KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 24


__ADS_3

Kenzo hanya mengangguk menanggapi sapaan dari pegawai tersebut. Setelah itu ia duduk di sofa yang sudah butik sediakan untuk para pengunjung menunggu.


"Siang mbak, kami kesini ingin mengambil pesanan mommy kami apa sudah di siapkan? ". Kata qila ramah, sedangkan kenzo pria itu sibuk dengan ponselnya.


"Apa nona dan tuan tidak ingin mencobanya terlebih dahulu? ". Tanya pegawai tersebut. Qila pun melihat ke arah abangnya, tapi yang di lihat tetap saja sibuk dengan ponselnya.


"Bang". Panggil qila, kenzo yang merasa ada yang memanggil namanya pun menoleh.


"Ada apa? ". Tanya kenzo dingin.


"Mau coba dulu tidak, atau langsung bungkus? ". Tanya qila.


"Itu kan gaun kamu kenapa tanya abang". Kata kenzo.


"Kan ada pakaian abang juga, memang abang tidak mau coba? ". Tanya qila.


"Kamu saja, abang malas mencobanya mommy pasti sudah memesankan sesuai size kita". Kata kenzo.


"Iya udah abang tunggu sini aku mau coba dulu". Kata qila. Kenzo hanya berdehem setelah itu ia kembali pada layar ponselnya.


Kurang lebih 5 menit qila pun kembali dan duduk di samping kenzo. Kenzo yang melihat adiknya duduk di sampingnya pun melihatnya sekilas lalu kembali fokus ke ponselnya.


"Udah selesai? ". Tanya kenzo tanpa mengalihkan pandangannya.


"Udah bang, gaunnya bagus mommy tahu saja selera putrinya". Kata qila.


"Jelas mommy tahu selera kalian". Kata kenzo.


"Pakaian untuk abang juga bagus, warnanya senada dengan milikku dan quena". Kata qila.


"Sudah ku duga jika mommy yang memesankan pakaianku pasti akan di senadakan dengan kalian". Kata kenzo lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku. Saat qila akan berbicara lagi ia di sapa oleh seseorang.


"Loh qila, kamu juga disini? ". Tanya orang tersebut. Kenzo dan qila pun menengok ke arah asal suara. Kenzo terkejut melihat naura sedang berdiri di depan mereka. Tapi ia berusaha menyembunyikan keterkejutannya. Naura tadi sedang melihat-lihat tidak jauh dari tempat kenzo menunggu. Lalu ia tidak sengaja melihat qila duduk di sofa tersebut dan menghampirinya.


"Ah kak naura, iya kak. Mommy menyuruhku mengambil pesanannya". Jawab qila.


"Oh begitu, kamu sendiri ke sini apa dengan quena? ". Tanya naura.


"Sendiri dia bilang? Dikira gue patung apa? ". Batin kenzo.

__ADS_1


"Quena tidak ikut kak, aku sama abang". Kata qila. Naura pun mengalihkan pandangannya pada orang yang berdiri di samping qila.


"Tatapan mata itu kenapa aq merasa tidak asing ya". Batin naura. Karena kenzo tidak menggunakan kaca mata, memang sebelumnya mereka pernah bertemu saat di restoran tapi saat itu kenzo menggunakan kaca mata.


"Selamat siang tuan muda, dan maaf tidak menyadari keberadaan anda". Kata naura. Kenzo hanya berdehem.


Saat mereka sedang berbincang rena dan gavril datang, mereka tadi mencari naura karena mereka sudah mendapatkan gaun mereka.


"Ra, lo itu gue cariin malah disini. Wah ada qila ternyata". Kata gavril melihat qila lalu pandangannya beralih pada sosok di samping qila.


"Em hai kak gav, oh iya kenalin dia abang qila". Kata qila yang mengerti dari tatapan gavril. Sedangkan rena hanya diam melihat mereka.


"Wah benarkah, sudah lama saya ingin bertemu tuan muda tapi belum tercapai. Dan sekarang saya bisa bertemu dengan tuan muda walau tidak bisa melihat wajahnya tidak masalah. Saya sudah bahagia bisa bertemu dengan putra pertama tuan arya". Kata gavril heboh. Naura dan rena hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah gavril.


