KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 72


__ADS_3

Waktu terus berlalu hingga tibalah di saat acara pertunangan ajeng dan lion di selenggarakan. Para tamu sudah mulai berdatangan di hotel milik selina. Sultan sendiri sudah berada di sana sejak tadi, karena kenzo menyerahkan segalanya pada dia. Sejauh ini semua berjalan sesuai yang di rencanakan, hingga tibalah rombongan keluarga mempelai wanita di tempat acara.


Mobil pertama adalah mobil ajeng beserta kedua orang tuanya, mobil kedua barulah mobil keluarga arya, dan mobil selanjutnya kerabat yang lain. Hingga semua kerabat sudah datang di tempat acara tinggal menunggu keluarga mempelai pria. Avram sendiri sudah sampai beberapa menit lalu dan sekarang ia sedang beristirahat sekaligus bersiap di kamar hotel yang sudah disiapkan. Tidak ada yang tahu jika avram sudah sampai kecuali sultan, karena tadi sultan sudah berpapasan dengan avram saat dia juga baru dari lobby.


Setelah beberapa jam semua sudah berkumpul di aula tempat pertunangan di laksanakan. Sultan merasa khawatir karena kenzo masih belum ada kabar. Karena beberapa menit lagi acara akan di mulai takutnya rencana mereka akan gagal nanti.


"Sultan, apa masih belum ada kabar dari kenzo?". Tanya harri saat menghampiri sultan.


"Belum tuan harri, sepertinya tuan kenzo masih di udara". Jawab sultan.


"Lalu bagaimana sekarang, acara akan di mulai". Kata ryhan.


"Tadi sebelum berangkat tuan kenzo sempat bilang jika dia belum sampai kita di minta melakukan sesuai rencana awal". Kata sultan.


"Maksud kamu memutar video itu saat puncak acara?". Tanya ryhan.


"Benar tuan ryhan". Jawab sultan.


"Jika begitu lakukan saja, toh kenzo sudah memberi perintah seperti itu". Kata harri.


Saat mereka sedang asik mengobrol chris datang, chris baru juga tiba di malaysia dan langsung menuju hotel.


"Kenapa kalian di luar?". Tanya chris saat sampai di dekat mereka, karena mereka sekarang sedang di lobby hotel menunggu kedatangan kenzo.


"Kami sedang menunggu tuan muda, chris". Jawab sultan.


"Kenzo belum sampai? Padahal tadi dia berangkat duluan. Tadi william memberi tahu gue". Kata chris.

__ADS_1


"Mungkin dia sedikit terlambat, lebih baik kamu masuk dulu chris temuin om andra dan tante lia. Mereka pasti tidak tahu kamu datang". Kata ryhan.


"Iya kak, kalau begitu aku masuk dulu". Pamit chris dan fi anggukin kepala oleh ryhan dan yang lain.


Setelah kepergian chris, MC pun mengumumkan bahwa tibalah saatnya tukar cincin. Harri semakin merasa cemas, karena sudah hampir di puncak acara kenzo masih belum memberi kabar.


"Tuan, sebaiknya kalian masuk. Karena acara inti sudah di mulai, biar saya yang menunggu tuan muda disini". Kata sultan.


"Tapi bagaimana jika acara sudah selesai kenzo belum datang sultan? Aku tidak ingin apa yang kita lakukan selama ini sia-sia. Aku juga tidak ingin nama baik avram jelek di mata keluarga ajeng terus-terusan". Kata harri.


"Tuan harri percaya saja dengan tuan kenzo, nama baik tuan avram pasti kembali hari ini, begitupun kebahagiaan tuan avram. Lagi pula tuan harri pasti belum tahu jika tuan avram juga datang kan". Kata sultan.


"Avram datang kemari? Kapan dia datang?". Tanya harri bingung.


"Tuan avram baru saja sampai beberapa jam lalu tuan, mungkin saat ini tuan avram sudah bergabung dengan yang lain". Jawab sultan.


