KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 41


__ADS_3

Setelah itu kenzo masuk ke dalam kamarnya dan melihat ponselnya, dia merasa terkejut melihat microfon dan juga cameranya lupa di matikan.


"Pasti naura sudah mendengar semuanya". Batin kenzo.


"Maaf nay lo menunggu lama ya?". Kata kenzo terlihat setenang mungkin.


"Tidak juga kok, kalau masih sibuk lanjut lain kali saja". Kata naura tersenyum, padahal dalam hatinya banyak sekali pertanyaan.


"Lo yakin tidak apa?". Tanya kenzo memastikan.


"Tidak apa". Jawab naura.


"Iya udah lo jaga diri baik-baik ya di sana, jika rindu pandangin saja hadiah dari gue pasti lo akan merasa gue ada di samping lo". Kata kenzo di beri sedikit candaan.


"Apaan sih lo, sudah sana. Lo juga jangan lupa jaga kesehatan, dan cepat kembali". Kata naura tersipu malu.


"Siap bu bos". Kata kenzo sambil hormat, lalu panggilan pun terputus.


Naura pun merasa pipinya panas, dia juga merasa sangat bahagia mendapat kabar dari kenzo. Tapi setelah itu ia mulai berfikir akan apa yang dia dengar tadi.


"Bukannya rena bilang chris ke luar negeri bersama putra tuan arya ya, tapi kenapa tadi gue dengar kenzo bilang agar chris menemui tamunya dulu. Lalu tadi kenzo di panggil dengan sebutan tuan muda, bukannya kenzo dari kalangan biasa ya. Akkhhh pusing gue, mending gue tanya rena saja deh". Guman naura, lalu ia mengirim pesan pada rena.


^^^@Naura_Vinre.^^^


^^^Ren.^^^


@Renata_Cute.


Ada apa, ra?.


^^^@Naura_Vinre.^^^


^^^Lo lagi di mana? Masih di kampus?.^^^


@Renata_Cute.


Gue baru saja sampai masion, ada apa?.


^^^@Naura_Vinre.^^^


^^^Tidak ada, cuma ingin menanyakan sesuatu saja.^^^


@Renata_Cute.


Menanyakan soal apa?.


^^^@Naura_Vinre.^^^


^^^Gue tidak bisa bicarain lewat chat, bisa kita ketemu?.^^^


@Renata_Cute.


Gue baru saja sampai masion, jika gue izin keluar lagi mamah tidak akan ngizinin ra. Gimana jika lo datang saja ke rumah gue, nanti gue kirim alamatnya.


^^^@Naura_Vinre.^^^

__ADS_1


^^^Memang tidak apa? Kan gue hanya gadis biasa ren, nanti mamah lo marah gimana?.^^^


@Renata_Cute.


Mamah tidak akan marah, mamah malah senang jika lo mau main ke sini. Sudah lo kesini saja, nanti gue bilang ke mamah.


^^^@Naura_Vinre.^^^


^^^Ya sudah gue siap-siap dulu.^^^


@Renata_Cute.


Oke gue tunggu.


Setelah itu naura bersiap, sedangkan di tempat renata karena ia baru saja pulang jadi masih bersantai di ruang keluarga bersama adik dan juga mamahnya yang sedang menonton tv.


"Kak, nanti kamu ke rumah aunty lia sama aunty delia ya". Kata flora tiba-tiba membuat rena memalingkan pandangannya dari ponsel.


"Ngapain mah?". Tanya rena menatap flora.


"Mamah tadi membuat puding banyak, dari pada nantinya tidak kemakan kan sayang. Jadi mamah mau kasih ke mereka". Kata flora.


"Tapi nanti sore aja ya mah, soalnya naura mau main". Kata rena.


"Kak naura mau ke sini, kak?". Tanya vania.


"Iya van, katanya ada yang mau di tanyain. Tadinya dia ingin bertemu di luar, karena kita baru pulang pasti mamah tidak akan izinin jadi aku suruh kesini saja. Tidak apa kan mah?". Kata rena.


"Tidak papa sayang, mamah senang jika ada teman mu yang mau main. Naura itu yang kata kamu gadis yang di sukai kenzo bukan?". Tanya flora.


"Mamah jadi penasaran dia gadis seperti apa hingga kenzo tertarik padanya". Kata flora.


"Yang jelas kak naura tidak memandang orang dari materinya mah". Kata vania.


"Maksud kamu sayang?". Tanya flora.


"Meskipun naura dari kalangan biasa di tidak matre mah, maksud vania seperti itu". Jawab rena.


"Wah bagus dong, mamah jadi penasaran. Ya sudah kalian bersih-bersih sana". Kata flora.


"Oh iya mah, kapan papah pulang?". Tanya vania.


