia dan mengantar naura pulang. Sepanjang perjalanan naura tah henti-hentinya memuji masion yang sudah ia lihat.
"Gue seperti sedang home toure tau tidak,ren". Kata naura membuat rena tertawa geli.
Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah andra. Meski tak terlalu besar tapi terlihat tak kalah mewah. Pas banget lia keluar rumah saat itu, lia tersenyum melihat mobil rena.
"Ayo turun ra, itu tante lia sudah keluar jadi tidak perlu masuk". Kata rena.
"Iya ren". Jawab naura.
Mereka lalu menghampiri lia yang sedang tersenyum ke arah mereka.
"Tante apa kabar?". Tanya rena.
"Tante baik sayang, kamu sendiri bagaimana?". Tanya lia.
"Rena baik tan, oh iya tan kenalin ini naura sahabat aq di kampus". Kata rena.
"Naura tante". Kata naura mencium punggung tangan lia.
Bersambung.
__ADS_1