
1 bulan kemudian.
Sudah satu bulan qila meninggalkan keluarganya. Semua keluarga sudah mulai bisa menerima kepergian qila dan kembali beraktifitas seperti biasanya lagi. Seperti pagi ini Delia beserta suami dan anak-anak nya sedang sarapan bersama.
"Kamu jadi melanjutkan S2 ke London sayang?". Tanya Arya di sela-sela sarapannya.
"Jadi Daddy". Jawab quena.
Ya, setelah 7 hari kepergian qila, quena mengatakan jika ia ingin melanjutkan studi nya di luar negeri. Alasannya agar dia tidak terlalu kebayang-bayang sang kakak terus dan bisa mengikhlaskan sang kakak.
"Lalu hotel kamu bagaimana jika kamu melanjutkan kuliah di sana?". Tanya Kenzo.
"Bukannya quena sudah bilang bang, hotel itu biar di kelolah kak Naura. Lagi pula jika aku berada di hotel itu selalu keinget dengan kak qila". Jawab quena.
"Tapi mommy dan Daddy tidak bisa menemani kamu di sana sayang. Kamu tau sendiri Oma sama opa sendirian di masion utama, keadaanya pun kadang kurang baik. Mommy dan Daddy tidak tega meninggalkannya. Aunty kamu berada di Inggris". Kata Delia.
"Aku tidak apa mom di sana sendirian, quena sudah besar. Jadi quena sudah bisa jaga diri sendiri". Kata quena.
"Meskipun kamu sudah besar kami tidak tenang membiarkanmu disana sendirian quen". Kata Delia.
"Biar Kenzo saja yang menemani quena mom". Kata Kenzo.
"Tapi bang bagaimana dengan hubungan kamu dan Naura?". Tanya Arya.
"Saat libur aku akan datang kesini dad untuk menemui Naura, aku sudah membicarakan masalah ini dengan dia". Kata Kenzo.
"Kenapa tidak kalian resmikan saja dulu pernikahan kalia sebelum quena berangkat ke London". Kata Arya.
"Abang juga pengennya begitu dad, tapi Daddy tau kita baru saja kehilangan quena. Jika kita mengadakan pesta sekarang apa kata orang-orang nantinya". Kata Kenzo.
"Kenzo benar sayang, lagi pula pasti Naura mengerti kon". Kata Delia.
"Ya sudah terserah kalian saja jika begitu". Kata Arya.
"Pagi semua". Sapa seseorang yang baru saja tiba di masion Delia, Delia dan yang lain tau betul itu suara siapa.
"Pagi Vania". Sapa balik Delia, ya yang dang adalah Vania dia akan menjemput quena untuk pergi ke kampus bersama.
"Kamu sudah sarapan belum Van, jika belum sini sarapan dulu". Kata Arya menawari.
__ADS_1
"Vania sudah sarapan om tadi di rumah". Jawab Vania.
"Karena Vania sudah datang quena berangkat dulu ke kampus mom, dad, dan bang". Pamit quena sambil mencium punggung tangan orang tua dan kakaknya.
"Belajar yang rajin, dan hati-hati di jalan". Kata Delia yang di jawab anggukan kepala oleh quena.
Setelah kepergian quena, Kenzo pun juga pamit untuk pergi ke kantor. Tapi sebelum itu ia datang ke rumah pujaan hatinya untuk menjemput dan mengantarkan Naura ke hotel. Semenjak Naura lulus dan wisuda memang quena mempercayakan hotel kepada Naura. Awalnya Naura menolak karena ia takut dia tidak bisa menjalankan tanggung jawab tersebut dengan Baik dan juga tidak ingin orang lain menganggapnya hanya memanfaatkan harta Kenzo.
Rena dan gavril sendiri mengelolah perusahaan sang papah. Kadang mereka juga membantu Naura membuat laporan hotel kala Naura kurang mengerti. Bisa juga Kenzo saat senggang yang membantu Naura, tapi keseringan Rena dan gavril lah yang membantu.
"Bagaimana? Kamu jadi menemani quena ke London?". Tanya Naura saat mereka sudah di mobil.
"Ya begitulah, mommy dan Daddy tidak bisa menemani quena soalnya". Jawab Kenzo.
Huft.
Kenzo mendengar helaan nafas sang pujaan hati hanya meliriknya lalu kembali fokus ke jalan.
"Aku tau ini berat untuk kita, tapi kamu percaya kan sama aku?". Kata Kenzo sambil memegang tangan Naura.
