KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 76


__ADS_3

Waktu terus berlalu pemakaman qila pun telah selesai di lakukan, mereka semua merasa mimpi kehilangan qila. Padahal kemarin hari kelahirannya, tapi di hari tersebut juga hari kepergiannya.


"Kamu yang tenang disana ya kak, mommy akan sering-sering jenguk kamu disini"


Kata Delia sambil mengelus batu nisan qila.


"Daddy tidak akan biarkan orang yang membuatmu seperti ini hidup tenang kak". Batin Arya memandang makan sang putri.


"Kak qila kenapa tega tinggalin quena, sekarang quena tidak ada yang menemani jika kemana-mana, tidak ada yang jagain quena, tidak ada yang omelin quena saat quena nakal. Kak qila yang tenang ya, quena sayang kak qila". Kata quena.


"Abang akan terus mencari orang itu sampai ke ujung dunia pun twins, nyawa harus di bayar dengan nyawa". Batin Kenzo dengan mengelus pundak quena.


Setelah cukup lama mereka di makam qila, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang. Karena nanti malam ada acara pengajian di masion.


"Nay, kamu pulanglah bareng mommy dan yang lain". Kata Kenzo.


"Kamu mau kemana bang?". Tanya Arya.


"Kenzo ada urusan sebentar dad". Jawab Kenzo.


"Kamu hati-hati bang, dan cepat pulang karena nanti malam ada acara pengajian untuk adik mu qila". Kata Delia.


"Iya mom, Kenzo hanya pergi sebentar saja". Kata Kenzo.


"Jaga diri kamu baik-baik, ingat masih ada quena yang sangat butuh kamu saat ini". Kata Naura dan di jawab anggukan kepala oleh Kenzo.


Setelah itu semua pun pergi dengan mobil masing-masing. Kenzo mengajak Chris karena memang ada yang harus di bicarakan dengan Chris.


"Bagaimana apa sudah ada kabar dari orang suruhan kita?". Tanya Kenzo pada Chris sambil mengotak Atik ponselnya


"Sampai saat ini orang-orang kita masih terus mencari tuan. Orang itu sepertinya sangat di lindungi hingga kita sulit menemukannya". Kata Chris.


"Mau sekuat apapun orang itu dilindungi, dia akan mati di tangan saya. Saya tidak peduli dia hanya orang suruhan, yang pasti dia yang sudah menembak qila sampai tiada". Kata Kenzo dingin.


Chris hanya menyimak perkataan Kenzo sambil sesekali melirik ke kaca spion, dia merasakan perubahan pada diri Kenzo saat ini. Tapi dia mengerti dan siap menerima apapun perubahan kenzo nantinya.


"Aku berharap orang itu cepat ketemu Ken, agar kau tidak terus-menerus di kuasai rasa dendam". Batin Chris.

__ADS_1


"Bawa aku ke apartemen Chris, aku harus mengemasi beberapa barangku". Kata Kenzo.


"Lo akan kembali tinggal di masion, Ken?". Tanya Chris menggunakan bahasa non formal.


"Quena butuh gue sekarang, saudara kandung dia hanya gue sekarang. Dulu gue masih bisa tenang meninggalkannya karena ada qila yang menjaganya, tapi sekarang siapa lagi jika bukan gue yang menjaga quena. Gue tidak ingin apa yang dulu belum bisa gue berikan ke qila tidak bisa gue berikan juga ke quena. Sebelum menemukan laki-laki yang tepat untuknya gue akan terus menjaganya". Kata kenzo.


"Baguslah jika Lo sudah mengerti Ken, tapi Lo juga jangan luga jika Lo sekarang juga ada Naura. Gue harap kalian segera meresmikan pernikahan kalian agar Lo bisa menjaga mereka berdua dengan adil". Kata Chris.


"Naura pasti juga mengerti dengan keadaan gue sekarang". Kata Kenzo.


"Gue hanya memberi Lo saran". Kata Chris yang di jawab anggukan oleh Kenzo.


Kenzo juga berfikir seperti itu, tapi untuk membahas pernikahan sekarang itu tidak mungkin. Suasana masih berduka, pasti orang-orang akan berpikir yang tidak-tidak nantinya.


Sesampainya di apartemen Kenzo langsung mengambil beberapa barang penting miliknya. Untuk barang yang lain ia nanti akan minta orang untuk mengambilnya. Jika perlu dia biarkan di apartemen juga tidak apa. Di masion para pelayan sedang sibuk menyiapkan jamuan untuk acara nanti malam. Tahlilan untuk qila akan di lakukan di masion utama. Dan rencanannya nanti saat 7 hari kepergian qila baru di adakan tahlilan di masion Delia.