"Dek, abang akan bayar barangnya dulu. Kamu tunggu saja barangnya datang". Kata kenzo tanpa memperdulikan perkataan gavril.


"Okey, bang". Kata qila. Setelah itu kenzo pergi menuju kasir. Bagaimana dengan gavril, jangan di tanya wanita itu sedang cemberut sekarang karena di abaikan oleh kenzo.


"Sudahlah gav, jangan dimasukin hati. Putra om arya memang seperti itu". Kata rena menenangkan gavril.


"Benar kak, maafkan sikap abang ku ya". Kata qila. Gavril hanya menghembuskan nafas kasar.


"Ya sudah kita bayar sekarang, oh iya ra lo sudah dapat gaunnya? ". Tanya rena pada naura.


"Tadi kan sudah gue bilang gue yang bayar". Kata rena.


"Tidak ren, lo udah beliin gue banyak barang tadi jadi gue tidak mau repotin lo lagi". Kata naura.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka. Iya dia adalah kenzo, ia kembali setelah membayar pesanan mommynya dan tak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Kenzo pun memutuskan untuk mendengarkan terlebih dahulu.


"Tunggu". Kata kenzo memperhentikan pegawai yang lewat.


"Iya tuan, ada yang bisa saya bantu? ". Tanya pegawai tersebut sopan.


"Apa ada koleksi gaun yang pas dan cocok untuk wanita itu? ". Tanya kenzo sambil menunjuk naura.


"Ada tuan". Kata pegawai tersebut setelah melihat ke arah yang di tujuk kenzo.


"Tolong bungkus, dan bawa kemari". Kata kenzo.

__ADS_1


"Baik tuan". Kata pegawai tersebut lalu akan pergi.


"Eh tunggu". Kata kenzo menghentikan langkah pegawai tersebut.


"Iya tuan, ada yang anda butuhkan lagi? ". Tanya pegawai tersebut.


"Bayar menggunakan ini". Kata kenzo memberikan cardnya.


"Baik tuan, jika tidak ada lagi saya permisi tuan". Kata pegawai tersebut dan kenzo mengangguk.


Ia menunggu pegawai tersebut dengan memainkan ponselnya. Sedang di tempat rena dan yang lain mereka masih berdebat membujuk naura agar mau memilih salah satu gaun di butik itu. Pesanan qila sendiri sudah datang dari tadi, ia belum pergi karena masih menunggu kenzo.


"Ayolah ra, satu lagi saja". Bujuk rena.


"Benar kata rena, ra. Lo tidak usah sungkan dengan kita, kita kan sahabat jadi saling membantu". Kata gavril.


"Tapi gue tidak bisa, kalian sudah banyak membelikan ku barang hari ini". Kata naura.


"Dari pada kalian berdebat, gimana jika qila saja yang membelikan". Kata qila yang langsung membuat mereka menatap ke arahnya.


"Kenapa? Apa ada yang salah dengan perkataan qila? ". Tanya qila heran.


"Tidak, tapi ini kan urusan di antara 3 orang sahabat". Kata rena.


"Kak rena mah gitu, tapi qila sudah menganggap kak naura itu kakak qila sendiri". Kata qila.


"Sudah-sudah jangan berdebat, qila kakak hargai niat baik kamu. Tapi tidak perlu kamu bersikap seperti itu, jika orang tuamu tahu mereka akan berpikir jika aq memanfaatkan kalian". Kata naura.


"Tapi kita tidak merasa di manfaatin ra, orang tuan kami pasti senang kok kami mau berbagi". Kata gavril.


"Benar tuh, lagi pula papah sudah tahu mengenai lo ra". Kata rena.


"Dari mana tuan rico tahu ren? ". Tanya naura.


"Gue yang cerita ke papah, papah bilang tidak apa jika gue ingin membantu lo". Kata rena.


"Tapi beneran tidak apa kok gue tidak beli gaun". Kata naura.


Mereka pun menghembuskan nafas kasar, mereka tidak tahu lagi bagaimana cara membujuk naura. Qila dan rena merasa membujuk naura sama saja mereka sedang menghadapi kenzo. Saat mereka sedang sibuk dengan pikiran masing-masing seseorang datang.

__ADS_1


"Nih buat kamu". Kata orang tersebut memberikan sebuah paper bag ke naura.


Bersambung.


__ADS_2