
Karena hari sudah sore kenzo memutuskan untuk mengantarkan naura pulang. Tapi sebelum itu ia mengajak naura ke masion utama terlebih dahulu mengambil pesanan sang mommy.
"Kita ke masion utama dulu ya, soalnya tadi mommy bilang suruh membawakan oma dan yang lain baju ganti". Kata kenzo saat ini mereka sedang berjalan menju mobil.
"Aku ikut saja". Kata naura tersenyum.
"Kalian jaga masion dengan baik selama mommy dan daddy belum kembali. Dan ingat jangan biarkan orang asing masuk tanpa persetujuan mommy atau daddy". Kata kenzo pada penjaga.
"Baik tuan muda". Kata penjaga.
Setelah itu kenzo mengajak naura ke mobil, naura yang belum pernah melihat kenzo bersikap tegas seperti itu merasa takut. Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di masion utama. Naura melihat jarak antara masion utama dan masion kenzo cukup dekat. Lalu ia membaca tulisan yang ada di pagar.
"Kediaman keluarga javas". Guman naura yang masih di dengar kenzo.
"Ini masion daddy, kalau yang tadi masion milik mommy. Tapi semenjak daddy dan mommy menikah, opa memutuskan untuk menjadikan masion javas adalah masion utama". Kata kenzo yang seakan tahu pemikiran naura.
"Oh begitu, pantes saja marganya sendiri-sendiri". Kata naura.
Setelah gerbang terbuka otomatis terlihat lah bangunan megah, yang membuat naura menutup mulutnya karena takjub. Ia merasa itu bukan sebuah rumah, melainkan sebuah istana dan sedikit lebih besar dari masion kenzo yang tadi. Jelas lebih besar karena arya merenovasi ulang masion itu menjadi 5 lantai semenjak kenzo kecil. Karena ia menambahkan sebuah tempat bermain di masion tersebut. Tahu sendiri jika kenzo tidak di publishkan sejak kecil. Jadi arya menambah fasilitas, yang menurutnya kenzo sukai.
Delia sudah meminta agar di buat di masion miliknya saja, tapi arya tetap keras kepala ingin membuatnya di masion utama. Alhasil tempat bermain itu sekarang di tutup, karena anak-anak mereka sudah dewasa. Dan sebagai gantinya arya menambahkan sebuah perpustaan yang cukup lengkap buku-bukunya. Ruangan tersebut berada di lantai 4 dan hanya ada 2 ruangan saja di lantai tersebut.
"Ayo turun". Ajak kenzo dan naura hanya mengangguk.
"Selamat sore tuan dan nona". Sapa penjaga, kenzo hanya mengangguk, sedangkan naura hanya tersenyum lalu masuk ke dalam masion.
"Selamat datang tuan muda, sudah lama sekali tuan muda tidak datang kemari". Kata kepala pelayan.
"Ken banyak urusan bi, oh iya bi tadi mommy pesan suruh ambilkan baju ganti untuk oma dan yang lain. Tolong bibi siapkan". Kata kenzo, naura hanya jadi pendengar setia saja.
"Baik tuan muda, oh iya tuan muda siapa nona yang sedang bersama tuan muda?". Kata kepala pelayan.
"Dia temannya rena bi. Naura kenalkan dia kepala pelayan di sini namanya bi sum". Jawab kenzo
__ADS_1
"Naura". Kata naura sambil tersenyum dan mencium punggung tangan bi sum.
"Nona sangat sopan sekali, bibi berharap nona naura bisa jadi pendamping tuan muda agar bibi bisa mempunyai majikan yang baik dan sopan seperti nona naura". Kata bi sum.
"Bibi bisa saja, lagi pula naura bukan dari kalangan atas seperti kenzo bi. Tidak pantas untuk tuan muda bibi". Kata naura.
"Aku tidak suka kamu berbicara seperti itu". Kata kenzo dingin.
"Ya sudah tuan bibi siapkan dulu pesanan nyonya". Kata bi sum.
"Oh ya bi, kayla di masion?. Tanya kenzo.
"Nona kay sedang berenang tuan". Jawab bi sum.
"Ya sudah, kenzo ke kolam renang dulu. Nanti barangnya langsung masukkin mobil kenzo saja bi". Kata kenzo.