Sejak sampai masion Naura tidak pernah meninggalkan quena sendirian. Rena izin pulang untuk membersihkan diri dan berganti pakaian begitupun dengan teman Delia yang lain. Delia sendiri merasa terharu melihat Naura yang tidak membiarkan putrinya itu sendirian sebentar saja.


"Naura masih menemani quena kak?". Tanya kelyn pada Delia.


"Iya key". Jawab Delia singkat.


"Kamu benar key, tapi kenapa dulu kamu sempat membencinya jika kamu setuju Kenzo bersama dengan Naura?". Tanya Delia bingung.


"Sebenarnya aku tidak membencinya kak, aku melakukan itu agar Kenzo cepat memberikan kepastian kepada Naura". Kata kelyn.


"Oh begitu". Kata Delia.


Saat mereka sedang berbincang tiba-tiba pelayan datang memberitahu jika ada seseorang yang ingin menemui quena. Delia meminta pelayan untuk melanjutkan pekerjaannya biar tamunya Delia yang urus.


"Kamu siapa ya?". Tanya Delia pada orang tersebut saat sampai di depan pintu.


"Sebelum saya memperkenalkan diri, saya ikut berbela sungkawa atas kepergian qila Tante. Saya aska teman qila dan quena saat di Inggris Tan". Kata lelaki itu yang ternyata bernama Aska.


"Oh kalau begitu silakan masuk, terima kasih sudah datang kemari. Atas nama qila Tante minta maaf jika qila ada salah satu kamu ya nak Aska". Kata Delia.


"Iya Tante". Kata Aska.

__ADS_1


"Ya sudah kamu masuk dulu, dan silahkan duduk. Tante panggilkan quena dulu ya". Kata Delia yang di jawab anggukan oleh Aska.


"Siapa kak?". Tanya kelyn.


"Teman twins, kakak ke atas dulu ya mau panggil quena". Jawab Delia.


"Oh iya Del suruh Naura turun untuk makan, sejak tadi dia belum makan apapun". Kata Oma gina.


"Iya mah". Jawab Delia.


Setelah itu Delia pergi ke kamar qila, dia tidak pergi ke kamar quena karena dia tau pasti putrinya itu berada di kamar alm sang kakak. Sejak qila dinyatakan meninggal, dan mereka kembali ke masion quena tidak mau pergi kekamarnya sendiri. Dia memilih tidur di kamar qila, Delia dan yang lain mengerti perasaan quena karena selama ini memang dia yang paling dekat dengan qila.


Ceklek.


Naura yang sedang mengelus kepala quena pun melihat ke arah pintu saat mendengar suara pintu terbuka.


"Quena tidur, Ra?". Tanya Delia saat melihat sang putri memejamkan mata sambil di elus kepalanya oleh Naura.


"Iya tan, quen baru saja tidur. Memang ada apa ya Tan?". Tanya balik Naura.


"Tidak ada apa-apa, hanya saja di depan ada temannya yang mau ketemu". Jawab Delia.


"Apa perlu Naura bangunkan Tan?". Tanya Naura.


"Tidak usah, biar Tante bilang saja sama temannya untuk menunggu dia bangun jika mau. Tante tidak tega membangunkannya, kamu tau sendiri dia dari kemarin belum tidur sama sekali". Kata Delia sambil mengelus tangan sang putri. Naura hanya menanggapinya dengan anggukan kepala.


"Oh iya, mamah bilang kamu belum makan apapun sejak tadi, mumpung quena tidur turunlah ke bawah untuk makan". Lanjut Delia.


"Nanti Naura akan turun jika quena sudah bangun tan, aku tidak tega meninggalkannya sendirian. Takutnya nanti quen bangun terus histeris lagi". Kata Naura sambil menatap quena.


Memang quena suka menangis histeris jika mengingat qila, itu sebabnya Naura tidak tega meninggalkan dia sendirian.


"Ya sudah nanti Tante akan minta pelayan untuk mengantarkan makanan untuk kamu. Tante makasih banget sama kamu karena sudah mau menjaga quena saat ini". Kata Delia memegang tangan Naura.


"Tante tidak perlu berterima kasih quena, dan qila sudah Naura anggap seperti adik Naura sendiri. Lagi pula nanti dia akan menjadi adik Naura juga kan Tan, seharusnya Naura yang berterima kasih kepada Tante sekeluarga karena sudah mau menerima Naura yang tidak punya apa-apa ini di tengah keluarga kalian". Kata Naura tersenyum.


"Ya sudah Tante turun dulu, kamu jangan lupa makan nanti Tante akan minta pelayan mengantarkan makanan kesini". Kata Delia yang di jawab anggukan oleh Naura.

__ADS_1


"Kakak akan menyayangi kamu seperti adik kandung kakak sendiri quen". Batin Naura sambil mencium kening quena.


Bersambung.


__ADS_2