
Kenzo dan chris baru saja sampai di lobi apartemen, kenzo masih belum menyadari jika mereka sudah sampai karena sepanjang perjalanan tadi ia melamun terus.
"Tuan kita sudah sampai". Kata chris membuyarkan lamunan kenzo.
"Kamu bisa langsung pulang chris, dan jangan beri tahu mommy atau pun daddy jika saya sudah kembali". Kata kenzo sambil ke luar mobil.
"Baik tuan muda". Kata chris.
Kenzo pun menyeret kopernya ke dalam apartemen, sedangkan chris hanya bisa memandang sendu kepergian kenzo. Setelah itu ia masuk ke dalam mobilnya dan melesat pergi meninggalkan area apartemen. Saat kenzo sampai di unit apartemennya ia langsung masuk dan menuju kamarnya. Pelayan tidak ada di sana karena selama kenzo pergi pelayan kembali ke masion dan datang saat beres-beres saja.
"Siapa laki-laki tadi? Sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya". Guman kenzo, saat ini dia sedang merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar.
Dari tadi ponselnya terus berdering, karena naura terus menghubungi atau mengirim pesan padanya. Karena berisik akhirnya kenzo menonaktifkan ponselnya. Di sisi lain rena baru saja sampai di depan masion delia, lebih tepatnya di depan gerbang. Ia berniat menemui kenzo dan menjelaskan semuanya.
"Apa kenzo sudah kembali, pak?". Tanya rena pada penjaga gerbang.
"Belum non rena". Jawab penjaga gerbang.
"Jika ken tidak kembali ke masion berarti dia kembali ke apartemen". Batin rena.
"Iya sudah pak, jika begitu rena pulang dulu". Kata rena.
"Loh tidak masuk dulu non, bertemu nyonya dan tuan". Kata penjaga gerbang.
"Lain kali saja pak, iya sudah rena permisi dulu". Kata rena.
"Iya non, hati-hati di jalan". Kata penjaga gerbang.
Rena berniat menyusul kenzo ke apartemennya, tapi saat di tengah perjalanan orang tuanya menelpon agar rena segera pulang. Akhirnya rena mengurungkan niatnya untuk menemui kenzo. Dia pun mengirim pesan ke naura jika dia belum menemui kenzo sebab ada urusan mendadak.
Di apartemen kenzo baru saja selesai membersihkan dirinya, setelah selesai berganti pakaian ia langsung menuju ke ruang kerjanya untuk mencari informasi tentang laki-laki yang bersama naura tadi. Setelah beberapa menit mengotak atik laptopnya, akhirnya kenzo menemukan informasi yang dia cari.
"Jadi dia putra tuan patton, dan dia baru pindah ke tanah air setelah beberapa tahun berada di luar negeri". Guman kenzo.
__ADS_1
"Lalu apa hubungan laki-laki itu dengan naura?". Batin kenzo.
Kemudian kenzo diam, dia sedang memikirkan sesuatu. Lalu ia pergi ke kamarnya untuk mengambil ponsel miliknya. Setelah dia mengaktifkannya banyak sekali pesan dari naura dan panggilan tak terjawab. Di sisi lain naura baru saja sampai di tempat kerjanya dengan lesu. Hari ini semangatnya seketika hilang karena masalah yang dia hadapi.
"Kak naura". Panggil seseorang yang membuat naura menoleh.
"Qila, quena. Kalian disini, kalian dari mana?". Tanya naura.
"Kita dari ruangan abang kak,kak naura baru datang ya?". Tanya qila.
"Iya, tadi ada sedikit masalah di kampus. Jadi agak terlambat sedikit". Jawab naura.
"Iya sudah kak, kita mau ke atas dulu. Tadi kita sudah pesan makanan dan minuman, nanti kakak yang anterin ya. Tadi kak qila sudah bilang kok sama pihak kasir agar kakak yang anterin". Kata quena.
"Baiklah, kalian bisa menunggu di meja kalian". Kata naura.
Setelah itu qila dan quena pergi ke mejanya yang berada di ruang VIP. Saat naura mau pergi dari tempatnya berdiri, tiba-tiba semua pegawai berhamburan menuju pintu.