"Baik tuan muda, saya permisi dulu tuan dan nona". Jawab bi sum. Kenzo hanya menanggapinya dengan anggukan kepala sedangkan naura hanya tersenyum.
Setelah itu kenzo mengajak naura ke area kolam renang, jarak antara kolam renang dengan ruang tamu sedikit jauh. Sepanjang perjalanan naura tak henti-hentinya melihat dinding yang ia lalui dan beberapa hiasan di tempat itu. Hingga akhirnya mereka sampai di area kolam renang, terlihat kayla yang sedang berenang dengan beberapa pelayan yang berdiri di pinggir kolam.
"Kak ken/tuan muda". Kata kayla dan pelayan secara bersamaan. Pelayan pun langsung membungkuk tanda memberi hormat. Sedangkan kayla gadis itu langsung keluar dari kolam renang. Kenzo pun memberi isyarat pada pelayan agar meninggalkan mereka.
"Eits, jangan peluk kakak dulu kamu basah nanti kakak ikutan basah". Kata kenzo.
"Kakak kan bisa ganti baju, disini juga ada baju kakak kan". Kata kayla.
"Kakak buru-buru key, kamu kenapa tidak ikut ke rumah sakit?". Tanya kenzo.
"Tadi saat mamah dan yang lain ke rumah sakit aku sedang pergi kak". Jawab kayla.
"Pergi dengan siapa? Dizon?". Tanya kenzo.
"Hais kak ken mah, awalnya kay ada janji dengan kak ray. Tapi, tiba-tiba kak ray ada acara. Ya, mau tidak mau harus pergi dengan dizon". Kata kayla cemberut.
__ADS_1
"Ngapain cemberut jika sebenarnya kamu senang kay". Kata kenzo tersenyum mengejek.
"Kak ken mah tahu aja yang kay rasakan". Kata kayla malu -malu.
Kenzo memang tahu jika adik sepupunya itu menyukai dizon. Dan ia juga tahu jika dizon juga memiliki rasa yang sama pada kayla. Tapi mereka berdua sama-sama gengsi untuk mengungkapkan perasaan satu sama lain.
"Oh ya, siapa kakak cantik di samping kak ken? Pacar kakak ya". Goda kayla.
"Dia naura teman kak rena". Jawab kenzo. Sedangkan naura hanya tersenyum.
"Kay tidak percaya, kakak cantik kenalin aku kayla adik sepupu paling cantik yang di miliki kak kenzo". Kata kayla sambil mengulurkan tangannya.
"Naura, temannya kenzo". Kata naura tersenyum sambil membalas uluran tangan kayla.
"Kay kamu ikut kakak ke rumah sakit atau mau di masion saja?". Tanya kenzo.
"Memang mamah tidak pulang kak?". Tanya balik kayla.
"Sepertinya tidak, soalnya tadi mommy pesan untuk mengambilkan baju ganti opa dan yang lain". Jawab kenzo.
"Ya sudah kakak tunggu kay bersiap dulu". Kata kayla lalu berlari masuk. Kenzo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kayla.
"Kita tunggu saja di ruang tamu". Kata kenzo pada naura.
"Apa kamu tidak tersesat di rumah sebesar ini ken?". Tanya naura saat mereka berjalan ke arah ruang tamu.
"Kamu ada-ada saja nay, ya jelas tidak lah. Aku sedari kecil kan sudah tinggal di sini. Lagi pula masion ini dulu hanya 3 lantai, tapi setelah aku lahir daddy menambah bangunan ini satu lantai untuk tempat bermain, dan tempat baca. Dan satu lagi teras atas". Jawab kenzo.
"Sudah seperti mall saja ken, fasilitasnya lengkap". Kata naura.
"Kamu harus mulai membiasakan diri dengan semua kemewahan ini, karena nanti kamu akan sering-sering kesini jika sudah menikah denganku". Kata kenzo tersenyum pada naura.
Mendengar perkataan kenzo membuat pipi naura memerah karena malu. Dia tidak pernah berpikir untuk bisa hidup mewah, membayangkannya saja ia tidak pernah.
__ADS_1
Bersambung.