"Ya sudah, sultan kita masuk dulu. Jika sudah ada kabar dari kenzo langsung beri tahu kami". Kata harri.


"Baik tuan harri". Kata sultan.


Setelah itu harri dan ryhan pergi meninggalkan sultan sendirian di lobby. Tak selang berapa lama setelah kepergian mereka ponsel sultan berbunyi, ternyata william yang mengirim pesan. William memberi tahu jika dia dan kenzo sudah perjalanan menuju hotel. Kenzo tidak bisa menghubungi sultan karena ponselnya mati. Jadi ia menyuruh william yang mengabari sultan.


Setelah itu sultan pun masuk ke aula acara. Sesampainya di sana ternyata lion dan ajeng sudah berdiri di atas panggung dengan qila dan quena yang berdiri di belakang keduanya. Karena qila dan quena yang bertugas membawa cincinya. Pembawa acara pun mengumumkan jika acara tukar cincin bisa di mulai.


Saat lion akan memasangkan cincinnya di jari manis ajeng, tiba-tiba lampunya padam. Semua tamu pun mulai berbisik-bisik membicarakan hal itu, dan semua keluarga terutama orang tua ajeng merasa khawatir. Tak lama setelah lampu padam sebuah video muncul di belakang lion dan ajeng. Reyhan, harry, dan juga sultan tersenyum miring melihat ekspresi terkejut lion.


Semua tamu mulai berbisik membicarakan lion setelah melihat video tersebut. Avram merasa kecewa dan juga marah mengetahui bahwa sahabat dekatnya lah yang sudah merusak hubungannya. Ajeng pun tak kalah kecewanya kepada lion. Padahal dia sudah berusaha membuka hati untuk lion. Tapi ternyata hancurnya hubungannya dengan avram adalah lion.

__ADS_1


"Semua ini tidak benar". Kata lion panik saat video telah selesai di putar dan lampu kembali menyala.


"Ajeng sayang, kamu percaya kan sama aku. Aku nggak mungkin lakuin itu". Lanjut lion sambil meraih tangan ajeng, tapi di hempas oleh ajeng.


"Aku benar-benar tidak menyangka kamu selicik itu lion". Kata ajeng dengan air mata yang tersur mengalir.


Bugh.


Semua terkejut saat sebuah tonjokan menghantam lion. Ajeng pun menatap sendu orang yang telah menonjok lion.


"Gue benar-benar kecewa dengan lo, yon. Gue sudah menganggap lo lebih dari sahabat gue. Gue sudah menganggap lo seperti saudara gue sendiri, tapi apa balasan yang lo beri ke gue". Kata orang tersebut penuh amarah.


"Vram, ini tidak seperti yang lo lihat". Kata lion pada avram, ya orang yang menonjok lion adalah avram.


Awalnya avram ingin menahan amarahnya, tapi saat melihat ajeng menangis entah kenapa ia merasa sangat marah. Mungkin itu karena ia masih sangat mencintai ajeng.


"Bukti sudah di depan mata lion, lo masih mau mengelak lagi". Kata avram.


"Pasti ada yang tidak suka gue bertunangan dengan ajeng, itu sebabnya ada yang fitnah gue seperti ini". Kata lion berusaha membela diri.


"Siapa yang tidak suka dengan anda dan ingin memfitnah anda tuan lion". Kata seseorang yang tiba-tiba datang.


Semua pun langsung melihat ke arah asal suara, dan terlihatlah seorang pria tampan yan sedang berjalan dengan gagah, dan tersenyum miring. Lion semakin panik kalah melihat orang tersebut. Karena sejak dulu ajeng mengenalkannya sebagai pacar dengan orang tersebut, ia sudah tahu jika orang tersebut tidak menyukainya. Hingga suatu ketika mereka bertemu di sebuah restoran dan pria tersebut memberinya peringatan. Hingga dia selalu berhati-hati jika bertemu atau menghadapi pria itu.


"Kenzo". Guman para orang tua.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2