"Lusa mungkin sayang". Jawab flora, memang rico sudah 1 minggu dinas ke luar kota.


"Mau minta sesuatu pasti". Sinis rena, vania hanya menjulurkan lidahnya lalu pergi ke kamarnya. Flora hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua putrinya.


Di malaysia kenzo sedang berbicara dengan uncel dan auntynya. Alfa sedang memberikan penjelasan pada kenzo mengenai strategi untuk memulihkan perusahaannya. Karena pelakunya sudah di amankan pihak berwajib tadi pagi.


"Kamu mengerti maksud uncel, ken?". Tanya alfa.


"Ken mengerti uncel, tapi bukannya itu akan memakan banyak waktu uncel. Soalnya kita harus survei ke lokasi dulu". Kata kenzo.


"Kamu bisa suruh sultan atau chris untuk masalah survei, karena aunty tahu pasti kamu enggan turun ke lapangan karena belum di publiskan". Kata binar.


"Hehehe, aunty tahu saja". Kata kenzo cengengesan.

__ADS_1


"Memang rencana kapan kamu kembali ke indonesia?". Tanya alfa.


"Minggu depan uncel". Jawab kenzo.


"Masih cukup untuk melaksanakannya, nanti setelah semua berjalan seperti yang uncel bilang tadi kamu sudah bisa handle dari jauh". Kata alfa.


"Baik uncel, besok ken akan bicarakan dengan chris dan sultan dulu". Kata kenzo, alfa hanya mengangguk tanda setuju.


Setelah itu mereka berbincang santai, untuk sekedar melepas rindu. Di tanah air naura baru saja sampai di depan sebuah bangunan yang amat megah, di mana lagi jika bukan di depan masion rena. Naura membaca tulisan yang berada di tembok samping gerbang "Kediaman Keluarga Arion" kira- kira seperti itu tulisannya.


"Besar sekali rumah rena". Guman naura, yang memang baru pertama kali main ke rumah rena.


"Maaf mbak ada yang bisa saya bantu?". Tanya satpam yang melihat naura berdiri di depan gerbang.


"Begini pak saya ingin bertemu sahabat saya, dia bilang di sini rumahnya". Kata naura sopan.


"Siapa nama sahabat mbak? Apa dia bekerja disini?". Tanya satpam tersebut memandang rendah naura.


"Tidak pak, nama sahabat saya renata". Jawab naura.


"Tidak mungkin nona muda kan yang dimaksud mbak ini, mana mungkin nona muda berteman dengan wanita yang dandanannya sudah seperti pelayan di masion, malah lebih bagus dengan pakaian pelayan di masion". Batin satpam tersebut.


"Pak, apa ada yang salah dengan pakaian saya?". Tanya naura.


"Ah tidak mbak, mungkin mbak salah alamat" kata satpam tersebut.


"Masak sih pak, tapi sepertinya benar kok di sini alamatnya". Kata naura menunjukkan alamatnya pada satpam.


"Benar ini alamat masion ini". Batin satpam tersebut.


"Disini memang ada mbak yang bernama renata, dia nona muda saya. Masak iya dia teman mbak". Kata satpam tersebut sambil memandang naura dari atas sampai bawah.


"Apa pakaian gue jelek ya sampai satpam ini tidak percaya jika gue sahabat rena, padahal gue udah pilih pakaian yang paling bagus". Batin naura.


"Lebih baik mbak pulang saja, mungkin teman mbak salah ngasih alamat". Kata satpam tersebut.


"Em, baiklah pak. Jika begitu saya permisi dulu". Kata naura dan satpam tersebut mengangguk. Saat naura berbalik dan ingin melangkah pergi ia mendengar suara yang tak asing baginya. Suara siapa lagi jika bukan sahabatnya rena.


"Ra tunggu". Panggil rena, naura pun berbalik dan tersenyum.


"Nona muda". Kata satpam lalu membungkuk hormat.


"Buka gerbangnya dia sahabat saya". Perintah rena.


"Baik nona muda". Kata satpam tersebut lalu membuka gerbangnya.


"Lain kali jangan memandang orang hanya dari penampilannya, kalian di beri alat komunikasi untuk memastikan kebenaran tentang tamu yang datang ke masion. Jadi tanyakan dulu dengan orang masion benar tidak mereka ada janji dengan orang lain". Kata rena tegas.


"Maafkan saya nona muda". Kata satpam tersebut.


"Jika papah pulang saya akan bicarakan masalah ini dengan papah, berdoalah agar papah mau memberikan kesempatan kepada anda. Ini pelajaran juga untuk yang lain, jika lain kali hal seperti ini terjadi lagi saya pastikan bukan dari papah penggantian penjaga tapi dari saya langsung". Kata rena.


"Baik nona muda". Kata para penjaga serempak.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2