"Lesti, ada apa?". Tanya naura pada rekan kerjanya yang bernama lesti.
"Tapi gue belum ganti seragam". Kata naura.
"Udah ikut saja, jika lo ganti tidak keburu". Kat lesti langsung menarik tangan naura.
Ya, kenzo tadi menghubungi chris untuk mengajaknya mengecek keadaan restoran miliknya. Awalnya chris ngomel, karena dia baru saja sampai masion, belum juga rebahan sebentar. Memang jarak masion chris dan apartemen milik kenzo tidak terlalu jauh. Tapi tadi chris mampir dulu ke supermarket karena bundanya nitip sesuatu.
"Silahkan tuan muda". Kata chris sambil membuka pintu mobil.
Kenzo pun keluar dengan pakaian formalnya, tidak lupa ia memakai masker, tapi tidak memakai kaca mata. Manajer pun menghampiri kenzo.
"Selamat datang tuan muda, tuan chris". Sapa bu susi membungkuk hormat.
Kenzo hanya menanggapinya dengan anggukan kepala, lalu pandangannya menyapu semua pegawai, dan berhenti tepat pada naura.
__ADS_1
"Apa dia baru datang, kenapa belum memakai seragam. Ini sudah lebih 5 menit dari jam kerjanya". Batin kenzo sambil melihat jam tangannya.
"Tuan muda, nona muda juga sedang berada di sini. Tadi nona muda baru saja dari ruangan tuan". Kata bu susi.
"Dengan siapa mereka disini?". Tanya kenzo dingin.
"Mereka sendiri tuan, karena dari tadi saya tidak melihat pengawal mengikuti nona muda". Kata bu susi.
"Chris, minta pengawal menyebar mencari pengawal qila dan quena. Jika memang benar twins ke sini tanpa pengawalan, kamu tahu bukan apa yang harus kamu lakuka". Kata kenzo.
"Baik tuan, saya mengerti". Kata chris.
"Baiklah kalian bisa kembali bekerja, untuk wanita yang di pojok yang belum memakai seragam bisa ikut ke ruangan saya. Chris jangan lupa panggil qila dan quena suruh mereka ke ruangan saya". Kata kenzo.
"Baik tuan muda". Kata chris.
Setelah itu kenzo pergi ke ruangannya, dan naura hanya mengikutinya dengan perasaan was was. Dia takut jika di pecat karena terlambat, dan tidak segera berganti pakaian. Karena berjalan dengan menundukkan kepala, akhirnya naura menabrak punggung kenzo saat tiba-tiba kenzo berhenti untuk membuka kunci pintu ruangan.
"Maaf tuan, saya tidak sengaja". Kata naura menunduk. Kenzo hanya menatapnya sekilas lalu masuk ke dalam ruangannya.
"Duduklah". Perintah kenzo saat dia sudah duduk di kursi kebesarannya.
Naura pun duduk di depan meja kenzo. Melihat naura sudah duduk kenzo malah membuka laptopnya dan mengerjakan sesuatu. Karena sudah hampir setengah jam dan tidak ada suara naura memberanikan diri melihat apa yang sedang bosnya itu lakukan.
"Gue di suruh duduk di sini dari tadi hanya untuk menemaninya kerja". Batin naura kesal.
"Maaf tuan, ada apa ya tuan memanggil saya?". Tanya naura memberanikan diri.
"Tunggu sebentar, saya selesaikan dulu kerjaan saya". Kata kenzo.
"Dia pikir yang ada kerjaan dia saja apa". Batin naura kesal.
Kenzo hanya meliriknya sebentar, dia tersenyum tipis di balik maskernya melihat wajah naura yang kesal. Alasan kenzo memanggil naura sebenarnya bukan masalah keterlambatan naura, tapi dia ingin melihat dan menghabiskan waktu dengan naura sebentar. Bohong jika dia tidak marah, tidak cemburu. Tapi mau bagaimana lagi, di sisi lain dia juga merindukan naura. Saat mereka sama-sama hening, tiba-tiba terdengarlah suara dari arah pintu.
__ADS_1
"Abaaaanggg". Panggil suara tersebut.
Bersambung.