"Iya aku percaya sama kamu, aku akan selalu menunggu kamu kok. Jadi kamu tenang saja di sana, tidak usah terlalu memikirkan keadaan aku disini". Kata Naura.
"Aku akan selalu mengabari kamu saat disana nanti". Kata Kenzo.
Tak terasa mobil mereka telah sampai di depan hotel. Kenzo pun turun dan membukakan pintu untuk Naura.
"Nanti aku tidak bisa jemput kamu, aku ada meeting soalnya". Kata Kenzo.
"Tidak apa, nanti aku akan pulang sendiri. Yang penting jangan telat makan walaupun sibuk". Kata Naura.
"Heem, ya sudah aku pergi dulu ya". Kata Kenzo.
"Heem, hati-hati di jalan. Kabari aku jika sudah sampai kantor". Kata Naura dan di jawab anggukan kepala oleh Kenzo.
Setelah itu mobil Kenzo pun melesat meninggalkan area hotel. Naura hanya bisa menatap mobil tersebut yang mulai menjauh. Lagi-lagi dia dan Kenzo harus merasakan LDR. Tapi itu sudah jadi keputusannya juga jika dia tidak boleh egois. Jika memang mereka berjodoh tidak akan terjadi apapun di hubungan mereka berdua nanti.
Naura pun masuk ke dalam hotel dan menuju ruangannya, sepanjang jalan menuju ruangannya Naura selalu menjawab sapaan setiap karyawan yang berpapasan dengannya. Para karyawan sangat senang memiliki atasan seperti Naura yang ramah, adil, tidak sombong dan juga tidak membeda-bedakan status.
Saat sampai di ruangannya Naura langsung berkutik dengan pekerjaannya. Saat sedang fokus mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba ponselnya berbunyi pertanda ada pesan yang masuk. Naura pun langsung membuka pesan tersebut yang ternyata dari Kenzo.
__ADS_1
@Kenzo_Javas❤️
Aku sudah sampai di kantor. Kamu semangat kerjanya😘
Naura tersenyum membaca pesan dari Kenzo. Lelaki itu selalu bisa membuatnya semangat dan bahagia.
^^^@Naura_Vinre😘❤️^^^
^^^Iya kamu juga semangat kerjanya❤️😘🤭.^^^
@Kenzo_Javas❤️
Siap ibu negara😁
^^^@Naura_Vinre😘❤️^^^
^^^🙈🙈🙈^^^
Kenzo hanya membaca pesan dari Naura, karena saat dia akan membalasnya Chris datang dan memberitahu jika klien sudah datang. Apa Naura marah? Tentu saja tidak akrena sudah paham jika pasti tunangannya itu sedang sibuk. Saat memegang ponsel Naura jadi teringat sesuatu. Kemudian dia mengotak Atik ponselnya untuk mencari nomor seseorang.
"Hallo Ra, ada apa tumben Lo jam segini menghubungi gue?". Tanya seseorang di sebrang sana.
"Biasanya juga gue hubungi Lo tidak perlu lihat waktu Ren". Kata Naura, ya renalah yang di hubungi Naura.
"Bercanda kali Ra, Lo mah sensi amat. Lagi datang bulan Lo". Kata Rena yang di iringi kekehan.
"Nggak gue biasa aja. Oh iya gue sampai lupa apa tujuan gue hubungi Lo. Nanti sore kan Kenzo tidak bisa jemput tuh, gimana jika kita meet up. Sudah lama kita tidak kumpul-kumpul mumpung ada waktu ni gue". Kata Naura.
"Kalau gue sih bisa aja, lagi pula kerjaan gue nggak banyak jadi nggak lembur. Tapi kalau gavril gue nggak tau dia sibuk apa nggak". Kata Rena.
"Ya coba Lo tanyalah dia". Kata Naura.
"Kenapa nggak panggilan grup saja sih tadi jadi kan gampang gitu ngomongnya". Kata Rena.
"Gue lupa, ya udah Lo tanya gavril gue mau lanjut kerja. Nanti kalau jadi Lo jemput gue di hotel oke". Kata Naura.
"Siap ibu negara". Kata Rena yang hanya di balas gelak tawa oleh Naura.
Kemudian panggilan pun terputus Naura kembali melanjutkan pekerjaannya dan Rena menghubungi gavril.
__ADS_1
"Si Naura lama-lama ngeselin juga kayak Kenzo, kenapa tidak dia aja gitu yang hubungi gavril sendiri". Gerutu Rena sambil mencari kontak gavril.
Bersambung.